Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara

KH Mohammad Najib, biasa dipanggil Gus Najib, adalah sosok yang membanggakan keluarga dan daerahnya, Banjarnegara. Ia dikenal masyarakat tidak hanya sebagai kiai, akan tetapi juga sebagai politisi, pebisnis, dan seniman. 

Ia tegas, keras, penyayang, dermawan. Ia pemimpin dan pengayom masyarakat kalangan bawah. Ia membawa kesan tersendiri di hati para sahabat, keluarga, dan masyarakat Banjarnegara. 

KH Abdul Fatah, kakek buyutnya, adalah pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Al-Fatah Banjarnegara (1860-1941), yang dilanjutkan oleh kakeknya, KH Hasan Fatah (1941-1991). Gus Najib sendiri memimpin Pesanten Al-Fatah (2013-2018), meneruskan kiprah ayahndanya KH Hasyim Hasan Fatah  yang memimpin pesantren sejak 1990-2013.

Gus Najib menempuh pendidikan di RA dan MI Al-Fatah hingga kelas dua. Kelas tiga sampai empat di Al-Irsyad Purwokerto, lalu pindah ke SD Cokro Banjarnegara kelas lima sampai enam. 

Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara

Jenjang menengah pertama di SMP 2 Banjarnegara, dan jenjang menengah atas di SMA 1 Banjarnegara. Kelas dua pindah ke SMA Jember dan mulai mondok. Kelas tiga SMA ia pindah ke Pakistan. Ia kuliah di STIE Banjarnegara semester dan pindah ke UNWIKU Purwokerto sejak semester 2. 

Semasa muda ia belajar ilmu hikmah kepada KH Hamzah yang sekaligus kakek dan menantu dari KH Abdul Fatah dari putri pertamanya, Hj Umu Kultsum. Ia menuntut ilmu kajian kitab Sulam at-Taufiq, al-Taqrib, Daqoiq al-Akhbar, al-Usfurriyah, Qothru al-Ghois sampai Tafsir Jalalain pada KH Ahmad Dailimi. 

Dalam perjalananya menuntut ilmu, ia juga berguru kepada paman dari ibunya, di Lasem. KH Ahmadi adalah guru ilmu tata bahasa arab, ilmu Nahwu. Kemudian kepada Kiai Muhammad Azizi yang juga pamannya, dirinya belajar shorof dan Nashoih al- Ibad. 

Muhammadiyah Asli

Gus Najib juga belajar banyak dari seorang kiai dari Yogyakarta. KH Ali Maksum, Krapyak adalah salah seorang guru ia dalam belajar shorof selama 5 hari. Ketika mengaji di Jember, Gus Najib menuntut ilmu kepada KH Ahmad Shiddiq. Ia mengaji kitab tasawuf Riyadh as-Sholihin, Al-Siyasah as-Sariyah. 





Muhammadiyah Asli

Dalam tata bahasa Arab, ia juga belajar kepada KH Durmuji Ibrahim, Lirap, Kebumen, di Pondok Pesantren Nahwu-Shorof; dan kepada KH Ahmad Abdul Haq, Watu Congol Magelang, di mana ia belajar mondok Ramadhan sewaktu kecil. 

Setelah ayahnya meninggal, ia meneruskan perjuangan untuk mengurus dan membimbing jamaah sebagai Mursyid Thariqah An-Naqsabandiyah Al-Khalidiyah. Dalam pengetahuan ilmu tauhid, ia juga belajar kepada Syeikh Masud, Kawunganten, Cilacap. Tentang ilmu tauhid, kitab Al-Dasuqy Ummul Al-Baroghin. 

KH M Najib pernah belajar kepada Maulana Arsyad Ubaid, Maulana Abdurruhman, dan Maulana Musa di Jam’iyah Al-Asrofiyah Lahore, Pakistan. Ia mengaji ilmu hadist dan ilmu mantiq. Di Lahore pula, Gus Najib belajar Al-Quran kepada Qori Syarif. 

KH Hamid Baidhowi dan KH Mujtahidi adalah dua guru mengaji Al-Luma lil Imam As-Syairozi, Usul Fiqih. Kepada Abuya Dimyathi, Banten, Gus Najib belajar Ihya Ulum ad-ddin, Awarifu al-Maarif, kitab Syamsiyyah, Tafsir Al-Baidhowi, Tafsir Khozin, Shohih Muslim, Bukhori, Ibnu Majah, Al-Ithqon Fi Ulumil Quran, Manaru al-Huda, al-Asyr Fi Qiroat al- Asyr, al-taisir(Qiroah Sabah), kitab Bahjah, kitab Jabrul Kasar, Mafakhir al- Aliyyah, Al-Mushtashfa, Ushul Fiqh. 

*

Gus Najib adalah sosok yang gemar berorganisasi. Pada tahun 1984 - 1986, ia menjabat sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Banjarnegara. Tahun 1988 Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjarnegara. Tahun 1988, ia masuk dalam kepengurusan DPP II KNPI Kabupaten Banjarnegara. Tahun 1996-1998, menjabat sebagai Sekjen DPC PPP Kabupaten Banjarnegara. 

Jabatan lainnya tahun 1999 sebagai Ketua DKC Garda Bangsa Banjarnegara. Pada tahun 1999-2012, ia masuk sebagai perwakilan rakyat di DPRD Kabupaten Banjarnegara. Tahun 2002-2012, ia Ketua DPC PKB Kabupaten Banjarnegara. Pada tahun 2012-2017, sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah.  

Kiai Najib yang kokoh dengan metode pendekatan pendidikan salaf, yaitu identik dengan penyampaian ceplas-ceplos (blak-blakan) untuk pendidikan akidah. Pendekatan pendidikan yang ia terapkan dan sampaikan cenderung apa adanya. Hal ini dinilai baik dari sisi pendidikan karakter, sehingga akar kesantrian juga akidah akan kokoh dan tertanam sampai murid usai belajar di pesantren.

Pendekatan pembelajaran tersebut jika diangkat dalam suatu penelitian maka akan terlihat sedikit keras, tapi justru menanamkan karakter yang baik bagi santri, apalagi saat di bangku kuliah nanti yang berbagai macam pelajaran didapat, khususnya studi keagamaan (keislaman). 

Ia sering memberikan nasihat kepada murid-muridnya, “Kalau kelak kalian pulang dari pesantren, walaupun kalian alim, jangan sekali-kali ingin dihormati. Dan hormatilah orang-orang yang sudah memperjuangkan agama terlebih dahulu di desamu.”

Sosok yang disegani itu telah wafat dengan tenang pada usia 51 tahun, Selasa (2/1) pukul 17.00 WIB di rumah duka Jl S Parman, Km 3, Komplek Pesantren Al-Fatah, Parakancanggah, Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Sekitar dua minggu sebelum wafat ia berpesan kepada pengurus pondok, “Hormatilah dan muliakanlah gurumu. Kelak hidupmu akan mulia. Contohlah seperti Mbah KH Hasyim As’ary. Akan tetapi, selain memuliakan, kalian juga harus pintar.”

Selain itu pesan Gus Najid pada saat yang sama adalah, ”Kalian juga harus memuliakan tamu dengan cara bertanya dan menjamu seperti yang dilakukan Mbah dan Abah dulu. Insyaallah anak turun kalian tidak akan kekurangan makanan.”

Gus Najib meninggalkan istri Ny Nur Laely Hikmawati dan tiga putra yaitu Tamlikho Tajun Nuhudh, Maksal Mina Fathun Nuhudh dan Syakira Zahiyatal Anjumi.

Tak berlebihan rasanya bahwa kelak semua orang tetap akan mengenang dirinya, perjuangannya, dan pengabdianya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, Anti Hoax, Olahraga Muhammadiyah Asli

Minggu, 25 Februari 2018

Ketika Khawarij Kalah Debat dengan Khalifah al-Makmun

Dari Sahabat Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah Saw bersabda:

Ketika Khawarij Kalah Debat dengan Khalifah al-Makmun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Khawarij Kalah Debat dengan Khalifah al-Makmun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Khawarij Kalah Debat dengan Khalifah al-Makmun

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammadiyah Asli

“Akan keluar kelompok manusia dari arah timur. Mereka membaca Al-Qur’an, namun tidak melewati kerongkongannya. Mereka melesat keluar dari agama seperti anak panah yang melesat dari busurnya. Mereka tidak akan kembali kepadanya sampai anak panah kembali ke busurnya.” (HR Bukhari)

Muhammadiyah Asli

Demikianlah nash hadits yang memprediksikan cikal bakal munculnya gerakan tatharruf (ekstremis) dalam Islam. Salah satu ciri kelompok ini adalah mudah mengkafirkan kelompok lain yang bukan golongannya. Golongan ini gemar sekali melakukan tindakan anarkis dengan mengatasnamakan agama. Mereka mudah sekali melakukan aksi pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah. Mulanya istilah khawarij hanya mengarah kepada kelompok yang membelot dari kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, namun secara dinamis juga digunakan untuk setiap kelompok yang melakukan tindakan makar terhadap pemerintah yang sah.

Syaekh KH Abu Fadl Senori mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Setiap orang yang keluar dari pemerintahan yang sah sesuai hukum konstitusi yang disepakati bersama, maka ia disebut dengan khariji (pemberontak)”. (KH Abu Fadl Senori Tuban, dalam kitab al-Kawâkib al-Lammâ’ah, hal.13)

Pemahaman kelompok radikal ini terhadap teks-teks keagamaan terlalu dangkal. Mereka memahami teks dengan kemampuan yang sangat terbatas. Hanya mengandalkan sisi dhahir lafadz atau makna tersuratnya, tanpa disertai bimbingan para guru yang sanad keilmuannya bersambung hingga Rasulullah SAW. Akibatnya, dalam beberapa persoalan mereka menyalahi pendapat mayoritas, al-sawâd al-a‘dham atau ijmâ’ (konsensus) ulama. 

Ada cerita menarik dari salah seorang tokoh pemimpin Islam saat berdebat menghadapi salah seorang kaum khawarij. 

Abu al-Abbas al-Makmun Abdullah bin Harun al-Rasyid, salah seorang khalifah dari Bani Abasiyyah (wafat 218 H) suatu ketika dihadapkan dengan salah seorang kaum Khawarij.

“Apa yang mendorongmu untuk berbeda dengan pendapat mayoritas?” tanya Sang Khalifah.

“Tentu saja ada dan sangat mendasar. Allah berfirman: “Barangsiapa menghukumi tidak sesuai dengan hukum yang diturunkan Allah, maka mereka adalah kafir,” jawab orang Khawarij tadi dengan mantap.

“Anda yakin kalau itu adalah firman Allah ?” tanya Sang Khalifah.

“Tentu. Aku sangat yakin,” jawabnya dengan sangat meyakinkan.

“Lhoh, dari mana anda yakin kalau itu benar-benar firman Allah. Apa dalilmu?” ujar Khalifah al-Makmun melanjutkan pertanyaannya.

“Ijma’ (konsensus) ulama,” jawabnya tegas.

(Baca juga: Kisah Imam Abu Hanifah dan Orang Khawarij)

Rupanya Khalifah al-Ma’mun telah berhasil menjebak anggota khawarij tersebut masuk perangkapnya, hingga pada khirnya Khalifah al-Makmun menjawab dengan telak:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Nah, anda saja percaya dengan konsensus ulama dalam urusan akurasi data ayat Al-Qur’an, tentunya anda harus menerima kesepakatan mereka dalam urusan tafsirnya.” 

Inilah kata-kata super dari Khalifah al-Makmun yang berhasil membungkam orang Khawarij tadi. Statemen Khalifah ini benar-benar membuat si pemberontak tidak sanggup berkata apa-apa selain mengakui kebenaran hujjah yang disampaikan Sang Khalifah.

“Tuan Raja benar. Semoga keselamatan menyertaimu, wahai AmirulMukminin,” pungkas salah seorang kelompok Khawarij tersebut. (M. Mubasysyarum Bih)

Sumber cerita: al-Hafizh al-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, juz.10, hal.280

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai Muhammadiyah Asli

Selasa, 20 Februari 2018

Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel

Makassar, Muhammadiyah Asli. Gerakan Pemuda Ansor diharapkan mampu berperan aktif dengan melaksanakan berbagai aktivitas dan program kerjanya yang positif dalam membangun masyarakat Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik.

Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, H Syahrul Yasin Limpo saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan, bertempat di Mercure Regency Hotel, Makassar, Selasa (19/4).

Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel

Selain itu, pihaknya juga menyambut baik digelarnya Konferwil ke-27 organisasi sayap pemuda NU ini dan berharap "mudah-mudahan GP Ansor Sulawesi Selatan selalu melakukan silaturrahmi dengan Pemerintah Provinsi dalam melaksanakan program kerja yang positif demi membangun masyarakat Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik."

Muhammadiyah Asli

Seperti dilaporkan kontributor Muhammadiyah Asli di Makassar, Syaiful Akbarius Zainuddin, Gubernur yang baru-baru ini dilantik Mendagri Mardiyanto ini mengimbau agar dalam wacana dan praksis Demokratis selayaknya seluruh elemen masyarakat di provinsi Sulawesi Selatan bisa bahu-membahu dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Muhammadiyah Asli

"Kita perlu saling menghargai dalam setiap pengorbanan dan kerja seluruh rakyat dalam melakukan perubahan, di mana masing-masing orang memiliki tanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing-masing," kata Gubernur.

Dalam Konferwil ini, Gubernur juga menyinggung pentingnya analisis dan kajian ulang atas setiap pembangungan baik infrastruktur maupun suprastruktur di Sulawesi Selatan pada tahun-tahun sebelumnya guna menghasilkan rumusan-rumusan yang konkrit dan terbaik demi kelangsungan pembangunan di provinsi tersebut.

"Dengan demikian maka Konferwil ini memberikan makna yang baik terhadap pembangunan masyarakat Sulawesi Selatan," terangnya.

"Kita sepakat bahwasanya kesamaan visi dan misi untuk masa depan dalam membangun Sulawesi Selatan harus kita kedepankan demi pembangunan generasi muda kita ke arah yang positif serta menghilangkan sifat-sifat arogansi terhadap organisasi kita sendiri," katanya, dan menambahkan, "generasi muda adalah pilar yang paling utama" dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Gubernur berharap, para peserta dapat membahas program-program kerja yang mengutamakan pembangunan di Sulawesi Selatan.

Hadir dalam acara pembukaan ini, para peserta yang berasal dari DPC GP. Ansor se-Sulawesi Selatan yang berjumlah 21 cabang dari total 23 Cabang. Saat berita ini ditulis, hanya dua DPC yang belum melakukan registrasi, yaitu DPC GP Ansor Bone dan Luwu Timur.

Selain itu, hadir pula Mustasyar PBNU AGH. A. Sanusi Baco, Ketua PBNU H. A. Jamaro Dulung, Kepala Kejati Sulawesi Selatan, Kakanwil Agama Sulawesi Selatan, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan KH. M. Zein Irwanto serta sejumlah undangan lainnya.

AGH. A. Sanusi Baco dalam sambutannya mengingatkan agar kiranya GP. Ansor Sulawesi Selatan dapat memberi makna yang baik serta bermanfaat kepada masyarakat sekitarnya dan tetap mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam setiap program kerjanya.

"Organisasi yang baik adalah organisasi yang peduli terhadap urusan ummat dan senantiasa mengorganisir dengan kebenaran. Sebab bagaimana pun GP. Ansor adalah organisasi kepemudaan yang wajib mengikuti landasan ajaran Agama Islam dengan tujuan memperbaiki moral Generasi Muda yang kurang baik dan menjadi contoh serta tauladan layaknya seperti perilaku Rasulullah Muhammad SAW," katanya.

Sementara itu Ketua Umum GP. Ansor yang diwakili Harianto Ugie menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua Umum GP. Ansor H. Syaifullah Yusuf karena sesuatu dan lain hal.

Selanjutnya, Harianto mengemukakan, ada dua dua hal pokok yang harus dihasilkan dalam Konferwil ini, pertama, adanya rancangan program kerja selama 4 tahun ke depan serta hal-hal yang direkomendasikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam konteks Jamiyah Nahdlatul Ulama yang berhubungan dengan masalah kepemudaan di Indonesia. Kedua, terpilihnya kader terbaik dari sekian banyak kader-kader GP. Ansor Sulawesi Selatan, yaitu "kader yang memiliki kualitas dan militansi dalam membangun organisasi ke arah yang lebih baik."

"Selain itu kita harus bersyukur bahwa baru kali ini acara Konferwil Sulawesi Selatan dibuka oleh seorang Gubernur di mana secara tidak langsung merupakan sinyalemen positif bahwa Gubernur mendukung secara konkrit kerja dari GP. Ansor Sulawesi Selatan," pungkasnya. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal, Pondok Pesantren, Kiai Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima informasi hasil rukyatul hilal terkait awal Ramadhan 1438 Hijriah, Jumat (16/5) petang. Pihak PBNU mengadakan komunikasi langsung dengan tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU yang menyebar di sejumlah titik pantau di Indonesia, antara lain Ternate, Bali, Riau, NTB, Jawa Timur.

Komunikasi dengan semua titik dihubungkan melalui teleconference di Ruang Nusantara Command Center (NCC) di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (22/5). Hal ini memungkinkan semua titik terpantau dalam waktu bersamaan.

PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah

“Ada 81 titik yang mengikuti teleconference melalui fasilitas NCC,” kata seorang petugas NCC kepada Muhammadiyah Asli.

Sejumlah pengurus PBNU termasuk Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dijadwalkan menghadiri telekonference ini.

Muhammadiyah Asli

Hingga berita ini diturunkan, dari tampilan layar di ruang NCC tampak beberapa Pengurus Wilayah NU di daerah juga mengikuti teleconference. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Lomba, Kiai, Amalan Muhammadiyah Asli

Jumat, 09 Februari 2018

Lestarikan Budaya, IPNU-IPPNU Mlonggo Gelar Festival Tongtek

Jepara, Muhammadiyah Asli. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara mengadakan Festival Tongtek pada Sabtu 11 juli 2015. Festival tersebut terselenggara berkat kerja sama antara dua organisasi, yaitu PAC IPNU-IPPNU dan Forum Komunikasi Karang Taruna Satria Muda Kecamatan Mlonggo.

Lestarikan Budaya, IPNU-IPPNU Mlonggo Gelar Festival Tongtek (Sumber Gambar : Nu Online)
Lestarikan Budaya, IPNU-IPPNU Mlonggo Gelar Festival Tongtek (Sumber Gambar : Nu Online)

Lestarikan Budaya, IPNU-IPPNU Mlonggo Gelar Festival Tongtek

"Festival tersebut diikuti oleh sebanyak 48 peserta dan 4 ? bintang tamu yang turut serta memeriahkan festival tersebut," tutur Siti Mahmudah Ketua PAC IPPNU Mlonggo. Festival Tongtek merupakan progam kerja IPNU-IPPNU Mlonggo yang sudah menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Ramadhan bekerja sama dengan Forum Komunikasi Karang Taruna Satria Muda.?

Tujuan dari diselenggarakannya acara tersebut demi melestarikan budaya tongtek ini serta menjadikan ajang ini untuk mempererat tali silaturrahim antar Ranting, Karang Taruna, dan pemuda di kecamatan Mlonggo, ? kata Rendi, ketua IPNU Mlonggo sekaligus ketua panitia.

Muhammadiyah Asli

"Budaya tongtek yang mempunyai tujuan untuk membangunkan orang sahur di bulan Ramadhan merupakan budaya yang harus dilestarikan bersama, terlebih untuk generasi muda saat ini karena kalau tidak dilestarikan oleh kita nanti bisa-bisa budaya kita hilang, dan terlebih lagi dalam tongtek ada unsur seni musik tradisional yang kreatif serta menjadikan antar pemuda-pemudi juga masyarakat untuk saling guyub rukun," kata Samiaji, camat Mlonggo.

Muhammadiyah Asli

Adapun pemenang dalam festival tongtek juara 1 Irmafal dari Desa Suwawal Mlonggo Jepara, juara 2 Irmam dari desa Mambak Pakis Aji Jepara, juara 3 Karisma Jambu Timur Mlonggo Jepara, adapun yang juara harapan 1 Punokawan mambak Pakis Aji Jepara, harapan 2 Ikrar 14 Kecapi Tahunan Jepara, harapan 3 Gaperto Jambu Mlonggo Jepara.

Juara 1 Irmafal dari desa Suwawal Mlonggo Jepara sekaligus mendapatkan Piala Bergilir dari Camat Kecamatan Mlonggo yang diserahkan langsung oleh Samiaji selaku Camat.

Lebih semaraknya lagi, dalam rangka festival tongtek juga dibagikan beberapa door prize kepada peserta dan masyarakat kecamatan Mlonggo. (Miqdad Syaroni/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Giri Bojonegoro, kelompok di Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, memberantas buta aksara arab.

Hal itu ditunjukkan dengan pembinaan kepada warga setempat selama tiga malam, mulai tanggal 10 sampai 12 Februari 2014 di TPQ Al-Choirot desa setempat.

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab

Sekretaris KKN di Desa Bogo, Anisah mengaku, kegiatan ini merupakan usulan warga setempat. Setelah beberapa waktu lalu saat melakukan observasi, melihat kondisi dan informasi dari tokoh masyarakat untuk memberantas aksara arab di Desa Bogo Kecamatan Kapas.

Muhammadiyah Asli

"Setelah sekitar 20 warga yang mayoritas ibu-ibu ini akan diterjunkan ke masyarakat, untuk mengajarkan kepada warga lainnya," jelasnya kepada Muhammadiyah Asli.

Selain itu, para peserta KKN di Desa Bogo juga mengundang narasumber yang kompeten, yakni ketua majlis pembina (mabin) TPQ An-Nahdliyah cabang Bojonegoro, Shodiqin.

Muhammadiyah Asli

Ketua karang taruna dan juga ketua TPQ Al-Choirot, Kusbaliyah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan penuntasan buta aksara arab di Desa Bogo. Pasalnya diharapkan, seluruh warga setempat mampu membaca Al-Quran dengan baik dan sempurna.

"Penuntasan aksara arab ini, dilakukan dengan dikembangkan di lingkungannya masing-masing, untuk mengajari warga lainnya," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bogo, Indarti mengatakan, pelatihan dilakukan tiga hari ini sangat membantu Desa Bogo dalam mengembangkan agama Islam dan pelajaran Arab di daerah tersebut.

"Semoga pelatihan dan tujuan baik ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar," jelasnya.

Ketua Mabin Cabang Bojonegoro, Shodiqin sebelum memberikan materi penataran mengimbau kepada para orang tua, peserta penataran agar tidak berhenti menuntut ilmu. Tetapi meminta tetap bersemangat mencari ilmu, meskipun sehari-hari disibukkan dengan aktivitas beragam.

Ia berharap, dengan belajar Al-Quran ini dapat ditularkan kepada warga masyarakat lainnya. "Sebaik-baik orang, yang mau mengajarkan ilmunya kepada orang lain," pungkasnya.

Para peserta yang rata-rata ibu-ibu dan bapak-bapak setempat itu, tampak bersemangat dengan materi yang disampaikan kepala mabin cabang Bojonegoro. Tiap malam pesaerta selalu bertambah pada kegiatan yang diselenggarakan tiga malam tersebut. [Muhammad Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Kiai, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Mudah untuk mengategorikan orang-orang yang merencanakan pembunuhan keji atas 132 anak sekolah sebagai individu sakit, gila, dan sama sekali tak punya rasa kemanusiaan.

Namun, sayangnya, serangan Taliban Pakistan di sebuah sekolah di Peshawar, Selasa—salah satu tragedi terbesar di negara itu—kemungkinan buah dari analisis biaya-manfaat yang rasional. Intinya, dalam bisnis teror, kekejian menjadi cara yang paling efektif. Demikian laporan yang dilansir oleh Wall Street Journal.

Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal

Setidaknya itulah pelajaran yang dipetik kelompok ekstremis di seluruh dunia dari ketenaran dadakan Daulah Islamiyah alias ISIS di Irak dan Suriah. Organisasi itu memakai video pemenggalan orang dan eksekusi massal tahanan sebagai senjata psikologis yang ampuh.

Muhammadiyah Asli

“Sayangnya, kekerasan seperti ini menghasilkan uang, dukungan, dan rekrutan dari seluruh dunia. Kekejian diproyeksikan sebagai cara untuk menang,” kata Professor Ahmad Moussalli, peneliti spesialis gerakan Islam garis keras di American University of Beirut.

Eskalasi kekejian ini mendorong banyak kelompok ekstremis berlomba-lomba jadi yang paling kejam agar menggegerkan dunia. Apalagi setelah nama ISIS dikenal global dan menuntut semua Muslim mematuhi aturannya.

Boko Haram dari Nigeria—yang menculik lebih dari 270 anak sekolah April lalu dan “menikahkan” mereka ke anggotanya—dihadapkan pada tekanan serupa, saat mereka tetap ingin independen.

Muhammadiyah Asli

Taliban Pakistan sebelumnya tidak pernah secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas sebuah serangan. Misalnya, dalam pengeboman tahun lalu di sebuah gereja di Peshawar yang menewaskan sedikitnya 127 orang. Namun Selasa kemarin, mereka menyombongkan aksinya membunuh massal anak-anak sekolah di Peshawar.

“Ini adalah kontes antara Taliban Pakistan, Boko Haram, dan ISIS—dan sepertinya Taliban Pakistan kali ini berada di puncak liga barbar,” kata Salman Shaikh, direktur Brookings Doha Center di Qatar.

Kekejian ini tentunya tidak hanya dimaksudkan untuk mengesankan pendukung, dan calon pendukung, kelompok jihad. Tujuan serangan mematikan sejak dulu adalah untuk menyebar teror—formula ISIS tahun ini di Irak.

Dengan logika semacam ini, membantai lebih dari 130 anak-anak di Peshawar adalah strategi bisnis yang efektif, ujar Syed Hussain Soherwordi, ahli terorisme internasional di Peshawar University.

“Bagi teroris, targetnya harus [orang-orang] yang sepolos mungkin, demi mengejutkan orang dan untuk membuat orang berpikir hal ini tidak akan terjadi lagi jika permintaan teroris dipenuhi,” kata Soherwordi.

Meski demikian, strategi ini tidak bebas risiko. Di beberapa negara, kemarahan dan kecaman publik justru dapat membawa hasil yang berlawanan. Tentangan dari masyarakat bisa mempermudah aparat menggelar penindakan yang efektif atas teroris.

Bagaimanapun, saat Pakistan berkabung, masih belum diketahui apakah Taliban salah hitung dan apakah pembunuhan massal di Peshawar ini justru merugikan mereka. (mukafi niam) foto: reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Kiai, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar

Jombang, Muhammadiyah Asli. Sebagian santri di Jawa Timur memanfaatkan momen Muktamar Ke-33 NU yang berpusat di alun-alun Jombang. Misalnya santri pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin asuhan KH. Anwar Mansur, atau yang sering disebut dengan pondok Lirboyo.

 

Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar

Tepat di sisi kiri pintu utama auditorium muktamar, mereka membuka lapak lesehan sejak hari ke-2 muktamar. "Kami buka bazar kitab ini sejak kemarin. Dan malam ini kami juga mendatangkan buku-buku religi, ilmiah, dan fiksi hasil karya santri pondok Lirboyo sendiri," terang Muhammad Khoirun Niam yang merupakan salah satu santri pada Senin malam (3/8).

 

Pengadaan bazar tersebut merupakan kerja sama mereka dengan koperasi pondok pesantren Hidayatut Thullab, Petuk, Kediri. Lebih dari seratus kitab mereka sediakan untuk hadirin muktamar sebagi oleh-oleh. "Ada 114 judul kitab yang kami jual, ditambah lagi puluhan judul buku berbahasa Indonesia karya santri pondok kami sendiri," lanjut santri asal Jember itu.

Muhammadiyah Asli

 

Kepada Muhammadiyah Asli Niam juga mengatakan bahwa para pendatang dari pelbagai daerah di muktamar itu memiliki daya minat yang cukup tinggi terhadap kitab kuning. "Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah dua kali mengambil ulang stok kitab yang kehabisan, terutama kitab tafsir. Keuntungan jualan ini ya lumayan," terangnya.

 

Selain kitab dan buku, mereka juga menjual pelbagai barang yang biasa dibutuhkan para santri. Ada tasbih, kopiah, tas, hingga kayu siwak. Selain melayani pembeli yang langung kepanggih, baik yang membutuhkan buku maupun kitab kuning, para santri itu juga menyediakan jasa kirim paket kitab atau buku ke daerah lain. (Istahiyyah/Mahbib)

Muhammadiyah Asli

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Kiai Muhammadiyah Asli

Minggu, 28 Januari 2018

Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Memajukan Madrasah

Pringsewu, Muhammadiyah Asli. Bupati Pringsewu H Sujadi mengajak Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu untuk bersama-sama memberikan perhatian intensif terhadap perkembangan dan kemajuan madrasah di kabupaten bermotto Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis.

"Keberadaan Madrasah sangat penting sekali dalam pembentukan sumber daya manusia unggul dan agamis," kata Bupati yang memiliki basis pendidikan Madrasah dari Ibtidaiyyah sampai dengan Aliyah serta UIN Raden Intan Bandar Lampung ini, Rabu (5/7).

Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Memajukan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Memajukan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Memajukan Madrasah

Oleh karenanya Pemda Kabupaten Pringsewu mengajak Kementerian Agama untuk bersama menghilangkan penilaian masyarakat bahwa madrasah terpisah dari sekolah. "Saat ini ada penilaian seolah-olah ada pemisahan (sekolah dan madrasah)," katanya saat menghadiri Pisah Sambut Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu yang lama H Murdi Amin ke yang baru H Muhammad Yusuf di Aula Kantor setempat.

Bupati juga mengajak seluruh elemen untuk menyelamatkan jika ada madrasah-madrasah yang akan gulung tikar. Hal ini lanjutnya bisa dilakukan dengan melakukan kunjungan turun kebawah untuk mendengar keluhan dan masukan dari pihak terkait.

"Dan tentunya apa yang menjadi masalah kita carikan solusi bersama tanpa membedakan apakah madrasah tersebut negeri ataupun swasta," ujarnya.

Dengan kondisi perkembangan yang semakin baik dari madrasah, tidak menutup kemungkinan dimasa mendatang para alumni madrasah dapat menjadi sosok yang memegang peran dan posisi penting dalam masyarakat.

Muhammadiyah Asli

"Zaman saya dulu madrasah masih dengan dinding gribik (dinding bambu) bisa menghantarkan menjadi Bupati, dengan kondisi madrasah sekarang yang lebih baik mudah-mudahan besok ada yang menjadi Presiden," harapnya disambut tepuk tangan yang hadir.

Selain madrasah, H. Sujadi juga berharap perhatian lebih kepada pondok pesantren yang saat ini sedang disorot akibat arus informasi khususnya di media sosial. "Akibat Hoaks ada yang menilai pesantren menjadi tempat munculnya para teroris. Dan penilaian ini harus dihilangkan," Kata bupati yang juga alumni Pondok Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini.

Padahal kedua lembaga ini (madrasah dan pesantren) merupakan tempat mencetak kader islami dan telah terbukti mencintai tanah air, membela dan mempertahankan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45.

Muhammadiyah Asli

Terkait dengan cinta tanah air ini, bupati menegaskan bahwa ia juga selalu mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemda Pringsewu untuk memiliki komitmen cinta tanah air. "ASN di Pringsewu harus menjunjung tinggi PBNU yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45. Kalau tidak, pergi saja ke Suriyah yang terus dilanda Konflik," tegasnya. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, Amalan Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Kota Quebec, Muhammadiyah Asli. Pemerintah Quebec, Kanada, bakal memberlakukan larangan pemakaian penutup wajah bagi siapa saja yang memberikan atau menerima layanan publik pemerintah setempat. Undang-undang yang disahkan Rabu kemarin ini akan berlaku pada 1 Juli 2018.

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Kebijakan tersebut sontak mengundang kritik dari para aktivis hak asasi manusia yang melihat akan adanya marginalisasi perempuan Muslim di provinsi terbesar di Kanada itu.

Seperti dilansir Reuters, memang tidak ada ketentuan rinci jenis penutup wajah seperti apa yang dilarang. Namun, perdebatan selama ini berfokus pada niqab atau cadar yang biasa dikenakan Muslimah.

Orang-orang yang akan terkena dampak hukum undang-undang ini adalah mereka yang terlibat di sektor publik seperti para guru, pejabat kepolisian, pegawai rumah sakit dan petugas penitipan anak.

Quebec merupakan provinsi yang menempatkan bahasa Prancis sebagai bahasa utama. Prancis lebih dulu mengeluarkan larangan cadar, salib, dan simbol keagamaan lainnya di sekolah sejak 2004.

Muhammadiyah Asli

Quebec tengah merekonsiliasi identitas sekulernya seiring dengan populasi Muslim yang terus tumbuh di kawasan tersebut. Kebanyakan Muslim di sana adalah imigran dari Afrika Utara.

"Karena alasan yang terkait dengan komunikasi, identifikasi dan keamanan, layanan publik harus diberikan dan diterima dengan wajah terbuka," kata Perdana Menteri Quebec Philippe Couillard kepada wartawan di Majelis Nasional provinsi setempat.

Muhammadiyah Asli

"Kita berada dalam masyarakat yang bebas dan demokratis. Anda berbicara kepada saya, saya harus melihat wajah Anda, dan Anda harus melihat wajah saya. Sesederhana itu," tambahnya.

Dewan Nasional Muslim Kanada mengatakan, mereka sangat prihatin dengan undang-undang tersebut.

"Perundang-undangan ini adalah pelanggaran kebebasan beragama yang tidak dapat dibenarkan," kata direktur eksekutif Dewan Nasional Muslim Kanada Ihsaan Gardee.

Gejala Islamofobia meningkat di Quebec dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari lalu, enam orang tewas dalam insiden penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec. Seorang mahasiswa berkebangsaan Prancis-Kanada dituduh sebagai tersangka tunggal. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, Jadwal Kajian Muhammadiyah Asli

Senin, 15 Januari 2018

Tradisi dan Anjuran Tadarrus al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Diantara ibadah yang diutamakan pada Bulan Ramadhan adalah memperbanyak membaca al-Qur’an. Hal ini sebagai penghormatan dan tabarrukan atas pertama kali diturunkannya al-Qur’an oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah pada malam 17 Ramadhan, yaitu malam yang terkenal dengan sebutan Nuzulul Qur’an.  

Begitulah 17 Ramadhan menjadi awal permulaan Rasulullah saw menerima wahyu hingga berlangsung selama kenabian. Selain menjadi pedoman dan tuntunan bagi umat muslim sedunia, al-Qur’an juga merupakan sumber pahala bagi umat Muhammad, karena siapapun yang membaca al-Qur’an akan mendapatkan pahala (almuta’abba bitilawatih).

Dengan kata lain, al-Qur’an memiliki makna dan fungsi lebih apabila dibaca sebagai teks suci dan tidak hanya ditulis atau diterjemahkan saja. Oleh karena itu, untuk menjaga kesahihan Rasulullah dalam menghafal dan membaca al-Qur’an, jibril selalu datang di malam bulan Ramadhan guna bertadarrus langusng dengan Rasulullah saw. dengan cara berhadap-hadapan. Di sinilah akar tradisi tadarrus al-Qur’an di malam Ramadhan.

Tradisi dan Anjuran Tadarrus al-Qur’an di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi dan Anjuran Tadarrus al-Qur’an di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi dan Anjuran Tadarrus al-Qur’an di Bulan Ramadhan



عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ اَنَّ رَسُولَ اللهِ ص.Ù…. كَانَ مِنْ اَجْوَدِالنَّاسِ وَاَجْوَدُمَايَكُوْنُ فِي رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ يُدَارِسُهُ اَلْقُرْأَنَ فَكَانَ رَسُولُ اللهِ ص.Ù…. حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ اَجْوَدُ مِنَ الرِّيْحِ الْمُرْسَلَةِ 

“Dari Ibn ‘Abbas RA bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah. Sedangkan saat yang paling pemurah bagi beliau pada bulan Ramadlan adalah pada saat malaikat Jibril mengunjungi beliau. Malaikat Jibril selalu mengunjungi Nabi setiap malam bulan Ramadlan, lalu melakukan mudarasah al-Qur’an dengan Nabi. Rasulullah SAW ketika dikunjungi malaikat Jibril, lebih dermawan dari angin yang berhembus.” (Musnad Ahmad: 3358)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Kiai Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja

Brebes,Muhammadiyah Asli. Ribuan anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melakukan kirab Estafet Tunas Aswaja (ETA) tingkat Kabupaten Brebes. Kirab tersebut dilakukan untuk memperkenalkan organisasi pelajar NU kepada masyarakat.

Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja

ETA dimulai dari depan MA Plus Al Bukhori Sengon Tanjung pada pukul 09.00 WIB Sabtu (12/3/16). Selanjutnya, pasukan yang terdiri dari 62 bendera merah putih dan panji-panji NU bergerak menuju Kecamatan Kersana, Ketanggungan dan Larangan.

Sesampainya di Kecamatan Larangan, panji-panji disemayamkan di MTs Assalafiyah Sitanggal Larangan. Selanjutnya diberangkatkan kembali pukul 09.00 WIB dari halaman sekolah milik yayasan NU itu ke wilayah Kecamatan Wanasari, Songgom dan finish di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, Ahad (13/3/16) pukul 17.00 WIB.

Muhammadiyah Asli

Pada ETA terakhir, bendera Merah Putih diserahkan ke Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam KH Syeh Soleh Basalamah, Bendera NU kepada Wakil Ketua PC NU Brebes KH Asmuni, bendera IPNU ke Ketua PC IPNU Ferial Farhan IA dan bendera IPPNU kepada ketua PC IPPNU Ade Melly Selfiana.

Pada malam harinya diadakan pengajian dengan penceramah Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan, KH Abbas Fuad Hasyim dari Cirebon, Rais Syuriyah PB NU KH Subekhan Makmun dan KH Syeh Sholeh Basalamah.

Muhammadiyah Asli

Dalam kesempatan tersebut, juga digelar lomba foto selfi yang harus diunggah di Facebook milik IPNU-IPPNU. Foto terbaik harus diunggah maksimal sampai pukul 23.00 WIB dan akan mendapatkan hadiah berupa kaos cantik dari panitia.

Selain Kirab ETA, kegiatan peringatan Harlah IPNU-IPPNU tingkat Kabupaten Brebes antara lain Pelatihan Jurnalistik dan Sekolah Aswaja. (wasdiun/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ulama, AlaNu, Kiai Muhammadiyah Asli

Sabtu, 06 Januari 2018

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas

Cilegon, Muhammadiyah Asli. Arsitektur masjid biasanya terdiri dua ruang, bagian dalam dan serambi. Itu artinya, masjid ada dua bidang ajaran utama, yaitu hablu minallah dan hablu minannas.

Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi arsitektur masjid seperti itu adalah untuk mengabdi kepada Allah dengan dua cara. Di bagian dalam untuk shalat, i’tikaf, dan wirid, sementara serambi untuk melayani umat.

Kemudian, kiai kelahiran Puwokerto tersebut mencontohkan, Nabi Muhammad tidak memiliki kantor tersendiri seperti kantor kabupaten sekarang. “Nabi, kantornya di serambi masjid. Kantor itu selalu terbuka dan selalu bisa dimasuki umat.”

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas (Sumber Gambar : Nu Online)
Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas (Sumber Gambar : Nu Online)

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas

Hal itu dikatakannya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”, di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, Banten, Sabtu, (20/4).

Di serambi itu, dijadikan tempat pelayanan umat mulai dari pelayanan kesehatan, ekonomi, dan pengetahuan.

Ia menambahkan, tidak ada bangunan umum yang sebanyak masjid, tapi sayangnya, pemanfaatannya tidak terperhatikan. Banyak masjid yang bagus, tapi pemakmurannya kurang.

Muhammadiyah Asli

Padahal, sambung kiai Masdar, umat Islam diberi tugas untuk dua kemakmuran, yaitu memakmurkan masjid, dan pada saat yang sama untuk memakmurkan bumi.

Muhammadiyah Asli

Pencanangan memakmurkan masjid ini dalam rangka menyongsong seabad NU. 13 tahun lagi. Mudah-mudahan NU masih hidup dan bahkan lebih berjaya. Berjaya dengan bertolak dari masjid, untuk memakmurkan bumi,” ucapnya.

Rapimda tersebut digelar Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Cilegon bekerja sama dengan PP LTMNU, dan PT Sinde Budi Sentosa.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, Nusantara Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

Bolmong Utara, Muhammadiyah Asli - Gerakan Pemuda Ansor Bolang Mongondow Utara kembali berdakwah Islam rahmatan lil alamin di masjid-masjid. Mereka membuat mengadakan kajian-kajian rutin Islam yang penuh rahmat di tiap masjid.

Pada pekan ini, mereka menggelar kajian di masjid Al-Ikhwan Desa Tote, Sabtu (27/02). Pada kesempatan ini mereka mengangkat tema "Menangkal Bahaya Radikalisme dan Penguatan Kebangsaan Ini.”

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

"Kajian seperti ini memang harus dikuatkan pada setiap generasi penerus bangsa apalagi pada saat ini banyak paham-paham radikal,” kata Dansatkorcab Banser Bolmong Utara Ridwan.

Muhammadiyah Asli

Menurut Ridwan, Islam Rahmatan lil Alamin dan penguatan kebagsaan perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa sehingga mereka diharapkan tidak menjadi target penyebaran paham-paham radikal yang saat ini mengacam NKRI.

Kajian ini langsung dipandu langsung oleh Ketua GP Ansor Bolmong Utara Donal Lamunte. Hadir Juga Ketua BPD Desa Tote dan para pemuda Desa Tote. (Taufik Paputungan/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, Nusantara Muhammadiyah Asli

Jumat, 29 Desember 2017

Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid

Perayaan hari kelahiran Rasulullah saw (maulid Nabi) tidak terbatas pada satu waktu tertentu. Bahkan alangkah baiknya jikalau seorang muslim terus menerus mengingat Rasulullah saw, karena beliaulah uswah hasanah yang paling sempurna. Pada hakikatnya perayaan maulid merupakan amal kebajikan. Jika amal ini disetai dengan keihklasan dan niat yang lurus akan menjelma sebagai sebuah ibadah yang nilai pahalanya dijanjikan oleh Allah swr.

Maksud niat yang lurus adalah merayakan dengan penuh rasa kegembiraan dan kecintaan atas kelahiran Rasulullah saw.

Sebagaimana keterangan Ibn Taimiyah yang dikutip Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki , yaitu:  .
Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ?.

Ibn Taimiyyah berkata, “orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi akan diberi pahala. Demikian pula apa yang dilakukan oleh sebagian orang. Adakalanya bertujuan meniru di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS, dan adakalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Allah Ta’ala akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan  atas bid’ah yang mereka lakukan.”(Manhajus Salaf fi Fahmin Nushush Bainan Nadzariyyat wat Tathbiq, h. 399). Sebagai amal yang baik tentunya perayaan maulid harus bersih dari hal-hal yang berbau negative, buruk dan dosa. Seperti tradisi yang telah berlaku di Nusantara ini maulidan biasa dilakukan secara bersama-sama dalam satu majlis. Biasanya dalam majlis tersebut akan dikumandangkan ayat al-Qur’an sebagai pembukaan lantas pembacaab maulid dhiba’, atau al-barzanji atau syaraful anam dan berbagai puji-pujian kepada Rasulullah saw yang lain.

Muhammadiyah Asli

Tidak hanya itu saja, malahan disebagian tempat ada ta’lim yang diisi oleh seorang muballigh yang berdawah menuturkan dan mengelu-elukan Rasulullah saw sebagai uswah hasanah.

Tentunya berbagai bentuk kreatifitas perayaan ini sangat tergantung pada tradisi masing-masing daerah. Hanya saja standar yang harus ada dalam sebuah perayaan maulid adalah pembacaan al-Qur’an, penuturan kisah Rasulullah saw dan tidak lupa hidangan sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat Allah swt akan diutusnya Rasululla saw.

Hidangan ini juga menjadi ruang berbagi sedekah bagi mereka yang mampu. Sehingga akan tercipta suasana kebersamaan antar umat. Bentuk perayaan seperti inilah yang diisyaratkan oleh Imam al-Suyuthy (849-910 H/ 1445-1505 M) dalam Husnul Maqshad fi Amalil Maulid  :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur’an dan kisah-kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi dan menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad yang mulia. (Al-Hawy Lil Fatawa, Juz I, h. 189-197 ).

Muhammadiyah Asli

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, News, Sholawat Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat

Subang, Muhammadiyah Asli - Ratusan peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Subang resmi dibaiat. Prosesi baiat tersebut menutup rangkaian Diklatsar Banser yang diselenggarakan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/9) di Pondok Pesantren At-Tawazun, Kalijati, Subang.

Ketua Pelaksana Oking Sudrajat mengatakan, ratusan peserta Diklatsar Banser tersebut datang dari berbagai perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di wilayah Kabupaten Subang.

Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat

"Ada 210 yang terdaftar sebagai peserta dalam Diklatsar Banser ini. Mereka semua antusias mengikuti rangkaian pelatihan selama tiga hari," ujar Oking.

Muhammadiyah Asli

Dalam pelaksanaan Diklatsar ini, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi di antaranya Kodim 0605 Subang, Polres Subang, Kementrian Agama hingga sejumlah instansi pemerintah lainnya.

"Para peserta juga diberikan beberapa materi dasar bela negara, kepemimpinan dasar, idelogisasi ke-NU-an hingga pemantapan siap berkhidmat kepada para ulama dan mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan negara," tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, lanjut Oking, para peserta juga dibekali sejumlah amalan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan hingga dibumbui dengan kekuatan spiritual dan kebatinan.

"Dengan pembekalan amaliyah tersebut diharapkan anggota Banser terhindar dari segala sesuatu yang membahayakan dirinya. Terlebih, dengan ilmu itu tidak menjadikannya hidup menjadi sombong," tuturnya.

Sementara, Ketua GP Ansor Subang Asep Alamsyah Heridinata menegaskan bahwa pelaksanaan Diklatsar Banser ini merupakan agenda kedua dalam tahun ini.

"Setiap tahun kita gelar dua kali Diklatsar Banser. Nanti tahun depan kita akan gelar yang lebih meriah lagi," kata Asep.

Ditegaskan, prosesi pelaksanaan Diklatsar ini sudah menjadi agenda wajib yang harus dilakukan dalam periode selama memimpin GP Ansor sejak 2011 tersebut.

"Di samping kita juga konsen dalam rekrutmen anggota GP Ansor yang dikemas dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Karena kaderisasi menjadi kunci utama GP Ansor," pungkasnya.

Rangkaian Diklatsar Banser tersebut secara resmi ditutup oleh Kepala Kementrian Agama Kabupaten Subang H Abdurrahim. Selain itu, hadir juga Ketua DPRD Subang Beni Rudiono, Ketua Panwaslu Subang Raskim, Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah serta tokoh masyarakat lainnya. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, Habib, Kiai Muhammadiyah Asli

Jumat, 15 Desember 2017

Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua

Bandung, NU online

Sebanyak 32 kesebelasan mengikuti putaran final atau Seri Nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 di kota Bandung di empat stadion, yaitu Siliwangi, Brigif, Arcamanik, dan Lodaya. Kesebelasan-kesebelasan itu dibagi ke dalam delapan grup dari A sampai H. Masing-masing grup dihuni empat kesebelasan.

Mereka berjuang keras untuk mendapatkan tiket ke babak selanjutnya sejak hari pertama, Senin (23/10). Memasuki hari kedua, berdasarkan hasil pertandingan, memperlihatkan adanya kesebelasan yang dipastikan lolos, dipastikan gagal, dan masih menentukan pertandingan terakhir, besok.  

Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua

Berikut hasil pertandingan, hari pertama pada Senin 23 Oktober:

Muhammadiyah Asli

Pada partai pertama yang berlangsung pukul 07.30 WIB, Al Ikhlas Kabupaten Muna 0-3 Alkhairaat Bintauna FC, Nurul Iman Bantul 1-0 Assalam Bangkalan, Al-Ijtihad Danger 0-3 Asshiddiqiyah Jakarta Barat, Al Mujtahid 1-2 Mambaul Maarif Denanyar.

Muhammadiyah Asli

Pada partai kedua, pukul 09.00 WIB, Al Huda Cianjur 3-2 Nurul Ilmi Sijunjung, Darul Arafah Deli Serdang 1-1 Alhusaeni Kabupaten Bandung, Arraisiyah Tangsel 1-1 Birul Walidain, Al Huda Lampung Selatan 1-4 Nurul Iman Muaro Jambi.

Pada partai ketiga, pukul 14.00 WIB, Hamzan Wadi 0-2 Nurul Fauzi Tasikmalaya, Walisongo Sragen 0-1 Darul Huda Ponorogo, Al Anshor Maluku Tengah Papua 1-3 AIAI Babel, Manbaul Hikmah United 0-0 Nurul Jadid Paiton.

Pada partai keempat, pukul 15.30 WIB, Al Madaniyah 0-7 DDI Kaballangan, RIAB 0-1 Babussalam FC Rohul, Darul Hikmah Cirebon vs Al Kahfi Kebumen (DITUNDA), Nurul Khaeraat Lil Muhibbin 2-2 Minhajussalam Subulussalam.

Berikut hasil pertandingan hari ini, 24 Oktober:  

Pada partai pertama, pukul 07.30 WIB, Hamzan Wadi 0-8 Walisongo Sragen, Nurul Fauzi Tasikmalaya 0-1 Darul Huda Ponorogo, Al-Ijtihad Danger 1-3 Al-Mujtahid Pontianak, Asshiddiqiyah Jakarta Barat 0-1 Mambaul Maarif Denanyar.

Pada partai kedua, pukul 09.00 WIB, Al Huda Cianjur 3-1 Darul Arafah Deli Serdang, Nurul Ilmi Sijunjung 2-5 Alhusaeni Kabupaten Bandung, Arraisiyah Tangsel 2-1 Al Huda Lampung Selatan, Birul Walidain 4-1 Nurul Iman Muaro Jambi.

Partai ketiga, pukul 10.30 WIB, Al Ikhlas Kab. Muna 0-3 Nurul Iman Bantul, Alkhairaat Bintauna FC 0-1 Assalam Bangkalan, Al-Anshor Maluku Tengah 0-6 Manbaul Hikmah United, AIAI Babel 5-0 Nurul Jadid Paiton.

Partai keempat, pukul 13.30 WIB, Al Madaniyah 0-5 RIAB, DDI Kaballangan 4-1 Babussalam FC Rohul, Darul Hikmah Cirebon 4-1 Nurul Khaeraat Lil Muhibbin, Al Kahfi Kebumen 2-0 Minhajussalam Subulussalam. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe

Gorontalo, Muhammadiyah Asli. Salah satu tradisi Gorontalo adalah tumbilotohe atau disebut tradisi pasang lampu. Tradisi tersebut dimulai pada hari ke-27 malam Ramadhan yang diadakan setiap tahun. Pada saat itu, rumah, jalan, dan persawahan dipenuhi lampu botol.

Keramaian tumbilotohe mengalami pasang surut setiap tahunnya. Hal itu disebabkan kelangkaan dan naiknya harga bahan bakar minyak tanah yang mengakibatkan masyarakat tidak terlalu banyak memasang lampu botol saat tumbilotohe.

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe

Kekhawatiran itu, menjadi salah satu perhatiaan anak-anak Muda NU Gorontala dalam menjaga dan merawat tradisi tersebut. “Sayang jika tradisi yang sudah ratusan tahun itu hilang hanya akibat kelangkaan dan naiknya bahan bakar minyak tanah,” ungkap Djemi Raji melalui siaran pers yang diterima Muhammadiyah Asli (15/6).

Muhammadiyah Asli

Menjawab persoalan itu, tambah pegiat Gusdurian Gorontalo ini, anak-anak muda NU yang tergabung dalam Jaringan Ekonomi dan Politik NU (Jempol NU), melakukan langkah kreatif untuk memenuhi kebutuhan pesanan lampu botol. Mereka mendasain lampu dengan mengunakan tenaga listrik.

Menurut Kepala Biro Ekonomi Jempol NU Gorontalo Hery Ibrahim, kreativitas yang mereka ciptakan adalah untuk meminimalisir pengunaan bahan bakar minyak tanah yang belebihan dan menekan polusi akibat pengunaan lampu botol. Sementara tradisi tersebut tetap dipertahankan.

Muhammadiyah Asli

“Kami berharap, produk yang kami ciptakan ini mendapat perhatian pemerintah agar masyarakat Gorontalo lebih bersemangat dalam memeriahkan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun,” lanjutnya.

Hingga hari ini, Hery menambahkan, banyak yang telah memesan lampu botol hasil ciptaan mereka. “Orderan lampu botol tercatat ada 800 set. Harga per setnya 400 ribu,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, AlaSantri, Tegal Muhammadiyah Asli

Kamis, 30 November 2017

Manjaga Diri dari Jahiliyah Modern

Imam Syafii berkata bahwa bentuk jahiliyah pada masa pra Islam ada dua, pertama? mereka yang mengaku punya kitab (ahlul kitab) namun mereka telah mengubah sebagian besar hukum-hukumnya, serta mencampurkan kebernaran dengan kepalsuan. Kedua, adalah orang-orang yang mengingkari Allah. Dengan tangannya sendiri dibuatnya batu dan kayu menjadi patung lalu disembahnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alhamdulillah segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kenikmatan paling mahal berupa ketaqwaan, keimanan dan keamanan. Marilah kita bersama-sama menambahkan rasa taqwa kita kepada Allah swt. agar dalam kehidupan kita kini dan nanti selalu dianugerahi hidayah-Nya.

Rasa syukur juga harus dipanjatkan kepada Allah swt yang telah memberikan kita keimanan dan keamanan di Indnesia ini. Iman sebagai modal kesuksesan hidup diakhirat dan keamanan menjadi pokok utama kehidupan di dunia. Inilah yang selalu kita minta dalam do’a kita ‘Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah’.

Manjaga Diri dari Jahiliyah Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Manjaga Diri dari Jahiliyah Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Manjaga Diri dari Jahiliyah Modern

Keimanan dan keamanan adalah dua hal yang saling mendukung. Keamanan secara fisik sebagaimana yang diberikan Allah swt kepada bangsa ini, harus kita sykuri bersama. Bentuk syukur itu tertuangkan dalam usaha kita menjaga kemanan dan selalu mengisinya dengan berbagai hal positif yang mampu mendorong nilai-nilai keimanan kita. Oleh karena itu janganlah kita sia-siakan kondisi yang aman dan damai ini. Marilah kita isi dengan segala kegiatan dan pekerjaan yang bersifat ubudiyah, yaitu pekerjaan kita sertai dengan niat lillahi Ta’ala. Meskipun kegiatan itu terlihat sangat duniawi berangkat ke kantor, berdagang di pasar hingga kerjabakti mingguan. Semua itu bernilai ibadah dan diganjar dengan pahala Allah swt jika diniatkan sebagai ibadah. Apalagi pekerjaan-pekerjaan yang secara lahiriah menjadi sunnah Rasulullah saw secara otomatis pastilah menjadi ibadah.

Diantara karakter pekerjaan bernilai ubudiyah adalah 1) tidak melanggar norma agama, 2) membawa kemaslahatan bersama, 3) tidak merugikan pribadi atau kelompok tertentu. ? Inilah makna lain dari ahlussunnah wal jama’ah yaitu beramal sesuai dengan sunnah dan juga mempertimbangkan kepentingan bersama. Tidak mementingkan diri sendiri, kelompok atupun golongan.

Muhammadiyah Asli

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Demikian hubungan antara keamanan dan keimanan. Bayangkan bagaimanakah nasib saudara kita yang ada di Suriah dan Irak, dapatkah mereka beribadah dengan tenang? shalat jum’at dengan nyaman? Apabila di luaran sana saudara-saudara yang mengaku se-agama mengancam keamanan mereka, hanya demi kepentingan satu kelompok saja! Sungguh di luar ahlussunnah wal jama’ah adalah kelompok-kelompok yang tidak patut dihormati, sebagaimana mereka yang mengaku ahlussunnah wal jama’ah tetapi tidak memperdulikan nilai-nilai kebersamaan. Na’uzdubillahi min dzalik.

Muhammadiyah Asli

Demikianlah kondisi Arab Jahiliyah sebelum kedatangan Islam. Mereka hidup dengan membanggakan suku dan kelompoknya masing-masing. Mereka kaum Jahiliyah memiliki Fanatisme yang tinggi, siapapun diluar suku mereka harus ditaklukkan. Tidak peduli siapa yang benar dan siapa yang salah. Dalam hal keimanan masyarakat Jahiliyah lebih suka bersekutu dengan kemusyrikan meskipun telah datang kepada mereka wahyu ketauhidan yang dibawa oleh Nabi sebelum rasulullah saw. Mengenai hal ini Imam Syafi’i dalam Muqaddimah kitab ar-Risalah mengklasifikasikan kelompok Jahiliyah menjadi dua golongan.

Pertama, mereka yang mengaku punya kitab (ahlul kitab) namun mereka telah mengubah sebagian besar hukum-hukumnya, mengingkari nikmat dan petunjuk Allah swt di dalamnya, serta mencampurkan kebernaran yang Allah swt turunkan dengan kepalsuan yang mereka ada-adakan. Demikian sebagaimana Allah singgung dalam Ali Imran ayat 78:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

Dan yang lebih parah dari itu, mereka suka menilai salah kepada kelompok lainnya, bahkan mereka mengaggap yang lain kafir dan merasa dirinya paling beriman. Padahal hati kecil mereka tahu akan kebenaran yang sejati. Tetapi hati mereka terlanjur keras membeku dan malu untuk mengakui kebenaran kelompok lainnya. Surat An-nisa menggambarkannya demikian:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada berhala dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir lainnya, bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.?

Adapun golonga kedua, adalah orang-orang yang mengingkari Allah dan membuat sesuatu yang tidak diizinkan-Nya. Dengan tangannya sendiri dibuatnya batu dan kayu menjadi patung. Diberinya nama-nama yang indah dan diangkatlah patung-patung itu sebagai tuhan yang disembah. Bila mana hati mereka merasa bosan, patung tuhan itu lalu dihancurkan dan dibuatlah patung yang baru dengan nama yang baru pula. Demikianlah tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan jahiliyah sebagaimana yang diwariskan oleh para pendahulu mereka, kata mereka:

?

? ? ?? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ??

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka"

Para Jama’ah yang Dirahmati Allah

Itulah dua kelompok Jahiliyah pada masa sebelum Islam datang. Satu kelompok dengan fanatisme tinggi disertai upaya memalsukan kebenaran, sedangkan satu kelompok lain tenggelam dalam kemusyrikan dan penuhanan benda-benda. Benih-benih ini tidaklah lenyap keseluruhan, malahan kini terlihat mulai bermunculan kembali dengan bentuk lain. Jahiliyah yang muncul di zaman modern ini memiliki karakter yang hampir sama. Fanatisme tinggi yang membuta tanpa disertai dengan ilmu. Menyalahkan dan menganggap diri paling benar, dan tidak segan-segan melakukan kekerasan demi kepentigan pribadi dan kelompok.

Minimnya pengetahuan ini menyebabkan mereka selalu gagal mencapai hikmah dai sari pati ayat-ayat al-Qur’an. Hanya dengan berbekal bacaan buku-buku terjemahan mereka menganggap diri mereka paling benar. Kitab-kitab hadits yang begitu menumpuk difahami melalui bahasa Indonesia. Mereka lupa bahwa hadits Rasulullah saw pada mulanya berbahasa Arab, dan yang mereka baca dan fahami merupakan hasil pikiran para penerjemah yang berlomba menerbitkan buku demi pasar dan uang. Dan yang lebih mengerikan sebagain dari mereka ini faham atas kesalahnnya tetapi malu untuk merubah haluanannya. Na’udzu billah min dzalik.

Inilah bentuk pemalsuan kitab di zaman modern. Tidak kata dan kalimatnya yang diubah tetapi pemahaman yang disederhanakan dan disesuaikan demi kepentingan. Kepentingan penerbitan, perdagangan dan pasar.

Adapun bentuk kejahiliyahan kedua yang kini sangat terasa adalah mempertuhankan tehnologi dan materi. Bagaimana seseorang pada zaman sekarang ini tidak merasa nyaman dan aman kehidupannya tanpa ada tehnologi. Bagaimana kegusaran seorang pemuda yang gadgetnya tertinggal di rumah sedangkan ia dalam perjalanan. Seolah gadget itulah yang akan menyelamatkan perjalanannya. Tehnologi dan pengetahuan menjadi satu gantungan manusia modern yang posisinya hampir menggantikan tuhannya. Masyallah.

Jika demikian maka tugas mereka yang mengaku penerus Rasulullah saw pada zaman sekarang adalah mengembalikan ketuhidan, memerangi fanatisme buta dan kembali mentradisikan berfikir dan membaca keadaan sebagaimana diperintahkan dalam wahyu pertama iqra’..! bismi rabbikal ladzi khalaq,..bacalah segala macam pengetahuan dengan nama Allah swt Yang Maha Mencipta.

Demikianlah khutbah singkat jum’at kali ini semoga kita semua mendapat petunjuk-Nya amien

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ?

Khutbah II

?

?

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

?

?

?

? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Kiai Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

LPBI NU Tasikmalaya dan Warga Bantu Gedung Pesantren yang Terbakar

Tasikmalaya, Muhammadiyah Asli - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU) Kabupaten Tasikmalaya bersama warga NU bergotong-royong untuk membantu Pesantren Al-Muawanah yang kebakaran pada Ahad (12/3).

Pengurus LPBI NU Tasikmalaya Muchlis Amin yang didampingi IPNU dan GP Ansor Tasikmalaya langsung terjun pukul 19.00 usai pemadaman api di lokasi PAC GP Ansor Tanjungjaya. Mereka pada malam itu mendirikan posko bantuan dan memginventarisasi kebutuhan santri.

LPBI NU Tasikmalaya dan Warga Bantu Gedung Pesantren yang Terbakar (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Tasikmalaya dan Warga Bantu Gedung Pesantren yang Terbakar (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Tasikmalaya dan Warga Bantu Gedung Pesantren yang Terbakar

Pada Ahad sore sekitar pukul 17.00 asrama putra pesantren di Kampung Ciheras Kecamatan Tanjungjaya ini ludes dilalap api dan menghabiskan segala barang barang santri seperti lemari, pakaian, kitab, dan sebagainya.

Kejadian ini terjadi ketika para santri sedang berolahraga sore dan mati lampu. Usai olahraga futsal, santri menuju asrama dan api sudah besar. Mereka berusaha memadamkan api dengan alat seadanya yang dibantu masyarakat dan Banser Tanjungjaya. Namun mereka tak mampu menyelamatkan barang-barangnya termasuk dokumen penting seperti ijazah, STNK, dan lain sebagainya.

Muhammadiyah Asli

Namun karena listrik padam dan tiada satu orangpun di asrama semua pihak termasuk dari kepolisian belum menyimpulkan apa penyebab kebakaran.

Muhammadiyah Asli

Muchlis menyampaikan apresiasi terhadap GP Ansor Tanjungjaya yang ketika itu dengan sigap dan tanggap langsung terjun ke lokasi. “Kami di PCNU terus berkoordinasi insya Allah kita koordinir sebisa mungkin memulihkan kembali pesantren Al-Muawwanah.”

Menurutnya, salah satu yang perlu diperhatikan adalah psikologos santri. “Kita harus kuatkan mereka karena bagaimanapun mereka akan merasa tertekan karena barang-barang mereka hangus terbakar. Kita akan berusaha bersama dengan KBNU lainnya membantu secara moril dan materil dan yang penting para santri tetap semangat mengaji dan menghilamgkam trauma karena kebakaran ini, jika ada yang ingin berpartisipasi silakan hubungi LPBI NU Kabupaten Tasikmalaya di Nomor 085316640000 atas nama Muchlis.

Pimpinan Pesantren Al-Muawwanah Cihaur Ajengan Alim menuturkan, “Saya berterima kasih kepada seluruh komponen NU yamg dengan sigapnya membantu kami. Semoga jadi amal kebaikan. Semoga pembangunan asrama putra ini dan segala sesuatunya bisa kembali semula. Semoga kejadian ini ada hikmahnya baik bagi saya pribadi dan untuk kita semua.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Jadwal Kajian, Kiai, Syariah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock