Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Januari 2018

PBNU Dorong Hasil Munas Jadi Perhatian Utama Pemerintah

Mataram, Muhammadiyah Asli. Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali menuturkan, PBNU akan terus mendorong agar hasil Musyawarah Nasional NU menjadi perhatian utama pemerintah, terutama terkait dengan persoalan yang bisa menimbulkan dampak yang sangat merusak seperti ujaran kebencian. 

“Seperti semakin tersebarnya ujaran kebencian. Itu bukan hanya problem NU, itu adalah problem bangsa ini,” ucapnya kepada Muhammadiyah Asli di Pesantren Darul Qur’an Lombok Barat, Sabtu (25/11).

PBNU Dorong Hasil Munas Jadi Perhatian Utama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dorong Hasil Munas Jadi Perhatian Utama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dorong Hasil Munas Jadi Perhatian Utama Pemerintah

Dosen UIN Jakarta itu menyebutkan, Indonesia sudah memiliki peraturan terkait dengan ujaran kebencian seperti KUHP, Undang-Undang ITE, dan lainnya. Namun ia menyayangkan, banyak para penegak hukum yang masih ragu dalam menindak kasus ujaran kebencian tersebut. 

“Orang yang melakukan ujaran kebencian misalnya adalah tokoh agama,” ucapnya.

Para penegak hukum tersebut terkesan ragu dan tidak mudah dalam memutus kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh tokoh agama karena dikhawatirkan memiliki dampak politik dan sosial. 

Muhammadiyah Asli

Ia berpendapat, seharusnya penegak hukum tidak perlu memandang siapa yang melakukan ujaran kebencian karena ujaran kebencian itu adalah bagian daripada kriminal. Bahkan hasil bahtsul masail Munas Alim Ulama NU 2017 di Lombok memutuskan untuk menaikkan status ujaran kebencian dari maksiat menjadi tindakan pidana. 

“Yang sanksi hukumnya bisa ditentukan oleh pemerintah,” jelasnya.

Ia menilai, sesungguhnya peraturan perundang-undangan yang ada terkait dengan ujaran kebencian sudah cukup memadahi. Namun, jika itu tidak memberikan efek jera kepada pelaku ujaran kebencian maka sanksi hukumnya harus dinaikkan. 

Muhammadiyah Asli

“Setelah dinaikkan kemudian melipatgandakan usaha agar penegak hukum bisa menindak secara tegas terhadap pelaku ujaran kebencian,” tutur alumni Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo itu. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sunnah Muhammadiyah Asli

Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama, H Helmy Faisal Zaini menjelaskan bahwa hasil Muktamar NU ke-33 di Jombang merekomendasikan tiga keputusan penting. Pertama, NU akan setia mengawal Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

“Kemudian yang kedua adalah memantapkan faham Ahlussunnah wal Jama’ah,” jelas Helmy saat memberikan sambutan pada acara tasyakuran Harlah ke-66 Fatayat NU, di Gedung Teater Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (21/4) sore.

Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU

Selanjutnya, kata Helmy, meningkatkan kualitas hidup warga. Menurutnya, ada tiga level yang harus dilakukan untuk menciptakan kualitas hidup warga agar lebih baik. “Yang pertama adalah level pendidikan, yang kedua adalah kesehatan, dan yang ketiga adalah ekonomi,” paparnya.

“Tiga level ini menurut saya menjadi pekerjaan rumah Fatayat NU untuk bersama-sama melakukan upaya-upaya peningkatan apa yang disebut sebagai fungsi-fungsi pelayanan kepada warga,” lanjutnya.

Merujuk kepada PISA (Program for International Student Assessment), Helmy menjelaskan bahwa tingkat pendidikan Indonesia berada di nomor 63 dari 65 negara yang disurvei.

Muhammadiyah Asli

“Dengan tiga indikator. Pertama adalah kemampuan sains, kedua adalah kemampuan matematika, dan ketiga adalah minat baca," ? ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Fatayar NU ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Ia juga mengaku akan siap mendukung setiap program-program yang akan dilaksanakan oleh Fatayat NU.

“Saya menyambut gembira kegiatan-kegiatan Fatayat dengan mengambil tema dan topik yang penting,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Emarini mengajak para kader agar bisa menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Muhammadiyah Asli

“Saya mengajak sahabat-sahabat mulai hari ini menjadi lebih baik, menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain,” kata Anggia.

Anggia berharap apa yang menjadi program kerja Fatayat NU bisa terlaksana dengan baik dan lancar. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Sunnah, RMI NU Muhammadiyah Asli

Selasa, 12 Desember 2017

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU H Rumadi Ahmad mengimbau kepada masyarakat agar segera menghentikan politisasi agama. ? Menurutnya, apa yang terjadi belakangan terkait Pilkada DKI adalah bagian dari fenomena politisasi agama. Baik yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) maupun pihak-pihak yang menentang Ahok.

Rumadi mengungkapkan, tak henti-hentinya pihaknya mengingatkan agar masyarakat berhati-hati menggunakan isu yang terkait dengan agama dalam politik perebutan kekuasaan.?

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

“Kalau hal ini tidak terkendali, akan merusak sendi-sendi keberagaman bangsa kita. Jangan main-main dengan persoalan agama dalam politik perebutan kekuasaan,” ujar Rumadi lewat keterangan tertulisnya kepada Muhammadiyah Asli, Ahad (9/10).

Bisa saja, imbuhnya, Ahok tidak bermaksud menistakan Islam dalam pidato lepasnya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Ahok memang sedang mengkritik sejumlah kalangan yang menggunakan agama (Islam) sebagai alat kampanye agar tidak memilih dirinya –dalam hal ini larangan bagi muslim untuk memilih pemimpin non-muslim.?

Namun, lanjutnya, ungkapan Ahok itu bagi sebagian kalangan yang memang sejak awal tidak suka dengannya, bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap ajaran Islam. Ahok dan para pendukungnya juga harus menyadari persoalan seperti ini akan mudah dipolitisasi dan potensial dijadikan sebagai alat untuk memojokkan dirinya.

Muhammadiyah Asli

“Saya tidak bisa melarang jika ada orang yang tidak mau memilih Ahok karena keyakinan agamanya. Itu sepenuhnya hak Anda! Tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai bahan kampanye negatif,” tegas salah satu Komisioner Informasi Pusat (KIP) ini.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, mengajak untuk memilih calon Gubernur DKI yang seagama harus diungkapkan secara positif. Jangan diungkapkan secara negatif untuk menjatuhkan seseorang.?

“Meski saya memaklumi untuk mengajak memilih calon pemimpin seagama secara positif, tapi saya merasa perlu mengingatkan agar hal tersebut tidak menggunakan tempat-tempat ibadah sebagai mediumnya,” ujar Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan STAINU Jakarta ini.

Politik tetap saja politik, tambahnya, arena perebutan kekuasaan. Melibatkan agama dalam urusan politik yang penuh intrik dan kerakusan, hanya akan mengotori agama yang kita sucikan.

“Atas dasar itu, saya mengingatkan: Stop politisasi agama! Mari kita menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang menghentikan itu semua,” tutup Rumadi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Habib, Sunnah Muhammadiyah Asli

Senin, 06 November 2017

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Jember, Muhammadiyah Asli - Kerisauan? masyarakat? tentang darurat seksual yang sekarang tengah mengemuka sebenarnya tak perlu terjadi jika pembelajaran Al-Quran ditanamkan sejak dini pada diri anak. Sebab, nilai-nilai dalam Al-Quran akan memberi pagar terhadap anak dalam berperilaku.

Demikian diungkapkan Ketua LP Maarif Kabupaten Jember Hobri Ali Wafa kepada Muhammadiyah Asli usai menyampaikan? sambutan dalam acara Khotmil Quran dan Wisuda Santri TPQ LP Maarif? di GOR Pemuda Kaliwates, Jember, Ahad (22/5).

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Menurut Hobri, selain nilai-nilai agama dari sisi psikologis anak-anak yang akrab dengan Al-Quran akan memberi pengaruh positif bagi pembentukan karakter anak.

Muhammadiyah Asli

"Nuansa batinnya akan membimbing prilaku sang anak untuk menjadi orang baik. Jadi kalau sekarang ribut-ribut soal kejahatan seksual anak, itu sesugguhnya bisa diantisipasi melalui pengenalan Al-Quran sejak dini," ujar Ketua Program Studi Pascasarjana Matematika Universitas Jember itu di hadapan 2.373 wisudawan TPQ Maarif Jember.

Muhammadiyah Asli

Doktor pendidikan matematika ini menegaskan bahwa kegiatan TPQ juga secara tidak langsung membantu para orang tua dalam menangani kenakalan remaja. Sebab, sejak dini anak telah dibiasakan berprilaku religius. Ini akan terus melekat dalam tindakannya.

"Dengan memasrahkan anaknya pada TPQ, waktu-waktu di mana orang tua teledor dalam menjaga anaknya, itu akan tereliminasi. Walaupun peran orang tua masih tetap nomor satu," jelasnya.

Senada dengan Hobri, salah seorang panitia wisuda Suroto Bawani berharap agar pembinaan Al-Quran terhadap wisudawan TPQ tetap berlanjut di lingkungan masing-masing. Sebab TPQ hanya pondasi awal dari sebuah bangunan.

"Kalau tidak diarahkan, bangunannya bisa melenceng. Kita berharap mereka kelak menjadi generasi Qurani sekaligus menjadi ujung tombak Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya.

Bupati Jember dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LP Maarif Jember, dalam hal ini Mabin TPQ. Menurutnya, hal ini sangat positif bagi pencetakan kader bangsa yang? berakhlaqul karimah. Selain itu, ia juga menyatakan siap mendukung program peningkatan kualitas TPQ Ma’arif NU. (Aryudi AR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Sunnah Muhammadiyah Asli

Rabu, 11 Oktober 2017

Situasi Saat Ini, Dunia Bergerak ke Arah Kanan

Bogor, Muhammadiyah Asli - Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusai (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad mengatakan, NU yang sekitar 9 tahun lagi akan berusia seabad, telah mengalami beragam situasi. NU pernah dicaci maki, dicemooh, atas sikap politik ditempuh, termasuk sekarang ini.

Saat ini, menurut Rumadi, NU menghadapi situasi global dan nasional yang menurut dia bergerak ke arah kanan atau populisme. “Dalam konteks global, saat ini populisme menjadi idola baru. Orang-orang yang mempunyai pandangan yang dulu kita cemooh, misalnya rasial, intoleran, tidak suka dengan orang Muslim, sekarang berkuasa di sejumlah negara,” katanya pada pembukaan Rapat Kerja Lakpesdam PBNU di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/1).

Situasi Saat Ini, Dunia Bergerak ke Arah Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Situasi Saat Ini, Dunia Bergerak ke Arah Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Situasi Saat Ini, Dunia Bergerak ke Arah Kanan

Di belanda, katanya, parta yang sangat rasis saat ini polpuler. Tokoh-tokoh politik yang rasis dan intoleran mendapatkan tempat di banyak negara. “Orang tidak menduga Inggris sampai keluar dari Uni Eropa. Semua ini karena ada sentimen imigran Muslim,” katanya. ?

Ia menambahkan, orang seperti Donald Trump yang menampakkan ketidaksukaannya kepada imigran dan orang Islam bisa menang dalam pemilu Amerika. “Itu konteks global. Orang menyebutnya duna bergerak ke arah kanan,” ujarnya seraya mengatakan, perkembangan global itu, mau tidak mau harus dihadapi NU.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sementara pada konteks nasional, NU dicibir karena NU tidak mau turut dalam gelombang populisme. Karena, NU tidak mau turut serta pada demo 411 dan 212. “Sekarang ini kita sedang mmenghadapi banyak sekali caci maki, fitnah, adu domba, melalui media sosial. Antara tokoh-tokoh NU diadu domba,” lanjutnya. ?

Kiai-kiai sepuh seperti dua Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), kata Rumadi, juga menjadi sasaran fitnah. Terutama fitnah kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Raker Lakpesdam PBNU itu dibuka A’wan PBNU Hj Sri Mulyati. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang membahas NU di Tengah Gelombang Populisme dengan pembicara Menteri Tenga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri, anggota Ombudsman Republik Indonesia Ahmad Suaedy dan pengurus Lakpesdam PBNU Dadi Darmadi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sunnah Muhammadiyah Asli

Kamis, 05 Oktober 2017

IPPNU Demak Bedah Peraturan Organisasi

Demak, Muhammadiyah Asli - Pengurus harian IPPNU Demak memberikan pemahaman dan tertib administrasi organisasi dan mewujudkan ketertiban administrasi di semua tingkatan sampai ranting. Pihak pengurus menghadirkan pengurus Pelajar NU Jateng bidang organisasi untuk memberikan penguatan organisasi.

"Sengaja kami mendatangkan PW IPPNU Jawa Tengah untuk mengawal dan membedah isi dari PPOA," kata Ketua IPPNU Demak Istiqomah pada pelatihan administrasi yang diadakan di Gedung PCNU Demak Jalan.Sultan Fattah Nomor 611 Bintoro, Demak, Sabtu-Ahad (13-14/8).

IPPNU Demak Bedah Peraturan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Demak Bedah Peraturan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Demak Bedah Peraturan Organisasi

Istiqomah menambahkan, pelatihan ini mampu menjadikan kualitas organisasi menjadi lebih tertib dalam administrasi maupun peraturan yang tertera dalam Petunjuk Pelaksana Organisasi Administrasi (PPOA), Dalam pelatihan itu peserta juga diberikan bekal menyusun proposal kegiatan beserta laporan pertanggungjawabannya (LPJ).

Muhammadiyah Asli

"Untuk penyusunan proposal dan LPJ kami mengundang mantan pengurus cabang, yakni Inayatul Farihah yang sangat lihai dalam hal ini," kata Istiqomah.

Sementara itu Fany Nurussalam, salah seorang peserta mengaku mendapatkan banyak manfaat dalam mengikuti pelatihan. Pasalnya, banyak hal baru yang diketahuinya yang mana sebagai kader pelajar NU ia hanya mengetahui secara mendasar tata berorganisasi sebelumnya.

Muhammadiyah Asli

"Banyak hal baru yang saya dapat dari pelatihan. Tentu ini bagus ketika diterapkan secara komprehensif di tubuh organisasi. Mulai saat ini, saya tahu seluk-beluk isi dari PPOA," ujarnya.

Pelatihan yang itu diikuti oleh 30 peserta tersebut merupakan perwakilan dari setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU se-Kabupaten Demak dengan mengusung tema Mewujudkan Tertib Administrasi Untuk Menggapai Organisasi yang Ideal.

Peserta delegasi dari setiap PAC mampu menerapkan apa yang didapat dan menularkan ilmunya kepada kader yang lain.

"Organisasi yang baik salah satu di antaranya ketika tata administrasinya pun rapi. Itu cambuk bagi kita agar senantiasa berorganisasi dengan baik dan terorganisir. Salah satunya dengan menata administrasi secara baik pula," pungkasnya. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sunnah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 23 September 2017

Jalin Silaturrahim, Pagar Nusa Probolinggo “Tarung Bebas”

Probolinggo, Muhammadiyah Asli. Pencak Silat Nahlatul Ulama Kota Kraksaan menjalin tali silaturrahim antar perguruan pencak silat yang tergabung dalam Pagar Nusa dengan menggelar lomba “Tarung Bebas” se-Kabupaten dan Kota Probolinggo di Aula PCNU Kota Kraksaan, Sabtu (1/6).?

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Harlah ke-90 NU ini diikuti lebih dari 86 peserta, utusan dari MWCNU yang berada di wilayah PCNU Kota Kraksaan, pondok pesantren, madrasah dan sekolah sekitar.?

Jalin Silaturrahim, Pagar Nusa Probolinggo “Tarung Bebas” (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Silaturrahim, Pagar Nusa Probolinggo “Tarung Bebas” (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Silaturrahim, Pagar Nusa Probolinggo “Tarung Bebas”

Ketua Pagar Nusa Kota Kraksaan Buasin, M.Pd berharap, kegiatan kali ini merupakan media untuk memupuk tali silaturrahmi antara beberapa perguruan pencak silat yang tergabung dalam wadah Pagar Nusa.?

Muhammadiyah Asli

“Melalui pertandingan ini, akan didapatkan bibit pendekar dan pesilat yang tangguh dan potensial, sehingga mampu mengangkat Pagar Nusa di Kabupaten Probolinggo untuk kemudian diseleksi pada tingkat propensi. Mari kita junjung sportivitas untuk meraih prestasi,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Untuk memupuk motivasi para pendekar, H. Abdul Manan, M. Pd.I, Ketua Pagarnusa Wilayah Jawa Timur mengucapkan selamat atas terselanggaranya invitasi pesilat di PCNU Kota Kraksaan.

“Kegiatan ini sangat jarang sekali diadakan oleh organisasi Pagar Nusa, padahal sudah saatnya para pendekar dan pesilat mengasah dan mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui wadah tersebut demi mengapai prestasi yang gemilang,” katanya.?

Ditambahkannya, pagar nusa dilahirkan dan didirikan oleh para Ulama yang benar-benar taqwa kepada Allah, sehingga tujuannya pun jelas, berbeda dengan organisasi pencak silat pada umumnya. Kalau Pagar Nusa dinilai tidak mendatangkan manfaat kepada warga Nahdliyin, maka tidak akan didirikan oleh para pendahulu NU.?

“Sebagus apapun pendekar NU, pasti mereka beretika dan santun, seperti filsafatnya padi, semakin berisi semakin merunduk. Itulah falsafat pendekar dan pesilat NU yang selama ini ada”, lanjutnya disertai tepuk tangan para peserta dan penonton.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Makam, Meme Islam, Sunnah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock