Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Paciran, Muhammadiyah Asli. Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-89 yang diselenggarakan oleh Pengurus MWC NU Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur ? beserta Banomnya yang dikemas dalam even Harlah NU Manunggal VI Tahun 2012 berlangsung meriah.?

Kegiatan yang digelar selama sebulan penuh tersebut dimulai pada tanggal 24 Mei - 9 Juni 2012. Beberapa kegiatannya yaitu bahtsul masail, lomba hifdzut tahlil, ziarah makam auliya’ dan tokoh NU Paciran, lomba cerdas cermat Aswaja, seminar Aswaja, upacara Harlah NU, malam tasyakuran Harlah NU, pengobatan gratis, lomba dziba’iyah, jalan sehat, lomba da’i, pameran & bazar, dan pentas seni.

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Dalam bahtsul masail dibahas permasahalan rentenir dan koperasi, setelah didiskusikan maka fatwa mengenai kedua hal tersebut disosialisasikan kepada nahdliyin Paciran. Pada kegiatan ziarah makam auliya’ dan tokoh NU diikuti 20 rombongan mobil para pengurus NU dan Banomnya berziarah ke makam KH Nur Salim, KH Ashuri Syarqowi, Sunan Sendang, KH Baqir Adelan, Sunan Drajat, dan Maulana Ishaq. Acara ziarah diisi tahlilan dan doa bersama.?

Muhammadiyah Asli

Tanggal 6 Juni 2012 bertepatan 16 Rajab 1433 H yang merupakan hari lahir ke-89 NU digelar upacara di lapangan desa Tunggul yang diikuti ratusan peserta dari unsur Banom dan Pelajar NU se-Kecamatan Paciran.?

Muhammadiyah Asli

Dalam amanatnya H Khoirul Anwar, ketua tanfidziyah NU MWC Paciran menyampaikan bahwa NU suka akan kedamaian dan anti kekerasan. Hal itu seakan menjawab kasus penyerangan Kantor NU Ranting di Tulungagung oleh puluhan oknum pendekar silat sehingga melukai ? dua personel Banser NU setempat yang terjadi beberapa hari yang lalu.?

Meski sebelumnya sempat gerimis namun saat upacara digelar cuaca sangat terik sehingga beberapa peserta pelajar putri sempat dilarikan ke klinik karena pingsan. Upacara dipungkasi dengan atraksi apik group drumband remaja masjid R. Noer Rohmat Sendangduwur. Sehingga para undangan dan peserta upacara tidak beranjak dari lokasi kegiatan sampai pertunjukkan usai.?

Sementara itu, pada malam tasyakuran harlah KH Salim Azhar, Rais Syuriyah NU MWC Paciran bertutur tentang sejarah kelahiran NU versi penuturan guru dari tokoh yang juga Ketua MUI Kecamatan Paciran itu.?

Hadir dalam acara itu Camat Paciran dan Danramil Paciran ditengah undangan para Nahdliyin di Aula Kantor NU MWC Paciran yang baru. Acara ditutup dengan makan bersama nasi ambeng dalam nampan sehingga para pejabat muspika, Pengurus NU, dan para undangan terlihat guyup menikmati suguhan sederhana itu.

Dua hari pasca upacara, panitia menggelar jalan sehat yang diikuti sekitar tiga ribu Nahdliyin kecamatan Paciran dari unsur Banom dan Pelajar NU. Massa menyemut di halaman kantor NU setempat sebagai titik start dan finish di lapangan desa Tunggul dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer. Acara jalan sehat diakhiri dengan pengundian doorprize yang disponsori salah satu perusahaan provider telekomunikasi. Para peserta sangat antusias dan harap-harap cemas menunggu nomor undiannya beruntung. Hadiah utama berupa pesawat televisi akhirnya dimenangkan oleh salah seorang ibu Muslimat NU asal desa Banjaranyar.

Sebagai puncak acara diadakan malam pentas seni dan pembagian hadiah (9/6) bagi para pemenang lomba yang digelar sebelumnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Sejarah, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Brebes, Muhammadiyah Asli - Hari pertama puasa, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menggelar Safari Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi mendekatkan diri antara ulama dan umara serta umat.

“Kerja gotong-royong antara ulama, umara, dan umat bisa meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan rohani,” terang Bupati saat menggelar Sajadah di Masjid Nurul Hikmah Desa Banjarannyar Kecamatan Brebes, Senin (6/6) malam.

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Sebagai daerah yang agamis, lanjutnya, pembangunan rohani mendapat perhatian yang penuh dari Pemkab. Maka dari itu, enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes memasukan program program yang menyentuh rohani menjadi prioritas utama.

Muhammadiyah Asli

Di antaranya memberikan bisyarah atau stimulant untuk guru ngaji, imam masjid dan mushalla, hafizh-hafizhah, dai-daiyah dan pengasuh pesantren. Program ini terbukti mampu menggairahkan semangat kerja sama dalam membangun umat. “Ulama, kiai dan tokoh agama lainnya sangat berperan dalam pembangunan Kabupaten Brebes,” ungkap Idza.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga bidang tersebut diupayakan terus peningkatannya dalam rangka mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.

Muhammadiyah Asli

Orang tua juga diminta untuk menjaga anak-anaknya dari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Idza mendukung penuh kalau pelaku kejahatan seksual dan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dihukun berat. “Pantau terus anak-anak kita, apalagi di saat liburan sekolah,”

Menjelang Idhul Fitri jalan tol Brebes Timur sudah dioperasikan sehingga masyarakat Brebes harus menyambut dengan gembira namun juga berhati-hati karena di eksit tol Pejagan maupun Banjaranyar akan terjadi lonjakan kepadatan kendaraan. “Kita harus sambut tamu-tamu kita dengan ramah, juga bisa menjajakan jajanan khas Brebes kepada para pelancong atau pemudik,” tuturnya.

Gelar Sajadah hari pertama diisi dengan buka puasa bersama, sholat maghrib berjamaah, shalat isya dan tarawih berjamaah serta seremonial dan ceramah agama. Shalat isya dan tarawih dipimpin Imam Masjid Nurul Hikmah Banjaranyar KH Umar Amrullah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar

Jombang, Muhammadiyah Asli. Sebagian santri di Jawa Timur memanfaatkan momen Muktamar Ke-33 NU yang berpusat di alun-alun Jombang. Misalnya santri pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin asuhan KH. Anwar Mansur, atau yang sering disebut dengan pondok Lirboyo.

 

Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar

Tepat di sisi kiri pintu utama auditorium muktamar, mereka membuka lapak lesehan sejak hari ke-2 muktamar. "Kami buka bazar kitab ini sejak kemarin. Dan malam ini kami juga mendatangkan buku-buku religi, ilmiah, dan fiksi hasil karya santri pondok Lirboyo sendiri," terang Muhammad Khoirun Niam yang merupakan salah satu santri pada Senin malam (3/8).

 

Pengadaan bazar tersebut merupakan kerja sama mereka dengan koperasi pondok pesantren Hidayatut Thullab, Petuk, Kediri. Lebih dari seratus kitab mereka sediakan untuk hadirin muktamar sebagi oleh-oleh. "Ada 114 judul kitab yang kami jual, ditambah lagi puluhan judul buku berbahasa Indonesia karya santri pondok kami sendiri," lanjut santri asal Jember itu.

Muhammadiyah Asli

 

Kepada Muhammadiyah Asli Niam juga mengatakan bahwa para pendatang dari pelbagai daerah di muktamar itu memiliki daya minat yang cukup tinggi terhadap kitab kuning. "Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah dua kali mengambil ulang stok kitab yang kehabisan, terutama kitab tafsir. Keuntungan jualan ini ya lumayan," terangnya.

 

Selain kitab dan buku, mereka juga menjual pelbagai barang yang biasa dibutuhkan para santri. Ada tasbih, kopiah, tas, hingga kayu siwak. Selain melayani pembeli yang langung kepanggih, baik yang membutuhkan buku maupun kitab kuning, para santri itu juga menyediakan jasa kirim paket kitab atau buku ke daerah lain. (Istahiyyah/Mahbib)

Muhammadiyah Asli

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Kiai Muhammadiyah Asli

Sabtu, 03 Februari 2018

Ketum Ansor Tegaskan Banser Bermetamorfosis

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai badan semiotonom organisasi yang dipimpinnya telah mengalami metamorfosis sehingga layak diapresiasi dan didorong untuk terus maju.

Ketum Ansor Tegaskan Banser Bermetamorfosis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Ansor Tegaskan Banser Bermetamorfosis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Ansor Tegaskan Banser Bermetamorfosis

"Fakta tidak dipungkiri hari ini, Banser mengalami metamorfosis luar biasa. Sebelumnya Banser dikenal sebagai penjaga gereja. Stigma natal pasti Banser ada, itu melekat kuat," kata dia, di Jakarta, Senin (26/9).

Gus Yaqut menegaskan, Banser sekarang menjadi pasukan elitenya Nahdlatul Ulama (NU). "Kita punya Kasatkornas Banser yang tangguh, strata dua. Kita punya Kasatkorwil Banser yang jadi anggota KPU RI. Kita punya Kasatkorwil yang menjadi dokter. Itu penegasan bahwa Banser tidak hanya bisa marah-marah saja. Hari ini, selain tegas Banser juga pintar. Bahasa paling enak begitu," kata Gus Tutut menjelaskan.



Muhammadiyah Asli



(Baca juga: Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser)

Karena itu, lanjutnya, menjadi keharusan PP GP Ansor untuk mengupayakan penguatan eksistensi Banser.

Kepala Satuan Koordinasi Banser Nasional Alfa Isnaeni menambahkan, Assisten Kepala Penelitian dan Pengembangan Banser berikut jajaran merupakan sarjana berkompeten, sebagian sarjana strata tiga.

Muhammadiyah Asli

Satkornas Banser masa khidmah 2015-2016 menggelar rapat perdana. Rapat dihadiri jajaran pengurus Satkornas Banser dan Kepala Satuan Khusus Banser. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Makam, Doa, Amalan Muhammadiyah Asli

Kamis, 01 Februari 2018

Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah

Jepara, Muhammadiyah Asli. Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah, Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Yahya saat menjadi inspektur Upacara Kebangsaan dan Gebyar Merah Putih di Alun-alun Jepara, Sabtu pagi (14/4) memberikan amanat kepada peserta upacara, bahwasanya kemerdekaan yang diraih oleh Bangsa Indonesia bukan merupakan hadiah dari penjajah.



Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah

Menurutnya, kemerdekaan yang telah ditorehkan pada 17 Agustus 1945 itu harus dilalui dengan bertumpah darah dan perjuangan. Wujud nyatanya dibuktikan dengan korban nyawa dan keluarga yang dikorbankan. Tetapi ia menyayangkan, sudah sekitar setengah abad bangsa ini tertidur pulas melupakan jejak para pendahulu. Sehingga nasionalisme bangsa ini semakin luntur.

Dihadapan 3500 orang peserta upacara yang terdiri dari Muspida, Kiai, Habaib, PNS, Banom NU, Tokoh Lintas Agama, Pelajar dan Mahasiswa, ia mengajak agar semakin memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Muhammadiyah Asli

"Kemerdekaan yang telah kita raih merupakan berkah dari Allah SWT yang perlu disyukuri. Rasa syukur itu tidak hanya dibuktikan dengan ucapan saja," paparnya.

Muhammadiyah Asli

Lebih dari itu, sebagai penerus bangsa agar tidak memalukan di hadapan para pejuang dan sesepuh. Dengan Gebyar Merah Putih, kecintaan terhadap NKRI perlu ditingkatkan sebab kekuatan Bangsa Indonesia tidak diragukan lagi.

"Mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan agar bangsa kita tidak menjadi bangsa tontonan tetapi menjadi bangsa tuntunan. Bisa menjadi teladan bagi bangsa-bangsa yang lain," imbuhnya.

Redaktur     : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Ulama, Doa Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren

Subang, Muhammadiyah Asli. Momentum Lebaran tahun ini dimanfaatkan oleh Pondok Pesantren Darussalam untuk mengadakan acara reuni akbar 1000 alumni. Acara itu digelar di halaman pesantren setempat, di Jalan Irian Nomor 20, Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang, Subang, Jawa Barat, Selasa (21/7)

Hafidzin Nurhadi selaku Panitia Kegiatan menjelaskan bahwa salah satu hal yang menarik dalam kegiatan reuni akbar ini adalah setiap alumni diminta untuk membawa batu akik.

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren

"Konsep acara reuni akbar, seluruh alumni yang hadir agar membawa batu akik sebagai cenderamata untuk Pondok Pesantren Darussalam" jelas Hafizdin

Muhammadiyah Asli

Ia meneruskan, batu akik sebagai cenderamata yang diberikan kepada panitia bertujuan untuk infak dan sedekah kepada Pondok Pesantren Darussalam.

Ditambahkan, reuni alumni merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan Pondok Pesantren Darussalam subang yang bertujuan untuk mengeratkan tali silaturahim.

Muhammadiyah Asli

Acara reuni 1000 alumni Pesantren Daarusalam tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Selain dihadiri para alumni, pihak panitia pun menghadirkan Ustadz Zaki Mirza, Grup Band Wali, Ustadz Riana (Ki Jaga Digja), Zaskia Adya Mecca, Dai Aji MNC dan Prio Tralala. (Aiz Luthfi/Rusadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Doa, Quote Muhammadiyah Asli

Jumat, 26 Januari 2018

IPNU-IPPNU Kadur Hidupkan Ranting dan Komisariat

Pamekasan, Muhammadiyah Asli. Puluhan Pimpinan Komisariat (PK) dan Pimpinan Ranting (PR) PAC IPNU-IPPNU Kadur, Pamekasan beberapa bulan terakhir ini sudah vakum. Penyebabnya ialah karena para pengurus inti PAC IPNU-IPPNU Kadur dihadapkan pada kesibukan masing-masing.

IPNU-IPPNU Kadur Hidupkan Ranting dan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kadur Hidupkan Ranting dan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kadur Hidupkan Ranting dan Komisariat

Atas kondisi ini, pengurus baru yang telah dilantik pada paruh tahun 2013 lalu berkomitmen untuk menghidupkan kembali akar kekuatan organisasi pelajar NU tersebut. Kepengurusan PK dan PR yang sudah dinilai melemah akan diberi semangat mengabdi kembali.

"Untuk di tingkatan PK, ini tentu pasti pengurusnya sudah berubah seiring pergantian tahun pelajaran. Kenaikan kelas sangat berpengaruh terhadap struktur kepengurusan di tingkatan PK," terang Ketua Umum PAC IPNU Kadur, Sulaiman saat dihubungi wartawan Muhammadiyah Asli, Ahad (5/1).

Muhammadiyah Asli

Sementara kepengurusan PR, tambahnya, tidak bergantung pada kenaikan kelas. Sebab, itu berada dalam ranah desa yang menyesuaikan dengan kebutuhan jumlah dan kemampuan para pemudanya.

Muhammadiyah Asli

Sementara waktu, terang mantan Ketua OSIS MAN 2 Pamekasan ini, penguatan koordinasi dan emosional? keorganisasian di tubuh kepengurusan PAC IPNU-IPPNU menjadi prioritas utama.

"Dalam waktu dekat ini, kami harus menyelesaikan rapat kerja guna merumuskan kalender kerja secara maksimal. Mohon doanya," tukas Sulaiman. (Hairul Anam/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock