Jumat, 17 November 2017

PBNU Tentang Wacana Penghapusan Kolom Agama di KTP

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menentang keras rencana penghapusan kolom agama dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diwacanakan oleh Musdah Mulia, pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam sebuah diskusi di Menteng, Rabu. 



PBNU Tentang Wacana Penghapusan Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tentang Wacana Penghapusan Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tentang Wacana Penghapusan Kolom Agama di KTP

“Kita ambil contoh paling sederhana. Ketika terjadi kecelakaan di mana keluarga korban belum bisa dihubungi, penanganannya di rumah sakit, entah perawatan atau pemulasaran jenazah jika meninggal dunia, harus dilakukan sesuai dengan agama korban. Nah kalau keluarga korban belum bisa dihubungi, petugas mengetahui agama dari mana kalau bukan dari KTP?” tegas Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud di Jakarta, Kamis (19/6/2014). 

Dari uraian yang disampaikannya, Marsudi menegaskan pihaknya menentang keras rencana penghapusan kolom agama dari KTP. “Ini menyangkut kepentingan masyarakat pemegang KTP,” tambahnya. 

Muhammadiyah Asli

Marsudi mengatakan, tidak terdapat korelasi antara kebebasan beragama dengan pencantuman agama di dalam KTP. 

“Undang-undang secara tegas menjamin kebebasan beragama masyarakat, tapi tidak bisa diartikan kebebasan secara liar. Masyarakat harus memilih salah satu agama yang diakui di Indonesia, pilih mana yang sesuai dengan keyakinannya,” pungkas Marsudi.

Muhammadiyah Asli

Kontan pernyataan Musdah dikaitkan dengan posisinya sebagai pendukung Capres-Cawapres Jokowi-JK, bahkan menjadi bagian dari kampanye negatif untuk menyudutkan pasangan ini.

Jokowi sendiri telah membantah apa yang dinyatakan oleh Musdah Mulia tersebut. Menurutnya, pencantuman agama merupakan identitas yang harus melekat dalam diri setiap penduduk Indonesia. 

"Di Pancasila kan sudah jelas, di sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Jadi apapun itu, ya jadi identitas karakter kita," ujar Jokowi di sela-sela kampanye di Slawi, Jawa Tengah, Kamis 19 Juni.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh JK. Kolom tersebut memiliki fungsi dan menjadi cermin kebanggaan bagi si pemeluk agama.

"Menurut saya, semua orang Indonesia bangga dengan agamanya. Kalau bangga kepada agamanya, kenapa kolom agama mesti dihilangkan?" kata Kalla seusai berkunjung ke Pondok Pesantren Ahlushafa Wal-Wafa di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (19/6/2014). (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Olahraga Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. PBNU Tentang Wacana Penghapusan Kolom Agama di KTP di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock