Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

United For A Just Solution

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Menindaklanjuti permintaan Y.M. Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, Pemerintah RI akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta, Ahad, 7 Maret 2016. KTT akan didahului oleh Pertemuan Pejabat Tinggi dan Pertemuan Tingkat Menteri pada tanggal 6 Maret 2016.

Penyelenggaraan KTT tersebut dilatarbelakangi berbagai perkembangan yang mengkhawatirkan di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Proses negosiasi perdamaian antara Palestina dan Israel tidak menunjukkan kemajuan berarti dan siklus kekerasan baru yang dimulai pada akhir tahun 2015 tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir.

United For A Just Solution (Sumber Gambar : Nu Online)
United For A Just Solution (Sumber Gambar : Nu Online)

United For A Just Solution

KTT mengangkat tema "United for a Just Solution" dan merupakan KTT Luar Biasa pertama OKI yang secara khusus membahas isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. KTT bertujuan untuk memperkuat persatuan di kalangan negara anggota OKI dan mencari strategi terobosan untuk memulai kembali proses perdamaian dan menyelesaikan isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif yang merupakan isu utama Umat Muslim. Mengingat prospek kemerdekaan Palestina masih jauh, penyelenggaraan KTT ini juga diharapkan dapat menjaga agar isu Palestina tetap berada dalam perhatian masyarakat internasional.

KTT diharapkan dapat menghasilkan sebuah Resolusi yang menegaskan posisi prinsip dan komitmen OKI untuk mendukung Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, dan Jakarta Declaration yang digagas oleh Indonesia dan memuat langkah-langkah konkret untuk dilakukan oleh para pemimpin dunia Islam guna memajukan isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Muhammadiyah Asli

KTT ini merupakan bentuk nyata dari dukungan penuh dan solidaritas Indonesia dan OKI terhadap isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Bagi Indonesia, dukungan terhadap Palestina merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari amanat UUD 1945 untuk menghapuskan penjajahan dan melaksanakan ketertiban umum berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Muhammadiyah Asli

*Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Humor Islam, Khutbah Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menyelenggarakan Halaqah Ulama ASEAN tahun 2017 di Hotel Sari Pan Pasific. Tema yang diusung adalah Penguatan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam ASEAN. Acara tersebut resmi dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Selasa, (17/10). Ini adalah agenda halaqah yang ketujuh.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud mengatakan, ada beberapa tujuan diadakannya agenda ini: menyosialisasikan Islam moderat atau Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah-tengah masyarakat yang global, memperkuat lembaga pendidikan Islam, dan mengembangkan perekonomian di lingkungan pendidikan Islam.

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam

“Kemenag ingin mengarusutamakan Islam wasatiyah,” kata Abdurrahman di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

Menurutnya, kegiatan ini diselenggarakan dengan latar belakang bahwa saat ini Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan era globalisasi. Maka dari itu, dengan diadakannya acara ini ia berharap umat Islam bisa ikut berkontribusi dalam membangun peradaban, terutama dalam bidang lembaga pendidikan Islam.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

“Kita sebagai umat Islam harus berkontribusi dan mengembangkan nilai-nilai moderatisme Islam atau Islam wasatiyah,” jelasnya.

Acara ini diikuti oleh sembilan negara ASEAN dan tiga ratus peserta undangan yang terdiri atas ulama pengasuh pesantren, akademisi, peneliti, birokrasi Kemenag, dan mahasiswa asing di Indonesia. Sejak tahun 2010, Kemenag rutin menyelenggarakan agenda ini. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Humor Islam, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Kupang, Muhammadiyah Asli. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan melaksanakan seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke- XXII  tingkat Provinsi NTT di Asrama Haji Kupang, Jumat (21/6) hari ini.

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Seleksi STQ berlangsung selama tiga, guna mencari bakat bagi cabang Tilawah Qori dan Qoriah dan cabang Hifzil Quran baik dewasa maupun maupun golongan anak kanak-kanak dari setiap kabupaten Kota se-NTT. 

Demikian dikatakan Ketua LPTQ Provinsi NTT Drs. Jamal Ahmad, MM kepada media dalam jumpa pers di Asrama Haji Kupang (20/6). Seleksi STQ tingkat propinsi berlangsung selama tiga hari, guna mencari bakat Qori dan Qoriah, Hafizh Quran dan hafizh lima juz akan mencari duta MTQ tingkat Nasional  di Bangka Belitung pada tahun ini, katanya.

Muhammadiyah Asli

Semua Peserta masing-masing dari kabupaten Kota se-NTT. Peserta ikut STQ masing-masing cabang lomba sesuai dengan jenis mata lomba. lomba STQ diseleksi berdasarkan masing-masing tingkatan, mulai dari Cabang Lomba Tilawah Golongan Dewasa(Qori dan Qoriah), Cabang Tilawah Golongan  anak-anak (Qori dan Qoriaah) dan Cabang Hafizh Quran Golongan satu dan tilawah lima juz (Hafizh dan Hafizah).

Seleksi STQ tingkat Propinsi, juga bekerjasama dengan Kementrian agama Propinsi NTT. Kerjasama ini, dalam rangka meningkat  dan mewujudkan umat muslim yang mampu mengamalkan Al-Qur’an dan menfasilitasi umat Islam untuk menjadi Al-Qur’an sebagai pedoman dalam aspek kehidupan, kata Ketua LPTQ juga Ketua PWNU NTT itu. 

Muhammadiyah Asli

Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kementrian Agama Provinsi NTT, Drs. Samsul Maaril, mengatakan kegiatan STQ kerjasama Kementerian Agama dengan LPTQ NTT bertujuan sama-sama mencari  duta Propinsi yang berprestasi, berkualitas untuk mengikuti MTQ atau STQ tingkat Nasional. Sehingga bisa meningkat masyarakat yang agamis dari aspek kehidupan umat. Agar bisa mengamalkan ajaran islam yang baik dan benar.  

Kegiatan ini, bekerjsama dengan Kementrian agama dengan LPTQ NTT. Semoga  pelaksanaan ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan Qiri dan Qoriah yang bisa membawa nama baik NTT ditingkat Nasional. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana STQ Tingkat Propinsi NTT  H. Mandar Langi Pua Upa, menambahkan persiapan panitia pelaksana STQ sudah mencapai delapan puluh persen pada H-1 menjelang hari hal kegiatan.

Sedangkan peserta dari 21 Kabupaten Kota sudah masuk, hanya beberapa kabupaten yang belum melaporkan kepada panitia, katanya. Beberapa kabupaten yang belum masuk tersebut, panitia telah mendapat informasi bahwa jadwal keberangkatan peserta dari masing-masing kabupaten besok besok baru bisa berangkat dari daerah masing-masing. 

Menurut Mandar, kegiatan Seleksi STQ Tingkat Provinsi dengan Tema, Dengan STQ Tingkat Provinsi Tahun 2013 Kita Ciptakan Masyarakat Yang agamais menuju kesejahateraan umat kondusif, harmonis dan bermartabat. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Humor Islam Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

Jombang, Muhammadiyah Asli. Kementerian Agama RI tahun ini akan meluncurkan empat model madrasah aliyah. Dari empat model tersebut sebagian sudah beroperasi di berbagai daerah di tanah air.

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

"Pertama MAN Insan Cendikia saat ini ada 9, kemudian Madrasah Keagamaan, Madrasah Kejuruan dan terakhir Madrasah Keterampilan"Terang Dr. Basnang Said, Kasi Kurikulum Madrasah dan Evaluasi Kemenag RI dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Guru Madrasah Di MAN Denanyar, Jombang, Sabtu (1/8)

Dikatakan Basnang, tipologi Madrasah Aliyah Keagamaan akan meniru model pesantren, yakni para peserta didik diwajibkan untuk menginap dan mengikuti pengajian kitab kuning dan berbagai macam kegiatan yang sudah disusun dalam kurikulum.

Muhammadiyah Asli

"Kalau madrasah kejuruan para siswa dididik dan dilatih supaya punya keterampilan khusus agar mereka siap ketika masuk dunia kerja," tambah Ketua LP Maarif NU Sulawesi Barat ini.

Tipologi madrasah aliyah yang terakhir, kata dia, adalah Madrasah Aliyah Reguler namun di dalamnya para siswa akan di berikan berbagai macam keterampilan atau life skill seperti tataboga, otomotif, menjahit, dan sebagainya.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, sambungnya, keterampilan atau life skill tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya alam lokal, misalnya madrasah yang ada di pesisir, maka life skill yang ditonjolkan adalah keterampilan dalam mengelola sumber daya laut.(Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Tokoh, Daerah Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

KMNU Unila Tanamkan Islam Ramah di Kalangan Mahasiswa

Bandar Lampung, Muhammadiyah Asli - Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) lahir atas dasar kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan asupan gizi rohani yang rahmatan lil’alamin. Berkaitan dengan itu, mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam KMNU bertekad mengawal Islam ramah di kampus.

“KMNU Unila yang menginjak usia anak-anak ini menjadi harapan besar bagi mahasiswa yang rindu Islam ramah, Islam yang menghargai kearifan dan budaya bangsa yang tidak berseberangan dengan dasar agama,” ujar aktivis KMNU Unila, Adam Rouf, di Bandar Lampung, Jumat (11/16).

KMNU Unila Tanamkan Islam Ramah di Kalangan Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Unila Tanamkan Islam Ramah di Kalangan Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Unila Tanamkan Islam Ramah di Kalangan Mahasiswa

Mahasiswa Biologi MIPA 2015 itu menjelaskan, KMNU Unila bersiap menyambut pesta hari lahir organisasi dideklarasikan pada 5 Desember 2010 itu.

Muhammadiyah Asli

“Harapannya di usia yang keenam, KMNU Unila mampu menunjukkan eksistensinya dalam menjunjung tri dharma perguruan tinggi, menjadi organisasi yang mandiri dan mampu menjadi motor penggerak dalam Islam rahmatan lil’alamin” ujar Adam lagi.

Berdasarkan kesepakatan, Adam dipercaya sebagai ketua pelaksana Harlah KMNU Unila yang diberi nama “Dies Maulidiyah Ke-6 KMNU Unila”.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut nantinya untuk menebar benih Islam yang damai di kampus dan menyambung tali silaturahmi dengan para ulama, civitas akademika, dan masyarakat pada umumnya.

Muhammadiyah Asli

Majelis Pertimbangan Organisasi KMNU Unila Ahmad Saroji menambahkan, harakah (gerakan) tersebut perlu dilakukan sehubungan salah satu pusat pengkaderan Islam radikal disinyalir justru ada di kampus. (MN Rosihun/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI

Bandarlampung, Muhammadiyah Asli



Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI di Kota Bandarlampung, Lampung akan menggelar Masyirah Panji Rasulullah pada Ahad 16 April 2017.?

Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI

Kapolda Lampung Irjend Pol Sudjarno menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan jika dalam kegiatan HTI tersebut terdapat bendera atau simbol yang tidak seideologi atau anti-NKRI.

"Terima kasih kepada GP Ansor dan Banser serta warga NU yang sudah bersama-sama kami menjaga NKRI," ungkapnya saat menemui Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Lampung beserta jajaran, Rabu (12/4).

Kepolisian berharap agar semua elemen tidak melakukan hal-hal di luar ranahnya. "Saya minta Ansor dan Banser untuk mengajak dulu. Artinya semua masih bisa diakomodir dan diatasi oleh Polda," pintanya dan berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.?

Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim menegaskan bahwa ormas yang mengusung ideologi khilafah jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila. Jika Ormas ini dibiarkan terus berkembang akan menjadi sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI.

Muhammadiyah Asli

Pawai yang juga dilakukan di beberapa provinsi tersebut, menurutnya, seakan-akan ingin mempertunjukkan power dan menantang elemen yang menjaga NKRI.?

"Jika mereka akan mengadakan kegiatan ya silakan. Tapi jangan ada bendera, jangan ada simbol-simbol," katanya dengan meminta Kepolisian untuk mengawasi dan menghentikan jika di dalamnya ada kegiatan penanaman ideologi yang mengancam NKRI. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Tokoh Muhammadiyah Asli

Jumat, 22 Desember 2017

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili Direktur Litbang KPK Roni Dwi Susanto mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur jalan Masjid Al-Akbar nomor 9 Surabaya, Rabu (11/2). Roni bermaksud meminta dukungan doa dan nasihat dari pengurus NU Jatim.

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Roni yang datang sendirian itu ditemui oleh Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Achyar, Wakil Rais Syuriyah KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Wakil Sekretaris Rubaidi dan sejumlah pengurus NU Jatim lainnya. Pertemuan itu berlangsung singkat dan tertutup.

“Kedatangan kita ke sini meminta doa kepada para kiai NU atas konflik KPK dan Polri,” kata Roni saat jumpa pers dengan para awak media yang menunggu di lobi gedung PWNU Jatim.

Muhammadiyah Asli

Roni juga mengaku meminta pandangan dan masukkan kepada para kiai di Jawa Timur perihal sikap yang harus dilakukan KPK saat ini. “Kita meminta pandangan ke NU Jawa Timur karena kami melihat kiai sepuhnya,” jelasnya.

Menurut Roni, konflik yang melibatkan dua lembaga penegak hukum ini terjadi karena kita krisis tokoh yang bisa menjadi keteladanan.

Muhammadiyah Asli

Di hadapan pers, Roni menyampaikan masukan Gus Ali untuk KPK. Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu cerah tanpa mendung. Laut tidak selalu surut tanpa pasang. Itu artinya cukup dalam bagi kami di KPK. “KPK harus menahan diri agar tidak berlebih-lebihan,” kata Roni mengutip kalimat dari Gus Ali.

Menahan diri dalam artian tidak menghentikan penyidikan yang telah berjalan. Ibarat mobil, KPK tidak ada gigi untuk mundur.

“Kita harus mawas diri, siapa yang salah, apakah kami sebagai staf KPK atau pimpinan KPK?,” jelas Roni. (Rofi’i Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Fragmen Muhammadiyah Asli

Kamis, 14 Desember 2017

NU Kembangkan Distribusi dan Ritel di Jatim

Jombang, Muhammadiyah Asli. Hari kedua pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pertama PWNU Jawa Timur diisi dengan sejumlah kegiatan. Diantaranya pembahasan masalah keagamaan atau bahtsul masail yang dibagi menjadi maudluiyah (tematik), waqiiyah (aktual) dan qonuniyah atau perundangan.

NU Kembangkan Distribusi dan Ritel di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kembangkan Distribusi dan Ritel di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kembangkan Distribusi dan Ritel di Jatim

Pada saat bersamaan juga diselenggarakan diskusi panel dengan tema besar, pengembangan ekonomi umat yang bersih dan mandiri. Tampil sebagai narasumber adalah Dr Firdaus Jailani (Otoritas Jasa Keuangan atau OJK RI bagian pengawasan perbankan), Yuslam Fauzi, MBA selaku Direktur Utama Bank Syariah Mandiri serta Drs H Arif Afandi MSi, Ketua PW Lembaga Perekonomian NU Jatim. Diskusi yang dimoderatori Dr M Fathurrozie SE MSi ini berlangsung di halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Yuslan Fauzi dalam paparannya sangat merasakan bagaimana sulitnya meyakinkan sejumlah kalangan, khususnya umat Islam terhadap keberadaan bank yang berlebelkan syariah. Rata-rata, kata dia, mereka mempertanyakan dan menggugat bagaimana sistem operasional dari sejumlah bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional.

Muhammadiyah Asli

“Kita tidak akan selesai membicarakan soal bank syariah bila sudut pandangnya fiqh,” terangnya. “Karena kalau dilihat dari sudut fiqh, maka akan banyak tafsir yang berbeda,” lanjutnya.

Hal mendesak yang harus dilakukan adalah menyudahi perdebatan tersebut dan diganti dengan lebih melihat syariah dalam hal maqashid atau tujuan pendiriannya. “Yang terpenting adalah komitmen dalam membangun ekonomi umat,” lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Dan Yuslan Fauzi berani menjamin bahwa khususnya untuk Bank Syariah Mandiri (BSM) penerapan sistem yang dilakukan lebih berpihak kepada umat. “Demikian juga kami menjamin bahwa BSM lebih dekat dengan sitem syariah,” terangnya.

Sedangkan Arif Affandi berobsesi bahwa perekonomian warga NU akan terus naik tentunya dengan menejemen yang lebih baik. Karena itu PW LPNU Jawa Timur akan terus mengembangkan produksi dan distribusi barang di sejumlah kota. “Tapi prioritas masih Jawa Timur,” terangnya.

Memang tidak seluruh kota akan dilayani. “Masih sebatas wilayah terdekat dengan kota Surabaya,” ungkapnya. Karena itu untuk jangka pendek, kota terdekat seperti Mojokerto, Jombang Nganjuk dan sekitarnya akan dijangkau.

Demikian juga untuk wilayah pantai utara dari Gresik, Lamongan hingga Bojonegoro akan juga diperhatikan. Upaya untuk menyapa seluruh kota akan dimaksimalkan saat memasuki bulan Ramadhan. “Biasanya saat menjelang bulan puasa, usaha ritel jauh lebih berkembang,” ungkapnya.

Sejumlah peserta memberikan catatan terhadap paparan narasumber, termasuk lambannya upaya dari PW LPNU Jatim dalam mengembangkan usaha dan jaringan ritel. Kendati demikian, para pemateri dan peserta berkeyakinan bahwa masa depan usaha ritel di Jawa Timur akan cerah. Ini pertanda baik bagi NU khususnya di Jatim. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Humor Islam Muhammadiyah Asli

Sabtu, 09 Desember 2017

Pesantren Sebagai Tempat yang Toleran

Jakarta Muhammadiyah Asli
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan sikap hidup yang menghargai toleransi antar umat beragama. Dari sekian banyaknya kekerasan yang akhir-akhir ini terjadi, tak satupun yang berkaitan dengan pesantren yang dikelola warga NU.

Demikianlah yang membuat kagum Wakil Menteri Luar Negeri Inggris Mike O’Brien sehingga ingin mengetahui secara langsung kehidupan pesantren.dengan mengadakan kunjungan ke Pesantren Assidiqiyah. Duta Besar Inggris Richard Grozney mengatakan “Mike O’Brian Ingin melihat kesan yang hidup tentang pesantren daripada sekedar laporan-laporan yang dikirimkan ke Inggris”.

O’Brian adalah pejabat Inggris yang bertanggungjawab untuk wilayah Timur Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan, serta Afrika Timur dan Utara. Dalam kunjungannya ke Indonesia yang rencananya berlangsung 3-4 Juni 2003 ia juga akan bertemu dengan presiden Megawati untuk membahas berbagai masalah termasuk isu terorisme global.

Dalam kesempatan kunjungan ke pesantren Assidiqiyah ia memberikan banyak wejangan kepada para santri untuk lebih giat belajar. “Saat ini merupakan saat buat belajar bagi anda kalian semua” ungkap O’Brian. Banyak profesi yang tersedia bagi para generasi muda seperti dokter, pengusaha ataupun politisi

Ia juga menginginkan agar para santri mempelajari agama lain agar bisa saling memahami dan bisa bekerja sama dengan lebih baik sehingga bisa menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih aman.

Pemilihan tempat kunjungan ke pesantren Assidiqiyah yang diasuh oleh KH Nur Iskandar SQ didasarkan pada alasan bahwa pesantren tersebut cukup toleran terhadap agama lain. KH Nur Iskandar dalam pembukaannya mengatakan bahwa pesantrennya telah mengadakan pertukaran pelajar dengan sekolah Katolik sebanyak 50-60 anak untuk saling memahami antar agama, selain kegiatan pesantren anak jalanan yang dikelolanya.

KH Nur Iskandar mengatakan bahwa tujuan kunjungan O’Brian ke pesantren adalah untuk membuktikan bahwa Indonesia bukanlah sarang terorisme. Pesantren merupakan tempat yang menghargai pemeluk agama lain. “Bahkan ketika terjadi kerusuhan dan pembakaran geraja para santri saya perintahkan untuk menjaga geraja” ungkap Nur Iskandar.

Acara tersebut juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan PBNU ke Inggris beberapa waktu lalu. PBNU dalam acara tersebut diwakili oleh Abdul Wahid Maktub karena KH Hasyim Muzadi tidak dapat hadir.

Dalam dialog dengan para santri O’Brian menjanjikan akan memberikan buku-buku pelajaran bahasa Inggris karena dalam dialog tersebut terungkap bahwa para santri tidak mengalami kesulitan dalam belajar bahasa Arab tetapi kesulitan belajar bahasa Inggris.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam Muhammadiyah Asli

Pesantren Sebagai Tempat yang Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sebagai Tempat yang Toleran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sebagai Tempat yang Toleran

Selasa, 05 Desember 2017

Maruf Amin: Pancasila dan Islam Tidak Dikotomis

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan, Pancasila dan Islam adalah dua hal yang tak perlu dipertentangkan. Keduanya sama-sama menjadi komitmen umat Islam Tanah Air yang harus dipegang, bukan didikotomikan.

Maruf Amin: Pancasila dan Islam Tidak Dikotomis (Sumber Gambar : Nu Online)
Maruf Amin: Pancasila dan Islam Tidak Dikotomis (Sumber Gambar : Nu Online)

Maruf Amin: Pancasila dan Islam Tidak Dikotomis

Pandangan ini disampaikan Ma’ruf saat menaggapi Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Masyarakat (RUU Ormas) usai acara bedah buku biografinya di Auditorium Langen Palikrama Kantor Pegadaian, Jalan Kramat Raya Nomor 162, Selasa (26/3) petang.

”Itu kan ada dua hal yang tidak mungkin kita melepaskan darinya. Satu, Pancasila sebagai bangsa, yang kedua Islam sebagai agama,” kata pengurus NU yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Muhammadiyah Asli

Ma’ruf mengakui, meskipun hubungan Pancasila dan Islam tak bertentangan, tetap perlu penjabaran yang lebih lanjut tentang titik temu keduanya. ”Nanti akan kita cari rumusannya, Islam sebagai apa, Pancasila sebagai apa,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Menurut dia, RUU Ormas yang kini sedang digodok DPR masih butuh penyempurnaan. Baginya, yang paling prinsip adalah undang-undang ormas nanti tidak represif dan tidak pula terlalu liberal.

”Kita tidak terlalu rigid (kaku) lah soal ini. Baik Islam maupun Pancasila pokoknya harus disatukan menjadi satu bangunan,” pungkasnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam Muhammadiyah Asli

Jumat, 17 November 2017

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Bandung, Muhammadiyah Asli. Semi Final Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Zona Tiga Jabar di Ponpes Sindangsari Al-Jawami Cileunyi Kabupaten Bandung resmi dimulai. Dibuka langsung Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal, seluruh peserta perwakilan asal Garut, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berlomba menjadi yang terbaik.

Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal mengatakan MKK ini kali kedua digelar. Dan ada yang menarik ketika MKK tahun lalu untuk juara kategori Ihya Ulumuddin berasal dari Cianjur namun mewakili Ponpes Lirboyo Jawa Timur.

"Maka Jabar punya lima zona sehingga potensi dari Jabar lebih tergali," katanya, Kamis (18/5).

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini, setelah MKK antar pesantren akan digelar juga MKK "Goes To Campoes". Untuk Jabar dimulai dari Unpad dan ITB.

Ketua PCNU Kabupaten Bandung, KH Asep Jamaludin bersama Pimpinan Ponpes Aljawami, KH Imang Abdul Hamid sangat mengapresiasi dan berharap dari Jabar menang.?

"Kitab Kuning sudah banyak dilupakan. Dengan MKK ini bukti PKB sebagai partainya warga NU," kata KH Asep.?

Muhammadiyah Asli

Zona Jabar Tiga meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kota Cimahi dan Bandung Barat. (Nurjani/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Fragmen, Humor Islam Muhammadiyah Asli

PBNU Tentang Wacana Penghapusan Kolom Agama di KTP

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menentang keras rencana penghapusan kolom agama dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diwacanakan oleh Musdah Mulia, pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam sebuah diskusi di Menteng, Rabu. 



PBNU Tentang Wacana Penghapusan Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tentang Wacana Penghapusan Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tentang Wacana Penghapusan Kolom Agama di KTP

“Kita ambil contoh paling sederhana. Ketika terjadi kecelakaan di mana keluarga korban belum bisa dihubungi, penanganannya di rumah sakit, entah perawatan atau pemulasaran jenazah jika meninggal dunia, harus dilakukan sesuai dengan agama korban. Nah kalau keluarga korban belum bisa dihubungi, petugas mengetahui agama dari mana kalau bukan dari KTP?” tegas Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud di Jakarta, Kamis (19/6/2014). 

Dari uraian yang disampaikannya, Marsudi menegaskan pihaknya menentang keras rencana penghapusan kolom agama dari KTP. “Ini menyangkut kepentingan masyarakat pemegang KTP,” tambahnya. 

Muhammadiyah Asli

Marsudi mengatakan, tidak terdapat korelasi antara kebebasan beragama dengan pencantuman agama di dalam KTP. 

“Undang-undang secara tegas menjamin kebebasan beragama masyarakat, tapi tidak bisa diartikan kebebasan secara liar. Masyarakat harus memilih salah satu agama yang diakui di Indonesia, pilih mana yang sesuai dengan keyakinannya,” pungkas Marsudi.

Muhammadiyah Asli

Kontan pernyataan Musdah dikaitkan dengan posisinya sebagai pendukung Capres-Cawapres Jokowi-JK, bahkan menjadi bagian dari kampanye negatif untuk menyudutkan pasangan ini.

Jokowi sendiri telah membantah apa yang dinyatakan oleh Musdah Mulia tersebut. Menurutnya, pencantuman agama merupakan identitas yang harus melekat dalam diri setiap penduduk Indonesia. 

"Di Pancasila kan sudah jelas, di sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Jadi apapun itu, ya jadi identitas karakter kita," ujar Jokowi di sela-sela kampanye di Slawi, Jawa Tengah, Kamis 19 Juni.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh JK. Kolom tersebut memiliki fungsi dan menjadi cermin kebanggaan bagi si pemeluk agama.

"Menurut saya, semua orang Indonesia bangga dengan agamanya. Kalau bangga kepada agamanya, kenapa kolom agama mesti dihilangkan?" kata Kalla seusai berkunjung ke Pondok Pesantren Ahlushafa Wal-Wafa di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (19/6/2014). (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Olahraga Muhammadiyah Asli

Kamis, 09 November 2017

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Jepara, Muhammadiyah Asli



Sebanyak 34 anak mengikuti kegiatan Khitanan Massal yang diselenggarakan PC GP Ansor Jepara yang berlangsung di Klinik Masyithoh, kompleks gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Senin (18/9). 

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Kegiatan yang diadakan dalam rangka Pra Konfercab PC GP Ansor Jepara XII itu merupakan hasil kerja sama Polres Jepara, PC Muslimat NU, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara. 

Puluhan anak yang mengikuti khitan massal memperoleh sarung, baju koko, peci serta bingkisan dari panitia. Adapun dokter yang mengkhitan langsung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara yang diketuai dr. Triyono dengan didampingi 8 tenaga. 

KH Hayatun Abdullah Hadziq, Ketua PCNU Jepara menyampaikan, GP Ansor tidak hanya organisasi yang diselesai di wacana saja. “Ini bukti bahwa kegiatan khitan seperti ini merupakan kegiatan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” paparnya. 

Polres Jepara juga turut mengapreasi kegiatan tersebut. “Senang dengan kegiatan seperti ini, jika di kemudian hari ada kegiatan yang sama, kami siap membantu,” urai Putu Krisna, Kasatlantas, mewakili Polres Jepara. 

Muhammadiyah Asli

Kusdiyanto, selaku ketua panitia kegiatan menyebutkan khitan massal bisa menjadi salah satu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Sehingga Konfercab Ansor tidak hanya berkutat pada siapa ketua berikutnya namun juga lebih kepada bagaimana kita merumuskan program-program riil untuk masyarakat,” sebut dia. 

Ketua PC GP Ansor Jepara, M. Kholil berharap Ansor mampu menjadi organisasi kepemudaan yang yang konsen pada isu-isu pemecahan permasalahan di masyarakat. 

Muhammadiyah Asli

“Kegiatan sunat massal yang kami lakukan untuk berbaur dan memberikan sedikit manfaat bagi masyarakat Jepara. Juga menjadi inspirasi masyarakat untuk selalu peduli kepada sesame,” pungkas Kholil. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi) 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, PonPes Muhammadiyah Asli

Selasa, 07 November 2017

LTMNU Jombang Data dan Registrasi Masjid

Jombang, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC LTMNU) Jombang, pada Jum’at (31/05) melakukan penyerahan secara simbolik papan nama untuk masjid-masjid yang sudah terdaftar dalam database LTMNU.

Acara yang berlangsung di Dusun Siwalan, Desa Mejoyolosari Gudo tersebut dihadiri oleh hampir semua perwakilan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Jombang. Disamping itu juga tampak hadir Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Mujib Adnan, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH Isrofil Amar, dan Wakil Ketua, H Edy Labib Patriadin.

LTMNU Jombang Data dan Registrasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Jombang Data dan Registrasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Jombang Data dan Registrasi Masjid

Dalam sambutannya, ketua LTMNU Jombang H Ahsan Sutari menyatakan, pendataan masjid-masjid di Jombang sangat penting dilakukan.?

Muhammadiyah Asli

“Papan nama yang dibuat akan diberi nomor registrasi. Jadi masjid-masjid yang dibangun dan dimiliki warga NU tidak akan lagi bisa dikuasai oleh pihak lain,” kata Sutari.

Lebih lanjut, Ahsan Sutari menyampaikan, “LTMNU Jombang disamping melakukan pendataan masjid, juga berupaya memperkuat takmir dalam mengelola masjid, dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada takmir.”

Muhammadiyah Asli

“Kami juga berupaya agar amalan-amalan ciri khas Nahdliyin tetap selalu dijaga di dalam masjid, misalnya pujian sebelum sholat fardlu, membaca usholli saat takbir, membaca qunut, wiridan setelah sholat fardlu, melakukan kegiatan diba’an, tahlilan, manaqiban dan lain-lain,” tambahnya.

Disamping acara penyerahan papan nama, pada pagi itu juga diserahakan bisyaroh bagi operator pendataan masjid-musholla yang dikelola oleh orang-orang NU se-kabupaten Jombang.?

Bisyaroh yang kami berikan tidak seberapa, hanya sebagai ganti transport dan sekedar konsumsi. Jadi bukan apa-apa jika dibandingkan dengan jerih payah para operator,” kata Sutari mengakhiri sambutannya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Bandar Lampung, Muhammadiyah Asli. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 ? Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) resmi dibuka pada Jumat malam (1/4), di Pondok Pesantren Marfaatuddiniyyah Al-Islamiyah Kaliawi Bandar Lampung. ? Meskipun hujan mengguyur sepanjang malam, acara yang secara resmi dibuka Rais Syuriyah PBNU,? ? KH. Ishomuddin ini berlangsung khidmat dengan diawali lantunan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan Syubbanul Wathan dan Mars KMNU oleh para peserta.

Agenda Rakernas yang mengusung tema "Revitalisasi Peran Mahasiswa NU dalam Dakwah di Era Teknologi Guna Memperkuat Pilar-pilar Bangsa" ini dihadiri 58 peserta perwakilan KMNU dari 12 Perguruan Tinggi di Indonesia. Rencananya, ? acara ini akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad, (1-3/4).

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Dalam sambutannya, KH Ahmad Ishomuddin kembali mengingatkan tugas mahasiswa NU untuk menjaga perjuangan nilai-nilai Aswaja, terutama di kampus-kampus yang mulai didominasi oleh aliran-aliran Wahabi dan Salafi. Beliau menjelaskan pilar- pilar yang harus dimiliki seluruh mahasiswa NU untuk merebut kembali dominasi tersebut. ? Pilar- pilar yang dimaksud di antaranya, At-taaruf bi nahdlatil ulama (Mengenal seluk-beluk Nahdlatul Ulama), Al-mujahadah bi Nahdlatil Ulama (Bersungguh-sungguh), As-sobru bi Nahdlatil Ulama ? (sabar dalam berjuang) dan terakhir At-tsiqotu bi nahdlatil ulama (teguh berkeyakinan).

Muhammadiyah Asli

Kiai yang akrab dipanggil Gus Ishom ini mengukapkan keyakinannya yang tinggi bahwa nantinya akan lahir dari kader-kader KMNU ini yang berjuang meneruskan estafet kepemimpinan dan kepengurusan di tubuh NU ke depan.? (Red)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Olahraga, Humor Islam Muhammadiyah Asli

Rabu, 16 Agustus 2017

Gus Dur, Manusia Multideminsi

Judul Novel : Sejuta Hati Untuk Gus Dur, Sebuah Novel dan Memorial

Penulis : Damien Dematra

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Gus Dur, Manusia Multideminsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur, Manusia Multideminsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur, Manusia Multideminsi

Cetakan : I, Januari 2010

Tebal : 384 halaman

Harga : Rp. 45. 000

Muhammadiyah Asli

Peresensi : Mashudi Umar*



Muhammadiyah Asli

Pada saat pemakaman almarhum Gus Dur, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (31/12/2009) mengatakan bahwa, Gus Dur sebagai tokoh beragama Islam telah memberikan inspirasi besar bagi bangsa Indonesia. Pemikiran Gus Dur mengenai keadilan keadamaian dan toleransi sangat dihormati oleh bangsa Indonesia, bahkan seluruh dunia. Gus Dur telah mengajarkan kemajemukan. Gus Dur menurut SBY, adalah Bapak Pluralisme dan Multikulturalisme  Gus Dur menyadarkan sekaligus melembagakan penghormatan kepada kemajemukan ide dan identitas yang bersumber dari perbedaan agama, kepercayaan, etnik, dan kedaerahan.

Kepergian Gus Dur yang begitu cepat sungguh mengejutkan bukan hanya masyarakat Indonesia, tapi juga dunia internasional. Doa senantiasa menggema di jagat republik ini, termasuk dalam pesta malam Tahun Baru 2010 yang lalu dan klimaksnya saat tahlilan ketujuh hari baik di Tebuireng Jombang Jawa Timur dan Ciganjur Jakarta Selatan, belum lagi 40 harinya. Lautan manusia Muslim dan non-Muslim bersatu berkumpul untuk mendoakan guru bangsa, pembela minoritas dan waliyullah menurut masyarakat NU.

Banyak julukan diberikan kepada Gus Dur, tetapi mayoritas orang menyebutnya adalah guru bangsa. Karena ia mengabdikan dirinya demi bangsa. Bangsa yang tetap menjiwai dan dijiwai keanekaragaman. Itulah integritas yang dipertahankan dengan seutuhnya dalam seluruh kehidupannya. Itu terwujud dalam pikiran dan tindakannya hampir dalam semua dimensi eksistensinya.

Dalam komitmennya yang penuh terhadap Indonesia yang plural, Gus Dur muncul sebagai tokoh yang sarat kontroversi. Dia lahir dan besar di tengah suasana keislaman tradisional yang mewataki NU, tetapi di kepalanya berkobar pikiran modern. Bahkan dia dituduh terlalu liberal dalam pikiran tentang keagamaan.

Karier yang dianggap paling kontroversi -dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus ketua umum PBNU- dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Ia juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986 dan 1987.

Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-’aqdi yang diketuai KH As’ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada Muktamar ke-28 di Pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan Ketua Umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4 dalam sebuah drama demokrasi tahun 1999 yang dipilih langsung oleh anggota DPR/MPR RI.

Meskipun sudah menjadi presiden, ke-nyleneh-an Gus Dur tidak hilang, bahkan semakin diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Dahulu, mungkin hanya masyarakat tertentu, khususnya kalangan nahdliyin yang merasakan kontroversi gagasannya. Sekarang seluruh bangsa Indonesia ikut memikirkan kontroversi gagasan yang dilontarkan oleh Gus Dur, ”gitu aja koq repot.”

Di sisi yang lain, catatan perjalanan karier Gus Dur adalah membentuk dan menjadi ketua Forum Demokrasi (Fordem) untuk masa bakti 1991-1999, dengan sejumlah anggota yang terdiri dari berbagai kalangan, khususnya kalangan nasionalis dan non-Muslim. Sebagai tokoh agama (NU), Gus Dur justru menolak masuk dalam organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dibentuk atas kehendak Presiden Sueharto. Tidak hanya menolak, Gus Dur bahkan menuduh organisai kaum ‘elit Islam’ tersebut dengan organisasi sektarian.

Gus Dur juga memperlakukan kelompok-kelompok minoritas, terutama mereka yang tertindas, sebagai warga negara yang mempunyai hak sama di depan hukum. Tatkala menjadi Presiden ke-4 RI, Gus Dur juga memulihkan hak politik etnis Tionghoa. Gus Dur selalu menegaskan bahwa kelompok minoritas mempunyai hak sipil-politik ataupun hak ekonomi, sosial, dan budaya yang sama dengan hak-hak kelompok ”pribumi”. Eksistensi mereka dilindungi oleh konstitusi. Dalam hal ini, pemikiran tentang pluralisme sejalan dengan spirit demokrasi, bahkan makin memperkukuh. Keduanya tidak bertentangan, bahkan saling menguatkan dan melengkapi.

Gus Dur ingin membangun Indonesia baru yang damai tanpa prasangka dan bebas dari kebencian. Untuk itu, masa lalu yang kejam, kelam, serta tidak toleran harus diputus. Partisipasi masyarakat mesti dibangun, yang lemah tidak ditinggalkan. Dengan kesetiakawanan yang luas dan menyeluruh itu kita baru bisa membangun Indonesia yang kuat. Untuk itu Gus Dur tidak keberatan untuk meminta maaf kepada korban 1965 yang diserang oleh Banser NU. Meskipun Gus Dur mengatakan bahwa ia juga memiliki kerabat yang terbunuh dalam peristiwa Madiun 1948. Namun, balas dendam itu tidak ada gunanya dilanjutkan. Kita tidak akan mampu mewujudkan rekonsiliasi tanpa menghilangkan stigma atau kecurigaan terhadap suatu kelompok.

Novel bertajuk, “Sejuta Hati Untuk Gus Dur” adalah karya kreatif Damien Dematra, seorang novelis, sutradara dan pelukis yang diadapatasi dari skenario film Gus Dur: The More, yang awalnya direncanakan akan diputar di bioskop-bioskop Indonesia untuk menyambut ulang tahun Gus Dur yang ke-70 pada bulan Agustus 2010. Namun berpulangnya sang tokoh pluralisme pada Sang Pencipta sangat mengejutkan semua pihak. Sehingga Damien, penulis novel, langsung banting setir dan spontan untuk menyelesaikan novel ini dalam waktu yang sangat singkat yaitu tiga hari tiga malam.

Dalam novel ini, Damien mengajak pembaca untuk menyelami kehidupan seorang Gus Dur dari sebelum kelahirannya hingga akhir hayatnya. Juga sebuah kisah kehidupan anak manusia yang sungguh besar jasanya bagi bangsa dan kemanusiaan. Sungguh sulit menemukan tokoh seperti Gus Dur di Indonesia dalam 100 tahun mendatang. Menariknya lagi, novel ini dilengkapi dengan wawancara esklusif dengan Ibu Shinta Nuriyah Wahid beserta putri-putri Gus Dur.

Tidaklah berlebihan, Ahmad Syafii Ma’arif (Mantan Ketua Umum PP. Muhammadiyah) mengomentari Gus Dur dalam novel ini, ”Abdurrahman Wahid telah berangkat menghadap penciptanya untuk waktu tak terbatas. Bangsa ini telah kehilangan pahlawan humanis yang tidak mudah dicari penggantinya. Dengan novel ini, kenangan manis terhadap sahabat kita ini akan terus hidup dan segar dalam lipatan kurun yang panjang.”

*Peresensi Adalah Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Cabang Probolinggo Jawa TimurDari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Syariah Muhammadiyah Asli

Minggu, 02 Juli 2017

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama

Subang, Muhammadiyah Asli - Gerakan takfiri yang menuduh bahwa selain kelompoknya adalah kafir dinilai sebagai gerakan yang tidak murni gerakan agama tetapi ditunggangi gerakan politik. Dalam gerakan takfiri itu terdapat muatan politik yang ingin merebut kekuasaan yang sah.

"Ternyata gerakan takfiri ini ujung-ujungnya hormat bendera haram, pemerintah itu thaghut, Pancasila thaghut, tentara dan polisi thagut dan seterusnya sehingga pemerintahan yang ada sekarang harus digulingkan," kata Ketua MWCNU Cipeundeuy Kabupaten Subang KH Asep Zarkasih dalam pengajian walimatul arsy di Subang. Sabtu (16/9) malam.

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama

Ditambahkan, jika takfiri ini murni gerakan agama tentu saja akan mengusung nilai-nilai akhlak karena akhlak merupakan bagian penting yang tidak bisa lepas dari ajaran agama Islam. Dalam kisah Nabi Muhammad pun sudah banyak diceritakan tentang keluhuran akhlak Rasulullah dalam berdakwah.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, kata dia, ajaran Islam yang cocok diterapkan di bumi Nusantara adalah ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah (aswaja) karena ajaran Aswaja telah terbukti berhasil menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, adat dan suku bangsa dan bahasa.

Muhammadiyah Asli

"Organisasi yang membentengi ajaran Ahlussunah wal Jamaah di Indonesia adalah NU," ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam berdakwah NU selalu mengedepankan akhlakul karimah sehingga NU bisa berdampingan dengan siapa pun dan kelompok mana pun termasuk dengan kelompok takfiri. Hanya saja kelompok ini selalu menganggap dan menuduh kafir kepada ajaran dan amaliah NU sehingga tuduhan-tuduhan miring yang dialamatkan kepada NU tersebut perlu diluruskan dan diklarifikasi. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam Muhammadiyah Asli

Jumat, 23 Juni 2017

Tradisi Menjaga Kebugaran Jasmani di Macau

"Sudah delapan kilometer, Ustadz," kata saya kepada Ustadz Muhandis. Angka yang saya sebutkan ialah jarak yang kami tempuh dengan berjalan kaki menyusuri jalan-jalan Kota Macau, Kamis, 14 Juni 2017 lalu.?

Walaupun begitu, anehnya tak ada rasa haus yang menerpa. Juga di sekeliling kami banyak sekali warung makan yang buka.

Soal jalan kaki, memang salah satu pemandangan yang lumrah terlihat ialah senangnya masyarakat baik Hong Kong maupun Macau berjalan kaki. Ini sudah menjadi life style.

Tradisi Menjaga Kebugaran Jasmani di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Menjaga Kebugaran Jasmani di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Menjaga Kebugaran Jasmani di Macau

?

Gaya berjalan kaki juga menjadi ciri masyarakat di negara-negara maju. Saya akui di tanah air memang bukan orang yang suka berjalan kaki jauh, lebih senang mengandalkan sepeda motor ataupun mobil, apalagi sedang trend di Indonesia menggunakan jasa angkutan online. Di Macau saya terbiasa berjalan kaki rata-rata 6-8 kilometer per hari. Inilah salah satu dampak baik melancong ke negeri orang.

Muhammadiyah Asli

Terbayang ketika orangtua kita dulu tak pernah mengandalkan peta digital atau internet, ke mana-mana berjalan kaki. Akibatnya tubuh jadi lebih sehat dan ingatan juga kuat. Rasanya kita terlalu mengandalkan gadget atau alat sehingga malas mengingat.

Dan berjalan kaki ialah salah satu obat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Bagaimana kita bisa merasakan tiap jengkal tanah dengan langkah kaki sendiri. Betapa mahalnya—bukan hanya dalam arti harga namun nilai—sebuah tanah milik kita, yang kita pijak dengan kaki sendiri. Tanyakanlah pada anak negeri yang berpencar ke ragam negara, bumi Nusantara pasti selalu punya makna yang istimewa dalam hatinya.

Spot-spot publik di Macau biasanya menyediakan ruang khusus untuk berolahraga, taman bermain anak serta track untuk berjalan santai ataupun berlari. Banyak warga Macau yang berlari di sore hari, mulai dari remaja, dewasa bahkan kakek-kakek yang bertelanjang dada namun terlihat bugar dan bersemangat. Tak jarang pula nampak ibu-ibu ataupun para nenek yang terlihat seperti mengeluarkan jurus-jurus tai chi seperti di Taman Guia Hill.

Berjalan kaki bukan hanya menguntungkan secara jasmani. Bila ditujukan ke masjid misalnya akan memiliki nilai yang tinggi di hadapan Allah swt. Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekali memberikan kabar gembira terkait orang yang berjalan menuju masjid. Dari adanya pengangkatan derajat setiap langkah, penghapusan dosa, serta pemberian cahaya di hari kiamat nanti.

Muhammadiyah Asli

Dari Ubay bin Ka’ab RA, beliau berkata, “Ada seseorang laki-laki yang sepengetahuanku rumahnya paling jauh dari masjid. Dia tak pernah melewatkan shalat (di masjid). Ada seseorang yang mengatakan padanya, ‘Tidakkah sebaiknya engkau membeli keledai yang bisa engkau tunggangi di masa gelap dan di saat panas.’ Orang tersebut menyatakan, ‘Aku tidak suka rumahku di samping masjid. Aku ingin tercatat (pahala) langkah kakiku menuju masjid dan langkah kakiku ketika kembali (dari masjid) ke keluargaku. Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah telah menggabungkan (kedua pahala untuk berangkat dan pulang) bagimu seluruhnya.” (HR. Muslim)

Salah satu yang tak kalah unik di Macau ialah berjejernya alat-alat fitnes secara terbuka di ruang publik, dan bisa dikatakan cukup lengkap, mulai yang digunakan untuk melatih otot bisep dan trisep, otot paha, otot dada, melatih keseimbangan. Melihat itu, saya mengira alat bermain anak karena warnanya yang mencolok kuning dan merah.?

"Kita coba, Ustadz," ajak saya kepada Ustad Muhandis.

?

Saya lihat masyarakat bisa dengan bebas menggunakan alat-alat itu kapan pun. Pemerintah amat perhatian terhadap kesehatan fisik warganya, dan warganya juga bisa menjaga fasilitas yang bermanfaat ini.

Gaya hidup sehat ialah gaya hidup yang Islami, dan terkadang kita menemukannya justru di negeri yang penduduknya mayoritas non-Muslim. Namun demikian, kita dianjurkan untuk berupaya dan memohon al-afiyah, di mana kesehatan dalam Islam mencakup cageur bageur atau lahir bathin.

Saepuloh, anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau. Kegiatan ini bekerjasama dengan LAZISNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Pahlawan, Humor Islam Muhammadiyah Asli

Jumat, 05 Mei 2017

Kemenag Sidoarjo Siap Berangkatkan 1820 Calon Jemaah Haji

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Calon jamaah haji yang akan diberangkatkan oleh Kementrian Agama Kabupaten Sidoarjo tahun 2016 sekitar 1820 orang. Pemberangkatan tersebut dibagi menjadi empat kloter.

Kemenag Sidoarjo Siap Berangkatkan 1820 Calon Jemaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Sidoarjo Siap Berangkatkan 1820 Calon Jemaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Sidoarjo Siap Berangkatkan 1820 Calon Jemaah Haji

"Insya Allah pemberangkatan haji tahun ini pada tanggal 20 dan 21 Agustus mendatang. Mudah-mudahan tidak berubah," kata Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh, Moh Arwani, Selasa (19/7).

Ia menjelaskan, hingga hari ini untuk Sidoarjo yang sudah melunasi pembayaran sekitar 1820 orang. Pembayaran tersebut terperinci sebagai berikut, untuk tahap pertama sekitar 1665 orang, tahap kedua sekitar 118.

"Untuk tim pemandu haji daerah sekitar 19 orang. Estimasi cadangan lunas yang masuk tahun 2016 sekitar 18 orang," jelasnya.

Sementara itu menurut Kepala Kementrian Agama Kabupaten Sidoarjo, Achmad Rofii menegaskan, bagi calon jamaah haji yang hendak berangkat tapi meninggal dunia, semua pembayarannya dikembalikan, namun sebelumnya yang bersangkutan sudah melunasi pembayarannya.

Muhammadiyah Asli

"Bagi calon jamaah haji yang belum meninggal dan belum mendapatkan surat perintah masuk asrama, maka itu akan dikembalikan penuh biaya yang sudah disetorkan sejumlah biaya yang disetorkan. Karena belum masuk asuransi dan belum berangkat. Kecuali sudah berangkat, sekalipun baru masuk asrama haji itu akan dijamin oleh asuransi haji," kata Rofii.

Muhammadiyah Asli

Ia menambahkan, untuk pemasporan pemberangkatan calon jamaah haji Sidoarjo sudah selesai 100 persen dan siap diberangkatkan. Sedangkan untuk pemasporan cadangan sekitar 18 orang akan selesai dalam waktu dekat ini. Dan yang masuk bangku cadangan itu harus siap diberangkatkan di seluh kloter kabupaten/kota di Jawa Timur. Karena 18 orang itu berada pada posisi terakhir yang telah disiapkan.

"Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan tugas dengan baik, tinggal yang cadangan dan insya Allah dalam waktu sekitar 5 hari sudah selesai," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam Muhammadiyah Asli

Minggu, 30 April 2017

Awalnya Facebook, Lalu Ziarah Makam Gus Dur Bareng

Jepara, Muhammadiyah Asli. Satu grup di Facebook yang berjuluk Ngomong Politik (Ngompol) Jepara tidak ketinggalan memperingati 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Melalui jejaring Facebook, mereka mengkoordinir anggota untuk menziarahi makam Gus Dur di komplek pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu-Ahad (6-7/10).?

Awalnya Facebook, Lalu Ziarah Makam Gus Dur Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Awalnya Facebook, Lalu Ziarah Makam Gus Dur Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Awalnya Facebook, Lalu Ziarah Makam Gus Dur Bareng

Selain makam Gus Dur rombongan yang berjumlah puluhan orang juga menziarahi Sultan Hadirin, Raden Abdul Jalil (Jepara), Sayyid Jafar Shadiq (Sunan Kudus), Maulana Ibrahim Asmara Qandi (Ayah Sunan Ampel) dan Raden Rahmat (Sunan Ampel).?

Muhammadiyah Asli

Badiul Hadi, ketua panitia sekaligus deputi direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Jepara didampingi Ahmad N Huda mengatakan kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati 1000 hari Gus Dur. ? ?

Muhammadiyah Asli

“Atas nama panitia kami mohon maaf karena pada saat hari H banyak yang membatalkan diri sehingga beberapa kursi tidak terisi,” paparnya.?

H Abdul Kohar penggagas kegiatan mengungkapkan perjalanan ziarah sepenuhnya ditanggung H Abdul Wachid, mantan wakil ketua PP LPPNU. “Waktu itu beliau tanya agenda peringatan 1000 hari Gus Dur di Jepara kemudian saya share di grup Ngompol alhasil ziarah disepakati,” ungkapnya.?

Setelah disepakati, tambah ketua Kadin Jepara, H Wachid mem-back-up ongkos perjalanan menuju Jawa Timur. Biaya yang lain lanjutnya ditanggung penumpang sendiri.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam?

Kontributor: Syaiful Mustaqim ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock