Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pasca aksi penolakan penceramah Khalid Basalamah, oleh GP Ansor dan Banser Sidoarjo pada acara pengajian di masjid Shalahuddin, Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (4/3) kemarin, banyak bermunculan berita miring di media sosial terkait adanya aksi tersebut.

Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos

Menyikapi adanya berita yang tidak benar itu, Ketua GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin mengklarifikasi dan menjelaskan kronologi sebenarnya. Pasalnya, disengaja atau tidak, namun itulah gaya mereka dalam berdakwah, menyebarkan berita yang tidak sebenarnya, mendramatisir bahkan keluar dari konteks kejadian dengan tujuan menjelekkan kelompok lain dan mengambil simpati.

Rizza menegaskan, penolakan itu sebenarnya bukanlah acara pengajian atau majlis ilmunya. Namun, ceramah Khalid Basalamah yang dianggap memprovaksi dan rentan menimbulkan konflik itulah yang kemudian menjadi pokok persoalan. Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan, bahwa panitia tidak akan menghadirkan Khalid Basalamah.

"Yang kita tolak bukanlah majlis ilmunya, sebagai bukti ketika Basalamah turun, diganti Ustadz lain, kita tidak mempermasalahkan. Bukan perbedaan madzhabnya, tapi bagaimana menghargai perbedaan. Ansor dan NU sudah terbiasa berbeda faham dengan Muhammadiyah dan aliran lain yang seiman, bahkan dengan agama lain. Namun tidak ada provokasi dan tetap hidup dengan rukun dan damai," kata Rizza dalam releasenya kepada Muhammadiyah Asli, Ahad (5/3).

Rizza mengungkapkan, pada saat forum mediasi oleh Kapolresta antara MWCNU, Ansor, panitia dan pengurus masjid, Kapolresta meminta bukti rekaman atau contoh ceramah Khalid Basalamah yang dianggap memprovaksi dan rentan menimbulkan konflik?. Ansor sudah menyiapkan 3 video bagaimana Khalid Basalamah menelanjangi ajaran lain, menyalahkan aliran lain tanpa memahami duduk permasalah, mensyirikkan tampa perbandingan dalil.

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya, terjadi negoiasi dengan Kapolresta, panitia menyatakan bahwa yang ceramah bukan Khalid Basalamah melainkan CD rekaman. Inilah gaya mereka berbohong. Dan ketika mengetahui bahwa yang berceramah adalah asli Khalid Basalamah, maka Ansor merasa dibohongi. Namun, Ansor dan Banser tetap sabar. Dan tetap pada koridor negoisasi dan percaya pada pihak kepolisian.

Muhammadiyah Asli

"Namun apa yang terjadi? berita yang beredar di media kita melakukan pembubaran, bentrok bahkan merusak masjid, gereja dijaga namun kegiatan ilmu sesama Muslim dibubarkan dan banyak berita miring yang muncul. Masyallah, tidak ada satupun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor Banser NU," tegas Rizza.

Justru, lanjut Rizza, saat situasi sudah tenang dan selesai karena ada kesepakatan MoU bahwa panitia akan menghentikan ceramah Khalid Basalamah serta tidak akan menaikkan mimbar lagi, bahkan pengurus masjid tidak akan mengundangnya dikemudian hari. Tiba-tiba ada laporan bahwa Ketua PAC Ansor Tulangan, Zaini, dipukul jamaah pegajian. Dan pemukulnya sudah diamankan polisi.

"Saat di Mapolsek Gedangan, Zaini tidak melawan, justru Zaini memaafkannya, kerena Islam yang diajarkan para pendiri NU adalah Islam yang ramah. Atas nama Ukhuwah Islamiyah pelaku yang mengaku warga Kamal dimaafkan," tuturnya.

Selain melakukan penolakan terhadap penceramah Khalid Basalamah, PC GP Ansor Sidoarjo juga meminta untuk melakukan Tabayyun, berdialog dan berbagi ilmu dengan Khalid Basalamah, tujuannya adalah menjaga tradisi keilmuan sekaligus ingin menghilangkan kesalahfahaman.

Namun permintaan ditengah negoisasi itu tidak kesampaian, karena Ansor konsentrasi atas hasil kesepakatan (MoU) untuk mendinginkan suasana. Rizza berharap, ke depan cita-cita mempertemukan antara Khalid Basalamah dengan Kiai NU akan terselenggara. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadhan di 9 Kecamatan

Pringsewu, Muhammadiyah Asli. PCNU Pringsewu menggelar Kegiatan Safari Ramadhan 1436 H di 13 lokasi yang terdiri dari 4 titik yang dipusatkan di Gedung NU dan 9 titik lainnya berlokasi di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu.?

Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim menjelaskan hal tersebut saat membuka secara resmi rangkaian kegiatan safari Ramadhan di Gedung NU, Ahad (21/06) lalu.

PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadhan di 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadhan di 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadhan di 9 Kecamatan

“Kegiatan Safari Ramadhan kali ini berbeda dengan kegiatan safari pada tahun-tahun lalu. Taufik mengatakan, bahwa safari ramadhan kali ini lebih menitik beratkan kepada silaturrahim sekaligus koordinasi serta konsolidasi PCNU dengan MWCNU dan ranting se-Kabupaten Pringsewu,” jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Taufiq menjelaskan, bahwa kegiatan safari ramadhan yang dilaksanakan di kecamatan akan diisi dengan kegiatan bedah buku yang baru saja diterbitkan oleh LTNNU Pringsewu dengan judul Manajemen Ramadhan Karya Katib Syuriyah PCNU Pringsewu. Buku dengan tebal 80 halaman ini akan dikupas tuntas langsung oleh penulisnya yaitu Ustad Munawwir pada kegiatan safari ramadhan di seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu.

Muhammadiyah Asli

Sementara untuk Safari Ramadhan setiap hari Minggu akan dirangkai dengan Ngaji Ahad yang akan di isi langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi di Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Pada saat pembukaan tersebut, Taufiq menjelaskan rinci tempat dan waktu kegiatan safari ramadhan PCNU Pringsewu yaitu: Gedung NU (21, 28 Juni, 5 dan 12 Juli), Kecamatan Parasuka desa Sidodadi (23 Juni), Kecamatam Adiluwih Desa Tunggul Pawenang (27 Juni), Kecamatan Pagelaran Utara Desa Margosari (30 Juni), Kecamatan Banyumas Desa Suka Mulya (2 Juli), Kecamatan Gadingrejo Desa Jogja Selatan (4 Juli), Kecamatan Ambarawa Desa Margodadi (7 Juli) Kecamatan Sukoharjo Desa Panggung Rejo Utara (9 Juli), Kecamatan Pagelaran Desa Pagelaran (11 Juli) dan terakhir di Kecamatan Pringsewu Kelurahan Pringsewu Barat (13 Juli). (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Pamekasan, Muhammadiyah Asli

Puluhan alumni Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Larangan berkumpul di Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (24/01) siang. Tujuannya, silaturahim sekaligus musyawarah pembentukan Majelis Alumni? Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Larangan.?

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi yang juga mantan kader IPNU PAC Larangan. Syatibi didapuk memimpin jalannya musyawarah.?

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Dalam kesempatan itu, terpilih Khalil Hasyim sebagai ketua Majelis Alumni IPNU Larangan. Sementara tentang ketua Majelis Alumni IPPNU Larangan, forum menghendaki kesediaan Pengasuh Pesantren Al-Huda Sumber Nangka yang juga mantan Ketua IPPNU Larangan Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi.

Muhammadiyah Asli

Dalam sambutannya, Khalil Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanat yang diberikan kepada dirinya dan berjanji akan menjalankan organisasi secara maksimal. "Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat bagi pengaderan IPNU-IPPNU di Larangan ini," terang civitas akademika STAIN Pamekasan itu.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi menyampaikan kebanggaannya pernah menjadi kader PAC IPPNU Larangan. Menurutnya, pengaaderan IPNU-IPPNU Larangan sejauh ini menjadi kiblat kaderisasi di Kabupaten Pamekasan.

"Kecamatan Larangan ini adalah pusat pengaderan IPNU-IPPNU di Pamekasan. Buktinya, lebih dari lima orang kader Larangan yang pernah menjabat Ketua PC IPNU Pamekasan. Bahkan, ada yang sampai ke PW IPNU Jawa Timur. Saya bangga menjadi kader IPNU-IPPNU Larangan," tegas mantan Ketua PAC IPPNU Larangan periode 2006-2008 yang tak lain putri almarhum KH Shidqi Mudzhar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan.

"Saya Bangga pada rekan dan rekanita sekalian. Setelah sekian tahun pengabdian kita di PAC IPNU-IPPNU berakhir, ternyata semangat rekan-rekanita sekalian masih luar biasa. Kecamatan Larangan ini sejak dulu dikenal sebagai episentrum IPNU-IPPNU di Kabupaten Pamekasan,” ujar Pengasuh Pesantren Al Abror, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut.

Pihaknya berharap majelis alumni ini terus menopang para kader agar pelajar di Kecamatan Larangan bisa terus memberi kontribusi kader-kader potensial, baik di tingkat cabang, wilayah, bahkan pusat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Syariah, Sholawat Muhammadiyah Asli

Jumat, 02 Februari 2018

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Menjadi pegiat organisasi di Nahdlatul Ulama hendaknya diniati untuk berkhidmat demi meninggikan panji dan kalimat Allah SWT, bukan untuk memperoleh kedudukan apalagi keuntungan materi. Hal inilah yang membedakan dengan para aktivis di organisasi lain.

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

"Saat aktif di NU, jangan sekali-kali memiliki motivasi merebut jabatan, apalagi untuk mendapatkan keuntungan materi," kata Nyai Hj Nur Zainab Nur, Ahad (24/7). Pesan ini disampaikannya saat acara halal bi halal dan silaturrahim Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Puteri Pelajar Nahdlatul Ulama lintas generasi di aula PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah ? Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jatim yang tetap semangat meskipun hadir dengan menggunakan kursi roda tersebut mengingatkan para aktifis kekinian untuk bisa belajar ketulusan kepada para pendahulu. "Untuk dapat melakukan konsolidasi, dulu kami harus rela numpang truk karena kendaraan memang terbatas dan tidak memiliki ongkos yang cukup," terangnya.

Demikian pula untuk memantau perkembangan organisasi, undangan rapat sering dititipkan lewat secarik kertas untuk dapat memastikan akan melaksanakan koordinasi di waktu dan tempat yang ? telah ditentukan. "Kami sangat menghargai kesempatan bertemu," kenangnya.

Meskipun sebagai pelajar perempuan, para pegiat IPPNU kala itu tidak ingin dipandang sebelah mata oleh kalangan Ikatan Pelajar NU atau IPNU. "Saat akan ada rapat bersama IPNU, kami melakukan rapat sebelumnya untuk membahas sejumlah persoalan sekaligus membagi siapa yang akan menjadi juru bicara," katanya disambut aplaus hadirin.

Muhammadiyah Asli

Nyai Hj Nur Zainab Nur kemudian menceritakan bagaimana para pelajar perempuan NU kala itu harus mendatangi para pengusaha dan kantor pemerintah untuk mendapatkan dana ketika hendak menyelenggarakan kegiatan. "Satu demi satu kami datangi," kata perempuan yang kini tinggal di Sidoarjo tersebut.

Di akhir paparannya, kembali mantan Ketua PW Muslimat NU Jatim ini mengingatkan para aktifis IPNU dan IPPNU era kekinian untuk menjaga ketulusan niat dan juga kekompakan. "Jaga terus niat kalian dan tetap kompak," pungkasnya.

Sejumlah ketua dan aktifis PW IPNU dan IPPNU Jatim dari berbagai angkatan hadir pada kegiatan tersebut. Bahkan mantan Ketua Umum PP IPNU, H Abdullah Azwar Anas turut hadir dan memberikan sambutan. Bupati Banyuwangi dua periode tersebut juga mengundang seluruh hadirin untuk bergabung pada acara halal bihalal yang diselenggarakan Majelis Alumni IPNU tingkat nasional, 28 Juli mendatang. Kegiatan akan dilaksanakan di Banyuwangi sekaligus mengenalkan sejumlah destinasi wisata kebanggaan kota paling timur di Jatim tersebut. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 28 Januari 2018

PBNU Kutuk Teror Bom di Prancis

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengutuk keras teror yang terjadi di Prancis pada Jumat, 13 November 2015 atau Sabtu dini hari WIB. Aksi teror yang terjadi di beberapa tempat secara berantai tersebut, mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan luka-luka.

“Apa pun bentuknya, kekerasaan tidak bisa dibenarkan,” tegas Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini menyatakan ketika dihubungi Muhammadiyah Asli terkait aksi tersebut, Sabtu malam (14/11).

PBNU Kutuk Teror Bom di Prancis (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kutuk Teror Bom di Prancis (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kutuk Teror Bom di Prancis

Kekerasan, kata dia, tidak akan menyelesaikan masalah. Malah akan menimbulkan masalah baru serta korban jiwa. “Menyelesaikan masalah dengan kekerasan tidak akan pernah ada habisnya,” katanya.  

Muhammadiyah Asli

Ia meminta kepada aparat keamanan di Indonesia untuk bersiaga supaya hal itu tidak terjadi di Indonesia. Sementara kepada masyarakat ia mengimbau untuk merepatkan barisan dan tidak mudah terpancing.

Muhammadiyah Asli

“Kepada warga masyarakat, khususnya warga NU, supaya mengedepakan dialog dalam menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Menurut dia, kekerasaan di Prancis seperti ada benangnya dengan Indonesia. Kasus Tolikara dan Singkil adalah contohnya. “Mengedepankan budaya kebersamaan adalah modal kita untuk menghadapi krisis seperti itu,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar

Bandung, Muhammadiyah Asli. Pengurus IPPNU kota Bandung mengajak pelajar mengisi malam pergantian tahun baru Hijriyah dengan Pesantren Pelajar di MTs Cijawura, kota Bandung, Sabtu-Ahad (25-26/10). Mereka mengikuti istighotsah, tahlil, hingga pendidikan seks bagi pelajar.

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang dinanti-nanti kader IPPNU di MTs Cijawura karena pada kegiatan ini semua pembina organisasi memberikan ide dan gagasan,” kata Wakil Ketua IPPNU Kota Bandung Rita Robiatul Adawiyah, Sabtu (25/10).

Peringatan Muharram selain diisi dengan zikir dan doa, juga memfasilitasi pelajar dalam pelatihan Baris Berbaris (PBB) oleh Paskibra serta pendidikan Kespro oleh Palang Merah Remaja (PMR), dan kepanduan Pramuka.

Muhammadiyah Asli

Ketua IPPNU Kota Bandung Dhilla Nuraeni Az-zuhri menyatakan apresiasinya pada Pesantren Pelajar ini. “Semua kader IPPNU Kota Bandung  sangat luar biasa, mari kita samakan niat dan semangat kita menuju IPPNU semakin aktif dan inovatif kendati jumlah rekanita Bandung tidak sebanyak cabang lain,” kata Dhilla. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Pondok Pesantren, Daerah Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Minggu, 31 Desember 2017

Suara PMII untuk Pemerintah RI di Hari Buruh Dunia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik menilai, peringatan hari buruh dunia merupakan momentum tepat terutama pemerintah untuk memperbaiki regulasi yang berpihak pada kesejahteraan pekerja. Dalam rilisnya, PMII meminta pemerintahan Ir Joko Widodo untuk memperhatikan sejumlah hal berikut ini.

Suara PMII untuk Pemerintah RI di Hari Buruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Suara PMII untuk Pemerintah RI di Hari Buruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Suara PMII untuk Pemerintah RI di Hari Buruh Dunia

Pengurus harian PB PMII menuntut pemerintahan kini untuk:

1. Momentum Mayday tahun 2015 ini adalah momenteum evaluasi total system perburuhan di Indonesia diawal pemerintahan Jokowi-JK, baik di pemerintahan, pengusaha maupun perlindungan terhadap hak-hak buruh.?

Muhammadiyah Asli

2. Membenahi system perburuhan Indonesia dengan merevisi UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Karena UU ini ? terlalu berpihak pada pengusaha dan mempersempit ruang buruh untuk menjadi sejahtera dan UU ini juga sudah banyak pasal yang di review dan diputus oleh MK.

3. Merevisi UU 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Luar Negeri karena, UU ini lebih banyak mengatur teknis penempatan TKI dari pada perlindungan TKI.

Muhammadiyah Asli

4. Stop diskriminasi dan Kriminalisasi buruh,

5. Stop Politik Upah Murah Buruh?

6. Menuntut Pemerintah untuk Melindungi tenaga kerja Indonesia dari serbuan tenaga kerja asing

7. Mendorong Pemerintah untuk merealisasikan kebijakan yang terkait dengan Jaminan Kesehatan,keselamatan kerja dan hari tua buruh yang tidak memberatkan Buruh

8. Perluas lapangan kerja untuk mengurangi Buruh di Indonesia ke Luar Negeri

9. Mendorong Pemerintah untuk tidak melepas harga BBM yang dikendalikan oleh mekanisme pasar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Cerita, Pemurnian Aqidah, Syariah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock