Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2018

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Seniman Djoko Susilo di kantornya Gedung PBNU Lantai 3, Selasa, (26/4). Djoko menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kedatangannya adalah ingin mengajak NU untuk menyejahterakan kehidupan para pembatik tulis.

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

“Sementara pemerintah sibuk dengan promosi ke mana-mana, sukses, sukses. Tapi ada satu hal yang tidak pernah dilihat, terlewatkan, apa? Siapa yang kerja? Bagaimana mereka mendapatkan upah? Kehidupan mereka seperti apa?” jelas Djoko.

Menurutnya, meski batik tulis memiliki harga yang tinggi di pasaran, namun para pembatiknya mendapatkan upah yang teralu murah. “Tidak manusiawi. Sekarang uang 300 ribu perbulan dapat apa. Itu yang terjadi,” tegasnya dengan nada tinggi.?

Maka tidak heran, jelas Djoko, jika para pembatik tulis sekarang didominasi oleh generasi orang tua dan kualitasnya juga semakin menurun karena orangnya semakin berkurang dan regenerasinya tersendat.

Ia menyatakan bahwa untuk melestarikan batik tulis Nusantara hanya ada satu cara, yaitu memakmurkan para pembatik tulis tersebut. Baginya, pekerjaan membatik adalah pekerjaan yang manusiawi dan sudah seharusnya mendapatkan upah yang layak.?

Muhammadiyah Asli

“Pembatik mendapatkan upah sesuai dengan apa yang ia kerjakan. Tidak seperti sekarang,” ungkapnya. ? ?

Maka dari itu, ia berharap NU bisa membuat tim atau gerakan yang fokusnya adalah untuk mensejahterakan para pembatik tersebut. “Membuat sebuah gerakan yang semula pembatik adalah buruh yang dibayar dengan tidak manusiawi itu, menjadi sebuah wiraswastawan,” papar laki-laki yang menekuni dunia batik tulis ini.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, ia mengajak NU untuk membuat sebuah program atau wadah yang bisa mempertemukan antara para pembatik tersebut dengan para pembeli langsung.?

“Tentu gerakan ini sangat tidak disukai oleh para pengusaha. Dia pasti anti, tapi kita tidak peduli. Kita peduli pada batik Indonesia lestari,” ?

Selain itu, Djoko Susilo juga memberikan lukisan kepada Kiai Said. Ia menerangkan, lukisan yang bergambar Kiai Said tersebut ia selesaikan selama dua hari.?

Ia membubuhi lukisan tersebut dengan salah satu potongan ayat Al Quran, yaitu surat Ar Ruum ayat 22. Ia menilai bahwa ayat tersebut sangat cocok dan sesuai dengan karakteristik NU.

“Tuhan menciptakan manusia itu dengan beragam, warna kulit, bahasa, dan lainnya. Itu (sesuai dengan ciri dan karakter) NU,” tambahnya dengan?

Saat menerima lukisan tersebut, Kiai Said terlihat gembira. “Ya terima kasih, bagus sekali,” kata Kiai Said dengan senyum sumringah. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Nahdlatul Ulama, Aswaja Muhammadiyah Asli

Senin, 12 Februari 2018

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, ilmu kesehatan pertama kali turun di muka bumi dibawa malaikat Jibril. Ilmu tersebut terletak pada sayap malaikat penyampai wahyu tersebut. Orang yang pertama mampu membaca dan memahaminya adalah Nabi Idris.?

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

“Jadi orang yang pertama kali mengerti kesehatan adalah Nabi Idris,” katanya saat pidato sambutan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016-2021 di lantai 8 gedung PBNU, Jakarta Selasa (6/12).

Pada kesempatan tersebut, kiai asal Kempek, Cirebon ini juga menyebutkan nama-nama dokter muslim pada masa awal. Pertama Abu Bakar Ar-Razi. Kemudian Hassan ibnul Haitham yang menemukan optik, kesehatan mata.?

Lalu, tambahnya, Ibnu Nafis tentang peredaran darah dalam tubuh manusia, dan keempat yang merupakan puncaknya kedokteran yaitu Al-Husain Ibnu Sina.?

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut, kang Said mengapresiasi atas terbentuknya ARSINU, dan berharap mendatangkan manfaat.

“Saya bangga telah berdiri Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama. Saya yakin insyaallah pasti maju,” tegasnya. “Mudah-mudahan generasi mendatang bisa menikmati keberadaan ARSINU,” pungkasnya?

Hadir pada acara tersebut Ketua PBNU dr. H. Syahrizal Syarif, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) H. Hisyam Said Budairi. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Minggu, 11 Februari 2018

Mahir Ar-Raiyadh Kediri Optimis Lolos Final LSN Region II Jatim

Kediri, Muhammadiyah Asli. Kesebelasan Pondok Pesantren Mahir Ar-Riyadh Ringinagung Keling Kediri, optimis bisa melaju ke babak selanjutnya dalam kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) region II Jawa Timur di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Sabtu (27/8) sore ini.

Mahir Ar-Raiyadh Kediri Optimis Lolos Final LSN Region II Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahir Ar-Raiyadh Kediri Optimis Lolos Final LSN Region II Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahir Ar-Raiyadh Kediri Optimis Lolos Final LSN Region II Jatim

“Anak-anak siap tampil lagi setelah jeda pertandingan sehari kemarin,’’ ungkap Mohammad Rofik, official tim Mahir Ar-Riyadh Ringinagung.

Mengingat ketatnya pertandingan, lanjut Rofik, timnya akan bermain datar dulu. Melihat pola permainan lawan dilapangan. Yang jelas, anak asuhnya ditekankan bermain sportif.

”Jeda pertandingan ini kan sangat mepet. Jadi kami harus hemat stamina anak-anak. Jadi pola permainan akan kita rubah. Biasanya anak-anak sejak awal agresif menyerang. Dalam pertandingan nanti akan kami rubah. Kalau sebelumnya bermain ngotot. Ini nanti akan ? banyak bertahan. Apalagi ? bermain dalam cuaca sangat panas. Kita bermain siang sehingga sangat menguras stamina,’’ tandas Rofik.

Muhammadiyah Asli

Hal yang sama juga diungkapkan oleh tim sepak bola Quen Alfalah Ploso Mojo Kediri. “Yang jelas teman-teman akan meladeni permainan lawan. Strategi sudah kami siapkan, supaya stamina ? terjaga,’’ ungkap Ahmad salah satu pemain Quen Al-Falah Ploso Kediri.

Kedua tim satu daerah ini akan ketemu dalam Perempat Final ? LSN Region Jatim ? II siang nanti pukul 14.00. Makanya sangat wajar bila keduanya akan bermain menahan dalam rangka menghemat ? stamina.

Sebagimana diketahui Tim Mahir Ar-Riyadh Ringinagung lolos kebabak perempat final setelah dalam babak ? sebelumnya mengalahkan tim pesantren APPIS Gandusari Blitar dan Pesantren Nurul Ulum. Sedangkan Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri setelah berhasil melibas ? Tim An-Nur 1 ? Turen Malang.

Sementara itu, yang akan bertanding perdana hari ini, pukul ? 07.30 pagi tadi adalah Kesebelasan Ponpes An-Nur 2 Turen Malang menghadapi Kesebelasan Pondok Pesantren Denanyar Jombang. ?

Muhammadiyah Asli

Disusul kemudian pertandingan antara kesebelasan Ponpes Darussalam Sumbersari Kencong ? Kediri. Mereka akan berhadapan dengan Kesebelasan Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang pada pukul 09.10 WIB.

Kemudian pada pukul 14.00 Tim Mahir Ar-Riyadh tampil melawan Tim Quen Al-Falah. Lalu ? pada pukul 15.40 akan berhadapan Ponpes Darut Taibin (DaTa) Tulungagung akan bentrok dengan tim Pesantren Pomosda asal Kota Angin Nganjuk. (Imam Kusnin/Fathoni)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, Olahraga, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Jumat, 09 Februari 2018

Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur

Bandarlampung, Muhammadiyah Asli. Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi Lampung mengkaji pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Dialog Kebangsaan yang akan diselenggarakan pada 10 Maret 2013 mendatang di Hotel Marcopolo Bandarlampung. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir.

Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur

Beberapa nara sumber yang diundang diantaranya putri Gus Dur Yeni Wahid, Anggota DPR RI Effendi Choiri, tokoh NU Lampung Alzier Danis Tabrani, dan Rektor IAIN Raden Intan Bandarlampung Muhammad Mukri.

Menurut Rida Budiyanti, Ketua PW Fatayat NU Lampung, acara ini diharapkan dapat melestarikan pemikiran Gus Dur sebagai Bapak Bangsa dalam rangka mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, toleran dan demokratis.

Muhammadiyah Asli

“Sosok Gus Dur sangatlah menarik dan multi tafsir. Beliau tidak saja dikenal sebagai seorang yang sukses memimpin NU, tetapi juga seorang tokoh sentral demokrasi, tokoh pembaru Islam, tokoh agama, tokoh budaya, politik, intelektual terkemuka, penganjur pluralisme dan pembela minoritas,” katanya di Bandarlampung, Selasa (5/3).

Dialog kebangsaan yang akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung ini juga merupakan usaha dalam pemeliharaan kerukunan dan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong agar kerukunan di masyarakat mengalami penguatan, sehingga masyarakat semakin berdaya untuk menghadapi berbagai macam kecenderungan kemungkinan terjadinya konflik.

Muhammadiyah Asli

Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh keluarga besar NU Provinsi lampung dan segenap pecinta Gus Dur yang diperkirakan berjumlah 1000 orang.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

NU NTT Imbau Umat Islam Bayar Zakat

Kupang, Muhammadiyah Asli. Rais Syuriyah PWNU Nusa Tenggara Timur KH Abdulkadir Makarim mengimbau segenap umat Islam di wilayah Nusa Tenggara Timut agar tingkatkan ibadah di bulan puasa dan memperbanyak pengeluaran zakat, infak dan sedekah (ZIS) untuk mengejar amal ibadah sebagai bekal dunia dan akhirat.

NU NTT Imbau Umat Islam Bayar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU NTT Imbau Umat Islam Bayar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU NTT Imbau Umat Islam Bayar Zakat

“Mari kita membayar zakat, infak dan sedekah di bulan Ramadhan kali ini,” kata Abdulkadir Makarim yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kepada Muhammadiyah Asli di Kupang, Selasa (23/6) kemarin.

Makarim berharap, agar puasa dijadikan moment pembersihan diri sekaligus mencari pahala bagi umat Islam di NTT dengan? jalan meningkatkan? ibadah dan memperbanyak pengeluaran zakat, Infak dan sedEkah.

Muhammadiyah Asli

“Di bulan Ramadhan, bagi saudara-saudara umat beragama lainnya agar lebih memperhatikan toleransi bagi saudara-saudara kita umat Islam yang saat ini sementara menjalankan ibadah puasa, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya begitu besarnya perhatian dan toleransi dari umat-umat? non muslim kepada saudara yang muslim,” katanya.

Maka diharapkan, terjalinlah kerukunan yang selama ini senantiasa dijaga dan dipupuk oleh seluruh umat beragama di daerah ini, katanya. (Ajhar Jowe/Anam)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 01 Februari 2018

Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah

Jepara, Muhammadiyah Asli. Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah, Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Yahya saat menjadi inspektur Upacara Kebangsaan dan Gebyar Merah Putih di Alun-alun Jepara, Sabtu pagi (14/4) memberikan amanat kepada peserta upacara, bahwasanya kemerdekaan yang diraih oleh Bangsa Indonesia bukan merupakan hadiah dari penjajah.



Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah

Menurutnya, kemerdekaan yang telah ditorehkan pada 17 Agustus 1945 itu harus dilalui dengan bertumpah darah dan perjuangan. Wujud nyatanya dibuktikan dengan korban nyawa dan keluarga yang dikorbankan. Tetapi ia menyayangkan, sudah sekitar setengah abad bangsa ini tertidur pulas melupakan jejak para pendahulu. Sehingga nasionalisme bangsa ini semakin luntur.

Dihadapan 3500 orang peserta upacara yang terdiri dari Muspida, Kiai, Habaib, PNS, Banom NU, Tokoh Lintas Agama, Pelajar dan Mahasiswa, ia mengajak agar semakin memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Muhammadiyah Asli

"Kemerdekaan yang telah kita raih merupakan berkah dari Allah SWT yang perlu disyukuri. Rasa syukur itu tidak hanya dibuktikan dengan ucapan saja," paparnya.

Muhammadiyah Asli

Lebih dari itu, sebagai penerus bangsa agar tidak memalukan di hadapan para pejuang dan sesepuh. Dengan Gebyar Merah Putih, kecintaan terhadap NKRI perlu ditingkatkan sebab kekuatan Bangsa Indonesia tidak diragukan lagi.

"Mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan agar bangsa kita tidak menjadi bangsa tontonan tetapi menjadi bangsa tuntunan. Bisa menjadi teladan bagi bangsa-bangsa yang lain," imbuhnya.

Redaktur     : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Ulama, Doa Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

Rihlah Ilmiah Ramadhan ke Masjid Agung Jateng

Semarang, Muhammadiyah Asli. Lebih dari lima puluh peserta mengikuti kegiatan program rihlah ilmiah dalam rangkain kegitan pesantren ramadhan diadakan oleh Rumah Pendidikan Sciena Madani yang bekerja sama dengan Masjid Ar-Rasyid yang terletak di daerah Banjardowo Rt 2 Rw 6 Genuk Semarang.

Rihlah Ilmiah Ramadhan ke Masjid Agung Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Rihlah Ilmiah Ramadhan ke Masjid Agung Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Rihlah Ilmiah Ramadhan ke Masjid Agung Jateng

Rihlah ilmiah merupakan program semacam pariwisata, namun bukan sekedar wisata akan tetapi memiliki nilai-nilai pendidikan. Berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah dengan mengendarai kereta kelinci yang telah dipesan panitia ini bersifat gratis dan bahkan setiap peserta mendapatkan jatah tiket untuk menaiki menara masjid.

Di lantai 19 menara masjid agung jawa tengah, para peserta dikenalkan tentang pemandangan alam khususnya kawasan Semarang. Berlanjut di lantai 2 dan 3 para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang sejarah. Sebab di lantai tersebut menjadi museum pusat sejarah Jawa Tengah.

Muhammadiyah Asli

Dalam acara tersebut, para peserta di kawal oleh 2 porsenil Banser Ranting Banjardowo yakni saudara Suyatno dan Rohmani. Menurut Suyatno, bahwa tugas banser bukan sekedar memberikan rasa aman, namun bagaimana juga berperan aktif dalam kegiatan pendidikan.

Muhammadiyah Asli

Rihlah ilmiah ini sebagai bentuk pembelajaran lingkungan kepada anak-anak, kata penanggung jawab acara Ninik Ambarwati. “Saya juga sangat berterima kasih kepada Banser yang meluangkan waktunya untuk memberikan rasa aman dan membimbing anak-anak,” tuturnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock