Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Koperasi Sampah Ini Danai Gerakan GP Ansor Kadilangu

Pati, Muhammadiyah Asli - Koperasi sampah dengan nama Apik Resik sudah beroperasi setahun. Koperasi yang digerakkan GP Ansor Kadilangu Kecamatan Trangkil Kabuoaten Pati ini menyumbang pendapatan kas organisasi tidak sedikit.

“Memang benar kalau kas Ansor berasal dari sampah yang kita kelola. Kami melatih kemandirian anggota terutama kader Ansor Kadilangu,” kata Ketua Koperasi Apik Resik Ahmad Radhi.

Koperasi Sampah Ini Danai Gerakan GP Ansor Kadilangu (Sumber Gambar : Nu Online)
Koperasi Sampah Ini Danai Gerakan GP Ansor Kadilangu (Sumber Gambar : Nu Online)

Koperasi Sampah Ini Danai Gerakan GP Ansor Kadilangu

Radhi tidak menyebut angka kontribusi bank sampah yang dijalankannya bersama GP Ansor Kadilangu untuk kas organisasi.

Muhammadiyah Asli

Sementara tokoh masyarakat setempat yang kini pembina GP Ansor Kadilangu Irham Shodiq membenarkan Radhi. Kini anggota koperasi Apik Resik berjumlah 50 orang. Setiap dua pekan sekali mereka menyetorkan limbah rumah tangga dengan kategori sampah nonorganik.

Koperasi ini diinisiasi oleh kader GP Ansor Kadilangu dalam rangka menjaga alam dari kerusakan akibat buang sampah sembarangan. Aktivitas koperasi sampah ini menegaskan bahwa kader muda GP Ansor memiliki kepedulian yang cukup besar untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan.

Operasi koperasi Apik Resik adalah langkah GP Ansor membumikan perubahan paradigma pengelolaan sampah. Pengembangan koperasi ini harus menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah, mendaur ulang, dan memanfaatkan sampah guna membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus membangun ekonomi kerakyatan.

Muhammadiyah Asli

"Pengelola koperasi sampah harus mempunyai jiwa sosial karena mengelola sampah ini membutuhkan tingkat kesadaran yang tinggi akan pentingnya kebersihan lingkungan," demikian dikatakan Kepala Desa Kadilangu Heru yang juga pengurus ranting GP Ansor setempat. (Hasannudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Pahlawan, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Sabtu, 20 Januari 2018

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar

Kudus, Muhammadiyah Asli. Dalam rangka memperingati hari Ibu dan Maulid Nabi Muhammad SAW PC Fatayat NU kabupaten Kudus menggelar Lomba Anak-anak; Fashion Show dan Baby Dancing di SMP NU Al-Ma’ruf Kudus, Ahad (28/12) serta Seminar dan pemeriksaan kanker serviks, di Ranting Karang Bener kecamatan Bae, Rabu (31/12).

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar

Karyati Inayah, Ketua Fatayat NU Cabang Kudus menjelaskan kegiatan dilaksanakan untuk memperingati hari Ibu dan maulid Nabi Muhammad SAW.

Ibu dan anak bagi Karyati perlu direkatkan. Sehingga, kegiatan tidak lepas dari keduanya. “Anak-anak sejak dini harus ditanamkan kecintaannya kepada Nabi Muhammad,” terangnya saat dihubungi via telepon.

Muhammadiyah Asli

Ditambahkan perempuan asal desa Karang Malang kecamatan Gebog kabupaten Kudus itu menyintai Nabi bisa dilakukan dengan banyak hal. Diantaranya dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan Fatayat. “Apalagi kegiatan digelar bersamaan dengan libur sekolah,” tambah Karyati kepada Muhammadiyah Asli.

Dengan kegiatan itu anak-anak lanjutnya akan tumbuh keberanian, kreativitas dan pembentukan karakter sejak dini.

Muhammadiyah Asli

Disamping lomba untuk anak-anak PAUD dan RA pihak Fatayat masa khidmah 2012-2017 sudah melaksanakan 3 kali seminar dan pemeriksaan kanker serviks bekerjasama dengan Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI).

Kegiatan seminar merupakan program bidang kesehatan Fatayat NU Kudus. Melalui kegiatan aktivis Fatayat akan mendapat sosialisasi dan pengarahan. “Harapannya kader Fatayat sejak dini mencegah terjadinya penyakit kanker serviks. Sehingga ibu-ibu muda sehat secara lahiriyahnya,” harapnya. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pahlawan, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Selasa, 16 Januari 2018

Diplomasi Pencak Silat di Jepang, Menaker Gandeng Pagar Nusa

Jakarta, Muhammadiyah Asli?



Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengajak Pimpinan Pusat Pagar Nusa untuk mengintensifkan program magang pekerja muda di negeri Jepang. Program ini, sekaligus diplomasi kebudayaan dalam seni pencak silat.

Ia menyampaikan hal itu pada silaturahim dengan Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker), di Jakarta, Selasa (10/6). Silaturahim dengan Menteri Hanif Dhakiri, dihadiri Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen didampingi Sekretaris Umum Hasanuddin Wahid dan jajaran Pimpinan Pusat Pagar Nusa.?

Diplomasi Pencak Silat di Jepang, Menaker Gandeng Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Diplomasi Pencak Silat di Jepang, Menaker Gandeng Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Diplomasi Pencak Silat di Jepang, Menaker Gandeng Pagar Nusa

Hanif Dakhiri mengungkapkan, Pagar Nusa menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Kementrian Tenaga Kerja untuk program peningkatan kapasitas dan skill pemuda. "Kami ingin agar pemuda-pemuda kita punya skill operasional dan kapasitas untuk dunia industri serta wirausaha. Pagar Nusa menjadi mitra kami untuk program magang di Jepang, juga beberapa negara Eropa, yang sedang kami coba," terang Hanif. ?

Menurut Hanif, santri-santri memiliki integritas moral dan kesungguhan untuk belajar skill praktis di bidang industri. "Di Jepang, para pemuda dilatih kedisiplinan, etos kerja dan wirausaha. Program magang ini berlangsung 2 tahun, yang ditambah dengan program intensif 3 tahun. Sebenarnya program ini sudah berlangsung sejak tahun 1999, sudah lebih 60 ribu pemuda yang dibekali kemampuan teknis di bidang industri dan wirausaha," ungkap Hanif.?

Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen menyambut hangat ajakan Menteri Tenaga Kerja. "Kami akan mempersiapkan kerjasama ini dengan detail. Jepang dikenal sebagai negara dengan kultur disiplin. Sangat baik untuk membentuk mental dan skill praktis untuk wirausaha sekaligus industri," jelas Nabil.?

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut, para santri dan kader Pagar Nusa juga akan mengkampanyekan pencak silat di Negeri Samurai. "Kami ingin kader pagar nusa juga bisa mengajar silat di Jepang. Ini akan menarik sebagai diplomasi kebudayaan, tidak hanya sebatas magang. Namun, kami juga mengenalkan seni beladiri pencak silat khas Nusantara. Dari lebih dari tiga juta kader kami, akan ada proses seleksi khusus untuk kerjasama ini," ungkap alumnus pesantren Lirboyo, Kediri.?

Peserta magang yang akan diberangkatkan ke Jepang, juga mendapat pembekalan dasar pencak silat. Sekretaris Umum Pagar Nusa Hasanuddin Wahid menegaskan pentingnya pelatihan ini. "Dengan mendapat pembekalan pencak silat, para peserta magang akan lebih percaya diri, disiplin dan siap berkompetisi untuk mempelajari skill khusus selama proses di Jepang," terang Hasan.?

Saat ini, Pimpinan Pagar Nusa bergerak cepat dengan mendata kader-kader yang siap belajar dan magang di Jepang. Rencana, ada tiga pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menjadi lokasi pelatihan, sebelum pemberangkatan magang di Jepang. (Red: Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pahlawan Muhammadiyah Asli

Kamis, 04 Januari 2018

Gubernur NTB: Kehadiran Ulama NU di Lombok Datangkan Rahmat

Lombok Barat, Muhammadiyah Asli 

Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi mengungkapkan rasa syukur karena daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Munas-Konbes NU 2017. 

Gubernur NTB: Kehadiran Ulama NU di Lombok Datangkan Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur NTB: Kehadiran Ulama NU di Lombok Datangkan Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur NTB: Kehadiran Ulama NU di Lombok Datangkan Rahmat

"Alhamdulillah kesyukuran tidak putusnya dan kesukacitaan kami seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya warga Nahdlatul Ulama menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Munas dan Konbes 2017 ini," katanya pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2017 di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (25/11). 

Menurutnya, musyawarah itu mendatangkan rahmat. Jangankan musyawarah dalam lingkup besar, katanya, musyawarah yang dilakukan hanya dua orang saja juga mendatangkan berkah. 

Muhammadiyah Asli

"Apalagi musyawarah ini adalah musyawarah alim ulama tidak hanya lingkupnya daerah, tapi juga seluruh Nusantara," katanya bersemangat. 

Begitu juga Konferensi, lanjutnya, Konferensi biasa sebagai bentuk silaturahim pasti diberkahi oleh Allah. Apalagi, katanya, ini Konferensi Besar oleh organisasi dakwah terbesar yang tidak hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia. 

"Maka dengan semua kebaikan keberkahan-keberkahan itu kami warga  Nusa Tenggara Barat berhusnudhon dan berdoa kepada Allah SWT bahwa kehadiran para tamu kami, para guru kami Insyaallah membawa berkah yang berlipat ganda," jelasnya. 

Hadir pada penutupan Munas-Konbes NU 2017 ini Wakil Presiden Republik Indonesia H Muhammad Jusuf Kalla, Rais Aam KH Maruf Amin, KH Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Ketua PBNU Bidang Investasi dan Luar Negeri H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU H Bidang Hukum H Robikin Emhas, dan lain-lain. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Pahlawan, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Kamis, 21 Desember 2017

Sudah Saatnya Buku Dalam Negeri Diterjemah dan Diekspor

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Kualitas gagasan cendekiawan muslim Indonesia tak kalah dengan ilmuan di Timur Tengah dan Barat. Bahkan, saat ini dunia internasional sedang menunggu produk pemikiran dari negari berpenduduk muslim mayoritas ini.

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Marsudi Syuhud dari hasil lawatannya ke sejumlah negara, Senin (18/3) petang. Ia mendorong Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU menerjemahkan dan menyebarluaskan ke luar negeri karya tulis di Tanah Air.

Sudah Saatnya Buku Dalam Negeri Diterjemah dan Diekspor (Sumber Gambar : Nu Online)
Sudah Saatnya Buku Dalam Negeri Diterjemah dan Diekspor (Sumber Gambar : Nu Online)

Sudah Saatnya Buku Dalam Negeri Diterjemah dan Diekspor

“Sudah saatnya sekarang kita mengekspor pandangan ke luar, tak hanya mengimpor. Dunia lagi butuh pandangan-pandangan NU tentang Islam moderat, demokrasi, dan lain-lain,” katanya saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Muhammadiyah Asli

Menurut Marsudi, masih banyak orang Indonesia yang kurang menyadari kebesaran dirinya sendiri. Padahal, negara-negara lain, baik di Barat maupun Timur Tengah, justru ingin mengenal pemikiran dan kebudayaan Nusantara, khususnya yang berkaitan dengan keislaman.

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya, Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir berpendapat, untuk di dalam negeri saja penerbitan karya ulama Nusantara masih tergolong minim. Ia berharap ada usaha pencetakan masal atas karya tulis tersebut.

“Selama ini baru ada beberapa karya ulama kita yang beredar di toko-toko, seperti karya Syekh Nawawi Banten, Syekh Yasin Al-Fadani, Syekh Ihsan Jampes Kediri, dan beberapa ulama kita. Selebihnya, masih banyak lagi yang belum terpublikasi,” kata Kiai Saifuddin.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pahlawan, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 Desember 2017

Ini Dasar Hukum Tradisi Walimatus Safar Haji

Pringsewu, Muhammadiyah Asli - Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Lampung KH Munawir menjelaskan, upacara walimatus safar perihal kepergian jamaah haji bukan sekadar tradisi lokal. Upacara walimahan itu merupakan sunah yang dilaksanakan umat Islam sejak masa Rasulullah SAW.

"Mengadakan walimatul haji atau acara tasyakuran yang diadakan setelah seseorang pulang dari mengadakan perjalanan jauh adalah termasuk perbuatan yang disunahkan. Jadi walimatus safar itu bukan kegiatan yang tidak memiliki dasar sama sekali, sehingga tergolong kegiatan yang dilarang," tegas Kiai Munawwir, Sabtu (23/7).

Ini Dasar Hukum Tradisi Walimatus Safar Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Dasar Hukum Tradisi Walimatus Safar Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Dasar Hukum Tradisi Walimatus Safar Haji

Lebih lanjut, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung ini juga mengutip beberapa hadits yang menjadi dasar kesunahan walimatus safar yang salah satunya diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Jabir RA.

Muhammadiyah Asli

"Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah SAW ketika pulang dari Madinah melakukan penyembelihan kambing atau sapi," kata Kiai Munawwir.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, terdapat hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Turmudi dan Abu Dawud yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengadakan walimah untuk Shafiyah dengan bubur sawik dan kurma.

"Dari kedua hadist ini sebagian ulama seperti Syekh Zakariya Al-Anshari dalam kitab Atsnal Mathalib berpendapat bahwa walimah tidak hanya disunahkan dalam acara akad nikah tetapi walimah juga disunahkan ketika seseorang pulang dari perjalanan jauh," terangnya.

Menurutnya, walimatul haji tidak bisa dihukumi kegiatan yang dilarang dan tidak memiliki dasar. Bahkan sebagian ulama juga ada yang berpendapat bahwa, walimah yang diadakan sebelum berangkat atau sesudah pulang haji hukumnya sama, sunah. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pahlawan Muhammadiyah Asli

Senin, 04 Desember 2017

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya

Malang, Muhammadiyah Asli. Warga NU diharapkan lebih hati-hati dan teliti dalam menggunakan logo Nahdlatul Ulama yang beredar di khalayak utamanya di dunia maya.?

Pasalnya, kini sudah ditemukan ada tulisan Nahdlatul Ulama mengalami kesalahan, khususnya pada tulisan Arab yang melintasi gambar bumi pada logo tersebut. Dalam tulisan itu, kata Nahdlatul Ulama yang seharusnya huruf ‘lam’ pada kata itu langsung bersambung dengan huruf ‘ain’. Akan tetapi, pada logo yang salah tersebut, tertulis ‘lam alif’, sehingga jika dibaca, tulisan itu akan terbaca sebagai ‘Nahdlatulaa Ulama’.

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya

Mujiharto, kepala MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo Karangploso Malang, Sabtu (27/4) menyatakan sebenarnya, ia menemukan penggunaan logo yang salah itu pada beberapa blog dan website komunitas NU.?

Muhammadiyah Asli

“Sebenarnya, kami sudah lama menemukan pemakaian logo salah tersebut di facebook KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) Universitas Islam Lampung, tapi baru kali ini saya bisa meminta konfirmasi,” ungkapnya.

Di dunia maya, logo yang salah tersebut sudah banyak beredar, utamanya di situs jejaring sosial. Diantara yang telah ditemukan Mujiharto, ialah logo yang digunakan oleh facebook PCNU Wonosobo, PCNU Balikpapan, dan situs blog di www.beasiswa-muslim.blogspot.com.?

Muhammadiyah Asli

“Diantaranya, saya telah menemukan beberapa facebook seperti: PCNU Wonosobo, PCNU Balikpapan, dan KMNU Unila. Tapi yang Wonosobo sudah kami minta konfirmasi, dan menyadari bahwa telah terjadi kesalahan. Sedangkan yang berupa blog adalah blog beasiswa muslim ke Saudi Arabia,” katanya saat dimintai keterangan di kantor MTs Nahdlatul Ulama Karangploso.

Selain itu, ternyata logo salah tersebut juga telah dipakai di sebuah acara jamaah maulid di kota Batu Jawa Timur yang diadakan oleh jamaah maulid Riyadlul Jannah bekerja sama dengan PCNU Kota Batu Jawa Timur.?

“Saya melihat logo yang dipakai panitia pada surat undangan yang disebarkan pada masyarakat umum dan banner panggung adalah salah, dengan kesalahan yang sama,” paparnya.?

Setalah diteliti baik-baik bersama, rupanya logo itu ada kemiripan dengan logo Partai Persatuan Nahdlatul Ummat Indonesia (PPNUI).?

“Mungkin ini adalah modifikasi dari logo PPNUI ini,” tutur kepala madrasah kelahiran Trenggalek itu.

Namun, ketika ditanya, adakah kemungkinan bahwa kesalahan itu ada unsur kesengajaan, ia tidak bisa memastikan.?

“Kalau masalah ada pihak yang secara sengaja melakukannya atau tidak, saya tidak bisa memastikan.”?

Demikian pula ketika ditanya, apakah sebelum ini ia telah melaporkan pada tokoh-tokoh atau pengurus NU setempat, ia menjawab belum.?

“Saya belum melaporkannya pada pengurus NU sebelum ini, ini adalah pertama kalinya saya melaporkan.”?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Pahlawan, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock