Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan

Bondowoso, Muhammadiyah Asli



Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, berbuka puasa bersama yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional dengan anak-anak yatim piatu merupakan bentuk perhatian dari orang tua kepada anaknya. 

Hal ini, menurut dia, sesuai dengan perintah Allah. "Orang yang shalat, tapi tidak peduli kepada lingkunganya, adalah orang yang beragama bohong-bohongan,” kata bupati sembari membaca Surat Al-Maun.

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan

Menurut Amin, orang seperti itu, kelihatan luarnya seperti orang beragama. Namun, sebetulnya di dalam hatinya tidak ada nilai-nilai keagaman karena tidak peduli dengan lingkungan.

“Kepada yatim tidak peduli, kepada orang miskin tidak peduli, kepada orang memerlukan pertolongan tidak peduli, sehat-sehat sendiri, kenyang-kenyang sendiri; itu adalah orang sekalipun beragama, kata Allah, bohong-bohongan alias hanya luarnya saja tampak beragama, tapi tidak,” jelasnya. 

Dalam kesempatan itu BAZNAS kabupaten Bondowoso berbagi keberkahan Ramadhan dengan memberikan santunan kepada 1018 anak di Bondowoso. Santunan disampaikan secara simbolis kepada 12 anak oleh H. Amin Said Husni didampingi Ketua Baznas Bondowoso KH Salwa Arifin. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Santri, Hikmah, Ulama Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol

Subang, Muhammadiyah Asli?

Untuk menghormati jasa para pahlawan, puluhan massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cidongkol, Subang, Kamis (10/11).

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol

Dalam aksinya, massa PMII yang tiba di TMP Cidongkol sekitar pukul 09.00 tersebut sontak menjadi perhatian sejumlah pejabat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Subang yang telah menggelar upacara hari pahlawan di tempat tersebut.

Setiba di lokasi, mereka yang menggunakan almamater serba biru tersebut melakukan renungan, doa bersama, pembacaan puisi dan orasi kebangsaan secara bergantian.

"Hari ini kita mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Mudah-mudahan mereka mendapatkan tempat yang layak dihadapan-Nya," ujar Ketua PMII Kabupaten Subang, Toto Taufiq Munajat.

Dikatakan, dengan refleksi Hari Pahlawan ini, bisa menambah wawasan kebangsaan bagi para penerus negeri yang dalam konteks hari ini sudah mulai runtuh akan semangat nasionalisme diantara para generasi muda.

Muhammadiyah Asli

"Merebut dan mendirikan negara ini susah. Tapi mempertahankan dan mengisi kemerdekaan jauh lebih susah. Karena generasi muda hari ini sudah mulai terkontaminasi budaya-budaya barat yang merusak," tegasnya.

Dirinya berharap agar dengan memperingati hari pahlawan ini, semangat nasionalisme dan cinta tanah air semakin menggelora dikalangan anak-anak bangsa.

Muhammadiyah Asli

"Mari kita belajar akan sebuah perjuangan yang telah ditorehkan oleh para pendahulu kita. Dan kita wajib untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bisa memberikan kontribusi positif untuk kemajuan negeri," pungkasnya.

Setelah melaksanakan doa bersama, puluhan massa PMII tersebut melakukan tabur bunga di salah satu makam yang ada di TMP Cidongkol yang ? kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Santri, Quote Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin memaparkan Islam Nusantara atau Ahlussunah wal Jamaah An-Nadliyah di Forum Tashwirul Afkar, berlangsung di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat sore (18/9). Ia menyampaikan hal itu mulai dari cara berpikir, gerakan, muamalah, dan amaliyahnya.

Menurut dia, berdasarkan cara berpikir, Islam Nusantara tidak tekstualis, tidak liberalis, dan tidak radikalis. Ia mengambil contoh yang radikalis itu tidak proporsioanal. Contohnya istilahh jihad. Jihad bagi mereka dimaknai perang, padahal dalam kata jihad, mengandung makna islah (perbaikan).

Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara

“Mereka itu memperhatikan ayat-ayat keras. Ayat damai itu tidak. Mereka tidak proporsional kapan menggunakan ayat lunak dan kapan menggunakan ayat keras,” ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Cara berpikir mereka (Islam radikalis, red.) adalah ketika tidak ada nashnya, maka disebut bukan Islam. Kemudian dianggap bid’ah. Bid’ahnya dlolalah. Dan bid’ahnya dlolalah tempatnya di neraka.

Muhammadiyah Asli

Padahal halal bihalal itu barang baru. Tidak ada nashnya dan tak ada di Arab. Tapi dilakukan muslim Indonesia. “Inilah Islam Nusantara,” katanya di hadapan peserta diskusi yang rata-rata anak muda NU tersebut.  

Jadi, kata dia, cara berpikir islam Nusntara adalah ketika sesuatu tidak menyimpang dari nash tidak, berifat baik dan maslahat maka boleh digunakan.  “Landasan ukurannya ada larangan tidak dalam nash? Ini cara berpikir NU.”

Dengan cara berpikir seperti itu, maka tumbuhlah kreativitas, ide dan gagasan. Serta memberi peluang terhadap pemikiran budaya untuk tumbuh, baik budaya lokal maupun global. “Syekh Nawawi Al-Bantani mengomentari haul sebagai tradisi orang Jawa itu nggak apa-apa. Tidak ditolak,” ungkapnya.  

Tapi ia menyebut juga, bahwa Islam Nusantara juga tidak liberal. Islam Nusanatara harus berada pada cara berpikir Aqidah Asy’ariya, berdasarakan Qanun Asasi pendiri-pendiri NU. “Ada tashwirul afkar. Perlu juga ada taswiyatul afkar (pemurnian pemikiran). Ini tugasnya Syuriyah,” lanjutnya.

Ia kemudian menyingkat penjelasannya, bahwa Islam Nusantara tidak radikal, tidak liberal, tapi dinamnis (tidak jumud).

Dari sisi harakahnya (gerakan), Islam Nusantara adalah gerakan perbaikan “Ini harus dijadikan dasar gerakan. Karena harakatul ulama (gerakan ulama) adalah memperbaiki umat. Gerakan NU adalah agama dan kemasyarakatan, ekonomi, politik, budaya, bukan hanya masalah keagamaan.

“Kita harus melahirkanbkonsep politik, budaya, kemasyarakatan dari fikrah nahdliyah itu. Ekonominya. Cara bergeraknya soft (lembut). Tidak keras, tidak kasar, kesukarelaan, tidak main paksa. Tidak ego dan fanatik,” jelasnya.

Sementara ketiga dari sisi muamalahnya. Ini adalah mengatur pergaulan sesama NU, sesama Islam, sesama warga negara dan sesama umat manusia. Dalam pergaulan tersebut, Islam Nusantara saling mengasihi dan menyayangi walaupun dengan orang berbeda agama.

Keempat dari sisi amaliyahnya. Islam Nusantara mengamalkan shalawat, istighotsah, maulidan, tahlilan, slametan, memperingati maulid Nabi, memperingati Isra Mi’raj dan lain-lain.

“Islam Nusantara huwa (adalah, red.) Islam Ahlussunah wal Jamaah. Diganti cashingnya supaya menarik. Dan ternyata menarik. Ganti cashing saja ribut,” kata cicit Syekh Nawawi Al-Bantani ini disambut tawa hadirin.

Hadir pada kesempatan tersebut, narasumber lain Pengurus PCINU Amerika Serikat Akhmad Sahal, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Masduki Baidlowi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri Muhammadiyah Asli

Selasa, 23 Januari 2018

Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari

Sudah menjadi semacam tradisi yang turun temurun sampai sekarang, pada bulan Ramadhan di beberapa pesantren besar ramai didatangi orang-orang untuk ikut mengaji kitab tertentu. Tradisi ini dalam kalangan pesantren, biasa disebut ngaji pasanan atau pasaran.

Tak terkecuali pesantren besar macam Tebuireng Jombang, sejak zaman dahulu, ketika bulan Puasa tiba, para santri dari berbagai pelosok Tanah Air berduyun-duyun ke Tebuireng untuk ikut mengaji kitab Shahih Bukhari kepada Hadratussyaikh, KH Hasyim Asy’ari, yang memang juga dikenal sebagai salah seorang ulama ahli hadits.

Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari

Salah satu tokoh NU dan mantan Menteri Agama RI, KH Saifuddin Zuhri, mengatakan bahwa ketika KH Hasyim Asy’ari membaca kitab Shahih Bukhari, membaca dengan cermat tetapi cepat, seolah sedang membaca kitab karangannya sendiri.

“Orang yang pernah melihat sendiri, cara Hadratussyaikh membaca Al-Bukhari mengatakan bahwa beliau sebenarnya telah hafal seluruh isi kitab ini. Seolah-olah sedang membaca kitab karangannya sendiri!” (Zuhri, 1974 : 152)

Aboebakar Atjeh dalam buku Sejarah Hidup KH. A. Wahid Hasyim (2015) mepaparkan sedikit gambaran suasana ngaji pasanan di Tebuireng kala Hadratussyaikh masih hidup. Menurut dia, pada zaman itu, lumrahnya di Bulan Ramadhan pesantren menjadi sepi, sebab para santri diliburkan untuk diberikan kesempatan pulang ke kampungnya masing-masing.

Namun, sebaliknya di Tebuireng, suasana justru bertambah ramai, karena kedatangan oleh para santri yang ingin menghabiskan Ramadhan bersama sang guru tercinta.

Muhammadiyah Asli

“Ia (Hadratussyaikh, red) selama bulan puasa memberi kuliah istimewa mengenai ilmu hadist karangan Al-Bukhari dan Muslim. Kedua kitab hadist yang penting ini harus khatam dalam sebulan puasa itu dan oleh karena itu, jadilah bulan ini suatu bulan yang penting bagi kiai-kiai bekas muridnya di seluruh Jawa. Dalam bulan puasa, bekas murid-muridnya yang sudah memimpin pesantren di mana-mana, biasanya memerlukan datang tetirah ke Tebuireng, tidak saja untuk melanjutkan hubungan silaturahmi dengan gurunya, tetapi juga untuk mengikuti seluruh kuliah istimewa mengenai hadist Al-Bukhari dan Muslim guna mengambil berkah atau tabaruk,” (Atjeh, 105-106).

Pengajian tersebut biasanya diselenggarakan di pendopo masjid. Tempat ini dalam kesehariannya juga digunakan untuk mengajar para santri. Biasanya beliau mengajar bahkan sampai tengah malam. Sebagai tempat duduk, digunakan alas sepotong kasur yang ditutupi dengan sepotong tikar atau sepotong kulit biri-biri, dan di sampingnya terdapat sebuah bangku untuk meletakkan beberapa kitab.

Sampai sekarang, tradisi pengajian Kitab Shahih Al-Bukhari di Tebuireng pada bulan Ramadhan masih berjalan. Setelah Hadratusyaikh wafat, pengajian ini dilanjutkan oleh Kiai Idris Kamali dan Kiai Syamsuri, dan kemudian dilanjutkan Gus Ishom Hadzik. Sempat vakum beberapa tahun, akhirnya dari berbagai pertimbangan ditunjukklah Kiai Habib Ahmad, seorang alumni pondok Tebuireng, yang pernah mendapatkan ijazah kitab ini dari Kiai Syamsuri.? (Ajie Najmuddin)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Olahraga, Santri Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3)

Madinah, Muhammadiyah Asli. Sejurus kemudian semuanya hening, tanpa suara. Seorang demi seorang, kerumunan mulai mengundurkan diri. Orang-orang mulai kembali ke jalanan beton ketika, mungkin beberapa anggaota keluarga jenazah yang baru saja dikubur, mulai menghitung-hitung dan menandai lokasi makam baru tersebut. Beberapa di antara mereka menunjuk-nunjuk dan menghitung jendela hotel terdekat tertentu yang posisinya lurus dengan makam tersebut. Sebagian yang lainnya menghitung celah dan urutan makam dari jalan beton.   



Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3)

Setelah puas mengitung, beberapa orang naik ke jalan berbeton dan kembali terjadi kerumunan berjubel di dalam gelap. Ya kondisi gelap, meski sebenarnya mata sudah mulai terbiassa dengan kegelapan. Lampu dua mobil yang berada di jalan rupanya telah dimatikan. Tinggal sebuah lampu yang diletakkan pada tiang di dekat liang pemakaman. Lampu ini tetap menyala, mungkin untuk menolong para pelayat agar tidak terperosok ke lubang-lubang lain di sekitar lubang yang baru saja ditimbuni tadi.

Ya, pihak pengelola makam memang telah menyiapkan banyak lubang di beberapa blok, sebelum ada orang meninggal. Sangat mungkin penyiapan banyak lobang ini dikarenakan hampir setiap waktu sholat, terutama di Musim haji, selalu ada jenazah yang di kubur di pemakaman baqi ini. Seperti juga para pekerja cleaning service di Masjid Nabawi yang bukan dari warga negara Arab Saudi, maka demikian pun untuk pekerjaan penggali makam ini, nampak di bawah sorot lampu, kebanyakan mereka berwajah dan kulit muka seperti orang-orang Bangladesh. Merekalah yang sangat mungkin mengerjakan pekerjaan-pekerjaan penggalian makam ini.

Muhammadiyah Asli

Tentu ini berbeda dengan budaya orang Jawa yang akan mengatakannya sebagai "Ngalup" (seolah mendoakan kematian pada seseorang), jika kita siapkan lobang pemakamannya sebelum yang bersangkutan meninggal dunia. Sekedar catatan, orang Cina juga memiliki budaya menyiapkan lobang lahat bagi keluarga yang masih hidup. Rupanya, karena menghindari lubang-lubang yang ditutup dengan kayu triplek inilah, para peziarah berjalan zig-zag ketika turun tari jalan beton tadi.

Muhammadiyah Asli

Saya pun akhirnya penasaran, ada apa di tengah kerumunan berjubel dalam gelap tersebut. Setelah berusaha mendekat, maka semuanya menjadi jelas. Ternyata para pelayat sedang antri berpeluk-pelukan bergantian dengan keluarga yang kini berbaris di jalanan beton. Para pelayat yang sudah berpelukan dan saling mengucapkan pesan kesabaran segera meninggalkan lokasi, dan kembali berjalan pulang.

Setelah memperhatikan agak lama, rupanya banyak pula orang yang sekedar bersalaman. Mungkin mereka tidak saling kenal, bahkan mungkin juga orang yang tidak kenal siapa jenazah yang baru saja dikuburkan dan siapa keluarganya, mungkin kira-kira seperti saya. Maka saya pun segera mengambil sikap yang sama. masuk ke dalam antrian dan bersalaman dengan keluarga. Ya sekedar bersalaman, saya juga tidak pernah mengenal siapa yang baru saja turut saya iringkan untuk dikebumikan dan siapa pula keluarganya.

Dalam perjalanan pulang seusai bersalaman, saya mencoba mengamati sekeliling. Bagaimana sebenarnya kondisi Makam yang sangat terkenal ini. Makam yang memeluk nyaman mereka yang telah sejak pertama dimakamkan. Menurut ceritanya, orang yang pertama dimakamkan di sini adalah ‘Utsman bin Mazh‘un, seorang sahabat dari kalangan Muhajirun yang terkenal saleh dan hidup sederhana, yang meninggal dunia pada 5 H/626 M. Sedangkan Ibrahim, putra pasangan suami-istri Rasul Saw. dan Mariyah Al-Qibthiyyah yang berasal dari Mesir, adalah orang kedua yang dimakamkan di sini.

Di makam ini pula terdapat makam para istri Rasul Saw: Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq, Saudah binti Zam‘ah, Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah binti Abu Umayyah, Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah binti Abu Sufyan, dan Shafiyyah binti Huyai. Sedangkan keluarga beliau yang dikebumikan di sini, selain putra-putri beliau, antara lain Abbas bin Abdul Muththalib, Hasan bin Ali, dan Ali Zainal Abidin.

Sementara di antara para sahabat yang dimakamkan di sini ialah Utsman bin Affan, Abdullah bin Mas‘ud, Abdurrahman bin Auf, dan Saad bin Abu Waqqash. Di antara Imam empat mazhab, hanya Malik bin Anas yang dimakamkan di sini.

Namun jangan pernah Anda membayangkan dapat melihat nisan-nisan mereka semua, bahkan salah satu di antara nissan mereka. Kini sejauh mata memandang di seluruh tanah makam seluas 174.962 meter persegi dengan dikitari dinding setinggi empat meter sepanjang 1.724 meter ini, hanya ada gundukan dengan sepasang nisan dari batu, tanpa nama.

Sekarang ini siapa pun yang meninggal di Madinah dimakamkan di sini termasuk jamaah umrah dan haji dari berbagai negara. Tetap dengan ketentuan yang sama, hanya ada nisan dari batu, sekali lagi tanpa nama. (min/bersambung/Laporan Langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi)  Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, IMNU, Santri Muhammadiyah Asli

Sabtu, 20 Januari 2018

IPNU Jatim: Berita Hoax Rugikan Dunia Pendidikan

Surabaya, Muhammadiyah Asli - Gempuran informasi yang kian tak terbendung akhir-akhir ini jamak menimbulkan kebingungan masyarakat. Kenyataan ini diperparah dengan penetrasi ponsel pintar dan media sosial sehingga berita palsu alias hoax kian tak bisa dihindari.

Hal ini disampaikan Ketua PW Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jatim Haikal di Kantor IPNU Jatim, Jum’at (13/1).

IPNU Jatim: Berita Hoax Rugikan Dunia Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim: Berita Hoax Rugikan Dunia Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim: Berita Hoax Rugikan Dunia Pendidikan

Informasi menyesatkan banyak beredar melalui aneka jalur digital, termasuk situs online yang tidak jelas identitasnya. Kalau tidak hati-hati, netizen bisa termakan tipuan hoax, atau bahkan ikut menyebarkan informasi palsu yang boleh jadi sangat merugikan banyak pihak dan menimbulkan fitnah.

Hal ini mendorong PW IPNU Jawa Timur menginisiasi deklarasi pelajar anti-hoax. Acara ini rencananya akan diselenggarakan di Dinas Ketenaga Kerjaan Kabupaten Madiun, Sabtu (14/1).

Muhammadiyah Asli

Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh seluruh utusan pimpinan cabang IPNU se-Jawa Timur. Pertemuan ini akan menjadi semakin penting karena juga dihadiri oleh utusan sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur.

Muhammadiyah Asli

Haikal menegaskan, acara ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen sekaligus keprihatinan pada pelajar dan remaja yang akhir-akhir ini banyak menjadi korban berita palsu.

Menurutnya, hal ini sangat merugikan dunia pendidikan karena kebanyakan berita palsu berisi hal-hal yang tidak mendidik.

“Kita punya kesadaran literasi yang sangat kurang, sehingga even ini (deklarasi, red) semoga bisa meningkatkan kecerdasan dalam memverifikasi apapun yang dibaca di media sosial atau situs online,” kata Haikal di Kantor IPNU Jatim.

Acara yang dikemas dengan pembacaan deklarasi bersama ini juga akan dihadiri oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim, Kominfo Jatim, LTN NU Jatim, dan beberapa media regional di Jawa Timur. (EK/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri Muhammadiyah Asli

Jumat, 19 Januari 2018

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Jerusalem, Muhammadiyah Asli. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Rabu (14/2) melakukan kunjungan ke Turki untuk membahas sejumlah isu seprti konflik Israel-Palestina dan ambisi nuklir Iran.

Turki yang menjadi sekutu Israel juga AS itu telah menawarkan bantuan untuk mewujudkan upaya-upaya perdamaian mengingat hubungan baiknya dengan Israel dan Palestina yang sudah lama bersengketa.

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Sejumlah pengamat mengungkapkan, kunjungan Olmert selama dua hari di Turki dan rencana pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Menlu AS Condoleezza Rice tidak akan menghasilkan langkah-langkah positif dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah.

Muhammadiyah Asli

Pejabat pemerintah Israel Miri Eisin mengungkapkan bahwa negaranya memiliki hubungan baik dengan negara Yahudi tersebut. "Israel dan Turki memiliki hubungan strategis yang penting di segala bidang."

Muhammadiyah Asli

"Turki merupakan negara demokrasi moderat yang telah memainkan peranan yang sangat penting menyangkut isu Isreal-Palestina. Israel berharap dapat memperluas peran Turki di garda depan," kata Eisin kepada AFP.

Olmert yang menurut rencana akan tiba di Ankara hari ini akan bertemu dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Menlu Turki Abdullah Gul dan sejumlah pejabat tinggi Turki lainnya pada Kamis besok.

Israel dan Turki yang menjadi sekutu-sekutu AS menjalin hubungan baik dengan melakukan kerjasama baik di bidang ekonomi maupun militer.

Menyinggung kunjungan Olmert ke Turki, Erdogan menuduh Israel telah menyulut ketegangan dengan umat Islam di seluruh dunia menyusul rencana Israel yang tetap melanjutkan penggalian dekat Masjidil Aqsa, tempat suci ketiga umat Islam.

Erdogan mengungkapkan bahwa negaranya "terusik dan marah" atas rencana Israel tersebut.

"Terus terang, saya akan katakan kepada pemerintah Israel bahwa Masjidil Aqsa adalah satu di antara tempat tersuci bagi umat Islam di seluruh dunia dan segala tindakan apapun yang melanggarnya akan menuai reaksi-reaksi yang dibenarkan," ungkap Erdogan.

Sebaliknya, Eisin mengatakan bahwa penggalian tersebut akan tetap dilanjutkan. "Kami akan menjelaskan bahwa penggalian ini akan berlanjut dan bahwa penggalian ini di luar Temple Mount (Masjidil Aqsa)." (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Santri Muhammadiyah Asli

Kamis, 11 Januari 2018

Obama Ucapkan Selamat Idul Adha

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha kepada umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. "Michelle dan saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha pada umat Islam di seluruh dunia dan saya mendoakan keselamatan bagi yang sedang menunaikan ibadah Haji."



Obama Ucapkan Selamat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Ucapkan Selamat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Ucapkan Selamat Idul Adha

Demikian siaran pers Kedutaan Besar AS di Jakarta, pada Selasa (16/11). Tahun ini, kata Obama, hampir tiga juta anggota jamaah haji dari lebih 160 negara termasuk Amerika Serikat berkumpul di Makkah dan sekitarnya untuk menunaikan ibadah haji.

Menurut mantan senator Illinois itu, pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia akan memperingati kesediaan Nabi Ibrahim mengorbankan putranya, dan membagikan makanan kepada mereka yang kurang beruntung.

Muhammadiyah Asli

"Idul Adha ini mengingatkan akan nilai-nilai kebersamaan dan akar yang sama dari tiga agama besar di dunia,"tutur Obama mengenai pengorbanan Ibrahim AS itu.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian atas nama rakyat Amerika Serikat lanjut Barck Hussein Obama, dia bersama istrinya mengucapkan selamat menunaikan ibadah Haji.  “Semoga menjadi haji yang mabrur dan Ied Mubarak,"tutur Presiden AS itu dengan santun. (amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri Muhammadiyah Asli

Selasa, 09 Januari 2018

Yogyakarta Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah dan Aksioma 2017

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Kementerian Agama akan kembali menggelar ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Kali ini, KSM akan digelar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 7-12 Agustus 2017 mendatang. Pada saat yang sama, juga akan diselenggarakan Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah (Aksioma).?

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaaan (KSKK) Madrasah M. Nur Kholis Setiawan berharap KSM dan Aksioma bisa menjadi ajang aktualisasi prestasi bidang sains, seni, dan olah raga ? siwa madrasah.?

Yogyakarta Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah dan Aksioma 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Yogyakarta Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah dan Aksioma 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Yogyakarta Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah dan Aksioma 2017

“Kompetisi ini dilaksanakan guna memberikan wadah bagi anak didik Madrasah agar mereka memiliki kepercayaan diri dan merasa pantas ikut dalam ajang yang bersifat nasional,” kata Nur Kholis di Jakarta, Senin (17/7).?

“Selain itu juga agar mereka merasa ada kesempatan yang sama dalam berprestasi seperti halnya anak-anak sekolah umum lainnya,” lanjutnya.

Nur Kholis berharap Aksioma dan KSM ? dapat mengembangkan dan membina ? potensi, bakat serta minat siswa madrasah.

Muhammadiyah Asli

“Mereka yang menang akan mendapat pembinaan dari Direktorat KSKK Madrasah agar dapat berkompetisi di kancah nasional dan internasional,” pungkasnya. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Budaya, Santri Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Selasa, 19 Desember 2017

Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pembangunan Wisma Haji Indonesia di Tanah Suci Makkah batal, karena terkendala perizinan dari Pemerintah Arab Saudi. Padahal, rencana itu sudah lama mengusahakan agar pemerintah Indonesia tidak repot dengan urusan pemondokan haji di sana. Bahkan, investor dari Arab sendiri banyak yang bersedia untuk membangun tower bagi 221 ribu calon haji setiap tahunnya itu.

"Ada pengamat yang mengatakan pemerintah Indonesia bodoh mengapa tidak membangun asrama (Wisma) haji agar tidak repot mencari pemondokan setiap tahunnya. Jadi,masalahnya bukan terletak pada dana, tapi perizinan dari Pemerintah Arab Saudi sendiri,"tandas Menteri Agama Suryadharma Ali di Jakarta, Selasa (26/10).

Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal (Sumber Gambar : Nu Online)
Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal (Sumber Gambar : Nu Online)

Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal

Padahal, kalau rencana itu diizinkan akan ada dampak luar biasa bagi masyarakat Arab Saudi sendiri, karena rumah mereka biasanya disewa calhaj Indonesia. Tapi, peluang itu akan hilang jika ada Wisma Haji Indonesia di sana. Menag hanya berharap dengan begitu semoga pelaksanaan ke depan makin baik.

Muhammadiyah Asli

Sementara tahun ini pelayanan ibadah sudah lebih baik daripada tahun 2009, karena Pemondokan Ring I tahun ini mayoritas berjarak 2.000 meter dari Masjidil Haram. "Ada 125 ribu jemaah atau 63 persen jemaah tinggal di Ring I, sehingga memudahkan mereka untuk beribadah, sedangkan tahun 2009 justru hanya 27 persen atau 57 ribu yang di Ring I,"katanya.

Sebaliknya, pemondokan di Madinah (kawasan Markaziah yang berjarak 500 meter dari Masjid Nabawi) sudah 95 persen. Sebelumnya hanya 87 persen. Jadi, jamaah yang tinggal di kawasan non markaziah sedikit. Itu pun hanya berjarak 700 meter, padahal sebelumnya non markaziah itu berjarak 1-2 kilometer.

Muhammadiyah Asli

Oleh sebab itu Menag yakin dengan lokasi yang dekat itu akan mengurangi jumlah calhaj yang kesasar, tersesat sepulang beribadah dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. "Calhaj kesasar akan jauh berkurang, karena jarak yang dekat, kemudian jarak yang dekat akan memotivasi calhaj untuk beribadah,"ujar Menag lagi.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Doa, Santri Muhammadiyah Asli

Minggu, 03 Desember 2017

Menag: Perbaikan Pelayanan Haji Telah Dilakukan

Makassar, Muhammadiyah Asli. Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengatakan, selama tiga kali musim haji sejak  tahun 2005, Departemen Agama (Depag) telah melakukan berbagai perbaikan dalam pelayanan haji. Perbaikan itu meliputi penertiban aparatur haji, penyempurnaan pendaftaran, penataan organisasi PPIH di Arab Saudi, efisiensi dan transparansi pengelolaan biaya ibadah haji serta menghilangkan biaya khadamat.

Hal itu diungkapkan Maftuh pada acara pembukaan Rapat Kerja Kantor Wilayah Depag Provinsi Sulawesi Selatan, di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (23/5) kemarin, seperti ditulis dalam siaran pers yang diterima Muhammadiyah Asli.

Dalam hal penataan haji ini, kata Maftuh, pihaknya juga melakukan pemberian katering kepada jamaah selama di Madinah, menghilangkan fasilitas haji bagi mereka yang tidak berhak, penyediaan dana APBN untuk pembiayaan komponen indirect cost, penyempurnaan pengelolaan bagasi jamaah, perubahan sistem penyewaan pemondokan menjadi proporsional dan penyatuan asosiasi penyelenggaraan ibadah haji khusus.

Menag: Perbaikan Pelayanan Haji Telah Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Perbaikan Pelayanan Haji Telah Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Perbaikan Pelayanan Haji Telah Dilakukan

Apabila tidak ada persoalan katering di Arafah-Mina, katanya, maka upaya perbaikan pelayanan ibadah haji yang telah dilakukan dapat menjadi landasan yang kuat untuk penyelenggaraan ibadah haji ke depan.

Untuk tahun 2007, tambah Maftuh, pihaknya akan lebih memfokuskan kebijakan di bidang peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan mulai dari tingkat pra sekolah sampai perguruan tinggi. “Secara bersamaan kita akan memfokuskan peningkatan kualitas kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Menurutnya, Depag akan mengembangkan pola kerukunan umat beragama yang bersifat dinamis. Maksudnya, hubungan di antara umat yang berbeda agama selain terwujud dalam bentuk kesadaran akan kemajemukan dan sikap saling menghargai, juga diharapkan agar umat tersebut dapat bekerja sama dan saling membantu dalam bidang sosial ekonomi.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, lanjutnya, umat beragama dapat secara bersama-sama mengatasi masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan. “Pemberdayaan umat beragama akan diwujudkan melalui dialog dan pengembangan wawasan multikultural,” ujarnya.

Ponpes Modern

Muhammadiyah Asli

Dalam kunjungan kerja, Maftuh berkesempatan meninjau lokasi pembangunan Ponpes Modern Madrasah Aliyah Unggulan di Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Maros. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Gubenur Sulsel HM. Amin Syam, Rektor UIN Makassar Prof Ashar Arsyad dan diterima Bupati Maros HA Nadjamuddin Aminullah.

Ponpes bertaraf internasional ini akan dibangun di atas lahan seluas 7 hektar, diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 47 miliar. Ponpes ini akan dilengkapi  fasilitas rumah santri, perumahan guru, rumah khusus tamu, ruang belajar, masjid dan sarana olahraga.

Dalam kesempatan ekspos rencana pembangunan ponpes tersebut, Maftuh berjanji membantu melalui dana APBN serta memberi saran agar ponpes tersebut dilengkapi juga dengan sarana olahraga yang memadai. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Olahraga, Santri Muhammadiyah Asli

Rabu, 29 November 2017

Ahlul Halli Wal Aqdi Turunan dari Pasal Musyawarah Mufakat

Mataram, Muhammadiyah Asli. Penerapan Ahlul Halli Wal Aqdi yang kini sedang di godok NU berdasarkan hasil Pra Muktamar yang telah diselenggarakan pada tanggal 9-10 April lalu di Ponpes NU Al-Mansuriah Bonder Praya Barat Lombok Tengah ditanggapi positif oleh Ketua PCNU Kota Mataram Ust Fairuz Zabadi, SH ketika ditemui Muhammadiyah Asli di kediamannya Jl Raya Pagutan Kota Mataram.

Ahlul Halli Wal Aqdi Turunan dari Pasal Musyawarah Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahlul Halli Wal Aqdi Turunan dari Pasal Musyawarah Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahlul Halli Wal Aqdi Turunan dari Pasal Musyawarah Mufakat

Menurutnya, Ahlul Halli Wal Aqdi telah ia suarakan pada Konferwil PWNU NTB tahun 2011 lalu ketika terpilihnya Drs TGH Acmad Taqiuddin Mansur (Ketua PWNU NTB sekarang) di Ponpes NU Darunnajah Kecamatan Lingsar Lombok Barat.

“Hanya saja istilahnya yang berbeda, dan AHWA bukanlah hal baru tapi itu adalah turunan dari istilah Musyawarah Mufakat yang ada di AD/ART NU, itulah spiritnya awalnya AHWA,” katanya. 

Muhammadiyah Asli

Saat itu ia memasang spanduk dibeberapa sudut jalan dan juga di arena Konferwil dengan tulisan “bermusyawarahlah” dengan tujuan untuk mengajak kepada para muktamirin baik cabang maupun wilayah agar mengedepankan Musyawarah.

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut kata fairuz, saat itu telah berjalan ketika memilih Syuriyah walaupun pada akhirnya belum bisa mengahsilkan Syuryiah dengan cara Musyawarah. “Artinya pemilihan langsung alternatif terakhir pada saat itu,” kenangnya.

Meskipun demikian, imbuhnya, upaya itu telah di coba hanya saja tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan karena belum ada juklak maupun juknis tentang muysawarah. “Yang ada kan hanya tentang pemilihan langsung saja di Tatib persidangan. Karena itu, juklat/juknis tentang Musyawarah perlu dirumuskan,” pintanya.

Ahlul Halli Wal Aqdi menurutnya, lahir untuk menghindari kekhawatiran pada ulama dan agar mendapatkan hasil yang baik dengan cara yang baik. “Tapi, yang terpilih menjadi tim AHWA nanti adalah calon-calon Rais Aam, agar 9 orang AHWA bermusyawarah memilih satu di antara mereka untuk menjadi Rais Aam,” sarannya.

Kalau AHWA boleh memilih dari luar itu, maka AHWA sama artinya dengan panitia seleksi (Pansel). “Untuk apa menyeleksi ulama? Mereka sudah jelas orang baik. Oleh karena itu, AHWA yang dipilih harus calon-calon Rais Aam,” ulangnya. (Hadi/Fathoni)          

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Santri, Internasional Muhammadiyah Asli

Minggu, 26 November 2017

LKSB Jelaskan Problem Mendasar Bangsa Indonesia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur menerangkan, prinsip-prinsip kebangsaan, kenegaraan serta kewarganegaraan semakin hari semakin jauh dari generasi muda.

“Bahkan jauh lebih menjauh setelah dikobarkannya reformasi Mei 1998,” jelasnya dalam acara peringatakan Harlah ke-5 LKSB yang dibarengi peluncuran buku Indonesia Rumah Kita dan Refleksi Sumpah Pemuda, Selasa (31/10) di Gedung PBNU Jakarta.

LKSB Jelaskan Problem Mendasar Bangsa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
LKSB Jelaskan Problem Mendasar Bangsa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

LKSB Jelaskan Problem Mendasar Bangsa Indonesia

Menurutnya, ada banyak jawaban, tetapi yang terpenting adalah karena; pertama, problem Indonesia sesungguhnya adalah keberlangsungan manajemen negara pasca kolonial yang tak mampu menegakkan kedaulatan hukum, memberikan keamanan dan keadilan bagi warganya. 

Di dalam ketiadaan keadilan, keamanan dan perlindungan hukum bagi individu untuk mengembangkan dirinya, orang lebih nyaman berlindung di balik warga-tribus (tribalisme, premanisme, koncoisme dan sektarianisme) ketimbang warga-negara. 

Muhammadiyah Asli

“Persoalan ekonomi-politik yang bersumber dari manajemen negara yang korup menyisakan kelangkaan dan ketimpangan alokasi sumberdaya di rumah tangga kebangsaan,” kata Ghopur.

Menurutnya, jika aparatur negara hanya sibuk mengamankan kekuasaan dan dapurnya sendiri, maka individu akan segera berpaling ke sumber-sumber tribus sebagai upaya menemukan rasa aman. 

Muhammadiyah Asli

“Di sini persoalan ekonomi-politik yang objektif disublimasikan ke dalam bentrokan identitias yang subjektif,” terangnya.

Kedua, sambung Ghopur, kita belum siap menerima keragaman. Padahal, keragaman bangsa bisa menjadi kekayaan jika negara mampu menjalankan fungsinya sebagai, apa yang disebut Mohammad Hatta, “panitia kesejahteraan rakyat.”

“Padahal, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD ’45 (Proklamasi 17 Agustus 1945) adalah fakta sejarah bangsa Indonesia yang tidak dapat diingkari dan wajib kita jaga dan rawat, setia sekaligus menolak segala bentuk dan paham apa pun yang berseberangan bahkan bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara,” urai Ghopur. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri Muhammadiyah Asli

Rabu, 22 November 2017

Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah

Yerusalem, Muhammadiyah Asli

Pesawat tempur Israel menyerak sebuah target di Suriah, Senin waktu setempat, setelah tembakan nyasar dari faksi-faksi yang saling bertempur di Suriah sampai ke tanah Israel.

Tembakan dari Suriah itu menghantam sebuah wilayah terbuka dekat perbatasan di Dataran Tinggi Golan, kata militer Israel seperti dikutip Reuters.

Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah

Insiden ini tidak menimbulkan korban, sedangkan sasaran serangan udara Israel ke Suriah adalah ke situs peluncur roket milik tentara Suriah.

Di masa lalu militer Suriah juga meluncurkan respon yang sama ketika tembakan mortir mendarat di Golan ketika terjadi pertempuran di Suriah.

Muhammadiyah Asli

Golan adalah wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak Perang Timur Tengah 1967. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Santri, AlaNu Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sabtu, 11 November 2017

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Tidur sudah menjadi aktivitas rutin manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menghindar dari rasa kantuk. Baik suka ataupun tidak suka, rasa kantuk pasti akan datang pada setiap orang saat kondisi tubuh sudah lelah. Dikarenakan tidur sudah menjadi keniscayaan, Rasulullah SAW sering kali mengingatkan sahabat agar pandai membagi waktu ibadah dan istirahat.?

Jangan sampai seharian penuh beribadah terus tanpa henti karena tubuh juga butuh istirahat. Bahkan, Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang terlihat lemas di siang hari, lantaran beribadah sepanjang malam. Oleh sebab itu, kita sangat dianjurkan menyeimbangkan waktu tidur dengan ibadah. Pada saat tubuh lelah istirahatlah terlebih dahulu supaya nanti bisa mengerjakan ibadah dengan baik dan tepat waktu.

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Misalnya, waktu shalat digunakan untuk waktu tidur atau waktu tidur digunakan untuk bekerja. Beberapa kali, mungkin kita pernah merasakan, menjelang waktu shalat tiba, rasa kantuk datang mengantui dan membuat kita tertidur lelap atau memang sengaja untuk tidur dengan harapan bisa bangun sebelum waktu shalat berakhir.

Menurut Zaynuddin al-Malibari dalam? Fathul Mu’in, dimakruhkan tidur ketika waktu shalat sudah masuk dan yang bersangkutan belum mengerjakan shalat. Beliau mengatakan:

Muhammadiyah Asli





Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?


“Dimakruhkan tidur saat waktu shalat telah masuk dan belum mengerjakannya, sekira-kira ada kemungkinan bangun tidur sebelum akhir waktu atau ada orang lain yang membangunkan. Jika tidak, diharamkan tidur (bagi yang tidak kantuk berat) di waktu shalat.”

Tidur pada waktu shalat ataupun menjelang waktu shalat dimakruhkan karena dikhawatirkan tidak bangun hingga waktu shalat sudah abis, meskipun menurut kebiasaan orang yang bersangkutan bisa bangun sebelum akhir waktu atau ada orang yang akan membangunkannya. Hukum tidur bisa berubah menjadi haram bagi orang yang suka kebablasan dan tidak ada orang yang membangunkannya.

? Abu Bakar Syatha al-Dimyati dalam? I’anatul Thalibin? menjelaskan:

? ? ? ? ?

“Andaikan tertidur lantaran kantuk berat tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan pula”

Tertidur dalam waktu shalat dan belum mengerjakannya, dalam pandangan Abu Bakar Syatha, tidak diharamkan dan dimakruhkan selama tidak sengaja dan dalam kondisi kantuk berat. Ini tidak diharamkan karena Rasulullah berkata, “Tidak dikenakan kewajiban pada tiga orang: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai mimpi, dan orang gila sampai berakal atau normal” (HR: Ibnu Majah).

Dengan demikian, pada waktu shalat sudah masuk ataupun menjelang masuk waktu shalat, kerjakanlah shalat terlebih dahulu atau tunggu sampai waktu shalat tiba. Setelah itu, barulah tidur agar tidak dianggap melalaikan kewajiban.? Wallahu a’lam.? (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri, Ulama, Fragmen Muhammadiyah Asli

Sabtu, 04 November 2017

Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam Islam, terdapat empat? bulan haram, yakni Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.? Rasulullah mencontohkan, saat memasuki bulan Rajab beliau membaca:

? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab

Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ

Muhammadiyah Asli

“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Selain berdzikir dan berdoa, pada bulan Rajab umat Islam juga dianjurkan untuk puasa sebanyak-banyaknya, sebagaimana juga pada bulan-bulan haram lainnya. Sebutan sebagai bulan haram merujuk sejarah dilarangnya umat Islam mengadakan peperangan pada bulan-bulan itu. Wallâhu alam.

(Mahbib)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Rabu, 13 September 2017

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Sumenep, Muhammadiyah Asli 

Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Gapura menggelar rapat tahunan dengan melibatkan perwakilan 150 anggota dari jumlah anggota 2.500 arang, Rabu (2/1) di Aula MWC NU Gapura. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq dan Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini.

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Rapat Anggota Perencanaan (RAP) Tahun Buku 2013 tersebut membahas enam hal, yaitu pembahasan perubahan standar operasional manajemen ( SOM) dan standar operasional prosedur (SOP), pembahasan program jangka pendek dan jangka panjang tahun 2013-2015, pembahasan program prioritas tahun 2013, pembahasan program kerja tahun 2013, pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun 2013, dan pengesahan hasil RAP.

Muhammadiyah Asli

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini, mengapresiasi keberadaan BMT NU Gapura. 

“Pengurus dan pengelola dari tahun 2004 sampai 2012 sudah menampakkan kinerja yang baik. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang telah diraih,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Selama ini, penghargaan yang sudah diraih adalah Juara 1 Tingkat Jawa Timur kategori Koperasi Jasa Keuangan Syariah, Juara 1 Expo Ekonomi Syariah, Juara 2 Tingkat Jawa Timur Koperasi Simpan Pinjam Konvensional-Syariah dan masuk Nominasi Liputan 6 SCTV Award.

“Tahun 2012 Bupati Sumenep menerima penghargaan Paramdhana Utama Nugraha Koperasi berkat sumbangan kinerja dari KJKS BMT NU Gapura,” terangnya.

Ia mengingatkan, pengelola BMT NU sekalipun sudah berhasil mendirikan beberapa cabang koperasi tidak puas sampai disitu. “Namun jangan sampai merasa puas dengan hal itu. Maka, kinerjanya perlu terus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq daam sambutannya mengajak hadirin agar menjalin kerjasama do’a, dukungan, dan aksi nyata untuk mengembangkan BMT NU kedepan.

“Ini dalam rangka share kenikmatan Allah antar Nahdliyyin biar bisa memperkuat  NU,” katanya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri Muhammadiyah Asli

Senin, 11 September 2017

Djaduk Nilai Slamet Gundono Dalang Jenius

Solo, Muhammadiyah Asli. Di mata para seniman Solo, Ki Slamet Gundono memberi nuansa tersendiri dalam jagat seni. Kreativitas dalang wayang suket tersebut dalam memanfaatkan beragam medium, membuat banyak orang terkagum. Pun, dengan kelebihannya dalam membuat sebuah konsep karya yang membumi tanpa teori yang sukar dipahami.

"Dia (Slamet Gundono) itu sosok jenius yang mau membaca," ungkap praktisi musik, Djaduk Ferianto, dalam acara bedah karya Slamet Gundono di Taman Budaya Surakarta (TBS), Kamis (13/2).

Djaduk Nilai Slamet Gundono Dalang Jenius (Sumber Gambar : Nu Online)
Djaduk Nilai Slamet Gundono Dalang Jenius (Sumber Gambar : Nu Online)

Djaduk Nilai Slamet Gundono Dalang Jenius

Kata Djaduk, banyak seniman yang bikin karya njlimet dan bersembunyi di balik konsep kontemporer. Tapi dia memilih terbuka dan mau membangun komunikasi.

Muhammadiyah Asli

Sedangkan Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan, KH Dian Nafi, mengatakan karya Slamet Gundono menjadi menarik, karena dapat mewakili apa yang tengah dirasakan masyarakat. "Saat BBM mahal, dia bikin kritikan. Berangkat dari hal kecil, tap berdampak besar. Dia sosok yang berbuat besar dengan cinta tang besar," terangnya.

Muhammadiyah Asli

Selain Djaduk dan Kiai Dian, dalam diskusi bertajuk Sarasehan Sedulur Lanang tersebut menghadirkan banyak tokoh seniman dari Solo. Di antaranya Bambang Murtiyoso (praktisi pedalangan), Yudi Tajudin (praktisi teater), dan Sutanto Mendhut (penggerak seni kerakyatan). Tiap narasumber memberikan kesan akan karya-karya Ki Slamet Gundono.

Rangkaian acara peringatan 40 hari meninggalnya Slamet Gundono itu, berlanjut hingga malam hari, yang dimeriahkan dengan berbagai penampilan pentas seni di tempat yang sama. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Santri Muhammadiyah Asli

Sabtu, 09 September 2017

Dipenjara Jepang, Hadlratussyekh Khatam Al-Qur’an dan Kitab Hadits Berkali-kali

Sakit dan pedihnya para pejuang Indonesia dalam menjaga martabat bangsa dari kungkungan penjajah dapat dirasakan nikmatnya oleh generasi saat ini. Bahkan kegigihan dalam mempertaruhkan jiwa dan raga patut menjadi kesadaran kolektif bahwa bangsa ini merdeka karena perjuangan keras di atas cucuran darah para pejuang sehingga rakyat Indonesia sekarang wajib menjaga hasil perjuangan para pahlawan tersebut.

Kepedihan perjuangan untuk melawan ketidakperikemanusiaan penjajah dirasakan betul oleh gurunya para kiai di Nusantara, Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947). Pahlawan Nasional, Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut digelandang oleh tentara Nippon (Jepang) karena alasan mengada-ada, berupaya melakukan pemberontakan.

Lalu ayah KH Abdul Wahid Hasyim ini dipenjara dan mengalami siksa pedih dari tentara Jepang untuk alasan yang tidak pernah diperbuatnya. Meski mengalami beragam kekerasan di dalam penjara, kakek dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak menyurutkan sedikit pun semangat menegakkan agama Allah dengan tetap melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mengulang hafalan hadits-hadits dalam kitab Al-Bukhori dan menolak dengan tegas agar hormat menghadap matahari sebagai sikap tunduk dan patuh kepada Kaisar Jepang, Teno Heika.

Dipenjara Jepang, Hadlratussyekh Khatam Al-Qur’an dan Kitab Hadits Berkali-kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Dipenjara Jepang, Hadlratussyekh Khatam Al-Qur’an dan Kitab Hadits Berkali-kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Dipenjara Jepang, Hadlratussyekh Khatam Al-Qur’an dan Kitab Hadits Berkali-kali

Kisah keteguhan hati Kiai Hasyim Asy’ari dengan tetap menghafal Al-Qur’an dan Kitab Hadits Al-Bukhori selama dipenjara oleh Jepang diriwayatkan oleh Komandan Hizbullah wilayah Jawa Tengah, KH Saifuddin Zuhri saat berbincang dengan KH Wahid Hasyim (Berangkat dari Pesantren, 2013) dalam sebuah kesempatan sesaat setelah Kiai Hasyim Asy’ari dibebaskan oleh Jepang melalui diplomasi KH Abdul Wahab Chasbullah dan Gus Wahid sendiri.

“Bagaimana kabar Hadlratussyekh setelah keluar dari tahanan Nippon?” tanya Kiai Saifuddin Zuhri mengawali obrolan dengan Kiai Wahid Hasyim.

Kiai Wahid Hasyim menjelaskan bahwa kesehatan ayahnya justru semakin membaik. Bahkan salah satu perumus dasar negara Indonesia itu mengabarkan bahwa ayahnya selama di penjara mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dan Kitab Hadits Al-Bukhori berkali-kali.

Muhammadiyah Asli

“Alhamdulillah, kesehatannya justru semakin membaik. Selama dalam penjara, Hadlratussyekh bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dan Kitab Hadits Al-Bukhori berkali-kali,” terang Kiai Wahid kepada Saifuddin Zuhri.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Wahid menjelaskan bahwa Jepang telah melakukan politik kompensasi terhadap Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari. Kiai Wahid memahami beberapa alasan Jepang dalam melakukan langkah tersebut selain diplomasi handal dari Kiai Wahab dan dirinya untuk membebaskan Rais Akbar NU tersebut.

Kiai Wahid menguraikan, politik kompensasi itu entah karena kedudukan perang Nippon yang mulai terdesak oleh serangan-serangan sekutu terutama Amerika, entah karena salah langkah dalam menghadapi umat Islam, entah karena mengalami tekanan batin terkait informasi yang salah tentang Hadlratussyekh, entah karena yang lainnya.?

Muhammadiyah Asli

Politik kompensasi yang dimaksud ialah Hadlratussyekh ditunjuk oleh Jepang untuk menjadi Shumubucho, Kepala Jawatan Agama yang sebelumnya dijabat oleh seorang Jepang, Kolonel Horie.

Kiai Wahid menerangkan bahwa Hadlratussyekh telah melakukan langkah bijaksana dengan menerima kompensasi tersebut. Karena jika menolaknya, bisa dianggap oleh Nippon sebagai sikap tak mau kerja sama. Jangan dilupakan, Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari baru saja mengalami penderitaan selama lima bulan di penjara.?

Namun jabatan tersebut secara operasional diserahkan kepada Kiai Wahid karena faktor usia dan kesibukan mengajar Hadlratussykeh di Tebuireng yang tidak memungkinkannya untuk bolak-balik Tebuireng-Jakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri Muhammadiyah Asli

Minggu, 20 Agustus 2017

775 Jamaah Haji Probolinggo Dilepas dari Miniatur Ka’bah

Probolinggo, Muhammadiyah Asli - Sedikitnya 775 orang jamaah calon haji Kabupaten Probolinggo secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko, Ahad (4/9) dini hari dari wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending. Pelepasan ini dilakukan usai Shalat Subuh berjamaah di area Miniatur Ka’bah.

Pemberangkatan para tamu Allah ini dihadiri Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Busthami, Ketua PD IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi dan beberapa Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

775 Jamaah Haji Probolinggo Dilepas dari Miniatur Ka’bah (Sumber Gambar : Nu Online)
775 Jamaah Haji Probolinggo Dilepas dari Miniatur Ka’bah (Sumber Gambar : Nu Online)

775 Jamaah Haji Probolinggo Dilepas dari Miniatur Ka’bah

Sebanyak 775 orang jamaah haji ini terbagi atas dua kelompok terbang (kloter). Yakni kloter 63 dengan menggunakan 10 unit bus dan kloter 64 dengan menggunakan 8 unit bus. Mereka menuju ke Asmara Haji Sukolilo Surabaya dengan dikawal mobil Patwal polisi dari Polres Probolinggo.

Muhammadiyah Asli

Suasana sekitar Miniatur Ka’bah menjadi semakin ramai dengan kehadiran ribuan pengantar jamaah haji yang sudah memadati lokasi sejak malam harinya. Meskipun demikian, secara umum arus lalu lintas lancar berkat kesigapan petugas dan kesadaran para pengantar jamaah haji dalam mematuhi ketentuan yang ada.

Dalam sambutannya Wabup Probolinggo HA Timbul Prihanjoko menyampaikan ucapan selamat jalan dan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh jamaah haji. ”Selamat jalan dan selamat menunaikan ibadah haji, semoga amal ibadah Bapak dan Ibu diterima Allah dan menjadi haji mabrur. Semoga selamat selama perjalanan, saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air nanti,” ungkapnya.

Suasana semakin khidmat tatkala kumandang azan dan iqomah oleh Ustad Kholisun yang dilanjutkan dengan doa bersama oleh Ketua PD Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor. Seluruh jamaah haji dan hadirin mendengarkan kumandang adzan sebagai pengantar keberangkatan jamaah haji.

Muhammadiyah Asli

Seluruh jamaah haji diberangkatkan secara resmi ditandai dengan pengibaran bendera oleh Wabup Timbul disertai kumandang sholawat hingga seluruh bus yang mengangkut jamaah haji meninggalkan Miniatur Ka’bah menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Sebelum berkumpul di Miniatur Ka’bah, para jamaah haji berangkat dari enam titik pemberangkatan sesuai daerahnya masing-masing. Keenam titik itu, Masjid Ar-Rohmah Kecamatan Leces, Masjid Ar-Royyan Kecamatan Tongas, Masjid Sunan Ampel Kecamatan Gending, Masjid Baitur Rohmah Kecamatan Maron, Masjid Agung Ar-Raudlah Kecamatan Kraksaan dan Masjid Baitur Rohman Kecamatan Paiton.

Jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 63 dan 64 akan berangkat ke Jeddah, Saudi Arabia dengan nomor penerbangan SV 5735 dan SV 5701. Rencananya jamaah haji ini akan kembali ke Kabupaten Probolinggo pada 14 dan 15 Oktober 2016 mendatang. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Amalan, Kajian, Santri Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock