Jumat, 12 Januari 2018

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli. Panggung Taman Budaya Yogyakarta tampak meriah oleh konser drama musikal “Jahiliyah” persembahan dari Komunitas Seni Pertunjukan Islam (KSPI) Yogyakarta, 5 dan 6 Oktober 2013. Pertunjukan ini menarik minat banyak kalangan, termasuk para santri.

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Puluhan santri Pondok Pesantren Diponegoro Sleman, Yogyakarta, terlihat antusias menyaksikan drama yang mengandung kritik terhadap perilaku beragama manusia modern ini.

“Kenapa banyak manusia beragama tapi masih mendustakan kitab dan nabinya, ya? Karena mereka masih kerdil dalam beragama,” salah satu kutipan dialog dalam drama musikal “Jahiliyah”.

Muhammadiyah Asli

Kritik terhadap penguasa pun sangat kental dalam cerita ini. Dabba, sebagai tokoh utama yang kejam dan tak percaya akan adanya Tuhan, akhirnya mati ditelan sejarah. Akan tetapi anak turunnya tetap hidup dalam wajah yang berbeda dan lebih mengerikan.

“Saya sangat senang dan mendapat banyak pelajaran dari nonton drama ini,” kata Ahmad, salah satu santri Pesantren Diponegoro Sleman. Selesai pertunjukkan, para santri berbondong-bondong menuju bus yang disediakan pengurus pesantren.

Muhammadiyah Asli

Ketua PW Fatayat NU DI Yogyakarta Isti Zusrianah mengungkapkan kekagumannya terhadap drama yang disutradarai Knyut Y Kubro ini. 

“Ini termasuk metode dakwah modern yang penuh dengan nilai perdamaian, toleransi dan memberikan sebuah inspirasi yang indah bagi manusia zaman sekarang,” katanya.

Menurut mantan Ketua PW IPPNU DI Yogyakarta Lasmi, pertunjukan ini layak ditonton generasi muda Islam saat ini, termasuk di kalangan santri. Dia menilai para santri belum banyak yang terbiasa dengan kehadiran pemeluk agama lain.

“Nah dengan menonton drama ini bisa menjadi inspirasi tersendiri buat mereka, karena tadi juga ada penafsiran dari surah al-kafirun ‘bagimu agamu dan bagiku agamaku’. Tidak perlu ada rasa ingin saling menghancurkan atau menguasai,” komentar Lasmi pengurus PW Fatayat NU DI Yogyakarta. (Muyassaroh Hafidzoh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, News, Berita Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock