Jumat, 01 Desember 2017

Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Salah satu ulama pejuang perdamaian Afganistan, Fazal Ghani Kakar memuji Nahdlatul Ulama sebagai contoh organisasi keislaman yang sukses menciptakan harmoni bagi warga Indonesia yang majemuk dalam bingkai spirit kebangsaan.

"Saya berharap ini dapat diterapkan di negara-negara lain," kata Fazal Ghani kepada Muhammadiyah Asli selepas mengikuti International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta, Selasa (12/5).

Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain

Fazal Ghani sendiri mendirikan Nahdlatul Ulama Afganistan (NUA) bersama para ulama setempat. Meski bukan cabang dari NU di Indonesia, NUA yang beranggotakan warga berkebangsaan asli Afganistan memiliki prinsip yang sehaluan dengan warga NU di Indonesia.

Fazal Ghani yang menjadi ketua NUA sejak pertama didirikan menjelaskan, lima prinsip yang menjadi garis perjuangan NUA adalah at-tawassuth (moderasi), at-tawazun (keseimbangan), al-‘adalah (keadilan), at-tasamuh (toleransi), dan al-musyarakah (berserikat). Ia mencangkok NU ke negaranya lantaran tertarik kepada ormas rintisan para kiai tersebut sebagai sarana mengatasi konflik di sana.

Muhammadiyah Asli

Kelima prinsip tersebut juga disimbolkan dengan lima gambar bintang dalam logo NUA. Kepengurusan NUA kini sudah hadir di 22 provinsi dan

setiap tahun menggelar muktamar untuk mengumpulkan kekuatan dan bermusyawarah terkait problem-problem yang berkembang di Afganistan. “NU Afganistan sedang terus dalam proses perkembangan dan perluasan,”

Muhammadiyah Asli

ujarnya.

Sebagaimana kebanyakan Muslim Sunni di Afganistan, anggota NUA menganut madzhab Hanafi di bidang fiqih. Sebagian mereka juga bergabung di beragam tarekat, seperti Naqsabandi, Chistiyah, Qadiriyah, dan lainnya.

Menurut Fazal, di negerinya belum ada organisasi yang mampu menyeleraskan cinta tanah air (hubbul wathan) dan cinta agama (hubbud din) seperti yang dimiliki Nahdlatul Ulama. “Kami mencintai Indonesia dan penduduk Indonesia. Masyarakat Muslim moderat di negeri yang besar dan indah,” ujarnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock