Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Pengurus Baru KMNU IPB Dilantik

Bogor, Muhammadiyah Asli. Presidium nasional KMNU M Zimamul Adli melantik kepengurusan baru KMNU IPB Kabinet Asy’ariyah di RK Pinus 2 Fakultas Pertanian IPB. Lagu Indonesia raya dan mars Ya Ahlal Wathon manandai mulainya pelantikan pengurus KMNU yang akan menyuarakan Islam rahmatan lil alamin di kampus IPB.

Pengurus Baru KMNU IPB Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru KMNU IPB Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru KMNU IPB Dilantik

Sehari sebelumnya, pengurus KMNU IPB menjalani Isti’la’ul Qudroh (IQ) sekaligus outbond di areal Kebun Percobaan Cikabayan IPB Dramaga. Dalam Isti’laul Qudroh ini ditanamkan nilai-nilai seperti kepemimpinan, loyalitas, konsistensi, komitmen, dan kekeluargaan.

Sementara prosesi pelantikan yang berlangsung secara khidmat ini mengusung tema “Keikhlasan dalam Berkhidmah pada KMNU IPB”. Sebanyak 39 peserta pelantikan mengenakan pakaian serba putih, Senin (20/4).

Muhammadiyah Asli

Dengan pembacaan ikrar yang dipandu oleh Zimam, KMNU IPB Kabinet Asy’ariyyah pimpinan Hasan Bisri secara resmi dapat menjalankan tugasnya.

“Semangat kesatuan yang diwariskan oleh para ulama dan pendahulu kita dalam membangun bangsa Indonesia perlu dijaga dalam dakwah Islam di kampus serta terus menggali keilmuan sesuai bidang yang ditekuni sebagai sumbangsih kita sebagai mahasiswa,” kata Zimam.

Muhammadiyah Asli

Acara ini diakhiri dengan doa penutup dan saling bersalaman para hadirin dan pengurus KMNU IPB. Hadir dalam pelantikan ini segenap pengurus KMNU IPB, dewan pertimbangan dan alumni serta perwakilan organisasi mahasiswa Islam ekstra kampus di IPB seperti KAMMI, IMM, HMI, Al-Khidmah Kampus IPB, serta ? Ikatan Santri-santriyat Mahasiswa Al-Ihya (ISMA). (Afifah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Selasa, 13 Februari 2018

SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan

Balikpapan, Muhammadiyah Asli. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama Balikpapan, Kalimantan Timur, melakukan terobosan baru dengan membuka jurusan Teknik Pengelasan yang sudah berjalan selama setahun, tahun ajaran 2013-2014.

SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan membuka jurusan baru ini dengan bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Balikpapan melalui MoU antara kedua sekolah kejuruan tersebut. Di antara hasil kerja sama itu adalah bantuan tenaga pengajar ahli Teknik Pengelasan dari SMK Negeri 1 Balikpapan sebanyak 4 orang.

SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan

Dibukanya jurusan Teknik Pengelasan didorong akan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih sedikit sedangkan peluang kerja yang masih luas. Di samping itu, SMK yang memilki jurusan tersebut baru SMK Negeri 1 Balikpapan.

Muhammadiyah Asli

"Saya berharap lulusan SMK NU Balikpapan jurusan Teknik Pengelasan dapat terserap secara maksimal di dunia kerja dan dapat membuka usaha secara mandiri," ujar Kepala SMK NU Balikpapan Mudawamatun Nadziroh, Rabu (25/6)

Dengan dibukanya jurusan baru tersebut, SMK NU Balikpapan kini memiliki dua program kejuruan, yaitu Multimedia dan Teknik Pengelasan. Jurusan Multimedia adalah program jurusan yang sudah berlangsung selama 4 tahun sejak SMK NU Balikpapan didirikan.

Muhammadiyah Asli

SMK NU Balikpapan merupakan sekolah menengah kejuruan berbasis pesantren yang mendidik dan mencetak siswa-siswanya agar bisa menempati posisi strategis di dunia bisnis dan industri di era masa kini, serta mampu mengembangkan semangat keislaman ala Ahlussunnah wal Jamaah di tempat mereka bekerja dan menjadi pribadi yang mandiri dan kuat dalam memegang nilai-nilai keislaman.

Dengan semboyan "Mendidik Generasi Muda menjadi? Profesional dan Berakhlakul Karimah", SMK Nahdlatul Ulama bertekad mewujudkan tujuan pendidikan SMK yaitu meningkatkan kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan? lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

Fasilitas yang dimiliki, antara lain: ruang belajar yang represntatif, ruang perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, sarana multimedia yang memadai, sarana olahraga, sarana ibadah, asrama dan lain-lain.

Sejumlah prestasi yang pernah diraih adalah juara 2 Web Design, juara 3 Animasi dan juara 3 Grapich Design dalam Lomba Keterampilan Siwa (LKS) tingkat Kota Balikpapan tahun 2013. Selain itu, siswa SMK NU Balikpapan juga pernah masuk dalam 10 besar lomba Pidato Bahasa Inggris antara SMA dan SMK se-Kota Balikpapan. Ektrakurikuler utama, antara lain, teknisi komputer, keterampilan menjahit, dan seni bela diri.

Kepala SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan juga berharap bisa membuka jurusan baru yang senafas dengan dunia pesantren seperti Perbankan Syariah yang saat ini belum dimiliki oleh sekolah kejuruan yang ada di Kota Balikpapan.

"Harapan kami juga bisa membuka jurusan Perbankan Syariah yang senafas dengan dunia pesantren," pungkas Ibu Nadziroh, sapaan akrabnya.

Pendaftaran Siswa Baru

SMK Nahdlatul Ulama Balikapan membuka pendaftaran murid baru untuk tahun ajaran 2014-2015. Pendaftaran dapat dilakukan di kantor SMK NU Balikappan. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi nomor telpon 0542-41474 atau kontak 081253899337 (Ibu Nadziroh) dan 085654060240 (Imam Turmudzi).

Informasi juga dapat dilihat diwebsite resmi SMK NU Balikpapan yang beralamat di http://www.smknubalikpapan.sch.id. Alamat email: smknubalikpapan@yahoo.com .

Lokasi sekolah berada di komplek Muassah al-Mahad al-Haditsiyah al-Muttaqien Balikpapan (Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Mutaqqien) di Jalan Ledjend S. Parman RT. 22 No. 47 Sumber Rejo (Gunung Guntur) Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Abdur Rohim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Daerah Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar

Bandung, Muhammadiyah Asli. Pengurus IPPNU kota Bandung mengajak pelajar mengisi malam pergantian tahun baru Hijriyah dengan Pesantren Pelajar di MTs Cijawura, kota Bandung, Sabtu-Ahad (25-26/10). Mereka mengikuti istighotsah, tahlil, hingga pendidikan seks bagi pelajar.

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang dinanti-nanti kader IPPNU di MTs Cijawura karena pada kegiatan ini semua pembina organisasi memberikan ide dan gagasan,” kata Wakil Ketua IPPNU Kota Bandung Rita Robiatul Adawiyah, Sabtu (25/10).

Peringatan Muharram selain diisi dengan zikir dan doa, juga memfasilitasi pelajar dalam pelatihan Baris Berbaris (PBB) oleh Paskibra serta pendidikan Kespro oleh Palang Merah Remaja (PMR), dan kepanduan Pramuka.

Muhammadiyah Asli

Ketua IPPNU Kota Bandung Dhilla Nuraeni Az-zuhri menyatakan apresiasinya pada Pesantren Pelajar ini. “Semua kader IPPNU Kota Bandung  sangat luar biasa, mari kita samakan niat dan semangat kita menuju IPPNU semakin aktif dan inovatif kendati jumlah rekanita Bandung tidak sebanyak cabang lain,” kata Dhilla. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Pondok Pesantren, Daerah Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

Jombang, Muhammadiyah Asli. Kementerian Agama RI tahun ini akan meluncurkan empat model madrasah aliyah. Dari empat model tersebut sebagian sudah beroperasi di berbagai daerah di tanah air.

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

"Pertama MAN Insan Cendikia saat ini ada 9, kemudian Madrasah Keagamaan, Madrasah Kejuruan dan terakhir Madrasah Keterampilan"Terang Dr. Basnang Said, Kasi Kurikulum Madrasah dan Evaluasi Kemenag RI dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Guru Madrasah Di MAN Denanyar, Jombang, Sabtu (1/8)

Dikatakan Basnang, tipologi Madrasah Aliyah Keagamaan akan meniru model pesantren, yakni para peserta didik diwajibkan untuk menginap dan mengikuti pengajian kitab kuning dan berbagai macam kegiatan yang sudah disusun dalam kurikulum.

Muhammadiyah Asli

"Kalau madrasah kejuruan para siswa dididik dan dilatih supaya punya keterampilan khusus agar mereka siap ketika masuk dunia kerja," tambah Ketua LP Maarif NU Sulawesi Barat ini.

Tipologi madrasah aliyah yang terakhir, kata dia, adalah Madrasah Aliyah Reguler namun di dalamnya para siswa akan di berikan berbagai macam keterampilan atau life skill seperti tataboga, otomotif, menjahit, dan sebagainya.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, sambungnya, keterampilan atau life skill tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya alam lokal, misalnya madrasah yang ada di pesisir, maka life skill yang ditonjolkan adalah keterampilan dalam mengelola sumber daya laut.(Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Tokoh, Daerah Muhammadiyah Asli

Jumat, 12 Januari 2018

Sinta Nuriyah Masuk Daftar 11 Perempuan Hebat di Dunia

London, Muhammadiyah Asli - Mantan ibu negara Ny Hj Sinta Nuriyah masuk dalam daftar perempuan-perempuan berpengaruh di dunia versi New York Times. Istri mendiang KH Abdurrahman Wahid ini dinilai sebagai feminis yang aktif menyebarluaskan toleransi.

New York Times dalam situsnya merinci 11 nama perempuan dari berbagai belahan dunia dan menyebutnya “11 Powerful Women We Met Around the World in 2017.” Daftar tersebut dipublikasikan pada 15 Desember 2017.

Sinta Nuriyah Masuk Daftar 11 Perempuan Hebat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sinta Nuriyah Masuk Daftar 11 Perempuan Hebat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sinta Nuriyah Masuk Daftar 11 Perempuan Hebat di Dunia

Ia menyebut perempuan yang akrab disapa Bu Sinta tersebut aktif menyelenggarakan acara-acara lintas agama serta sukses membangun jaringan pesantren yang progresif untuk perempuan dan anak.

Muhammadiyah Asli

Mereka yang masuk daftar tak disyaratkan memiliki kriteria sebagai pejabat publik atau bintang film tersohor. Menurut New York Times, para perempuang yang dipilih kebanyakan mungkin belum terkenal secara internasional namun memiliki cerita kehidupan yang menarik, melakukan sesuatu yang luar biasa, atau baru saja melewati pengalaman yang luar biasa.

Sejak didirikan pada tahun 2002, Saturday Profile bertujuan untuk menghadirkan pembaca orang-orang The New York Times di seluruh dunia yang mungkin belum pernah mereka dengar, tapi yang telah menjalani kehidupan yang menarik dan melakukan hal-hal yang spektakuler, atau mungkin baru saja melewati sebuah pengalaman yang luar biasa.

Muhammadiyah Asli

Di jajaran 11 nama tersebut antara lain ada aktivis hak-hak perempuan Arab Saudi Manal al-Sharif, Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallström, penyair Tiongkok Yu Xiuhua, fotografer Letizia Battaglia, dan lainnya.

Nyai Sinta Nuriyah merupakan pendiri sekaligus pengelola Puan Amal Hayati, sebuah lembaga sosial-kemanusiaan yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan kaum perempuan dan anak. Lembaga yang didirikan di Jakarta 3 Juli 2000 ini banyak fokus pada kampanye dan upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta, Daerah, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Langkah Elegan Ansor Larangan Jadi Mitra Pemerintah

Pamekasan, Muhammadiyah Asli - Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Larangan Pamekasan baru akan dilantik pada 6 April mendatang. Meski begitu, mereka sudah bergerak aktif membangun silaturahmi dengan berbagai para kiai dan tokoh NU setempat.

Tidak hanya itu, GP Ansor Larangan tampak tidak mengabaikan umara. Camat Larangan Achmad Hambali didatangi oleh mereka, Senin (27/3). Pasukan Banser mengiringi pertemuan tersebut.

Langkah Elegan Ansor Larangan Jadi Mitra Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Langkah Elegan Ansor Larangan Jadi Mitra Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Langkah Elegan Ansor Larangan Jadi Mitra Pemerintah

"Camat adalah mitra kami dalam memajukan Kecamatan Larangan. Kemitraan ini tidak dalam wujud material berupa uang, tapi bersifat pemberdayaan," ujar Ketua Ansor Larangan Baiquni.

Muhammadiyah Asli

Dalam kesempatan itu, Camat Hambali menyatakan komitmennya untuk melibatkan GP Ansor dalam semua kegiatan kepemudaan kecamatan. Serta, hal-hal yang membutuhkan penanganan sekaligus seperti bencana alam dan sejenisnya.

"Kami bisa berkolaborasi dengan kecamatan dalam segala kegiatan sehingga terjalin komunikasi antara pemerintah dan GP Ansor," kata Baiquni.

Muhammadiyah Asli

Camat Hambali merespon positif kehadiran GP Ansor. Pihaknya menyatakan sangat terkesan terhadap GP Ansor Larangan. Ia menganjurkan agar GP Ansor selalu berkomunikasi dan koordinasi sehingga GP Ansor tidak menunggu bola. Tapi, harus bisa menjemput bola. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Nahdlatul Ulama, Daerah Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Brebes, Muhammadiyah Asli

Pimpinan Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ketanggungan Brebes, mewajibkan peserta Pendidikan dan Pelatihan Utama (Diklatama) CBP dan KPP menghafal Mars Syubanul Wathan. Lagu kebangsaan karangan KH Wahab Chasbullah ini diyakini mampu menginspirasi para pelajar NU untuk lebih mencintai tanah air.

“Saya yakin para pelajar NU akan termotivasi lebih mencintai tanah air ketika menyanyikan Mars Syubhanul Wathan,” ucap Ketua PAC IPNU Ketanggungan Abdul Aziz di sela-sela pendidikan dan latihan utama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Lembaga Korps Pelajar Putri (KPP) Kecamatan Ketanggungan di SMK Islam Bustanul Ulum, Karangmalang, Ketanggungan, Brebes, Ahad (5/6).

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Setiap peserta, lanjut Azis, untuk bisa lulus Diklatama wajib setor mars tersebut dihadapan para fasilitator dan instruktur. “Kalau belum bisa, maka akan diulang-ulang terus hingga hafal sehingga dinyatakan lulus diklatama,” tuturnya.

Diklatama diikuti 43 peserta yang nantinya akan kembali menjalani seleksi sebagai pengurus Dewan Kerja Anak Cabang (DKAC) CBP-KPP Ketanggungan sehingga menjadi kader yang tangguh dan militan.?

Diklatama digelar selama tiga hari dengan materi ideologisasi berupa paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), Ke-NU-an, Ke-IPNU/IPPNU-an, ? Ke-CBP/KKP-an.?

Muhammadiyah Asli

Materi Wajib meliputi peraturan baris–berbaris dan tata laksana upacara, latihan dasar bela diri, manajemen perjalanan, medical first responder basic, pengetahuan SAR, wawasan kebangsaan dan bela negara, pelestarian alam dan lingkungan hidup, komunikasi dan kerjasama Tim, serta sosiologi pedesaan.

Untuk materi teknis lapangan meliputi basic ropes (dasar tali temali), prusicking dan rappelling, navigasi darat I, dan survival.

Muhammadiyah Asli

Alfiyatun Hasanah dari Ranting Cikeusal Kidul terpilih menjadi peserta terbaik untuk KPP dan Abdul Rohman dari Ranting Kubangsari berhasil menjadi peserta terbaik CBP.

“Sebagai generasi muda wajib hukumnya meneruskan perjuangan para ulama NU dalam mempertahankan NKRI dan Pancasila dari rongrongan para pemberontak yang ingin meruntuhkan NKRI dan berusaha mengganti Pancasila dengan Khilafah,” kata salah satu peserta, Abdul Rohman. (Wasdiun/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah Muhammadiyah Asli

Rabu, 27 Desember 2017

Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang

Rembang, Muhammadiyah Asli - Setelah menerjunkan 30 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu para korban angin puting beliung di Kecamatan Winong, Pati, Jumat (13/01) pagi puluhan anggota yang terdiri dari satuan Bagana (Banser Tanggap Bencana) kembali diterjunkan untuk membantu para korban angin puting beliung di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Angin yang menerjang pada Kamis sore itu membuat sedikitnya 20 rumah rusak ringan, dan 2 rumah roboh, dan berada RT 04 RW 02. Meski tak ada korban jiwa, total kerugian ditaksir hingga 38 juta rupiah.

Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang

Kepala Komando Satuan Banser Tanggap Bencana Kabupaten Rembang, Jamian menjelaskan, selain membantu warga untuk membenahi rumah korban yang diterpa angin, para relawan juga memangkas pepohonan yang dinilai rawan saat terjadi angin kencang.

Muhammadiyah Asli

"Kami juga membantu warga memangkas pepohonan yang rawan jika ada angin kencang. Meski sebagian para anggota Banser membantu membersikan dan membenahi rumah warga seperti genting yang dibawa angin,” ujarnya.

Dengan gerak cepat, tim BPBD bersama para relawan juga mengumpulkan bantuan bagi para korban bencana. Selain itu, bagi warga yang rumahnya roboh akan mendapatkan bantuan 10 juta rupiah, sedangkan yang rusak ringan akan mendapatkan bantuan satu juta rupiah.

Muhammadiyah Asli

Sementara Kasatkorcab Banser Rembang Zainal Arifin mengimbau jajarannya untuk terus siap siaga. Hal itu dimaksudkan jika setiap saat dibutuhkan. Menurutnya, Kabupaten Rembang ada beberapa titik Kecamatan yang menjadi langganan bencana, mulai angin kencang, banjir, hingga tanah longsor. (Ahmad Asmui/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Aswaja, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Senin, 25 Desember 2017

Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Sampang, Muhammadiyah Asli?

Maraknya aksi-aksi ormas yang terang-terangan mengajarkan khilafah dan tidak mengakui Pancasila, mendapatkan rekasi keras dari elemen masyarakat. Salah satunya berasal dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahldlatul Uama (Lakpesdam NU) Sampang, Jawa Timur.

Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Reaksi Lakpesdam NU Sampang tersebut ditunjukkan dengan memasang spanduk bertuliskan "BUBARKAN ORMAS YANG MENOLAK PANCASILA DAN NKRI." Spanduk tersebut disebar di 10 titik di wilayah kota Sampang.

Ketua Lakpesdam NU Sampang Faisal Ramdhani mengatakan, aksi pemasangan spanduk tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan adanya ancaman serius yang dilakukan oleh para pengusung khilafah untuk mengganti Pancasila dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.





Muhammadiyah Asli

"Kita ketahui bersama bahwa Pancasila dan NKRI merupakan komitmen dan ? kesepakatan bersama dari para Pendiri Republik ini yang diperoleh dari darah dan air mata para syuhada. Maka jika ada sebuah kelompok yang hendak menggantinya bisa dikatakan sebagai makar yang wajib kita lawan dan bubarkan" ujar Faisal Rabu (27/4).

Apabila dibiarkan, sambung dia, maka dipastikan akan merongrong keutuhan NKRI dan sangat mengaggu stabilitas nasional. ? Sebab langkah-langkah provokatif yang mereka lakukan sebenarnya sebuah ajakan untuk mengambil alih kekuasan negara secara terselubung.

Muhammadiyah Asli

"Kelompok-kelompok Islam garis keras ini merasa tidak memiliki rasa sayang kepada masyarakat, tidak memiliki rasa hormat terhadap negara dan mereka mengacak-acak situasi damai untuk kepentingan ideologi-politik mereka. Menganggap ? Pancasila sebagai taghut, menganggap Pancasila dan NKRI sebagai pemerintahan yang kafir ? adalah bagian dari benih-benih kekerasan, dan tidak selaras dengan garis rahmatan lil alamin," paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada semua eksponen kebangsaan untuk bersama-sama menghadang gerakan ekstremisme ini. Serta meminta ketegasan pemerintah untuk membubarkan ormas yang dalam setiap aksinya sangat nyata menentang Pancasila.

"Kalau ormas-ormas yang anti Pancasila dan gerakan-gerakannya dibiarkan saja oleh pemerintah dan terus berlangsung maka benih-benih ekstrimisme akan tumbuh subur. Hal ini harus segera diantisipasi dengan cara preventif langsung yakni Bubarkan ormas-ormas yang anti Pancasila dan NKRI " tegasnya. (Sofwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Daerah Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 Desember 2017

Khalifah Kami

Oleh Ibnu Mughni Labib







Khalifah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
Khalifah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

Khalifah Kami

Di hari ini,

Di Pondok Tremas yang kami cintai.

Muhammadiyah Asli

Datang bak seorang malaikat,

Yang datang bagai merpati.

Dengan anggun mengobati gerah hati ini,

Muhammadiyah Asli

Akibat air bah yang mertamu di pondok kami.

Dengan semangatnya memacu energi kami,

Agar kami kuat menghadapi kenyataan ini.

Kucium semerbak harum akan pengabdian sejati,

Beliaulah khalifah negeri ini.

Bukan negeri Islam yang pasti, tapi negeri yang penuh cinta, warna dan budaya.

Beliaulah khalifah kami, pemimpin kami,

Beliaulah Bapak Jokowi





Penulis adalah santri di Pesantren Tremas Pacitan. Puisi tersebut dibacakan penulisnya di hadapan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke pesantren tersebut, beberapa waktu lalu

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Daerah, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan

Way Kanan, Muhammadiyah Asli

Selain sebagai mahkluk utama dikaruniai akal dan pikiran, manusia juga merupakan mesin penghasil sampah. Bagaimana aparatur penegak hukum menilai hal tersebut? Kapolres Way Kanan Provinsi Lampung AKBP Harseno menegaskan, menjadi manusia bermanfaat adalah pilihan.

"Selama di bumi ada manusia, selama itu pula akan ada sampah. Tantangannya adalah, bagaimana membuat sampah mempunyai nilai ekonomi daripada membuatnya mencemari bumi, dan itu merupakan hal mulia. Itulah salah satu jalan dan pilihan menjadi manusia bermanfaat," kata Kapolres di Blambangan Umpu, Jumat (19/2/2016).

Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan

Ia mencontohkan, sisa makanan seperti kulit kacang yang merupakan sampah organik bisa diolah menjadi sampah untuk pupuk. "Termasuk batang pisang dicacah kemudian dicampur kotoran sapi dan pengurai, maka akan menjadi pupuk organik. Kakak saya di Jawa melakukan hal tersebut," ujar Kapolres didampingi Kapolsek Blambangan Umpu AKP Suwandhi.

Sekitar 25 komunitas dengan kurang lebih 1000 relawan dikolaboratori PC GP Ansor Way Kanan akan terlibat aktif memungut dan memilah sampah ditemukan di jalan kemudian dikumpulkan dalam kantung sesuai jenisnya dengan berjalan kaki atau bersepeda menuju Monumen Ryacudu.

Muhammadiyah Asli

Aksi itu merupakan gerakan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016. Diikuti sejumlah komunitas di 31 provinsi. Di Way Kanan, kegiatan tersebut bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) ‘Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020’.

"Persoalan sampah adalah persoalan bersama. Polres ambil bagian dalam aksi itu, sejumlah polisi wanita atau Polwan, anggota dari Sabhara dan Satlantas akan ikut serta, berjalan kaki dari gedung pemuda menuju Monumen Ryacudu dipimpin Kasat Binmas," ujar Kapolres lagi. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Warta, Daerah, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Jember, Muhammadiyah Asli - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dalam rangka menyambut hari santri nasional mewajibkan segenap warga civitas akademika mulai dari dosen, pegawai, satpam hingga mahasiswa memakai busana ala santri.

Mahasiswa diharuskan memakai sarung, baju takwa atau batik, berkopiah dan bersandal atau sepatu sandal. Sementara mahasiswi dan dosen wanita tetap menggunakan jilbab dan sandal. Dosen atau mahasiswa yang tidak berbusana ala santri dilarang masuk kecuali tamu orang luar IAIN Jember.

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Kewajiban menggunakan busana ala santri itu berlaku sejak 17 Oktober hingga tiga hari ke depan.

Muhammadiyah Asli

Dalam pantauan Muhammadiyah Asli, IAIN Jember benar-benar berubah. Sejak masuk pintu gerbang kampus, suasana ala pesantren sudah terasa. Begitu juga di dalam ruang perkuliahan, juga tak ubahnya seperti di madrasah atau pondok. Bahkan, tak jarang di antara mereka saling menggoda dan bercanda soal busana santrinya.

"Hari santri memang kami sambut sedemikian rupa agar syiarnya lebih menggema dan maknanya lebih terasa. Acara lain juga masih banyak terkait hari santri," ujar Rektor IAIN Jember Babun Suharto kepada Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, selain terkait hari santri instruksi berbusana ala santri tersebut juga sejalan dengan visi IAIN Jember, yaitu sebagai pusat kajian Islam Nusantara berbasis pesantren.

Sambutan positif datang dari dosen IAIN Jember Halim Subahar. Pria yang juga Ketua MUI Jember ini menilai apa yang diterapkan kampusnya dalam menyambut hari santri layak diapresiasi. Ia berharap pakaian ala santri bisa diterapkan secara rutin di IAIN Jember, misalnya setiap hari Jumat.

"Saya akan senang kalau mahasiswa dan dosen diminta terus berbusana santri. Pakai sarung ini sangat rileks. Justru kalau pakai celana panjang malah terkekang," canda Halim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Daerah, Sejarah Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

Dalam Berpolitik, Kiai Said: Dahulukan Kepentingan Bangsa dan Negara

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak kepada masyarakat umumnya dan warga NU khususnya supaya dalam berpolitik itu mendahulukan kepentingan bangsa dan negara.

“Pinggirkan kepentingan sesaat politik, entah itu Pilkada, Pilpres, atau Pileg. Semuanya merupakan kepentingan sesaat,” kata Kiai Said saat menyampaikan pengantar pada acara Seruan Moral Tujuh Ormas Keagamaan Tentang Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2, di Gedung PBNU, Senin (17/4).

Dalam Berpolitik, Kiai Said: Dahulukan Kepentingan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berpolitik, Kiai Said: Dahulukan Kepentingan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berpolitik, Kiai Said: Dahulukan Kepentingan Bangsa dan Negara

Menurutnya, imbauan tersebut dilatarbelakangi karena sering memanasnya situasi politik di beberapa daerah, khususnya di DKI Jakarta.?

“Sebagai ormas non politik, ormas bukan partai politik, tapi memberi tanggung jawab besar. Menjaga keutuhan, kekuatan, persatuan, dan kesatuan republik Indonesia yang kita cintai ini,” tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said menegaskan bahwa himbauannya tidak mempunya kepentingan politik apapun.

“Tidak ada kepentingan politik apapun. Kepentingannya Cuma satu, menyelamatkan dan mewujudkan kedamaian di seluruh daerah wilayah republik Indonesia, bukan hanya di Jakarta,” ujarnya.

“Kami tidak punya kepentingan politik. Apalagi pribadi saya, tidak ada kepentingan politik apapun, mau main politik, saya itu nggak bisa,” tambahnya.

Muhammadiyah Asli

Acara seruan moral tersebut juga diikuti perwakilan dari beberapa organisasi keagamaan, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Nichiren Syosyu Indonesia (NSI) Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Teana, Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), dan Konferensi WaliGereja Indonesia (KWI). (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Daerah, Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 07 Desember 2017

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

Solo,Muhammadiyah Asli. PC GP Ansor Solo beserta sejumlah organisasi kepemudaan menggelar aksi damai long march untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan 1436 H. Acara tersebut digelar di lokasi Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi Solo, Ahad (14/6).

Menurut Ketua GP Ansor Solo, dalam aksi tersebut para peserta menerbangkan balon yang bertuliskan pesan harapan “Damai Ramadhan Surakarta”.

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

“Ramadhan semoga menjadi momentum untuk saling menghortmati dan, serga untuk menciptakan Kota Solo yang kondusif dan damai,” terang Anwar, di sela acara.

Muhammadiyah Asli

Wakil Walikota Solo Ahmad Purnomo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pemuda dalam menciptakan upaya perdamaian.

“Kami bangga dengan apa yang dilakukan para pemuda dalam upya menciptakan kerukunan antarumat beragama ini, Dengan sikap ini semoga berkah Romadhan memberkahi bangsa Indonesia sehingga tidak terjadi konflik yang bernuansa agama,” ujar dia.

Muhammadiyah Asli

Selain berorasi, para peserta aksi juga menampilkan beberapa kolaborasi seni antara lain kesenian hadrah dan barongsai. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta, Daerah Muhammadiyah Asli

Minggu, 26 November 2017

Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Arus deras globalisasi telah menghasilkan dampak positif dan negatif dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kenyataan ini harus disiasati agar umat Islam tidak hanyut yang mengakibatkan hilangnya identitas sebagai bangsa.

Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa

“Dalam upaya memperbaiki kehidupan berbangsa di tengah kegalauan globalisasi ini, NU mengajak untuk kembali membangun karakter dan jati diri bangsa ini,” seru Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara halal bihalal dan peluncuran Munas dan Konbes NU, Selasa (4/9), di Jakarta.

Menurutnya, kondisi ini juga menuntut adanya keterbukaan budaya. Namun, di era globalisasi kemampuan umat beragama dalam beradaptasi akan selalu dibutuhkan.

Muhammadiyah Asli

“NU sejak lama sudah lama punya prinsip pertahankan budaya, petahankan tradisi, pertahankan jati diri, tapi juga ambil ilmu-ilmu yang semakin maju,” tandasnya.

Muhammadiyah Asli

Dalam acara yang dirangkai dengan Halal Bialal ini, Kang Said menjelaskan tentang relevansi tema Munas dan Konbes NU yang digelar di Cirebon, 14-17 September 2012 mendatang. Tema tersebut adalah Kembali ke Khittah Indonesia 1945, Meningkatkan Khidmat NU Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.

“Yang tiada lain adalah kembali pada semangat Proklamasi, kembali kepada nilai-nilai Pancasila dan kembali berpegang pada amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Dengan kembali ke nilai dasar, demikian Kang Said, kita akan selamat dari gelombang globalisasi. Bahkan sebaliknya, mengendalikan globalisasi untuk menciptakan negara yang berdaulat, adil dan makmur sebagaimana dicita-citakan 67 tahun lalu. 

“Perlu kita segarkan dan tegaskan kembali saat ini,” pungkasnya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Daerah, Internasional Muhammadiyah Asli

Sabtu, 25 November 2017

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU H Rumadi Ahmad mengimbau kepada masyarakat agar segera menghentikan politisasi agama. ? Menurutnya, apa yang terjadi belakangan terkait Pilkada DKI adalah bagian dari fenomena politisasi agama. Baik yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) maupun pihak-pihak yang menentang Ahok.

Rumadi mengungkapkan, tak henti-hentinya pihaknya mengingatkan agar masyarakat berhati-hati menggunakan isu yang terkait dengan agama dalam politik perebutan kekuasaan.?

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

“Kalau hal ini tidak terkendali, akan merusak sendi-sendi keberagaman bangsa kita. Jangan main-main dengan persoalan agama dalam politik perebutan kekuasaan,” ujar Rumadi lewat keterangan tertulisnya kepada Muhammadiyah Asli, Ahad (9/10).

Bisa saja, imbuhnya, Ahok tidak bermaksud menistakan Islam dalam pidato lepasnya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Ahok memang sedang mengkritik sejumlah kalangan yang menggunakan agama (Islam) sebagai alat kampanye agar tidak memilih dirinya –dalam hal ini larangan bagi muslim untuk memilih pemimpin non-muslim.?

Muhammadiyah Asli

Namun, lanjutnya, ungkapan Ahok itu bagi sebagian kalangan yang memang sejak awal tidak suka dengannya, bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap ajaran Islam. Ahok dan para pendukungnya juga harus menyadari persoalan seperti ini akan mudah dipolitisasi dan potensial dijadikan sebagai alat untuk memojokkan dirinya.

“Saya tidak bisa melarang jika ada orang yang tidak mau memilih Ahok karena keyakinan agamanya. Itu sepenuhnya hak Anda! Tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai bahan kampanye negatif,” tegas salah satu Komisioner Informasi Pusat (KIP) ini.

Menurutnya, mengajak untuk memilih calon Gubernur DKI yang seagama harus diungkapkan secara positif. Jangan diungkapkan secara negatif untuk menjatuhkan seseorang.?

Muhammadiyah Asli

“Meski saya memaklumi untuk mengajak memilih calon pemimpin seagama secara positif, tapi saya merasa perlu mengingatkan agar hal tersebut tidak menggunakan tempat-tempat ibadah sebagai mediumnya,” ujar Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan STAINU Jakarta ini.

Politik tetap saja politik, tambahnya, arena perebutan kekuasaan. Melibatkan agama dalam urusan politik yang penuh intrik dan kerakusan, hanya akan mengotori agama yang kita sucikan.

“Atas dasar itu, saya mengingatkan: Stop politisasi agama! Mari kita menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang menghentikan itu semua,” tutup Rumadi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah Muhammadiyah Asli

Jumat, 24 November 2017

Jajaki Kerja Sama, LTMNU Terima Kunjungan dari Jepang

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) mendapat kunjungan kerja rombongan dari Jepang, Senin (27/4) siang, di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Mereka bermaksud mengenalkan diri dan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan masjid itu.

Jajaki Kerja Sama, LTMNU Terima Kunjungan dari Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jajaki Kerja Sama, LTMNU Terima Kunjungan dari Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jajaki Kerja Sama, LTMNU Terima Kunjungan dari Jepang

Rombongan terdiri dari Direktur Olinas Ltd Soichi Abe, didampingi Shoji Harada, Junichiro Harada, dan seorang penerjemah, Iwan. Kunjungan silaturahim ini disambut Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani, Sekretaris PP LTMNU H Ibnu Hazen, Wakil Ketua PP LTMNU Mansur Syaerozi, dan sejumlah pengurus LTMNU lainnya.

Melalui penerjemah, pihak tamu menyampaikan keinginannya mengenal lebih dekat tentang NU dan potensi kemitraan yang bisa dijalin. Dalm hal ini, Harada menawarkan kerja sama di bidang tenaga magang pendidikan di perusahaan elektronik bagi para remaja masjid.

Muhammadiyah Asli

“Saya senang atas kunjungan Bapak-bapak, karena masih menjaga hubungan baik dengan NU,” kata Abdul Manan menyambut tamunya. Ia mengatakan, pada 2014 lalu LTMNU juga melakukan kunjungan serupa di Universitas Tokyo serta lembaga pendidikan dan rumah sakit di Jepang.

Ibnu Hazen juga memaparkan serangkaian program LTMNU dalam waktu dekat, yakni Festival Kebudayaan Islam berskala Internasional. Dalam perhelatan yang meliputi tourisme, pendidikan, dan seminar peradaban Islam, pihaknya mengajak rambongan dari Jepang berpartisipasi.

Muhammadiyah Asli

“Kita ingin menunjukkan Islam ala NU yang rahmatan lil alamin di tengah carut-marut dunia Islam yang diterpa konflik dan kekerasan. Kita tunjukan bahwa NU bisa menjadi rujukan, bukan kelompok garis keras yang kini masuk ke sejumlah negara, seperti Prancis, dan saya kira termasuk Jepang,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Kamis, 23 November 2017

Sunan Ampel Restui Berdirinya NU

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Para ulama pendiri NU jelas bukan sembarang ulama. Mereka orang-orang khos yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa di zamannya. 

 

Sunan Ampel Restui Berdirinya NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sunan Ampel Restui Berdirinya NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sunan Ampel Restui Berdirinya NU

Salah satu pendiri jamiyyah Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Hasbullah, selain pendirian NU kepada kepada KH Hasyim Asyari, beliau meminta persetujuan waliyullah tanah Jawa. Yaitu Kanjeng Sunan Ampel. 

Dituturkan salah satu putra Mbah Wahab, KH Hasib Wahab, ayahnya itu menulis surat kepada Sunan Ampel dalam Bahasa Arab. Surat tidak dilipat tapi digulung seperti nawala di zaman kerajaan kuno. Lalu dibungkus kain terus dimasukkan ke dalam makam Sunan Ampel di Surabaya.  

"Mbah Wahab bilang ke beberapa kyai dan pendereknya, jika surat itu dalam tiga hari hilang dari tempat dia memasukkan, berarti Sunan Ampel merestui berdirinya NU," ujar penerus Kiai Wahab mengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang ini. Dia ceritakan kala diwawancarai di sela sarapan pagi di lokasi Munas & Konbes NU di Ponpes Kempek Palimanan Cirebon, Ahad (16/9). 

Muhammadiyah Asli

Tutur Kiai Hasib, setelah tiga hari memasukkan surat tersebut, Mbah Wahab ziarah lagi ke makam Sunan Ampel. Malah membawa rombongan lebih banyak. Ternyata nawala tersebut tak berada di tempatnya lagi. Akhirnya Kiai Wahab mantab, lalu pulang dan segera menemui KH Hasyim Asyari agar segera mendeklarasikan berdirinya NU. 

Muhammadiyah Asli

"Suratku wis diterima Kanjeng Sunan Ampel. Berarti direstui untuk melanjutkan dakwah Islam di Nusantara, " ujar Kiai Hasib menirukan ucapan ayahnya yang dia dengar dari penuturan sahabat Mbah Wahab yang pernah bercerita kepadanya.  

 

Kontributor: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Daerah, Internasional Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. SMK Plus NU Sidoarjo, Jawa Timur, mengadakan lomba musik patrol untuk memperingati Dies Natalis SMK NU Sidoarjo yang ke-5, Ahad (3/5). Musik patrol berasal dari peralatan bambu atau lainnya yang biasa digunakan untuk membangunkan orang sahur.

Dalam perlombaan musik patrol itu, panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 27 grup musik patrol dari kalangan pelajar dan umum yang ada di Sidoarjo.

Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)
Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)

Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol

Kepala SMK NU Sidoarjo M Fathul Jinan menjelaskan, meski dibuka untuk umum, seluruh peserta harus melewati seleksi.

Muhammadiyah Asli

“Masyarakat Sidoarjo sebetulnya banyak yang antusias. Bahkan banyak pendaftar yang kami tolak karena kuota sudah penuh. Karena panitia membatasi kuota sampai 27 saja. Kenapa demikian, karena jika 2 + 7 sama dengan 9, itu merupakan jumlah bintang yang ada di lambang Nahdlatul Ulama," katanya.

Muhammadiyah Asli

Diselenggarakannya lomba musik patrol ini, sambung Fathul Jinan, juga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan sekaligus melestarikan budaya bangsa. "Kalau puasa itu pasti setiap sahur ada pemuda yang main musik patrol untuk membangunkan warga. Nah untuk itu kita lestarikan kesenian musik patrol ini," terangnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencegah adanya perbuatan negatif dari para pelajar dan pemuda–pemudi. "Musik patrol ini juga bisa dijadikan ajang mengasah kreativitas seni bagi pemuda, dan menjauhkan perbuatan yang negatif bagi pelajar dan pemuda," ungkapnya.

Dalam perlombaan itu, panitia mengambil tiga juara utama yang nantinya akan mendapatkan uang pembinaan sekaligus tropi dari panitia.

"Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 1 juta rupiah plus tropi, juara kedua mendapatkan uang sebesar Rp. 750 ribu rupiah plus tropi dan juara ketiga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 500 ribu rupiah plus tropi," tutupnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah Muhammadiyah Asli

Lakpesdam NU Aceh Jaring Penulis-Penulis Perdamaian

Aceh, Muhammadiyah Asli. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU (Lakpesdam NU) Aceh menggelar pelatihan lanjutan menulis bagi kader damai Aceh pada Ahad (6/9). Pada kegiatan yang digelar di aula kantor Hakka Aceh Peunayong, Lakpesdam Aceh menekankan pentingnya memperbanyak tulisan pesan damai.

Lakpesdam NU Aceh Jaring Penulis-Penulis Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Aceh Jaring Penulis-Penulis Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Aceh Jaring Penulis-Penulis Perdamaian

Sementara Ketua PP Lakpesdam NU H Yahya Maksum mengatakan, kegiatan-kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan. Tulisan-tulisan yang dihasilkan para kader damai hendaknya dibukukan sehingga menambah literatur Aceh.

“Saya berharap kader damai di Aceh sudah terbuka dalam memahami inklusi sosial dan terus mencari pencerahan-pencerahan terkait inklusi ini,” ujar Yahya dalam rangka visit program peduli fase II yang dilaksanakan Lakpesdam Aceh.

Muhammadiyah Asli

Azharul Husna salah seorang peserta menyebutkan bahwa kegiatan ini ibarat kanal yang menampung minat anak muda khususnya kader damai dalam mengembangkan ketertarikannya dalam dunia tulis menulis, terlebih diasuh oleh Teuku Kemal Fasya.

“Suka menulis saja tidak cukup, pelatihan seperti ini ibarat bengkel yang siap ‘membongkar’ cara tulis kita, selain tips dan trik untuk bisa menembus media cetak maupun online,” ujar Husna lagi.

Muhammadiyah Asli

Ketua Lakpesdam NU Aceh Marini mengatakan, pelatihan ini merupakan pendalaman materi dari pelatihan menulis yang lalu dan dalam meningkatkan kualitas menulis para kader kegiatan diselenggarakan serangkaian pelatihan untuk mendukungnya. Dengan ini diharapkan tulisan dari kader damai dapat diekspos di media cetak dan online.

“Kami juga berharap ke depan mereka menjadi penulis profesional.” (Ismi Amran/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Daerah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock