Sabtu, 12 Agustus 2017

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Semarang, Muhammadiyah Asli. Kiai Budi Harjono mulai mengenal KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sejak 1982. Kiai Budi ini mulai membaca Gus Dur melalui tulisan-tulisan yang bertebaran di media masa. Pergumulan membawa kiai Budi hingga akhirnya bertemu langsung dengan beliau secara langsung awal tahun 90-an. 

Kisah tersebut dikemukakan Kiai Budi ketika pesantrennya dijadikan tempat Halaqah Kebangsaan dengan kegiatan Ngaji Wirausaha dengan tema "Kemandirian Ekonomi Umat dalam Perspektif Ulama" di pesantren Al-Ishah Meteseh, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/11).

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Gus Dur menurutnya memiliki perjalanan intelektual yang cukup unik. Dalam pengamatan Kiai Budi, Gus Dur memiliki intelektual yang original dan komprehensif pada awal-awal pasca kepulangan dari luar negeri dengan melihat karya tulisannya. Kemudian pada awal tahun 90-an pemikiran Gus Dur mulai terlihat ngepop.

"Gus Dur adalah cinta," ungkap Kiai Budi. 

Muhammadiyah Asli

Dalam pemahaman Kiai Budi, cinta bagi Gus Dur tetesannya sangat besar. Sehingga banyak sekali hal-hal kadang menurut kita tak benar akan tetapi bagi Gus Dur terus saja dikerjakan, bahkan sebaliknya. 

Dunia paradoks yang terbangun ini dalam analisa Kiai Budi terdapat cinta yang amat dalam terhadap kemanusiaan. 

Muhammadiyah Asli

Selain itu, imbuhnya, Gus Dur membangun ukhwah insaniyyah selain menguatkan ukhuwah Islamiyyah dan ukhuwah wathaniyyah. 

“Dengan ukhuwah insaniyyah inilah Gus Dur mampu dikenal dan dikenang di Indonesia hingga dunia. Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang mampu membangun toleransi,” tutur Kiai Budi.

Pernah suatu ketika Kiai Budi ziarah di makam Gus Dur. Dia bercerita bertemu dengan etnis Tionghoa dari Yogyakarta. Orang ini sempat menitikkan air mata ketika di makam Gus Dur.

Dalam percakapannya dia menyatakan bahwa tak sempat bertemu langsung dengan Gus Dur. Dia ingin mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa yang telah dipelopori oleh Gus Dur dalam membina kerukunan dan membangun bangsa ini. 

Gus Dur memiliki keragaman dalam berpikir ini akan masuk pada Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu Gus Dur ini merupakan rahmat bagi Indonesia yang bisa kita rasakan hingga sekarang ini. Dalam obrolan singkat ini Kiai Budi berpesan agar selalu cinta tanah air. 

"Semoga Semarang ini lahir anak-anak yang memiliki semangat kebangsaan," tegas Kiai Budi. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Nasional, Lomba Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock