Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Pati, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang GP Ansor Pati, Jawa Tengah bersama jajarannya mengadakan ziarah ke makam pahlawan Kabupaten Pati utara pasar Puri Baru, Pati, Ahad (22/10). Acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan pada para santri terutama yang masih pelajar untuk selalu ingat betapa keras perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Ketua PC GP Ansor Pati Irham Shodiq menuturkan peringatan hari santri dijadikan sebagai upaya para Nahdliyyin untuk selalu mengingat dari mana santri berasal kemudian perjuangan apa yang telah diberikan dan apa tujuan para santri sebenarnya, semua harus jelas. 

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

“Tidak asal-asalan menjadi santri, karena santri sendiri adalah pejuang, pejuang ilmu dan pejuang agama,” katanya.

Di samping itu, santri juga senantiasa tunduk dan patuh kepada para kiai dan ulama. 

“Menjadi seorang santri memang sangat berat, mulai dari pengalaman belajar di belakang meja sekolah, mengaji, menghafal sampai dengan pengalaman tidak mandi sampai berhari-hari. Semua pengalaman itu bisa dirasakan ketika seseorang menjadi santri di sebuah pondok,” lanjut Shodiq. 

Shodiq menambahkan, menjadi seorang santri merupakan langkah awal yang sangat hebat untuk menjadikan diri lebih siap dalam menjalani kehidupan didunia bahkan akhirat. Santri jangan hanya melihat santri dari pakaiannya yang tidak “style modern” yang hanya sarungan dan bersongkok, namun lihat isinya, dalam arti ilmu dan etikanya. 

Muhammadiyah Asli

“Sebenarnya banyak para alumni santri yang sekarang ini menjabat diberbagai perusahaan-perusahaan besar, mungkin saja nanti malah ada seorang santri yang menjadi orang nomor satu di negara ini,” ucap Shodiq langsung disambut tepuk tangan dari para peserta yang kebanyakan perwakilan dari beberapa pondok yang ada di Kabupaten Pati.

“Kami sangat bangga menjadi seorang santri, karena ilmu yang kami peroleh lebih luas, baik ilmu agama maupun ilmu umum” ucap salah seorang santri kepada Muhammadiyah Asli. 

Ia mengatakan, belajar di pondok lebih mengedepankan jiwa sosial, karena di pondok sering diajarkan untuk selalu saling membantu kepada sesama yang dipraktikkan dalam kehidupan kesehariaanya. Contoh kecil saja dalam hal makanan, sesama santri pondok biasanya kalau makan menggunakan nampan ataupun daun pisang yang dikelilingi 10 sampai 12 orang santri. Jadi tidak ada santri yang makan menggunakan piring untuk makan sendiri. (Hasan Udin/Kendi Setiawan)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Selasa, 13 Februari 2018

SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan

Balikpapan, Muhammadiyah Asli. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama Balikpapan, Kalimantan Timur, melakukan terobosan baru dengan membuka jurusan Teknik Pengelasan yang sudah berjalan selama setahun, tahun ajaran 2013-2014.

SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan membuka jurusan baru ini dengan bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Balikpapan melalui MoU antara kedua sekolah kejuruan tersebut. Di antara hasil kerja sama itu adalah bantuan tenaga pengajar ahli Teknik Pengelasan dari SMK Negeri 1 Balikpapan sebanyak 4 orang.

SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan

Dibukanya jurusan Teknik Pengelasan didorong akan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih sedikit sedangkan peluang kerja yang masih luas. Di samping itu, SMK yang memilki jurusan tersebut baru SMK Negeri 1 Balikpapan.

Muhammadiyah Asli

"Saya berharap lulusan SMK NU Balikpapan jurusan Teknik Pengelasan dapat terserap secara maksimal di dunia kerja dan dapat membuka usaha secara mandiri," ujar Kepala SMK NU Balikpapan Mudawamatun Nadziroh, Rabu (25/6)

Dengan dibukanya jurusan baru tersebut, SMK NU Balikpapan kini memiliki dua program kejuruan, yaitu Multimedia dan Teknik Pengelasan. Jurusan Multimedia adalah program jurusan yang sudah berlangsung selama 4 tahun sejak SMK NU Balikpapan didirikan.

Muhammadiyah Asli

SMK NU Balikpapan merupakan sekolah menengah kejuruan berbasis pesantren yang mendidik dan mencetak siswa-siswanya agar bisa menempati posisi strategis di dunia bisnis dan industri di era masa kini, serta mampu mengembangkan semangat keislaman ala Ahlussunnah wal Jamaah di tempat mereka bekerja dan menjadi pribadi yang mandiri dan kuat dalam memegang nilai-nilai keislaman.

Dengan semboyan "Mendidik Generasi Muda menjadi? Profesional dan Berakhlakul Karimah", SMK Nahdlatul Ulama bertekad mewujudkan tujuan pendidikan SMK yaitu meningkatkan kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan? lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

Fasilitas yang dimiliki, antara lain: ruang belajar yang represntatif, ruang perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, sarana multimedia yang memadai, sarana olahraga, sarana ibadah, asrama dan lain-lain.

Sejumlah prestasi yang pernah diraih adalah juara 2 Web Design, juara 3 Animasi dan juara 3 Grapich Design dalam Lomba Keterampilan Siwa (LKS) tingkat Kota Balikpapan tahun 2013. Selain itu, siswa SMK NU Balikpapan juga pernah masuk dalam 10 besar lomba Pidato Bahasa Inggris antara SMA dan SMK se-Kota Balikpapan. Ektrakurikuler utama, antara lain, teknisi komputer, keterampilan menjahit, dan seni bela diri.

Kepala SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan juga berharap bisa membuka jurusan baru yang senafas dengan dunia pesantren seperti Perbankan Syariah yang saat ini belum dimiliki oleh sekolah kejuruan yang ada di Kota Balikpapan.

"Harapan kami juga bisa membuka jurusan Perbankan Syariah yang senafas dengan dunia pesantren," pungkas Ibu Nadziroh, sapaan akrabnya.

Pendaftaran Siswa Baru

SMK Nahdlatul Ulama Balikapan membuka pendaftaran murid baru untuk tahun ajaran 2014-2015. Pendaftaran dapat dilakukan di kantor SMK NU Balikappan. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi nomor telpon 0542-41474 atau kontak 081253899337 (Ibu Nadziroh) dan 085654060240 (Imam Turmudzi).

Informasi juga dapat dilihat diwebsite resmi SMK NU Balikpapan yang beralamat di http://www.smknubalikpapan.sch.id. Alamat email: smknubalikpapan@yahoo.com .

Lokasi sekolah berada di komplek Muassah al-Mahad al-Haditsiyah al-Muttaqien Balikpapan (Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Mutaqqien) di Jalan Ledjend S. Parman RT. 22 No. 47 Sumber Rejo (Gunung Guntur) Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Abdur Rohim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Daerah Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Pamekasan, Muhammadiyah Asli

Puluhan alumni Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Larangan berkumpul di Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (24/01) siang. Tujuannya, silaturahim sekaligus musyawarah pembentukan Majelis Alumni? Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Larangan.?

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi yang juga mantan kader IPNU PAC Larangan. Syatibi didapuk memimpin jalannya musyawarah.?

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Dalam kesempatan itu, terpilih Khalil Hasyim sebagai ketua Majelis Alumni IPNU Larangan. Sementara tentang ketua Majelis Alumni IPPNU Larangan, forum menghendaki kesediaan Pengasuh Pesantren Al-Huda Sumber Nangka yang juga mantan Ketua IPPNU Larangan Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi.

Muhammadiyah Asli

Dalam sambutannya, Khalil Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanat yang diberikan kepada dirinya dan berjanji akan menjalankan organisasi secara maksimal. "Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat bagi pengaderan IPNU-IPPNU di Larangan ini," terang civitas akademika STAIN Pamekasan itu.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi menyampaikan kebanggaannya pernah menjadi kader PAC IPPNU Larangan. Menurutnya, pengaaderan IPNU-IPPNU Larangan sejauh ini menjadi kiblat kaderisasi di Kabupaten Pamekasan.

"Kecamatan Larangan ini adalah pusat pengaderan IPNU-IPPNU di Pamekasan. Buktinya, lebih dari lima orang kader Larangan yang pernah menjabat Ketua PC IPNU Pamekasan. Bahkan, ada yang sampai ke PW IPNU Jawa Timur. Saya bangga menjadi kader IPNU-IPPNU Larangan," tegas mantan Ketua PAC IPPNU Larangan periode 2006-2008 yang tak lain putri almarhum KH Shidqi Mudzhar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan.

"Saya Bangga pada rekan dan rekanita sekalian. Setelah sekian tahun pengabdian kita di PAC IPNU-IPPNU berakhir, ternyata semangat rekan-rekanita sekalian masih luar biasa. Kecamatan Larangan ini sejak dulu dikenal sebagai episentrum IPNU-IPPNU di Kabupaten Pamekasan,” ujar Pengasuh Pesantren Al Abror, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut.

Pihaknya berharap majelis alumni ini terus menopang para kader agar pelajar di Kecamatan Larangan bisa terus memberi kontribusi kader-kader potensial, baik di tingkat cabang, wilayah, bahkan pusat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Syariah, Sholawat Muhammadiyah Asli

Sabtu, 03 Februari 2018

Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput

Brebes, Muhammadiyah Asli. Untuk mendukung kesuksesan Pemilu Legislatif 2014, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, melakukan doa bersama sukses pemilu. Doa bersama dilantunkan bersamaan dengan pengajian rutin Jamiyah Rijalul Ansor.

“Sebagai pemuda, kami ingin pemilu legislatif berjalan sukses,” kata Ketua PAC GP Ansor Brebes Moh Subkhan usai pengajian rutin di masjid Kelurahan Pasarbatang Brebes, Ahad (6/4).

Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput

Subkhan mengajak kepada seluruh anggota GP Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) di wilayah kecamatan Brebes untuk memberitahu kepada warga disekitarnya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara dan menggunakan hak pilihnya. “Kita berkwajiban ngoprak-ngoprak (mengajak, red) warga agar mendatangi TPS guna mencoblos,” kata Subkhan.

Muhammadiyah Asli

Lebih jauh dia menjelaskan, Jamiyah Rijalul Ansor merupakan suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh PAC Ansor secara bergilir. Meskipun dilaksanakan setiap bulan sekali dengan cara berkeliling ke 23 desa di Kecamatan Brebes sangat efektif untuk menyampaikan informasi. Baik informasi intern organisasi maupun ekstern organisasi.

Pemilu yang merupakan hajat negara dan pesta rakyat, dalam pandangan jamiyah Rijalul Ansor sangat penting dan perlu dibahas serta di sukseskan. Sehingga dalam kesempatan tersebut, penting dan mudlaratnya pemilu menjadi bahasan yang hangat dan mendapat tanggapan serius dari seluruh anggota jamiyah rijalul ansor.

Muhammadiyah Asli

Anggota Jamiyah Rijalul Ansor tingkat PAC, diikuti seluruh pengurus PAC dan Pengurus Ranting (PR) se Sekecamatan Brebes. Sedangkan ditingkat desa atau kelurahan, Jamiyah Rijalul Ansor diikuti para pengurus dan anggota di desa atau kelurahan tersebut.

Fauzan Amin, salah seorang anggota Jamiyah mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena bisa menambah wawasan dan saling bertukar informasi serta menjalin silaturahmi. “Banyak manfaat yang bisa digali dari kegiatan Jamiyah Rijalul Ansor,” ungkapnya.? (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Kajian Sunnah, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Mahasiswa KKN Unusia Fasilitasi Warga Lakukan Itsbat Nikah

Bogor, Muhammadiyah Asli. Pernikahan tanpa melalui Kantor Urusan Agama (KUA) masih menjadi problem di tengah masyarakat. Problem ini menjadikan mereka tidak terdaftar sehingga belum memiliki surat-surat nikah.

Mahasiswa KKN Unusia Fasilitasi Warga Lakukan Itsbat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa KKN Unusia Fasilitasi Warga Lakukan Itsbat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa KKN Unusia Fasilitasi Warga Lakukan Itsbat Nikah

Permasalahan ini ditangkap oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Program Studi Ahwalus Syakhsiyah untuk memfasilitasi Sidang Itsbat Nikah, Jumat (8/9) dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Cisuuk, Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dosen Pendamping KKN Unusia Hayaturrahman mengungkapkan, proses fasilitasi ini untuk kedua kalinya setelah KKN tahun 2016 lalu juga mengadakan sidang itsbat nikah di Kampung Pulo, Cibeuteung Udik yang diikuti oleh 25 pasangan nikah.

“Di Kampung Cisuuk ini diikuti oleh 45 pasangan nikah. Ini bagian dari praktik Tri Darma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat,” jelas Hayaturrahman saat dikonfirmasi Muhammadiyah Asli.

Ia menjelaskan, proses advokasi ini mempunyai peran penting untuk kelangsungan masa depan warga terutama anak-anaknya. Mereka tidak mungkin bisa mengurus identitas kependudukan dan akte kelahiran anak jika belum mempunyai surat-surat nikah.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, Kepala Desa Cibeuteung Udik, Bambang Indra Gunawan mengungkpkan, sangat berterima kasih kepada pihak mahasiswa dan kampus Unusia yang telah mengfasilitasi program yang sangat dibutuhkan masyarakat ini. 

“Karena dengan itsbat nikah ini program pemerintah bisa sangat terbantu dalam mendukung program tertib administrasi dan berimplikasi pada peningkatan pelayanan pemerintah kepada keluarga yang bersangkutan,” ucap Bambang.

Sidang itsbat nikah ini dipimpin langsung oleh Hakim dari Pengadilan Agama Kabupaten Bogor dibantu beberapa anggotanya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Rabu, 27 Desember 2017

Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian

Tidak nikmat rasanya hidup ini jika tiap hari hanya dihabiskan di rumah. Sesekali kita perlu juga melangkah ke luar, pergi ke tempat pariwisata, atau mengunjungi karib kerabat. Ketika hendak berpergian, jangan lupa pamitan, minta restu, dan doa keluarga terutama untuk perjalanan jauh dan lama.

Selain pamitan, Rasulullah SAW menganjurkan shalat dua rakaat sebelum meninggalkan rumah.

Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian

Amaliah ini rutin Beliau lakukan ketika hendak berpergian. Apalagi saat meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama. Hal ini seperti yang dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzzab,

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?) ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?)

Artinya, “Disunahkan shalat dua raka’at menjelang keluar rumah. Pada rakaat pertama, disunahkan membaca surat Al-Kafirun dan membaca surat Al-Ikhlas untuk rakaat kedua. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Tidak ada amalan yang lebih utama ketika keluar rumah kecuali shalat dua raka’at”. Sahabat Anas menceritakan bahwa Nabi SAW tidaklah meninggalkan rumah sebelum shalat dua raka’at, (HR Al-Hakim). Setelah shalat, dianjurkan membaca ayat Kursi dan surat Quraisy.”

Muhammadiyah Asli

Sebelum keluar rumah, lakukanlah shalat dua raka’at. Dianjurkan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama, dan surat Al-Ikhlas pada raka’at kedua. Jangan lupa setelah shalat membaca ayat Kursi dan surat Quraisy.

Demikianlah amalan Nabi Muhammad SAW sebelum meninggalkan rumah. Semoga kita dapat mengamalkan dan membiasakannya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 Desember 2017

Ahmad Baso: Dibutuhkan Kader Pembela Pesantren

Tegal, Muhammadiyah Asli?

Peran pesantren dalam membentuk peradaban Nusantara tidak diragukan lagi. Sementara kiai dan keilmuanya menjadi tonggak keberhasilan dalam membina masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kajian Sumber daya Manusia (Lapesdam) NU Ahmad Baso dalam forum diskusi dan bedah buku karyanya sendiri “Pesantren Studies”.

Ahmad Baso: Dibutuhkan Kader Pembela Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Baso: Dibutuhkan Kader Pembela Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Baso: Dibutuhkan Kader Pembela Pesantren

Bedah buku yang digelar di Pondok Pesantren Mahaduth Tholabah Babakan Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, Jum’at (22/9) malam itu, dihadiri beberapa kiai, termasuk pengasuh pesantren, PC. Ma’arif NU, PCNU Kabupaten Tegal, PC IPNU, PC PMII ? dan ratusan santri,

“Kita butuh kader pembela pesantren, karena ada sebagian orang yang mengambil teks-teks pada pesantren seolah-olah kurafat dan konservatif, ? ini jelas menghina pesantren dari peradaban. Ada kasus mahasiswa S3 dari Madura yang akan menyelesaikan studinya meneliti pesantren tetapi rujukannya bukan sama kiai dan pesantren tetapi pada tokoh-tokoh orientalis seperti fazlul rahman , ini kan tidak nyambung?” jelas Ahmad Baso?

Muhammadiyah Asli

Wali Songo jaman dahulu, lanjut Baso, sudah tahu bagaimana menyiapkan kaderisasi dari kaum ? muda, dengan mengkader generasi mudanya sebagai katib atau juru tulis. Disini jelas ada kaderisasi dari yang muda untuk menulis agar bisa dijadikan bukti sejarah yang dapat dibaca oleh generasi penerus, makanya kita bisa menjumpai karya abad ke -16 dengan tulisan-tulisan pegon.?

Pada abad ke-19 ribuan, kata Baso, ? karya tulis ulama-ulama dulu dirampas oleh Belanda, kitab At Tib yang merupakan kitab yang membahas tentang kesehetan pada abad itu ada 40, menemukan 300 penyakit dan 700 obat, namun kitab-kitab itu rampas dan diboyong ke perpustakaan milik mereka, sehingga generasi penerus tidak bisa menemukan itu

Muhammadiyah Asli

“Mereka takut kalau santri itu cerdas, pesantren kalau terlalu banyak membaca bisa bahaya, menurut mereka,” ? jelas alumnus Pesantren An Nahloh Makasar itu. ?

Diskusi yang dimoderatori Aqib Malik putra keluarga besar mahaduth tholabah itu menjadi menarik ketika beberapa pertanyaan mulai menggelinding satu persatu hingga sampai akhir penutupan, merasa peserta belum puas diskusi dilanjut dengan obrolan santai di serambi masjid pesantren.

Buku “Pesantren Studies” Ahmad Baso rencananya akan ditulis dalam 14 jilid dan untuk episode ini baru ditulis dalm jilid 2 dan sudah diterbitkan diantaranya 2a dan 2b.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Rupanya masih saja ada orang yang tidak suka Nahdlatul Ulama (NU) besar. Salah satu indikasinya, selebaran Mimbar Dakwah yang berisi ‘Fatwa Ulama Jombang’ masih saja beredar, terutama di daerah luar Jawa. Padahal Pengurus Cabang NU Jombang sudah seringkali membantah, bahwa isi maupun selebaran itu tidak ada kaitannya dengan NU Jombang. Justru ia yakin kalau ada pihak lain yang sengaja ingin mengacaukan NU.

Pengurus Wilayah NU Jawa Timur sebagai tuan rumah, juga sudah seringkali menanggapi persoalan itu melalui pengajian-pengajian. Namun sayang, selebaran lebih banyak beredar di luar Jawa.

Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar (Sumber Gambar : Nu Online)
Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar (Sumber Gambar : Nu Online)

Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar

Sementara, mereka yang menerima selebaran biasanya menelepon ke Kantor PWNU Jatim. “Selebaran itu bertujuan merusak citra NU. Semoga mereka segera sadar,” kata Dr H Ali Maschan Moesa MSi, Ketua PWNU Jatim, kepada Muhammadiyah Aslidi Surabaya, Selasa (18/12).

H Zaini Ilyas, Staf Sekretariat PWNU menuturkan, maraknya selebaran itu sudah terjadi sejak awal September lalu. Selain menerima pengaduan via telepon, ia juga mendapatkan kiriman faksimili contoh selebaran dari kerabatnya di Hulu Sungai Utara, Kalimantan. Pengaduan serupa juga diterima dari Lampung, Banjarmasin dan Kepulauan Riau. “Bahkan seminggu lalu masih saja ada laporan yang masuk,” tuturnya.

Selebaran yang meresahkan itu, seperti yang ditunjukkan pada wartawan situs ini, bernama Mimbar Dakwah asuhan H Muhammad Abduh SH, berisi tentang Fatwa Ulama Jombang dalam Berbagai Amalan Ibadah/Amalan. Tapi aneh. Isinya malah bertolak belakang dengan amaliah para kiai Jombang. Di antaranya tidak boleh membaca usholli dalam shalat, tidak boleh baca wirid dengan bersuara sesudah shalat, tidak perlu qunut subuh, tidak boleh membaca tahlil, tidak mengenal shalat qabliyah Jumat, tarawih hanya delapan rakaat, dan sebagainya. Masih banyak lagi.

Muhammadiyah Asli

“Saya juga heran, kok masih ada orang yang suka berbuat seperti itu. Apa untungnya?” Zaini tak habis mengerti.

“Semoga mereka segera sadar dan segera menghentikan perbuatannya,” imbuh Pak Ali. Yang jelas, kata dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, “Selebaran itu menyesatkan, berpotensi mengadu-domba, dan tidak ada kaitannya dengan NU, baik PCNU Jombang maupun PCNU Jombang.” (sbh)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Ahlussunnah, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Senin, 13 November 2017

Ngaji “Kilatan” Masih Diminati Santri

Kediri, Muhammadiyah Asli

Sudah menjadi tradisi pada setiap bulan Ramadan, biasanya tiap pondok pesantren menggelar pengajian kitab kuning dengan sistem “kilatan” atau baca cepat. Kegiatan ini diperuntukkan bagi semua santri dari berbagai tingkatan yang tidak hanya diikuti oleh santri setempat, tapi juga dari pondok pesantren lain.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya di Kediri, Jawa Timur biasanya menjadi tumpuan para santri yang ingin ngaji kilatan atau tabarukan. Begitu juga tahun ini, ribuan santri dari berbagai daerah memilih tetap bertahan di sejumlah pondok pesantren untuk mendapatkan berkah (tabarukan) di bulan suci Ramadan dengan mengikuti program pengajian kitab kuning.

Ngaji “Kilatan” Masih Diminati Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji “Kilatan” Masih Diminati Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji “Kilatan” Masih Diminati Santri

Salah satu pondok pesantren yang biasa mengadakan program semacam ini adalah Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri, menurut pengurus Ponpes Al Falah, Ali Muhsin, Jumat (29/9) menyebutkan, sekitar 2.000 santri dari berbagai daerah mengikuti pengajian kitab kuning selama bulan Ramadan.

“Terhitung dari jumlah itu, sekitar 700 santri berasal dari ponpes lain di Pulau Jawa, sedang sisanya santri Ploso (Al Falah) sendiri yang memilih tidak pulang kampung, meski sebenarnya kegiatan belajar dan mengajar di bulan Ramadan ini diliburkan,” ungkapnya.

Sebagai contoh, pada Ramadan tahun ini, Ponpes Al Falah menjadwalkan satu kitab besar, yakni Tafsir Hadits Imam Muslim untuk ditamatkan dalam program pengajian kilat hingga hari ke-23 puasa Ramadan. Selain itu, masih ada sekitar 54 kitab lain yang dijadwalkan tamat dalam pertengahan bulan Ramadan, karena tingkat ketebalannya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan Tafsir Hadits Imam Muslim.

Muhammadiyah Asli

Pengajian yang sama juga diselengarakan di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, terdapat sedikitnya 2.500 santri mengikuti tabarukan kitab kuning selama bulan Ramadan ini. Pengurus Ponpes Lirboyo, M Maftuh menyebutkan, dari jumlah tersebut 500 orang di antaranya adalah santri dari ponpes lain dan masyarakat umum.

“Pada Ramadan tahun ini kami mengadakan pengajian kitab besar ilmu tata Bahasa Arab karya Ibnu `Aqil yang dijadwalkan tamat pada hari ke-21 puasa,” tuturnya menjelaskan. Selain itu, tambah Maftuh, masih terdapat sekitar 50 kitab lain yang diajarkan dalam program pengajian kilat bulan Ramadan mulai pagi hingga malam hari.

Muhammadiyah Asli

Program pengajian kilat yang diselenggarakan beberapa pesantren pada bulan Ramadan ini, merupakan program ekstra-kurikuler dan bukan sebagai suatu kewajiban bagi para santri, karena tahun pelajaran yang diterapkan di lingkungan ponpes biasanya diawali pada bulan Syawal dan berakhir pada bulan Rajab. (gpa/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Rabu, 16 Agustus 2017

Pesantren Lembaga Peneguhan Multikulturalisme

Solo, Muhammadiyah Asli. Pembahasan Pondok Pesantren tidak bisa lepas dari peran yang dimainkan oleh kalangan sufi penyebar Islam di Nusantara. Dengan demikian ketika di sebut Pondok Pesantren maka yang dimaksud adalah pesantren salafiyah yang membangun multikultural dan toleransi.?

Pesantren Lembaga Peneguhan Multikulturalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lembaga Peneguhan Multikulturalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lembaga Peneguhan Multikulturalisme

Kalangan sufi penyebar Islam di Jawa tidak mempersoalkan wadah atau simbol, tapi mereka lebih concern terhadap isi dan substansi, seperti istilah sembahyang dan puasa", ungkap KH. Abu Hafsin dalam acara Workshop Pemikiran Pendidikan di Pesantren yang digagas oleh RMI Jateng di Hotel the Alana Solo, Kamis, (8/9)

Selain itu, model gerakan dakwah yg di lakukan oleh kaum sufi bersifat Inklusif. "Gerakan sufi dalam menyebarkan Islam melalui gerakan memasukan nilai-nilai Islami tanpa mengubah konstruksi luar," tegas Ketua PWNU Jateng itu.

Untuk itu, gerakan pesantren NU sekarang agar tetap eksis ada dua, yaitu dengan pendekatan kontekstual, transformasi dan inklusif. ajak Abu Hafsin kepada Peserta Workshop yang dihadiri oleh pengasuh Pesantren se-Jawa.

Yang kedua, pemegang pesantren harus berkepribadian menarik, menampilkan kesederhanaan, ulet dan konsisten antara perbuatan dan ucapan.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, ia berharap agen pesantren, pengasuhnya untuk kembali menengok sejarah pesantren zaman dulu dan melakukan inovasi. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Santri Muhammadiyah Asli

Selasa, 18 Juli 2017

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya

Brebes, Muhammadiyah Asli. Umat Islam Indonesia, tergolong umat yang mendapatkan penghargaan dari istimewa dari Allah SWT. Pasalnya, di tanah Jawa (Indonesia) adanya keturunan Rasulullah, yakni para wali dan sultan yang menyebarkan agama Islam di Indonesia.

“Berkah dari adanya keturunan Rasulullah SAW, menjadikan Indonesia damai,” tutur Muqodam Tariqoh At Tijaniyah Sayid Achmad Al Hadi Al Hasani  dari negara Tunisia saat mengisi tausiyah Idul Khotmi Lil Qutbil Mahtum As Syeikh Ahmad Bin Muhammad At Tijani RA ke-217 di Masjid Al Ittihad Jatibarang Brebes Jumat malam (29/1).

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya

Sayid Achmad yang berceramah dengan bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Syeikh Soleh Basalamah itu, lebih jauh menerangkan, kedamaian Indonesia tercipta setelah para wali menyebarkan agama Islam. Hal tersebut dicontohkan saat penyebaran agama Islam yang dilakukan dengan jalan damai, tanpa peperangan. “Masuknya Islam ke Indonesia bukan dengan peperangan tapi dengan jalan damai,” paparnya.

Muhammadiyah Asli

Bukti lain di Indonesia ada keturunan Rasulullah, lanjutnya, yakni ketika raja-raja dipimpin para sultan. “Indonesia damai, karena banyak keturunan Rasulullah,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Disamping itu, umat Islam Indonesia tergolong umat yang cinta nabi dan keturunannya. Karena berpaham ahlussunah wal jamaah, dengan madzhab imam Syafii RA. Imam Syafii itu menaruh hormat yang kuat terhadap para keturunan nabi. “Imam Syafii bahkan menyebut putri Rasulullah Siti Fatimah Az Zahra, sebagai bidadari surga yang diturunkan  ke bumi karena kemuliaan hatinya,” terang Sayid Achmad.

Untuk itu, dia mengajak kepada hadirin untuk mencintai keturunan Rasulullah dengan mencontohkan akhlak dan perilaku tauladannya. Termasuk mencintai para wali yang juga merupakan keturunan Rasulullah. Dia menandaskan, orang yang benci pada para wali, haram hukumnya dan hidupnya di jamin tidak pernah bahagia “Membenci kepada para wali, hukumnya haram sebab para wali itu keturunan Rasulullah SAW,” ucapnya.

Imam Syafii saja, sambungnya, mengaku lebih senang duduk mendengarkan cerita atau nasehat para wali, ketimbang shalat sunah 1000 rakaat. “Padahal, shalatnya imam Syafii begitu khusyu yang tiada banding,” tuturnya lagi.

Diterangkannya, imam Syafii itu ahli syair, tapi jarang bersyair dan bersyair hanya untuk memuji-muji keluarga Rasulullah. Sampai-sampai imam Syafii disebut sebagai orang yang ‘gila’ terhadap keturunan Rasulullah.

Namun Sayid Achmad juga mengingatkan, kenapa terjadi ketidaknyamanan dan kekacauan di bumi Jawa (Indonesia), karena kini telah muncul setan-setan yang mengelilingi Indonesia. Setan-setan tersebut adalah gerakan-gerakan yang membenci Nabi dan Keturunannya. “Gerakan tersebut berusaha menjauhkan kita dari kecintaan pada Rasulullah dan keturunannya,” ucapnya tegas.

Wujud dari gerakan tersebut adalah dengan adanya aliran yang menghembuskan agar supaya benci pada keturunan Rasulullah. Aliran tersebut rusak, dengan cara merusak pula aqidah agar kecintaan kepada Rasulullah dan keturunannya hilang.

Jalan terbaik, tuturnya, kita mengikuti tasawuf. Sebab dengan menggabungkan diri kita pada tarikat kita akan terus mencintai nabi dan keturunannya. Dan itu yang membuat negara kita jadi damai. “Tasawuf, Tarekat apapun dasarnya adalah cinta pada Rasulullah dan keluarga Rasulullah,” tandasnya.

“Bagaimana akan ada cinta, kalau cinta itu sudah mulai di rusak. Mari kita rajut kembali benang-benang cinta pada Rasullah dan keturunannya,” pungkasnya.

Sementara Sesepuh Muqodam Indonesia Syeikh Abdul Muchit dari Malang Jatim meminta kepada seluruh penganut Tarekat At Tijaniyah agar merapatkan barisan dan saling menghormati. Jangan sampai menyakiti antar sesama muslim. Apalagi menyakiti dengan dalih amar maruf nahi mungkar. “Mari kita jalin ukhuwah islamiyah, ukhuwah Tijaniyah seluruh Indonesia,” pintanya.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Idul Khotmi Lil Qutbil Mahtum As Syeikh Ahmad Bin Muhammad At Tijani RA ke-217 itu mengambil tema Tarekat sebagai solusi ruhaniyah menatap berbagai tantangan hidup akhir zaman. Kegiatan tersebut dirangkai selama 3 hari.

Kegiatan diawali pada Kamis (28/1) dengan Ziarah Kubur dengan pembacaan Tahlil dan Yasin di Makam Muqodam Tarekat At Tijani KH  Wahab Syahroni di Pemakaman Muslim Jatibarang Lor dan Syeh Ali Basalamah di Jatibarang Kidul. Dilanjutkan Jumat Sore (29/1) pembacaan hailala wadifah di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul.

Acara dihadiri 20 muqodam dari Malaysia, Muqodam Tarekat se Muspida Brebes, Ketua PCNU Brebes Drs. H Athoillah, Kapolres Brebes AKBP Beno Lautapessy  MS1 Jawa dan lebih dari 15 ribu masyarakat Brebes. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Sunnah Muhammadiyah Asli

Selasa, 11 Juli 2017

Enjang Sunandar Ketua Terpilih Pergunu Kota Bandung

Bandung, Muhammadiyah Asli - Konferensi Cabang II Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kota Bandung memberikan kepercayaan kepada Enjang Sunandar sebagai ketua masa khidmah 2016-2021.

Pemilihan berlangsing di Kantor PCNU Kota Bandung pada Ahad 11 Desember 2016 diikuti peserta utusan dari tiap kampus, sekolah dan pondok pesantren.

Enjang Sunandar Ketua Terpilih Pergunu Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Enjang Sunandar Ketua Terpilih Pergunu Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Enjang Sunandar Ketua Terpilih Pergunu Kota Bandung

Ketua Pelaksana Rifa Anggyana mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Enjang Sunandar yang juga Guru Labschool UPI sebagai Ketua Pergunu Kota Bandung masa khidmah 2016-2021. Ia berharap ketua terpilih bisa amanah dan mampu menampung seluruh aspirasi dari anggota.

“Alhamdulillah Konfrensi Cabang II Pergunu Kota Bandung berjalan sukses dan lancar sesuai dengan yang direncanakan. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta menyukseskan acara tersebut,” ujarnya melalui siaran pers Selasa (13/12).

Muhammadiyah Asli

Turut hadir dalam Konfrensi Cabang II Pergunu Kota Bandung yakni Ketua PCNU Kota Bandung KH Maftuh Kholil dan Ketua Pergunu Jabar KH Mufid Hidayat. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Habib Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Mei 2017

Lewat Kaderisasi, Fatayat Boyolali Siapkan Kader Militan

Boyolali, Muhammadiyah Asli



Pimpinan Fatayat NU Kabupaten Boyolali menggelar kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD) bertempat di Desa Ringin Larik Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, Sabtu-Ahad (16-17/9). Kegiatan tersebut diikuti puluhan calon anggota baru dari berbagai daerah di Boyolali.

Ketua Fatayat NU Boyolali Nur Fauziah mengatakan, LKD ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan selama masa kepemimpinannya. Sebelumnya LKD pertama digelar di Mojosongo.

Lewat Kaderisasi, Fatayat Boyolali Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Kaderisasi, Fatayat Boyolali Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Kaderisasi, Fatayat Boyolali Siapkan Kader Militan

Ia berharap melalui kegiatan pengkaderan ini, melahirkan kader yang militan. Mengingat kiprah perjuangan Fatayat di Boyolali begitu berat.

“Kita berharap dari kegiatan LKD ini, lahir kader fatayat yang militan dan cerdas, ini penting untuk meneruskan perjuangan para pendahulu yang sudah susah payah mendirikan jam’iyah NU,” kata dia.

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut disampaikan putri KH Tamam Shoimuri itu, kader Fatayat mestinya juga mampu menjadi perempuan yang mandiri, dengan tetap berada dalam kodratnya.

Dalam kegiatan tersebut, para calon kader Fatayat diberikan beberapa materi antara lain Keaswajaan, Ke-NU-an, Wawasan Kebangsaan, dan Gender.

Selain LKD Fatayat, di tempat dan waktu yang sama juga diadakan Makesta IPNU-IPPNU, serta PKD dan Diklatsar GP Ansor. Acara pengkaderan terpadu tersebut juga dimeriahkan dengan kegiatan pengajian yang melibatkan bersama warga sekitar dan pemberian bantuan air bersih. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 30 April 2017

IPNU Harus Optimal Perangi Narkoba

Blitar, Muhammadiyah Asli - Pengurus dan anggota IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU(Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) di sekolah baik swasta maupun negeri diminta bekerja lebih keras untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba dan paham radikal. Mereka diharapkan lebih aktif dalam mencegah pengaruh negatif khususnya di lingkungan sekolah.

“Peredaran obat terlarang di Blitar kian mengkhawatirkan.Tak hanya merambah orang dewasa melainkan sudah ke anak-anak.Untuk itu peran organisasi seperti IPNU dan OSIS perlu dioptimalkan,” kata Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai Ahyat (Gus Dain) di tengah-tengah acara pembukaan PKPNU (19/8) kemarin.

IPNU Harus Optimal Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Harus Optimal Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Harus Optimal Perangi Narkoba

Menurut Gus Dain, peredaran narkoba saat ini sudah dititik nadir. Hampir setiap hari tidak kurang dari 42 orang meninggal, akibat penggunaan narkoba. “Celakanya yang jadi korban terbesar adalah anak usia produktif termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa,” kata Gus Dain.

Belum lama ini tepatnya 5 Agustus 2016 seorang anak dengan inisial JH (16) kelas 9 sebuah SMP swasta di Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar ditangkap petugas satuan narkoba Polres Blitar karena diduga menjadi pengedar pil dobel L. Dari tangannya, petugas menyita 60 butir pil gedek tersebut. Ia ditangkap di jalan Selopuro saat mengendarai sepeda motor sendirian.

Muhammadiyah Asli

"Saat digeledah petugas, di dalam jok sepeda motornya ditemukan pil dobel L tersebut,” ceritanya.

Selain menangkap JH, petugas malam itu juga mengamankan dua pelaku lainnya. Mereka adalah RH (16) teman sekelas JH, dan OK (20). Keduanya tetangga JH. Dari tangan RH, petugas menyita pil 60 butir atau sepaket. Sedangkan dari tangan OK, petugas mendapatkan 20 pil.

Muhammadiyah Asli

“Sebagai organisasi pelajar IPNU dan IPPNU harus menginisiasi, terkait pencegahaan narkoba di kalangan pelajar. Selama ini ikhtiar IPNU sudah baik dengan memberi penerangan melalui radio dan selebaran-selebaran tentang bahaya narkoba. Namun itu saja tidak cukup. Harus terjun langsung dengan kerja sama dengan BNN dan instansi lainnya,” kata Gus Dain.(Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Kajian Sunnah, Pemurnian Aqidah Muhammadiyah Asli

Senin, 20 Maret 2017

PCNU Boyolali Dirikan Toko Kitab Kuning

Boyolali, Muhammadiyah Asli. Warga Boyolali tak perlu lagi bingung untuk mencari kitab-kitab kuning atau buku yang bertemakan ke-NU-an dan Aswaja. Untuk mencarinya, warga dapat mendatangi toko kitab yang berada di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali atau yang lebih dikenal dengan sebutan NU Center.

PCNU Boyolali Dirikan Toko Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Boyolali Dirikan Toko Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Boyolali Dirikan Toko Kitab Kuning

”Rencana akan dibuat satu ruang khusus untuk toko kitab dan buku-buku NU,” terang Ketua Lajnah Ta’lif wa an-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Boyolali, Imam Fajarudin, saat dihubungi Muhammadiyah Asli, Kamis (27/3).

Katib Syuriyah PCNU Boyolali, Joko Parwoto menambahkan gagasan ini berawal dari beberapa orang yang menanyakan tempat untuk mendapatkan kitab kuning dan buku ke-NU –an di Boyolali.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, menurutnya sangat jarang sekali ditemukan buku ke-NU-an di acara pameran buku. “Untuk itu, kami dari PCNU hanya ingin memfasilitasi kebutuhan warga akan buku-buku NU,” ujar pengasuh Pesantren I’jazul Qur’an itu.

Joko menambahkan, selain menyediakan buku dan kitab, PCNU Boyolali melalui LTNNU juga aktif menerbitkan buku-buku NU. Di antaranya adalah buku berjudul “Mengapa Harus NU?” yang sudah diterbitkan pada Maret ini. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Senin, 30 Mei 2016

Wapres JK: Islam Indonesia Relatif Lebih Damai, Tapi...

Bogor, Muhammadiyah Asli. Tiap hari di televisi kita melihat perang terjadi di negara-negara Islam. Itu kadang yang membuat kita bersedih hati. Jika demikian, muncul pertanyaan di mana letak nilai keislaman di situ. Artinya, dibanding di Timur Tengah, Islam Indonesia relatif lebih damai.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla saat didaulat membuka Halaqah Ulama ASEAN yang dihelat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Hotel Salak The Heritage Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/12) sore.

Wapres JK: Islam Indonesia Relatif Lebih Damai, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK: Islam Indonesia Relatif Lebih Damai, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK: Islam Indonesia Relatif Lebih Damai, Tapi...

“Di Asia Tenggara kita lihat tidak ada perang, konflik, peledakan bom seperti banyak melanda negara muslim lain. Artinya, secara umum lebih aman. Karena itu, patut disyukuri tapi tidak berarti gembira. Walaupun ada tapi tidak seperti yang kita lihat secara massal di media cetak maupun elektronik, contohnya Irak dan Iran,” ujar Wapres JK mengawali pidatonya.

Kenapa Islam Asia Tenggara berbeda, lanjut JK, karena dari sejarahnya memang berbeda dengan di Timur Tengah atau di Afrika secara umum. Dalam sejarahnya, Islam masuk di Indonesia tidak melalui jalur peperangan, tapi jalur perdagangan. Para ulamanya juga tenang dalam menyampaikan ajaran agama.

“Para Walisongo dapat berbaur dengan masyarakat melalui pendekatan budaya. Sembilan wali ini mengajarkan Islam dengan lemah lembut. Tidak merubah secara drastis budaya yang ada. Selain itu terdapat banyak kesamaan Islam di kawasan Asia Tenggara, contohnya mulai dari madzhab yang tidak banyak pertentangan,” tandasnya.

Muhammadiyah Asli

Menurut JK, antara Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam tidak banyak memiliki perbedaan dalam aliran keagamaan. “Tidak seperti Irak, Afghanistan, yang tiap hari ada bom. Mereka sebenarnya tidak suka dengan kondisi tersebut,” ujar Mustasyar PBNU ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Kalla menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengasuh pesantren yang telah mendarmabaktikan segala bentuk pikiran demi kemajuan anak bangsa. Para ulama sangat berperan dalam menjaga adab dan akhlak para santri.?

Muhammadiyah Asli

“Saya berharap tema ini bukan hanya diseminarkan, melainkan juga dilaksanakan demi keutuhan kita di ASEAN,” harapnya.

Pembukaan halaqah para ulama bertema ‘Mengembangkan Islam Moderat melalui Jaringan Pesantren’ ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Wapres didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Kepala Badan Litbang dan Diklat Abdurrahman Mas’ud, dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain: Prof Dr Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Jakarta), KH Sholahuddin Wahid (Pesantren Tebuireng Jombang), Prof Dr Iik Arifin Manshurnoor (Guru Besar UIN Jakarta), Prof Dr Abdul Munir Mulkhan, MA (Guru Besar UIN Yogyakarta), Prof Dr Mohd Syukri Yeoh Abdullah (Universitas Kebangsaan Malaysia/UKM), Dr Mohammad Hannan Hassan (MUIS Singapura).

Kemudian, Dr Adnan bin Haji Awang Basa (Collej University Brunai Darussalam), Dr Faishol Haji Awang (Thailand), Dr Carmen Abubakar (University of Philippine), Prof Abdurrahman Masud, PhD (Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag), KH Abdullah Sarwani (Mantan Duta Besar RI di Lebanon) dan KH Najib Zabidi (Pesantren Maslakul Huda Kajen-Pati). (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Olahraga, Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Maret 2010

Bagaimana Sejarah Terbentuknya ISIS?

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Negara Islam Irak dan Suriah ISIS merupakan kelompok Jihadis yang aktif di Irak dan Suriah.

Bagaimana Sejarah Terbentuknya ISIS? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Sejarah Terbentuknya ISIS? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Sejarah Terbentuknya ISIS?

ISIS dibentuk pada April 2013 dan cikal bakalnya berasal dari al-Qaida di Irak (AQI), tetapi kemudian dibantah oleh al-Qaida. Demikiran reportase yang dikutip dari laman BBC Indonesia.

Kelompok ini menjadi kelompok jihad utama yang memerangi pasukan pemerintah di Suriah dan membangun kekuatan militer di Irak. 

Muhammadiyah Asli

Huruf "S" dalam singkatan ISIS berasal dari bahasa arab "al-Sham", yang merujuk ke wilayah Damaskus (Suriah) dan Irak.

Muhammadiyah Asli

Tetapi dalam konteks jihad global disebut Levant yang merujuk kepada wilayah di Timur Tengah yang meliputi Israel, Yordania, Lebanon, wilayah Palestina, dan juga wilayah Tenggara Turki.

Jumlah mereka tidak diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan memiliki ribuan pejuang, termasuk jihadis asing.

Koresponden BBC mengatakan tampaknya ISIS akan menjadi kelompok jihadis yang paling berbahaya setelah al-Qaida.

Siapa Abu Bakr al-Baghdadi?

Organisasi ini dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi. Hanya sedikit yang mengetahui tentang dia, tetapi dia diyakini lahir di Samarra, bagian utara Baghdad, pada 1971 dan bergabung dengan pemberontak yang merebak sesaat setelah Irak diinvasi oleh AS pada 2003 lalu.

Pada 2010 dia menjadi pemimpin al-Qaida di Irak, salah satu kelompok yang kemudian menjadi ISIS.

Baghdadi dikenal sebagai komandan perang dan ahli taktik, analis mengatakan hal itu yang membuat ISIS menjadi menarik bagi para jihadis muda dibandingkan al-Qaeda, yang dipimpin oleh Ayman al-Zawahiri, seorang teolog Islam.

Prof Peter Neumann dari Kings College London memperkirakan sekitar 80% pejuang Barat di Suriah telah bergabung dengan kelompok ini.

ISIS mengklaim memiliki pejuang dari Inggris, Prancis, Jerman, dan negara Eropa lain, seperti AS, dunia Arab dan negara Kaukakus.

Sumber dana

Tak seperti pemberontak di Suriah, ISIS tampak akan mendirikan kekhalifahan Islam di Suriah dan Irak.

Kelompok ini tampak berhasil membangun kekuatan militer. Pada 2013 lalu, mereka menguasai Kota Raqqa di Suriah - yang merupakan ibukota provinsi pertama yang dikuasai pemberonyak.

Juni 2014, ISIS juga menguasai Mosul, yang mengejutkan dunia. AS mengatakan kejatuhan kota kedua terbesar di Irak merupakan ancaman bagi wilayah tersebut.

Kelompok ini mengandalkan pendanaan dari individu kaya di negara-negara Arab, terutama Kuwait dan Arab Saudi, yang mendukung pertempuran melawan Presiden Bashar al-Assad.

Saat ini, ISIS disebutkan menguasai sejumlah ladang minyak di wilayah bagian timur Suriah, yang dilaporkan menjual kembali pasokan minyak kepada pemerintah Suriah.

ISIS juga disebutkan menjual benda-benda antik dari situs bersejarah.

ISIS menguasai kota Raqqa dan kota utama Mosul di Irak utara.

Prof Neumann yakin sebelum menguasai Mosul pada Juni lalu, ISIS telah memiliki dana serta aset senilai US$900 juta dollar, yang kemudian meningkat menjadi US$2 milliar.

Kelompok itu disebutkan mengambil ratusan juta dollar dari bank sentral Irak di Mosul. Dan keuangan mereka semakin besar jika dapat mengontrol ladang minyak di bagian utara Irak.

Kelompok ini beroperasi secara terpisah dari kelompok jihad lain di Suriah, al-Nusra Front, afiliasi resmi al-Qaeda di negara tersebut, dan memiliki hubungan yang "tegang" dengan pemberontak lain.

Baghdadi mencoba untuk bergabung dengan al-Nusra, yang kemudian menolak tawaran tersebut. Sejak itu, dua kelompok itu beroperasi secara terpisah.

Zawahiri telah mendesak ISIS fokus di Irak dan meninggalkan Suriah kepada al-Nusra, tetapi Baghdadi dan pejuangnya menentang pimpinan al-Qaida.

Di Suriah, ISIS menyerang pemberontak lain dan melakukan kekerasan terhadap warga sipil pendukung opoisisi Suriah. (mukafi niam) Foto: Reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, Kajian Sunnah, Pemurnian Aqidah Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 Mei 2009

Ahwa Tonggak Kembalinya Jati Diri NU

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Bagi KH Miftachul Akhyar, Muktamar ke-33 menjadi tonggak bagi terjaganya jati diri NU. Dengan dipilihnya sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau Ahwa, maka kebersamaan NU di masa mendatang lebih terjaga.

"Dengan ditinggalkannya sistem voting dan berganti menjadi Ahlul Halli wal Aqdi atau Ahwa, maka hal ini akan melestarikan kebersamaan di dalam NU," tandas Rais Syuriah PWNU Jatim ini.

Ahwa Tonggak Kembalinya Jati Diri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahwa Tonggak Kembalinya Jati Diri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahwa Tonggak Kembalinya Jati Diri NU

Hal tersebut disampaikan Kiai Miftah, sapaan akrabnya, usai acara Halal bihalal dan Tasyakuran Sukses Muktamar ke-33 NU yang diselenggarakan Sabtu (22/8) siang. Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur, H Saifullah Yusuf, para kiai dan utusan dari PCNU se Jawa Timur.

Muhammadiyah Asli

Bagi Pengasuh Pondok Pesantren Miftahussunnah Surabaya ini, pemilihan langsung atau voting selama ini tidak menjamin terpilihnya orang terbaik dalam NU. "Voting juga menjadi penyebab kader terbaik justru kalah dengan mereka yang memiliki kepentingan," tandasnya.

Manfaat lain dari sistem Ahwa adalah jati diri NU semakin terjaga. "Karena jati diri NU adalah kami, atau kebersamaan," terangnya. Dan dari Ahwa pula, maka ulama menjadi penentu bagi terpilihnya pemimpin di NU, lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Kiai Miftah tidak menampik bahwa Ahwa yang digunakan pada Muktamar ke-33 NU memiliki kelemahan. "Karena itu Ahwa akan kita kritisi, mana kelemahan yang ada untuk diperbaiki," tandasnya.

Namun demikian, dengan dipergunakannya model Ahwa saat memilih pemimpin di NU menjadi tonggak baru bagi kembalinya jati diri. "Muktamar kali ini sukses karena telah berhasil mengembalikan jati diri NU yang sebenarnya," pungkasnya.

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Pendidikan, Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Rabu, 10 September 2008

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Lampung, Muhammadiyah Asli - Pertandingan LSN Regional Sumatera V Zona Lampung resmi dibuka oleh Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen Pol Dr Ike Edwin di Lapangan Sepakbola Pahoman Bandar Lampung, Senin (19/9). Brigjen Pol Ike Edwin sangat mengapresiasi LSN Zonal Lampung sebagai langkah baik untuk pembinaan dan pembibitan pesepak bola kalangan pesantren.

"Ini merupakan langkah yang bagus untuk terus menggelorakan sepakbola kepada masyarakat luas," katanya.

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Untuk itu, Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin mendukung penuh kegiatan Liga Santri Nusantra khususnya di zona Lampung.

Langkah nyata dukungan itu diwujudkan dengan pemberian hadiah uang pembinaan untuk para pemenang untuk LSN Regional Sumatera V Zona Lampung.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Juara I akan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar 5 juta. Juara II sebesar 4 juta. Sedangkan juara III mendapatkan 3 juta rupiah.

Pembukaan turnamen yang akan berlangsung hingga 23 September 2016 ini dihadiri Sekretaris LSN 2016 Khoirudin Abbas, Kakanwil Kemenag Lampung, Fokompinda Lampung, serta Ketua KNPI, serta panpel regional Sumatera V Zona Lampung. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Juni 2006

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu

Jepara, Muhammadiyah Asli. Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) Semarang Anis Malik Thoha mengajak para pelajar MA Wali Songo menggunakan masa remaja untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin. Di hadapan para pelajar aliyah itu, ia menyatakan bahwa ilmu merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu

Demikian dikatakan Anis Malik dalam acara muwaddaah di halaman MA Wali Songo Pecangaan, Jepara, Ahad (25/5) siang.

Menurut Anis, orang yang tidak berilmu akan kalah dalam berbagai bidang. Katib Aam PCINU Malaysia ini mengutip hadits yang menyatakan, orang yang menginginkan kehidupan dunia dan akhirat harus ditempuh dengan menuntut ilmu.

Muhammadiyah Asli

Pria kelahiran Demak ini mengimbau setiap golongan untuk mendalami ilmu agama. Apalagi di zaman sekarang di mana menuntut ilmu terbuka luas. 

Karena terpukau dengan penampilan santri-santri pondok tahfidz Wali Songo, ia pun menyatakan memberi peluang beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an.

Muhammadiyah Asli

“Bagi hafizh-hafizhoh yang ingin kuliah di Unissula dengan mendapatkan beasiswa, silakan!” tambahnya.

Kesempatan-kesempatan yang ada, saran peraih gelar Doktor dari International Islamic University Islamabad (IIUI) Pakistan itu, perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Tujuannya agar Islam tidak merosot di kemudian hari maka Anda harus manfaatkan kesempatan emas itu,” tegas Anis kepada ratusan peserta didik yang diwisuda.

Pada tahun ajaran 2013-2014 Yayasan Walisongo meluluskan 353 peserta didik. Lulusan dari SMK berjumlah 106, SMA 65, MA 53, MTs 65, dan wisudawan SMP berjumlah 64 peserta didik. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Kyai, Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock