Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Politik NU Kedepankan Moralitas

Makassar, Muhammadiyah Asli. Diskusi atau tepatnya kongkowa yang diselenggarakan oleh IPNU dan IAPAN (Ikatan Alumni Ponpes Annahdlah UP) Sulawesi Selatan, Jum’at (26/4) ini mengambil tema yang cukup menarik, yaitu Politik Kaum Santri. 

Hal ini menjadi langkah besar bagi pengurus IPNU Sulsel khususnya, karena selama ini IPNU Sulsel “tabu” membicarakan politik (dalam arti luas) yang selama ini giat melakukan kerja-kerja kaderisasi dan pengawalan ideologi Aswaja dikalangan pelajar.

Politik NU Kedepankan Moralitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik NU Kedepankan Moralitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik NU Kedepankan Moralitas

Tampak hadir Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam HS, Ketua Umum IAPAN Firdaus Muhammad, dan Ketua PW IPNU Sulsel Muh. Ramli. Hadir pula wartawan senior Tribun Timur As Kambie yang bertindak sebagai moderator.

Muhammadiyah Asli

Menurut Firdaus orang-orang pesantren/kaum santri yang selama ini dikenal sebagai kaum sarungan tidak harus alergi dengan kata politik, hal ini disebabkan dengan misi besar yakni misi keumatan melalui kerja-kerja politik kebangsaan. 

Muhammadiyah Asli

Orang pesantren mestinya senantiasa melakukan gerakan-gerakan perlawanan politik dengan caranya sendiri yakni melalui kacamata fiqhiyyah. Dan carut marutnya perpolitikan di Indonesia sekarang, mestinya kaum santri hadir membawa misi politik moral. 

“Bisa kita lihat parpol yang selama ini identik dengan identitas keislaman, sungguh jauh dari cita-cita misi keumatan,“ katanya.

Ketua Umum IPNU, Khairul Anam mengatakan politik bagi NU/IPNU itu bukan mencari kedudukan tapi lebih memperjuangkan visi/nilai keumatan, berangkat dari sejarah awal dari perlawanan kaum santri (berpolitik) yang dilakonkan oleh Kiai Maja yang mewakili komunitas santri dan Pangeran Diponogoro yang mewakili Islam priyayi melawan kedigdayaan Belanda pada masa penjajahan. 

Masih menurut Khairul Anam, salah satu keuntungan terbesar buat NU, dalam mengawal politik di Indonesia, khususnya di Sulsel NU memiliki kekuatan politik kultural yakni Kiai sebagai lokomotif perubahan bangsa dan pesantren sebagai lembaga pendidikan kaum sarungan yang dulunya mempunyai sejarah perlawan para Kiai berawal dari diskusi di pesantren.

Sedangkan menurut Ramli, NU jangan hanya menjadi objek dari karut-marutnya perpolitikan di Indonesia, tapi NU mesti jadi pelaku/aktor dari perubahan bangsa dengan cara-caranya sendiri. 

“Pelaku/aktor disini jangan dipahami hanya lewat anggota legislatif atau masuk parpol, itu salah satunya, tapi jauh lebih besar, NU mesti melakukan gerakan-gerakan kultural sebagaimana yang dilakukan oleh para sepuh,” ujarnya.

Para ulama berperan besar dalam perubahan masyarakat. Ia  menyebut peran KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah di Jawa Di Sulsel para ulama juga berperan besar dalam mendidik masyarakat seperti yang dilakukan oleh Anre Gurutta As’ad di Sengkang, Gurutta Abd. Ambo Dalle di Barru, Anre Gurutta Ahmad Bone di Bone, Anre Gurutta Puang Ramma, Anre Gurutta Mansyur Ramli dan masih banyak ulama-ulama lainnya.



Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Andi Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima informasi hasil rukyatul hilal terkait awal Ramadhan 1438 Hijriah, Jumat (16/5) petang. Pihak PBNU mengadakan komunikasi langsung dengan tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU yang menyebar di sejumlah titik pantau di Indonesia, antara lain Ternate, Bali, Riau, NTB, Jawa Timur.

Komunikasi dengan semua titik dihubungkan melalui teleconference di Ruang Nusantara Command Center (NCC) di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (22/5). Hal ini memungkinkan semua titik terpantau dalam waktu bersamaan.

PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah

“Ada 81 titik yang mengikuti teleconference melalui fasilitas NCC,” kata seorang petugas NCC kepada Muhammadiyah Asli.

Sejumlah pengurus PBNU termasuk Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dijadwalkan menghadiri telekonference ini.

Muhammadiyah Asli

Hingga berita ini diturunkan, dari tampilan layar di ruang NCC tampak beberapa Pengurus Wilayah NU di daerah juga mengikuti teleconference. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Lomba, Kiai, Amalan Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

Mewujudkan Jiwa Agama Melalui Ilmu Umum

Oleh Fathoni Ahmad

Salah satu guru bangsa kita, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (1940-2009) selalu menekankan adab ketimbang ilmu. Sebab baginya, ilmu tidak akan bermanfaat secara luas jika tidak ditopang dengan adab yang baik, baik kepada guru, orang tua, dan orang lain. Hal ini bukan bermaksud mengesampingkan ilmu, tetapi upaya memberikan pondasi kokoh terhadap ilmu itu sendiri.?

Mewujudkan Jiwa Agama Melalui Ilmu Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewujudkan Jiwa Agama Melalui Ilmu Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewujudkan Jiwa Agama Melalui Ilmu Umum

Diantara hal penting dalam setiap penyampaian materi pelajaran yaitu usaha untuk menyisipkan nilai-nilai agama dan moral bahkan di dalam ilmu umum sekalipun. Belakangan, langkah ini disebut dengan pendidikan karakter. Tetapi sebelum pendidikan karakter ramai diperbincangkan pada 2006 silam, metode insersi lebih dahulu muncul.?

Metode insersi adalah upaya menginternalisasi jiwa agama dalam bentuk nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual melalui ilmu-ilmu umum. Tulisan singkat ini bermaksud mengurai strategi penanaman (internalisasi) nilai-nilai agama atau jiwa agama melalui ilmu umum.

Metode ini diterapkan agar siswa tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual di setiap ilmu yang dipahaminya. Hal ini dapat mewujudkan generasi kokoh, baik dalam sisi moral, sosial, intelektual, dan spiritual. Tentu kecakapan komplit ini sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu memanusiakan manusia sehingga manusia tersebut juga mampu memanusiakan manusia lain. Tujuan ini menjadi bukti bahwa pendidikan melalui penerapan jiwa agama merupakan investasi sepanjang hayat (life long investment).

Muhammadiyah Asli

Metode insersi ini dapat dilakukan oleh guru sebagai agenda kurikulum tersembunyi (hiden curriculum). Maksud tersembunyi ini yaitu menyisipkan nilai-nilai agama ketika menerangkan materi atau mengadakan evaluasi materi. Hal ini dilakukan agar guru tidak dinilai mencampuradukkan berbagai materi oleh siswa.?

Sebab tidak bisa dipungkiri, ada sebagian siswa yang merasa bosan dengan yang namanya ceramah. Dengan kata lain merasa tidak menarik untuk diceramahi. Di titik inilah guru harus mampu membuat pemahaman bahwa nilai-nilai agama sangat penting diperhatikan oleh siswa di setiap mereka mempelajari ilmu umum.

Berikut contoh simple metode penerapan jiwa agama melalui ilmu sejarah dan bisa diaplikasikan ke ilmu-ilmu umum lain.

Muhammadiyah Asli

Di zaman agresi Belanda kedua 1945-1947, bangsa Indonesia yang terdiri dari tokoh nasional, santri, dan para ulama berjuang matian-matian untuk menegakkan kemerdekaan Indonesia walau dengan peralatan perang dan jumlah prajurit seadanya. Secara perhitungan rasional, ketika itu Indonesia tidak akan mampu memenangkan perang melawan sekutu berdasarkan jumlah dan mutu persenjataan yang ada. Teori dan teknik perang melawan tentara yang telah memenangkan perang dunia kedua, kekuasaan ekonomi dan belanja perang.

Tetapi kenyataannya Indonesia melalui semangat jihad mengusir sekutu yang digawangi oleh para ulama dan santri di Surabaya berhasil memenangkan peperangan itu, lalu benar-benar terlepas dari belenggu penajajahan sehingga merdeka. Hal itu berkat semangat jihad suci bangsa Indonesia yang pantang menyerah. Berkat pertolongan dari Allah SWT karena rakyat Indonesia dalam kebenaran mempertahankan haknya yang benar dengan niat ikhlas.

Demikianlah metode dan strategi sederhana menerapkan jiwa agama yang diterapkan ke dalam ilmu sejarah. Sehingga disamping faktor strategi perang, siswa juga dapat memahami bahwa faktor spiritual juga ikut menjadi penopang keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia. Wallahu alam bisshowab.

Penulis mengajar di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Boyolali, Muhammadiyah Asli. Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Nahdliyin di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ikut melaksanakan instruksi dari PBNU untuk menggelar pembacaan 1 miliar shalawat nariyah dan upacara bendera.

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali H Masruri, pembacaan shalawat nariyah ini rencananya bakal dipusatkan di Masjid Agung Boyolali, Sabtu (21/10) malam.

“Insyaallah dihadiri ribuan warga Nahdliyin se-Boyolali. Selain itu, di tiap MWC juga kita instruksikan untuk melaksanakannya di masjid maupun pondok pesantren,” terang Masruri.

Lebh lanjut dipaparkan Masruri apel akbar Hari Santri Nasional 2017 pada, Ahad (22/10) pagi, digelar di Lapangan Sunggingan Boyolali.

Muhammadiyah Asli

“Juga ada kirab ta’aruf yang bertemakan wajah pesantren wajah Indonesia. Dimulai dari Lapangan Sunggingan, menyusuri sepanjang Jalan Pandanaran Boyolali, dan berakhir di depan Kantor Pos,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Khoirudin Ahmad menambahkan pada pelaksanaan kegiatan pembacaan shalawat nariyah di Masjid Agung nanti, juga akan dilakukan pengukuhan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor dan BAANAR (Badan Ansor Anti-Narkoba) Boyolali. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Lomba, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

Zawawi Imron: Kita Ambil Api Sejarah, Bukan Abunya

Jombang, Muhammadiyah Asli. Budayawan asal Madura D. Zawawi Imron memberi semangat para santri agar selalu belajar dari sejarah. Tapi, menurutnya, yang harus diambil adalah api atau semangat meneruskan sejarah, bukan debunya sebagai cerita dan kebanggaan saja.

"Kita ambil apinya sejarah, bukan abunya," kata penyair ini di depan ribuan santri Pondok Pesantren Tebuireng pada acara Pengajian Resolusi Jihad, Sabtu (29/11) malam, di Masjid Jami’ Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Zawawi Imron: Kita Ambil Api Sejarah, Bukan Abunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Zawawi Imron: Kita Ambil Api Sejarah, Bukan Abunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Zawawi Imron: Kita Ambil Api Sejarah, Bukan Abunya

"Baik mana abu dengan apinya?" tanya Zawawi kepada para santri. Serentak santri menjawab "Api!" Zawawi Sukses memantikkan semangat para santri malam itu.

Muhammadiyah Asli

Penyair berjuluk “Celurit Emas” ini juga menceritakan betapa kejamnya para penjajah menginjak-injak bangsa Indonesia. Belanda dengan rodi dan Jepang dengan Romushanya. Para bangsawan, rakyat, petani, raja-raja, agamawan turut serta dalam melawan penjajahan tersebut.

Muhammadiyah Asli

"Dalam perjuangan tersebut, selalu melibatkan kaum santri, misalkan saja pangeran Diponegoro yang melibatkan Kiai Mojo sebagai penasihatnya dan kiai-kiai dan santri-santri mulai di Jawa," ceritanya sembari menegaskan, agama Islam? menolak penjajahan dan kesewenang-wenangan. Islam mencintai keadilan yang menjadi substansi dari perjuangan pesantren.

Zawawi Imron lalu menerangkan kronologi resolusi Jihad dan pengaruh Hadratussyaikh bersama kiai-kiai dan santri-santri Jawa-Madura dalam mempertahankan kemerdekaan. D. Zawawi Imron juga menyinggung peran Tebuireng dari masa ke masa yang menelurkan putra-putra terbaik bangsa termasuk KH Abdul Wahid Hasyim.

"Datangnya tentara sekutu kembali ke Indonesia ditangkap cepat oleh seorang Kiai Besar, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dan langsung mengumpulkan para kiai," terangnya.

Zawawi dalam kesempatan itu mendorong para santri untuk meneruskan perjuangan para pendahulu Tebuireng. "Di Tebuireng ada tiga pahlawan nasional mulai dari kakek, anak dan cucu ikut andil besar dalam perjuangan bangsa. Ini harus diambil hikmahnya," tuturnya.

"Bayangkan kalau 2700 santri Tebuireng sekarang ini, kalau mendapatkan apinya sejarah maka insya Allah Indonesia ke depan akan disinari semangat resolusi jihadnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari," tambahnya disambut tepuk tangan riuh para santri.

Sebelum menutup ceramah, D. Zawawi Imron berpesan kepada santri untuk berakhlak baik dan berkata-kata indah. Terakhir bersama dengan 2700 santri Tebuireng ia membaca shalawat. (Abror/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Lomba Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur menyatakan keprihatinannya melihat aksi-aksi intoleran yang belakangan marak. Menurutnya, para pelaku aksi intoleransi kadang mengatasnamakan Pancasila untuk aksi intoleransinya itu.

Demikian disampaikan Ghopur saat membuka seminar perdana Otokritik Indonesia perihal toleransi yang diselenggarakan LKSB di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang.

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Ia melihat adanya kesalahpahaman di kalangan pemuda terutama dalam hal berbangsa dan bernegara. Kesalahpahaman ini, menurutnya, dipicu oleh kurang maksimalnya transfer pengetahuan kebangsaan atau tidak menyebar secara merata di kalangan generasi muda saat ini.

“Tidak heran kalau itu penyebabnya banyak orang menafsirkan Pancasila secara sempit,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi.

Muhammadiyah Asli

Sementara Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Crhisman Damanik menegaskan, banyak anak bangsa sekarang tercerabut dari akar historis Pancasila. Mereka kehilangan arah.

Muhammadiyah Asli

“Mereka melakukan praktik-praktik sosial dan politik yang jauh dari cita-cita persatuan dan semangat keadilan sosial yang digariskan para pendiri bangsa Indonesia,” kata Chrisman.

Diskusi ini sebelumnya diberi sambutan oleh Wakil Ketua Umum PBNU Prof Dr M Maksum Machfoedz. Forum ini diikuti oleh puluhan aktivis pemuda yang tergabung dalam gerakan-gerakan kemahasiswaan dari pelbagai latar belakang agama. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, Anti Hoax, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia

Banda Aceh, Muhammadiyah Asli ?

Pria itu berkulit coklat dengan urat-urat di tangan mencuat seperti cacing panjang menjalar di pergelangannya. Cacingnya telah kendor memang karena telah dimakan usia. Namun demikian, masih mampu memegang setang ontel dari Malang, Jawa Timur, sampai Banda Aceh dalam waktu 83 hari.?

Pria kelahiran 3 November1942 ini bertemu dengan Tim Ekspedisi Islam Nusantara di Rumoh Aceh, Banda Aceh, Sabtu 30 April lalu. Ia tengah melakukan ekspedisi juga di kota tersebut. Ekspedisi bertemu ekspedisi. Bedanya, Ekspedisi Islam Nusantara dilakukan berkelompok, ia sendirian.?

Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia

Lelaki berperawakan sedang dengan tinggi badan 165 cm itu bernama Sutikno. Di usia 74 tahun ia tinggal sendirian di Kepanjen, Malang. Istrinya sudah lama meninggal. Sementara keenam anaknya telah berkeluarga. Dari pernikahan mereka ia mendapatkan 14 orang cucu.

Buat apa dia berjalan jauh sampai ke serambi mekkah ini? Bukankah ia sebaiknya tinggal di rumah saja menikmati masa tuanya bersama anak-anak atau cucunya?

Hobinya sejak kecil berjalan-jalan melihat hal-hal yang baru. Namun ia tak puas karena perjalanan terjauhnya hanya sampai Manado. Kemudian berkutat dengan kerjanya yang menjadi staf Pekerjaan Umum Kota Malang.?

Muhammadiyah Asli

Baru setelah pensiun pada 1998, ia memulai menjemput hobinya yang lama terpendam tersebut. Ia bergabung dengn Komunitas Ontel Indonesia (Kosti) Malang. Bersama mereka hobinya tersalurkan.?

Kemudian ia melakukan perjalanan sendirian dengan ontel kesayangannya ke pulau dewata, Bali. Ternyata ia bisa kembali ke rumah dengan sehat dan selamat. Lalu, ketika ada undangan Kosti dari Semarang, ia mencobanya lagi. Ia menempuhnya sendirian selama 6 hari. Dan ternyata ia masih kuat, bisa kembali dengan sehat dan selamat.?

Lantas memastikan diri ingin melihat Indonesia dengan ontel. Ingin keliling dari Sabang sampai Merauke. “Kita mau lihat NKRI harga mati apakah masih ada dalam masyarakat Indonesia,” katanya. Ternyata dalam perjalanan selama ini, masyarakat masih tetap ingin Indonesia utuh, lanjutnya.?

Muhammadiyah Asli

Tak hanya itu, ia ingin mengabarkan kepada khalayak, menggunakan alat transportasi ontel sangat bagus untuk kesehatan dan demi mengurangi polusi. “Biar tenaga sehat dan polusi berkurang,” katanya sembari mengatakan sekarang sudah terlalu banyak kendaraan yang mengandung polusi.

Ketika ia berniat keliling Indonesia, di antara anak-anaknya ada yang tidak setuju. Tapi dia menjawab, kalau tidak boleh, tolong antarkan keliling Indonesia. Semua anaknya angkat tangan. Akhirnya ia berjalan sendirian berangkat menggunakan ontel yang lebih tua dari dirinya.?

Ontel tersebut merupakan warisan ayahnya yang dibeli pada tahun 1940. Jadi telah berusia 76 tahun benda itu. Selama perjalanan melintasi Sumatera, ontel tersebut pernah meletus ban dalam 3 kali. Sementara ban belakangnya pernah diganti di Pekan Baru, Riau.

Siang ia berjalan, malamnya menginap hotel merah putih. “Biasanya tidur di hotel merah putih,” katanya. Tapi ia kemudian ketawa terkekeh-kekeh membuat jenggot dan kumisnya bergoyang-goyang karena yang dimaksud adalah SPBU atau pom bensin. Jika tak menemukan hotelnya, ia tidur di kantor polisi atau koramil.?

Soal stamina, ia punya resep tersendiri. Sebelum berangkat, ia makan sebutir bawang putih. Siang sebutir. Sore sebutir. “Harus bawang putih mentah,” katanya sembari mengatakan, selama perjalanan, ia mengandalkan uang pensiunan sebesar 2 juta 5 ratus per bulan.?

Dalam perjalanan ini, ia hanya membawa 4 potong baju dan celana dan dua buah sepatu serta satu tas pakaian, tas peralatan bengkel ontel, dan tas kecil untuk ponsel dan peralatan lain. Jika ada kerusakan, ia mampu menangani ontel kesayangannya itu.?

Pada hari Ahad (1/5) ia meninggalkan Banda Aceh, ia akan menyeberang ke Singapura, Malaysia, kemudian Batam, kembali lagi ke Malaysi untuk pergi ke Kalimantan. Terus ke Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba Muhammadiyah Asli

Rabu, 03 Januari 2018

Gus Sholah: Sebaiknya Tidak Ada Partai Baru

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Salahuddin Wahid, yang akrab dipanggil Gus Solah, berharap konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak melahirkan partai baru.

"Menurut saya, sebaiknya tidak usah bikin partai baru. Kyai yang kemarin dulu ikut konflik ini agar kembali, sehingga lebih konsentrasi pada pendidikan," kata Gus Solah saat ditemui di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Veteran, Jakarta, Senin (28/8).

Menurut dia, konflik PKB sudah selesai dengan adanya keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi Ketua Umum PKB versi muktamar Surabaya, Choirul Anam dan menyatakan muktamar Semarang sah. "Itu sudah selesai kalau menurut saya, karena kalau mau mengajukan PK (peninjauan kembali-red), kan harus ada bukti baru," ujarnya.

Gus Sholah: Sebaiknya Tidak Ada Partai Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Sebaiknya Tidak Ada Partai Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Sebaiknya Tidak Ada Partai Baru

Adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menambahkan, sebaiknya pihak yang menang dapat merangkul pihak yang kalah untuk membangun kembali PKB.

Gus solah menjelaskan perpecahan di tingkat bawah memang terjadi, terutama di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, terdapat kepengurusan ganda di beberapa kota dan provinsi.

"Ada kepengurusan yang tidak berakar, tapi ada juga yang berakar. Nah, yang punya akar ini yang perlu didamaikan," ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Gus Solah datang ke KPK untuk bertemu dengan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Erry Ryana Hardjapamekas, guna membicarakan kemungkinan kerjasama pendidikan antikorupsi antara KPK dan pondok pesantren Tebu Ireng di Jawa Timur yang dipimpinnya.

Muhammadiyah Asli

Pada 24 Agustus 2006, majelis hakim agung menolak permohonan kasasi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi muktamar Surabaya, Choirul Anam.

Putusan tersebut dijatuhkan oleh majelis hakim agung yang diketuai oleh Achmad Sukardja dan beranggotakan Harifin A Tumpa serta Abdurrahman. Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai muktamar Semarang sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB.

Penyelenggaraan suatu muktamar, menurut majelis, bukan "an sich" untuk umum tapi untuk Dewan Pengurus Partai (DPP), sehingga sah atau tidaknya suatu muktamar bukan tergantung pada siapa penyelenggaranya tetapi pada siapa yang mengikuti muktamar tersebut.

Muktamar Semarang dinilai sah karena diikuti oleh pengurus cabang dan pengurus wilayah, sehingga sudah sesuai dengan AD/ART.

Gugatan soal keabsahan muktamar PKB di Surabaya diajukan oleh pengurus PKB versi muktamar Semarang, Muhaimin Iskandar, pada 3 Oktober 2005, satu hari setelah berakhirnya muktamar PKB di Surabaya yang memilih Choirul Anam sebagai ketua umum dan Idham Cholid sebagai sekretaris.

Gugatan Muhaimin tersebut dikabulkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Atas putusan PN Jakarta Selatan itu, Choirul kemudian mengajukan kasasi ke MA. (ant/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba Muhammadiyah Asli

Senin, 25 Desember 2017

Kiai Hasyim: Pemimpin Indonesia Kian Jauh dari Rakyat

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pemilu 2014 yang digelar beberapa pekan ke depan patut dicermati secara serius. Pasalnya, ini merupakan era baru di mana pemimpin kian jauh dari rakyatnya. Istana negara dan kantor-kantor pemerintah kosong karena pimpinannya sibuk berkampanye di daerah.

Demikian ditegaskan Rais Syuriah PBNU KH A Hasyim Muzadi kepada Muhammadiyah Asli di sela acara Laporan Tahunan Pendidikan Agama dan Keagamaan 2013 yang dihelat Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puslitbang Penda) di Hotel Milenium Jakarta, Selasa (25/3).

Kiai Hasyim: Pemimpin Indonesia Kian Jauh dari Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Pemimpin Indonesia Kian Jauh dari Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Pemimpin Indonesia Kian Jauh dari Rakyat

Menurut Kiai Hasyim, hari ini kita ibarat tak memiliki pemerintah. Presiden dan para menteri sibuk berkampanye. Begitu juga, para gubernur hingga aparat pemerintah yang paling bawah.

Muhammadiyah Asli

Wong sekarang istana itu kosong. Kementerian juga belum tentu didatangi menterinya. Jika demikian, praktis kita tak punya pemerintahan. Kalau sudah begini, kelihatan mana negarawan, mana politisi,” ujarnya.

Dalam proses pemilihan pemimpin seperti sekarang, lanjut Kiai Hasyim, ulama seyogianya kembali ke patokan yang dimilikinya. Mereka mesti mendorong umat untuk mengambil patokan pemilihan itu. Sayangnya, aturan itu kini dilupakan. Apalagi di tengah suasana pragmatis, situasional, dan transaksional yang kian membelenggu masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Fit and proper test itu bahasa kerennya. Kita juga punya jarh wa ta’dil dengan tiga cara: syakhsiyyah (integritas), fikriyyah (kapabilitas), dan kafa’ah (kompetensi). Tiga hal itu harus menjadi standar dalam memilih pemimpin,” terangnya. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ulama, Lomba, IMNU Muhammadiyah Asli

Sabtu, 23 Desember 2017

Banser Non-Muslim dan Kisah Enam Orang Buta Meraba Gajah

Oleh Gatot Arifianto? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

Bisakah setiap dari kita menentukan dilahirkan sebagai orang Arab, Jerman, Indonesia atau China? Jika jawaban atas pertanyaan tersebut bisa maka betapa dahsyatnya setiap dari kita. Tapi fakta yang ada, kita tak sedahsyat itu. Ada yang mau tunjuk jari dan mengaku bisa menentukan, memilih sendiri dilahirkan sebagai orang atau bangsa apa? ?

?

Banser Non-Muslim dan Kisah Enam Orang Buta Meraba Gajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Non-Muslim dan Kisah Enam Orang Buta Meraba Gajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Non-Muslim dan Kisah Enam Orang Buta Meraba Gajah

Pertanyaan tersebut patut diajukan ketika dunia maya gaduh dengan beredarnya foto Kartu Tanda anggota (KTA) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU bernama Lie Tjin Kiong dengan nomor anggota XII-01.26.06.160003.

Muhammadiyah Asli

(Baca: Heboh Hoax Non-Muslim Tionghoa Jadi Anggota Banser)



Banyak ungkapan rasis atas Lie Tjin Kiong, anggota Banser Satkoryon Tandes Surabaya tersebut. Adapula yang menuding Banser bukan hanya untuk orang Islam. Dalam konteks harakah (gerakan), bukan aqidah, pernyataan Banser bukan hanya untuk orang Islam seratus persen benar, karena Banser, sebagaimana tercantum dalam Nawa Prasetya memang juga untuk Indonesia yang beragam.

?

Namun salahnya juga seribu persen. Di mana letak kesalahannya? Ketidaktahuan yang mengingatkan cerita Kisah Enam Orang Buta dan Gajah. Orang buta yang memegang bagian badan mengatakan bahwa gajah itu seperti dinding tebal. Lalu orang buta yang memegang bagian gading meyakini gajah itu bentuknya panjang meruncing dan tajam.

Muhammadiyah Asli

?

Pengenalan terbatas dan tidak utuh mengenai sesuatu atau mengenai seseorang dapat menyesatkan atau membingungkan karena jelas akan memberi informasi salah. Karena itu supaya gamblang, perlu kiranya penjelasan, supaya otak tidak kosong dan berisi.

?

Selain itu, perlu pula menyimak QS 49, Surat Al Hujurat Ayat 6: Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun binaba-in fatabayyanuu an tushiibuu qauman bijahaalatin fatushbihuu ala maa faaltum naadimiin(a). Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

?

Untuk diketahui, bahwa untuk menjadi anggota Banser tidak hanya selesai mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar). Namun juga harus berbaiat yang diawali dengan:

?

? ? ? ?

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bismillahirrahmanirrahim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah. Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah (Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Dan Muhammad adalah utusan Allah).

Bukankah Syahadat merupakan keharusan dibaca bagi siapa yang masuk Islam? Syahadat yang dalam bahasa Arab Asy-syah?dah? merupakan asas dan dasar dari lima rukun Islam sekaligus ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam.

?

Lantas bagaimana mungkin seseorang yang syahida, telah bersaksi Allah adalah tuhan dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah bukan Muslim? Adakah alasan tepat, bisa diterima akal sehat atas tudingan Banser bukan Islam?

?

Salah jugakah Lie Tjin Kiong karena terlahir sebagai China? Tidak berhakkah pengurus Masjid Cheng Ho, Surabaya, Jawa Timur yang mengikuti Diklatsar Banser pada tahun 2001 itu bersyahadat untuk menjadi muslim?

Penulis Asinfokom Satkornas Banser



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, RMI NU, Khutbah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 02 Desember 2017

Aklamasi, Anggia Ermarini Ketua Umum Baru Fatayat NU

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama demisioner Anggia Ermarini terpilih sebagai Ketum Umum Fatayat masa khidmah 2015-2020. Anggia terpilih secara aklamasi melalui keputusan sidang pleno terakhir dengan agenda pemilihan ketum baru.

Keputusan tersebut dibacakan pada rapat pleno terakhir dengan ketua sidang Hj Wartiah (PW Fatayat NTB) dan sekretaris sidang Hj Muslimat (PW Fatayat Sulawesi Selatan) di Aula Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (21/9) malam.

Aklamasi, Anggia Ermarini Ketua Umum Baru Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Anggia Ermarini Ketua Umum Baru Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Anggia Ermarini Ketua Umum Baru Fatayat NU

Anggi, demikian ia akrab dipanggil, dikukuhkan sebagai nakhoda baru organisasi perempuan muda NU pada Kongres ke-15 Fatayat yang digelar sejak 18 September 2015 kemarin.

Muhammadiyah Asli

Ucapan selamat dan sejumlah harapan diberikan kepada Anggi oleh para pimpinan Fatayat yang hadir di sidang pleno terakhir. Setelah dikukuhkan secara aklamasi, agenda Kongres XV Fatayat dinyatakan ditutup.

Anggia menyatakan terima kasih atas dukungan mayoritas anggota Fatayat yang diberikan kepada dirinya. Ia berharap, terpilihnya dia sebagai Ketum PP Fatayat menjadi manfaat bagi NU, Fatayat, dan maslahah bagi keluarganya.

Muhammadiyah Asli

"Semoga bermanfaat dan maslahah bagi semua, khususnya keluarga saya," ujar Anggi kepada Muhammadiyah Asli di Aula Mina Asrama Haji Surabaya usai pengukuhan.

Disinggung agenda terdekat, Anggi menegaskan pihaknya segera menyusun kepengurusan baru dan percepatan program. Selain itu, ia akan menjalin silaturrahim dan komunikasi yang baik tidak hanya di pusat namun juga di daerah.

"Target saya, Oktober ini selesai semua kepengurusan. Lalu, November pelantikan dilanjutkan raker. Terima kasih yaa..," pungkas Anggi sembari tersenyum simpul. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ulama, Lomba Muhammadiyah Asli

Doyok: IPNU adalah Jiwa Saya!

Puworejo, Muhammadiyah Asli. Bagi pelajar NU di Purworejo dan komunitas NU Backpacker, sudah tak asing lagi dengan cowok satu ini. Nama lengkapnya Muhammad Hidayatullah. Namun ia lebih dikenal luas dengan nama bekennya: Mbah Doyok.

Ia terlahir di kawasan santri di komplek pesantren An-Nur dan Al-Anwar Maron, Loano, Purworejo. Di sanalah ia belajar Islam dasar di pesantren yang diasuh keluarganya. Kemudian, semenjak lulus SMA, ia mengenal Ikatan Pelajar NU dan garis hidupnya sedikit berubah.

Doyok: IPNU adalah Jiwa Saya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Doyok: IPNU adalah Jiwa Saya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Doyok: IPNU adalah Jiwa Saya!

Karir organisasinya menanjak semenjak cowok yang hobi nge-disain dan utak-utek komputer ini menjadi Ketua PAC IPNU Loano. Sambil tetap ngaji dan berorganisasi, ia membuka jasa desain. “Omsetku waktu itu lumayan, sehari bisa mencapai 100-200 ribu,” ungkapnya, kepada Muhammadiyah Asli di Sekretariat PC IPNU Purworejo, kamis (17/2).

Seiring dengan waktu, ia menjalankan organisasi sambil menemukan dunia baru, mendaki gunung. Ia kerap kali mendaki gunung bersama teman-temannya. “Otak ini rasanya fresh tiap kali mendaki,” terang Doyok.

Di Loano dianggap berhasil menjalankan roda organisasi, beberapa teman-temannya mendaulatnya maju menjadi ketua IPNU Cabang Purworejo. “Waktu itu Loano memang semangat luar biasa. Untuk menghadiri harlah saja, dulu kita menerjukan satu bus besar dan puluhan motor,” kenangnya.

Muhammadiyah Asli

Pada Konferensi Cabang tahun 2015, ia didaulat menjadi ketua IPNU Cabang Purworejo. Seperti dunianya - dunia desain dan teknologi-Informasi– ia menampilkan IPNU secara fresh dan muda. “Kita juga rajin pendekatan dengan berbagai komunitas.” Ungkap Doyok.

Pada Muktamar NU Jombang tahun 2015, Doyok –bersama rekan-rekannya– juga menginisasi sebuah komunitas bernama NU Backpacker. Komunitas ini kini memiliki ratusan anggota yang tersebar di berbagai daerah, bahkan termasuk luar negeri.

“NU Backpacker ingin menampilkan NU secara muda, elegan dan kekinian,” ungkapnya. “Kegiatannya juga variatif, mulai dari mendaki gunung, ? jelajah alam, ziarah, sowan ulama, sampai napak tilas sejarah. Pokoknya yang kaitannnya dengan jalan-jalan,” imbuhnya.

Bagi Doyok, menjadi aktivis IPNU adalah sebuah kebanggaan. Sampai-sampai, untuk fokus mengurus organisasi, tokonya yang sudah membuatnya mapan, ditutup. “Kesibukan di IPNU belum memungkinkan saya mendua. Tapi saya bangga, karena IPNU sudah menjadi jiwa saya,” ungkapnya.

Pada Konferensi Wilayah IPNU Jawa Tengah di Brebes akhir tahun lalu, ia menyutradarai film pendek berjudul “unlimitime” dan menyabet juara satu. “Film ini mengangkat sisi lain aktivis-aktivis IPNU dan IPPNU. Pesannya, kesibukan tak dapat dijadikan alasan tak aktif di organisasi,” aku Doyok.

Muhammadiyah Asli

Kini, cowok yang baru merayakan ulang tahun pada 10 Februari lalu ini dipercaya menjadi wakil ketua bidang infokom PW IPNU Jawa Tengah (2016-2019). Dibawah tangan dinginnya – beserta tim tentunya – ia akan segera meluncurkan database dan administrasi organisasi berbasis IT. “Kita juga sudah ada tim cyber di 36 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang siap membuat IPNU mengudara,” katanya.

Dengan program itu, ia berharap data anggota, potensi serta surat-menyurat organisasi dapat di kelola secara rapih dan sistematis. Juga, organisasi NU yang terkesan tradisionalis dapat dikemas secara modern, muda dan menggauli jaman. Dengan demikian, katanya, para pemuda-pemudi merasa nyaman dan pede bergabung di IPNU.

Di tengah kesibukannya mengurus organisasi, ia masih menerima berkah orderan secara pribadi, yang banyak digunakan untuk menopang kegiatan di IPNU.?

“Banyak yang meminta dibikinkan desain, undangan, kaos dan website, baik dari pribadi, lembaga swasta bahkan pemerintah,” ungkapnya. Bahkan menurutnya, sejak bergabung di IPNU ia semakin memiliki banyak ide-ide menarik. “Saya mendapatkan banyak teman, jaringan dan ide-ide nyeleneh yang bisa saya gunakan nanti. Kita tunggu saja hehe,” tukasnya.

Menjelang Harlah IPNU pada 24 Februari 2017 ini, Doyok berharap IPNU semakin dirasakan manfaatnya oleh para kader. Ia juga ingin ekspektasi yang lebih, IPNU diterima di kalangan pelajar dan pemuda secara umum, dengan program-program yang kekinian. “Pinginnya, kalau seorang pemuda belum gabung di IPNU ia merasa belum keren!” pungkasnya sambil tertawa. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Meme Islam, Lomba Muhammadiyah Asli

Jumat, 01 Desember 2017

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Subang, Muhammadiyah Asli. Mahasiswa NU dari Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syamsul Ulum, BEM Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIP), BEM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), dan OSIS SMK Syamsul Ulum Kota Sukabumi serahkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Subang, Selasa (29/1).

Bantuan ini langsung diberikan oleh Presiden BEM STISIP Syamsul Ulum Nunu Nugraha, didampingi Ketua PMII Komisariat Syamsul Ulum Kota Sukabumi Ahmad Fauzi. Secara simbolis bantuan ini diberikan langsung kepada Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang Ade Mahmudin di sekretariat PMII Cabang Subang, Jalan Rancasari, Pamanukan, Subang untuk kemudian disalurkan kepada korban banjir yang saat ini masih melanda di Kabupaten Subang.

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Presiden BEM STISIP Nunu Nugraha menegaskan, berangkat dari rasa keprihatinan dan kepedulian kepada para korban banjir di Kabupaten Subang pihaknya merasa terpanggil untk bagaimana bisa mengurangi beban para korban banjir.

Muhammadiyah Asli

“Kami merasa prihatin dan terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang ada di Kabupaten Subang. Terlepas dari besar kecilnya nilai yang kami berikan, tapi mudah-mudahan hal ini bisa meringankan beban mereka yang saat ini sedang membutuhkan,” tegas Nunu kepada Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PMII Komisariat STAI Syamsul Ulum Kota Sukabumi, Ahmad Fauzi bahwa hal ini merupakan upaya penyadaran kepada masyarakat terkait betapa pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas.

“Bantuan ini hasil dari upaya sahabat-sahabat dari Keluarga Besar YAPI Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang pada beberapa waktu lalu melakukan aksi penggalangan dana disejumlah titik di Kota Sukabumi. Mudah-mudahan saja ini bisa kita ambil hikmahnya terkait penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya rasa solidaritas terhadap sesama sebagai wujud dari jati diri Bangsa Indonesia,” papar Fauzi.

Sementara, Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang, Ade Mahmudin menyambut baik dengan saluran bantuan ini yang nantinya akan langsung diberikan kepada para korban banjir di Kabupaten Subang.

"Kami sangat apresiatif dan berterimakasih kepada sahabat-sahabat dari Kota Sukabumi yang sudah jauh-jauh datang ke Subang hanya untuk memberikan bantuan ini kepada para korban banjir. Dan Insya Allah, nanti juga kita akan berikan bersamaan dengan hasil yang kami dapatkan, dimana pada saat yang lalu juga PMII Cabang Subang melakukan aksi penggalangan dana untuk korban banjir,” pungkas Ade.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, News Muhammadiyah Asli

Rabu, 29 November 2017

Upayakan Mandiri, Kotak Koin NU Ini Kumpulkan 400 Juta Sebulan

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Ketua Lembaga Amil Zakat NU (LAZISNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sragen Suranto bersilaturahmi di Lantai 3 Gedung PBNU Jakarta, Senin (3/4) sore. Di Jalan Kramat Raya 164 ini, ia melaporkan dan mendorong PBNU untuk menjadikan salah satu program PCNU Sragen, yaitu gerakan Kotak Infak (Koin) NU menjadi gerakan nasional. Program ini sudah berjalan selama kurang lebih satu tahun.

Kotak Koin NU, kata Suranto, salah satu upaya dilaksanakan oleh PCNU Sragen untuk NU yang mandiri. Meski kotaknya kecil karena hanya berukuran 9 cm2, namun ia mengaku itu cukup efektif karena mampu menggerakkan Nahdliyin untuk berinfak di Kotak Koin NU.

Upayakan Mandiri, Kotak Koin NU Ini Kumpulkan 400 Juta Sebulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Upayakan Mandiri, Kotak Koin NU Ini Kumpulkan 400 Juta Sebulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Upayakan Mandiri, Kotak Koin NU Ini Kumpulkan 400 Juta Sebulan

“(Kotak Koin NU) untuk mengumpulkan uang receh. Koin adalah uang receh, tapi juga menerima uang kertas,” katanya.

Ia menjelaskan, kotak kecil ini bukan sembarang kotak karena dengan ini ia berupaya untuk menyukseskan program-program besar seperti program pendidikan, program kesehatan, dan program ekonomi. Meski kecil, rata-rata satu bulannya Koin NU ini mampu menghasilkan empat ratus juta.

Muhammadiyah Asli

Kotak Koin NU ini, jelas Suranto, dihitung satu bulan sekali secara ramai-ramai. “Untuk bulan April itu dihitung di alun-alun. Dapatnya berapa disepakati, dibelikan armada bis. Jadi bis NU Sragen,” jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Ia mengatakan, saat memasukan koin atau uang ke dalam Kotak Koin NU ini, mereka dilatih untuk melafalkan niat. Ia menjelaskan, biasanya yang suka berinfak koin itu anak-anak. Karenanya, ini adalah salah satu upaya untuk merangsang orang untuk berinfak sedini mungkin.

“(Contoh niat saat memasukkan koin) Ya Allah, saya minta pintar, plung. Lagi, Ya Allah, saya minta jadi anak yang saleh-salehah, plung. Dari sosialisasi, Ini (cara memasukkan koin) yang paling mengena karena diniati satu-satu,” urainya.

Wakil Ketua LAZISNU PCNU Sragen Amin Ariwibowo mengamini apa yang disampaikan ketuanya itu. Ia menjelaskan, target utama dari program Kotak Koin NU ini adalah terciptanya kemandirian NU.

Ke depan, dengan program Koin NU ini PCNU Sragen akan merintis beberapa program yang bermanfaat untuk warga NU seperti pengobatan gratis, beasiswa pendidikan, dan juga membangun ekonomi kerakyatan.

Warek (kenyang), waras (sehat), pinter. Harapan besarnya adalah seperti itu (untuk Nahdliyin),” jelasnya.

Kotak Koin NU itu lahir karena stereotip masyarakat sekitar bahwa NU itu tidak baik manajemennya. Kotak Koin NU ini berukuruan 9 cm2, sebagaimana simbol NU bintang 9; bagian depan kotak adalah logo NU, bagian belakang adalah huruf yang menunjukkan jumlah ranting di MWC, sebelah kanan adalah kode pemegang kotak koin.

Kotak Koin NU ini juga dilengkapi dengan buku panduan dan CD. Rencananya, 14 april nanti Kotak Koin NU akan diluncurkan menjadi gerakan nasional. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba Muhammadiyah Asli

Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis

Jakarta,? Muhammadiyah Asli. Rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Indonesia ke-41 diselenggarakan di Lapangan Gedung Dakwah, Sindanglaya, Sindangsari, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu-Ahad (11-12/5). Kegiatan ini diselenggarakan oleh ? PBNU bersama PCNU Kabupaten Ciamis.

Pembukaan resmi Pasar Rakyat berlangsung Sabtu pagi ini dengan diawali pembacaan tahlil dan doa serta sambutan dari PBNU dan pejabat setempat.

Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis

Seperti biasa, even Pasar Rakyat diawali dengan pelatihan wirausaha dan? broadcasting? pada Sabtu pagi oleh tim khusus.

Muhammadiyah Asli

Pasar rakyat menyediakan berbagai jenis kebutuhan. Secara khusus di setiap even panitia menyediakan paket sembako murah yang berisi beras, mie instant, dan minyak goreng bintang sembilan.?

Muhammadiyah Asli

Konsumen yang membawa kartu tanda anggota NU (Kartanu) mendapat diskon khusus. Pasar rakyat ini juga menyediakan stand-stand produk daerah setempat.

Kegiatan juga diiringi dengan panggung hiburan dan beberapa jenis hiburan lain seperti kesenian daerah, dangdut, shalawat dan perlombaan anak-anak.

Pasar Rakyat diadakan di 48 kota di pulau Jawa dan telah dimulai sejak April 2012. PBNU menunjuk PT Umat Power sebagai pelaksana kegiatan dan bekerja sama dengan PWNU/ PCNU atau pondok pesantren setempat.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Lomba Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 September 2017

Dunia Mengenal Tulisanmu

Oleh Rohmatullah Adny Asymuni*

Maal hibral ilal maqbarah begitulah kira-kira Imam Ahmad bin Hambal memotivasi dirinya. Maal hibral ilal maqbarah arti sederhananya: bersama pena sampai keperistirahatan, alias kuburan. Kita tahu sendiri bahwa Imam Ahmad bin Hambal termasuk salah satu ulama yang karyanya kekal sampai sekarang dan dibaca oleh milyaran manusia di muka bumi ini.

Menurut hemat saya, menulis bukanlah suatu hal yang mudah, tapi juga bukanlah suatu hal yang sulit. Menulis dianggap sulit bagi mereka yang tidak mau memulainya, tapi bagi mereka yang mau untuk memulai, menulis akan menjadi mudah, asyik dan menggembirakan. Perlu diketahui, menulis butuh waktu, proses dan renungan. Sebab, hakikat tulisan terpancar dari pikiran dan hati. Boleh jadi konten tulisan yang radikal berawal dari pikiran dan hati yang sedang marah. Begitupun sebaliknya, saat suasana pikiran dan hati tenang, alur tulisan pun menjadi damai dan nyaman. Menulis tidak jauh berbeda dengan ucapan. Sebab tulisan merupakan ungkapan lisan yang tersampaikan dengan bentuk huruf yang berawal dari buah pikiran, pengetahuan dan pengalaman. Karena tulisan adalah bahasa lisan (ucapan) yang tersampaikan dengan tarian tangan, maka setiap ucapan yang bermuara dari hati akan masuk ke hati, begitupun setiap rangkaian kata (tulisan) yang keluar dari hati akan berlabuh di hati pula.

Dunia Mengenal Tulisanmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Mengenal Tulisanmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Mengenal Tulisanmu

Hebatnya sebuah tulisan dapat menghipnotis dan memengaruhi pembaca, menggiringnya bernostalgia ke alam pikiran dan imajinasi yang dituangkan oleh penulis. Seorang penulis ilmu yang sesuai dengan akidah yang benar secara tidak langsung akan memengaruhi pembaca untuk mengenal akidah yang benar. Begitupun sebaliknya, penulis yang menyebarkan akidah yang salah, jika pembacanya termasuk orang yang belum mampu mengetahui tentang salah dan benarnya sebuah tulisan yang ditulis oleh penulis, boleh jadi pembaca akan mengikutinya tanpa ada tanda tanya dan kritik sedikitpun.

Oleh karenanya penting bagi pembaca mengetahui mana tulisan yang mengarahkannya kepada akidah yang benar dan akidah yang melenceng dan mana tulisan yang benar informasinya dan yang tidak benar. Oleh karenaya, pembaca janganlah merasa puas dengan satu bacaan, tetapi carilah bacaan lain sebagai bahan referensi dan perbandingan.

Bagi para penulis, menulis bukan hanya sekedar hobi dan kesenangan semata, namun lebih dari itu, menulis adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan, diimplemenatsikan dalam kehidupan nyata. Menulis adalah sarana dakwah menyampaikan ilmu yang belum tersampaikan, sehingga dari tulisan yang dibaca pembaca dan diamalkan dalam dunia nyata, penulisnya pun mendapatkan pahala dari pembaca yang mengamalkan tulisannya. Begitu juga penulis, wajib mengamalkan apa yang sesuai dengan isi tulisannya. Sebab tulisan tak ubahnya ucapan yang harus senantiasa diamalkan. Tulisan adalah ilmu yang harus diamalkan.

Mengutip pernyataan Imam Al-Ghazali: Kalau kamu bukan anak ulama besar, bukan pula anak seorang raja, maka menulislah. Begitulah kira-kira apa yang disampaikan Imam Al-Ghazali kepada kita tentang urgensi menulis ilmu. Semua pasti sepakat jika para ilmuan Barat dan Islam dikenal karena karyanya yang fenomenal. Sebut saja, Aristoteles, Plato, Karl Marx, Al-Farabi, Ibnu Rusyd, dan Al-Ghazali adalah segelintir orang yang membuktikan dirinya layak disebut intelektual dengan buku-buku yang dihasilkannya. (Radar Bangka, 25, Februari 2015). Ada ungkapan menarik yang bisa kita jadikan motivasi untuk menumbuhkan rasa semangat menulis. Kurang lebih begini isi ungkapan tersebut: “Kalau kamu ingin mengenal dunia maka membacalah, tapi kalau dunia ingin mengenalmu maka menulislah”.

Muhammadiyah Asli

* Alumni Santri Pondok Pesantren Sidogiri yang sedang kuliah di STEI Tazkia Bogor Jurusan Bisnis dan Manajemen Islam.

Muhammadiyah Asli

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Hikmah, Lomba Muhammadiyah Asli

Sabtu, 02 September 2017

Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta Tuan Rumah Halaqah Pesantren Perdamaian dan HAM

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli



Bertempat di Aula Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah Kota Yogyakarta, CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan seminar Local Day of Human Right yang ke dua, pada hari Ahad (27/11). Tema pada seminar ini adalah Peran Pesantren dalam Menyuarakan Nilai Toleransi dan HAM, demi Terciptanya Kehidupan yang Harmonis.

?

Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta Tuan Rumah Halaqah Pesantren Perdamaian dan HAM (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta Tuan Rumah Halaqah Pesantren Perdamaian dan HAM (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta Tuan Rumah Halaqah Pesantren Perdamaian dan HAM

Kholid Mawardi Irma selaku Kepala Dewan Pendidikan Pesantren Luqmaniyah mengatakan, seminar dihadiri oleh tiga puluh peserta dengan kategorisasi delapan belas peserta laki-laki dan dua belas peserta perempuan.

?

"Peserta terdiri utusan dari berbagai pondok pesantren, organisasi, guru, dosen, tamir, dan jamiyyah islamiyah. Hadir dalam seminar ini, Dr. Mustaqim S. Ag M. Ag, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Lingkar Studi Al-Qur’an Ar Rahmah sebagai narasumber ahli. Tiga narasumber peserta terpilih workshop tingkat Kabupaten dan Provinsi yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Nurul Umahat dan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman Yogyakarta (Usama Ibnu Hasan, utusan Jamiiyah Ahmadiyah Gunung Kidul, Nyardiono Musthofa, utusan Pondok Pesantren Tarbiyatul Quran Sleman, dan Nafisatuzzahro, utusan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman).?

Muhammadiyah Asli

“Turut hadir pula Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Irfan Abubakar MA", imbuh alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Muhammadiyah Asli

?

Dalam pemaparannya, Usama Ibnu Hasan menegaskan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat mayoritas yang memelajari Islam secara tradisional.?

"Pesantren sebagai pusat pendidikan Islam di masyarakat sangat besar pengaruhnya dalam penyebaran Islam yang rahmatan lil alamin", jelasnya. Sejalan dengan Usama, Nyardiono menjelaskan bahwa nilai toleransi dalam Islam dapat ditinjau dari sisi normatif. Islam banyak memberikan penanaman nilai toleransi dan dari sisi historis seperti Piagam Madinah, penaklukkan Yerusalem, Konstantinopel, dan kisah Khalifah Umar.?

"Dalam Islam, toleransi merupakan bagian penting yang sekaligus menjadi salah satu prinsip dalam Islam, dan pesantren merupakan miniatur (simbol) dalam merepresentasikan nilai toleransi dalam Islam tersebut," tegasnya.

? ? ? ? ?

Pada sesi tanya jawab, peserta aktif bertanya dengan pertanyaan yang sesuai dengan tema seminar, tidak salah fokus, dan bahkan ada pertanyaan yang bersifat studi kasus. Merespon pertanyaan ini, Nafisah menjelaskan tentang strategi pesantren dalam merepresentasikan nilai toleransi dalam Islam. Ia menuturkan bahwa strategi itu dimulai dengan menjernihkan wacana keagamaan terkait istilah-istilah penting dalam Islam, seperti kata jihad, dan lain-lain.?

"Strategi itu juga harus mencakup jangka panjang dengan mengoptimalkan desa binaan, membuat forum penelitian, mencetak agen toleransi, dan menempatkan kader santri pada posisi strategis", terangnya.

?

Pada sesi pemantapan tema seminar, narasumber ahli Mustaqim memberikan satu langkah konkrit yang langsung bisa dilakukan oleh pesantren dalam mewujudkan peran pesantren dalam menyuarakan nilai toleransi dan HAM demi terciptanya kehidupan yang harmonis, yakni dengan memasukkan satu mata pelajaran dalam kurikulum, Fiqh Perdamaian.?

"Karena Islam adalah damai, maka hal-hal yang berkaitan dengan ucap dan sikap yang tidak menyemai perdamaian, jangan ditebarkan," tegasnya. ?

?

Acara seminar ditutup oleh Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Irfan Abubakar. "Saya sangat mengapresiasi baik seminar hari ini. Seminar Local Day of Human Right yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah adalah seminar yang berbobot," tutupnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, AlaNu Muhammadiyah Asli

Sabtu, 12 Agustus 2017

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Semarang, Muhammadiyah Asli. Kiai Budi Harjono mulai mengenal KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sejak 1982. Kiai Budi ini mulai membaca Gus Dur melalui tulisan-tulisan yang bertebaran di media masa. Pergumulan membawa kiai Budi hingga akhirnya bertemu langsung dengan beliau secara langsung awal tahun 90-an. 

Kisah tersebut dikemukakan Kiai Budi ketika pesantrennya dijadikan tempat Halaqah Kebangsaan dengan kegiatan Ngaji Wirausaha dengan tema "Kemandirian Ekonomi Umat dalam Perspektif Ulama" di pesantren Al-Ishah Meteseh, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/11).

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Gus Dur menurutnya memiliki perjalanan intelektual yang cukup unik. Dalam pengamatan Kiai Budi, Gus Dur memiliki intelektual yang original dan komprehensif pada awal-awal pasca kepulangan dari luar negeri dengan melihat karya tulisannya. Kemudian pada awal tahun 90-an pemikiran Gus Dur mulai terlihat ngepop.

"Gus Dur adalah cinta," ungkap Kiai Budi. 

Muhammadiyah Asli

Dalam pemahaman Kiai Budi, cinta bagi Gus Dur tetesannya sangat besar. Sehingga banyak sekali hal-hal kadang menurut kita tak benar akan tetapi bagi Gus Dur terus saja dikerjakan, bahkan sebaliknya. 

Dunia paradoks yang terbangun ini dalam analisa Kiai Budi terdapat cinta yang amat dalam terhadap kemanusiaan. 

Muhammadiyah Asli

Selain itu, imbuhnya, Gus Dur membangun ukhwah insaniyyah selain menguatkan ukhuwah Islamiyyah dan ukhuwah wathaniyyah. 

“Dengan ukhuwah insaniyyah inilah Gus Dur mampu dikenal dan dikenang di Indonesia hingga dunia. Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang mampu membangun toleransi,” tutur Kiai Budi.

Pernah suatu ketika Kiai Budi ziarah di makam Gus Dur. Dia bercerita bertemu dengan etnis Tionghoa dari Yogyakarta. Orang ini sempat menitikkan air mata ketika di makam Gus Dur.

Dalam percakapannya dia menyatakan bahwa tak sempat bertemu langsung dengan Gus Dur. Dia ingin mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa yang telah dipelopori oleh Gus Dur dalam membina kerukunan dan membangun bangsa ini. 

Gus Dur memiliki keragaman dalam berpikir ini akan masuk pada Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu Gus Dur ini merupakan rahmat bagi Indonesia yang bisa kita rasakan hingga sekarang ini. Dalam obrolan singkat ini Kiai Budi berpesan agar selalu cinta tanah air. 

"Semoga Semarang ini lahir anak-anak yang memiliki semangat kebangsaan," tegas Kiai Budi. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Nasional, Lomba Muhammadiyah Asli

Minggu, 11 Juni 2017

Hukum Penentuan Keuntungan Investasi Sesuai Besaran Modal

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Saya Azhar dari Yogyakarta mau bertanya bagaimana hukum transaksi investasi yang dijamin keuntungannya tiap bulan dalam prosentasi yang sudah ditentukan dari besaran modal yang diinvestasikan.

Misalnya, jika modal saya sebesar lima juta dan dijanjikan keuntungan 10 % tiap bulan dari modal, maka saya akan mendapatkan Rp. 50.000 per bulan. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Azhar/Yogyakarta)

Hukum Penentuan Keuntungan Investasi Sesuai Besaran Modal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Penentuan Keuntungan Investasi Sesuai Besaran Modal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Penentuan Keuntungan Investasi Sesuai Besaran Modal

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Muhammadiyah Asli

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebelum kami menjawab pertanyaan yang diajukan, maka pertama-tama kami akan menjelaskan sedikit tentang akad mudlarabah. Penjelasan ini sangat penting sebagai dasar untuk menjawab pertanyaan di atas.

Muhammadiyah Asli

Mudlarabah adalah bentuk kerja sama antara pihak pemilik modal (shahibul mal) atau investor dan pihak pengelolanya (mudlarib) untuk dibisniskan. Pihak pemilik modal menyerahkan modalnya kepada pihak pengelola untuk didayagunakan. Sedangkan persentase atau nisbah keuntungan dari bisnis tersebut dibagi sesuai dengan kesepakatan.

? ( ? ? ) ? ? ? ( ? ? ) ? ? ( ? ) ? ? ( ? ? ) ? ? ( ? ? ? ? ) ?

Artinya, “Adapun qiradl, mudlarabah, dan muqaradlah menurut syara’ adalah penyerahan modal oleh investor kepada pengelola untuk dibisniskan, sedangkan keuntungan dari bisnis tersebut dibagi antara kedua belah pihak,” (Lihat Muhammad Khatib Asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj ila Syarhil Minhaj, Beirut, Darul Fikr, juz II, halaman 309-310).

Lantas bagaimana jika dalam bisnis tersebut terjadi kerugian? Kerugian tentunya ditanggung oleh pihak pemilik modal sepanjang tidak diakibatkan oleh kelalaian pengelolanya.

? ? ? ? ? ?

Artinya, “...maka ia (pengelola) tidak menanggung kerugian kecuali sebab melampaui batas akibat kelalaiannya,” (Lihat Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhthishar, Damsakus, Darul Khair, 1994 M, halaman 290).

Istilah mudlarabah itu sendiri merujuk pada istilah yang digunakan oleh penduduk Irak. Sedangkan qiradl atau muqaradlah merujuk kepada istilah yang digunakan oleh penduduk Hijaz. Namun baik istilah mudlarabah maupun qiradl atau muqaradlah adalah mengandung pengertian yang sama.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Qiradl dan muqaradlah adalah bahasa yang digunakan penduduk Hijaz, sedangkan mudlarabah adalah bahasa yang digunakan penduduk Irak,” (Lihat Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I’anah ath-Thalibin, Beirut, Darul Fikr, juz III, halaman 99).

Penjelasan tentang mudlarabah ini setidaknya akan mampu memberikan jawaban atas pertanyaan di atas. Sekilas memang transaksi investasi yang dijamin keuntungannya tiap bulan dalam prosentasi yang sudah ditentukan dari besaran modal yang diinvestasikan adalah mirip mudlarabah.

Namun ternyata bertentangan dengan prinsip mudlarabah tersebut. Sebab, dalam mudlarabah, keuntungan pemilik modal itu didapatkan dari keuntungan bisnis yang dijalankan oleh pengelola modal, di mana prosentasenya adalah sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Bukan berdasarkan atau ditetapkan berdasarkan besaran modal.

Bahkan bisa saja pemilik modal tidak mendapatkan keutungan atau mengalami kerugian jika bisnis yang dilakukan pengelola modal tersebut mengalami kerugian. Dan bisa juga mendapatkan keuntungan yang besar sesuai prosentasinya apabila si pengelola dalam menjalankan bisnis mendapatkan keuntangan yang besar pula.

Dari sini kemudian setidaknya dapat dipahami bahwa hukum dari transaksi investasi yang dijamin keuntungannya tiap bulan dalam prosentasi yang sudah ditentukan dari besaran modal yang diinvestasikan adalah haram karena melanggar prinsip mudlarabah.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami denngan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba Muhammadiyah Asli

Sabtu, 10 Juni 2017

Pesantren Tak Biasa Berdakwah dengan Tulisan

Pariaman, Muhammadiyah Asli. Pesantren dinilai kurang terbiasa berdakwah dengan menggunakan tulisan. Para kiai dan alumni pesantren lebih sering berdakwah secara lisan.

Hal tersebut disampaikan PCNU Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaiman kepada Muhammadiyah Asli di Pariaman, Sabtu (16/6). Sebelumnya dia menyerahkan dua buku kepada Ketua Umum PBNU KH A Hasyim Muzadi saat menghadiri Wusyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PWNU Sumatera Barat, Kamis (14/6) lalu.

Dua buku yang diserahkan kepada Ketua Umum PBNU itu berjudul ”Azwar Tuanku Sidi, Menjaga Maru’ah Ulama” dan ”Mereka Yang Terlupakan, Tuanku Menggugat karya Bagindo Armaidi Tanjung.”

Pesantren Tak Biasa Berdakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tak Biasa Berdakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tak Biasa Berdakwah dengan Tulisan

Kedua buku  tersebut ditulis Bagindo Armaidi Tanjung yang saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua PW GP Ansor Sumbar sekaligus Pembina IPNU Padangpariaman. Kurang dan sulitnya ditemukan buku-buku tentang ulama surau yang bergelar tuanku di pasaran dan toko-toko buku, mendorong penulisnya untuk menerbitkan buku ini.

”Selaku Ketua NU Padangpariaman yang merupakan organisasi perkumpulan ulama-ulama pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah dalam berbagai kesempatan, pertemuan dan pelatihan, saya menghimbau dan mendorong para kader dan anggota NU serta masyarakat luas untuk menulis dan menerbitkan karya pemikirannya dalam bentuk buku,” kata Rahmad.

Muhammadiyah Asli

Selama ini, banyak dokumentasi pemikiran dan gagasan para ulama NU yang tersimpan hilang, seiring dengan meninggalnya ulama tersebut. Padahal karya dalam bentuk tulisan akan hidup sepanjang masa selama buku itu tetap dibaca orang, meskipun penulisnya sudah meninggal dunia. “Ulama selama ini terbiasa dalam dakwah lisan dan sedikit dakwah melalui tulisan,” katanya.

Ulama yang Konsisten

Muhammadiyah Asli

Buku pertama berkisah tentang Buya Azwar Tuanku Sidi, seorang ulama yang konsisten dalam memegang prinsip hidup dan keagamannya. Beliau mengajarkan kepada semua santrinya akan kebesaran dan kemuliaan status ulama yang melekat pada diri ulama, harus dijaga dan dipelihara dari kontaminasi  kepentingan sesaat.

Sebagai seorang ulama yang dikenal dekat dengan pemerintah, beliau tidak menjadikan dirinya sebagai corong pemerintah, mengamini semua yang disampaikan pemerintah. Beliau tetap kepada prinsipnya, bahwa jika yang dilakukan pemerintah itu benar, beliau dukung. Sebaliknya jika salah, beliau yang pertama mengingatkan.

Selain memimpin Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, Buya Azwar Tuanku Sidi juga dikenal dengan juru dakwah yang vokal (orator), tidak saja di Padangpariaman, tapi juga sudah merambah ke luar Sumatera Barat.

Sedangkan buku kedua, ”Mereka Yang Terlupakan, Tuanku Menggugat” berisi tentang kiprah tuanku alias ulama yang identik dengan surau dan pesantren, karena di mana ada tuanku, di sana ada surau dan pesantren. Seyogyanya program pemerintah daerah tentang kembali ke surau itu adalah memposisikan tuanku sebagai penggerak utama surau dengan semua konsekuensinya.

Pemberdayaan tuanku secara komprehensif dalam semua bidang dan pesantrennya adalah jawaban dari program tersebut. Seiring dengan merosotnya moral anak bangsa ,  maka peran tuanku sebagai pengawal moral masyarakat akan sangat strategis. Di samping itu tuanku juga merupakan penjaga dan penyelamat tradisi (budaya) Minangkabau

Secara optimis, penulisnya menyebut, meski tuanku sering disebut dengan sebutan ulama tradisional dan kuno, namun seiring dengan persaingan budaya global tuanku jadi lebih unggul dengan ketradisionalan dan kekunoannya.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Lomba Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock