Jumat, 08 Desember 2017

Sarbumusi NU: Wayang Topang Harapan Revolusi Mental

Jakarta, Muhammadiyah Asli -

Wayang merupakan tradisi harus dijaga sehubungan menopang revolusi mental diharapkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Nahdlatul Ulama (DPP K Sarbumusi NU) Syaiful Bahri Anshori.

Sarbumusi NU: Wayang Topang Harapan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi NU: Wayang Topang Harapan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi NU: Wayang Topang Harapan Revolusi Mental

"Banyak hal bisa kita pelajari dari tokoh dalam wayang yang membawa nilai-nilai moral untuk menjadi contoh bagi masyarakat, generasi muda dan kita, tentunya itu menopang harapan terwujudnya revolusi mental," ujar Syaiful saat dihubungi Muhammadiyah Asli dari Jakarta, Jumat (7/10) malam.

Wayang imbuh Syaiful, merupakan tradisi khas dari Indonesia. Wayang merupakan warisan tradisi lokal Indonesia yang harus tetap dijaga dan lestarikan. "Bahkan Wali Songo menjadikan wayang sebagai media dakwah dengan membawa nilai Islam Rahmatan LilAlamiin. Jangan sampai wayang ? nantinya diklaim milik negara lain," kata dia lagi.?

Jika generasi muda tidak ikut serta melestarikan wayang, ujar Ketua Umum PB PMII masa khidmat 1997-2000 itu melanjutkan, warisan tradisi budaya bangsa Indonesia tersebut akan hilang.

Muhammadiyah Asli

"Mempelajari penokohan wayang yang memiliki nilai-nilai moral tinggi salah satu hal penting dalam berbangsa. Saya khawatir jika budaya lokal tradisi Indonesia tidak diwariskan kepada generasi muda justru akan terjadi degradasi kebudayaan," paparnya.

Karena itu, kata dia menambahkan, menjadi penting dalam berbangsa dan bernegara untuk mengusahakan warisan tradisi tersebut tetap lestari. Pemerintah harus memberikan prioritas tinggi.

Presiden DPP K Sarbumusi NU itu memberi sambutan dalam "Wayangan Revolusi Mental" bertema "Kita Berubah Untuk Indonesia", di alun-alun Ambulu, Jember, Jawa Timur. Kegiatan digelar Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian Kominfo RI dan DPC Sarbumusi Jember.?

Ki Eddy Siswanto atau yang dikenal dengan "Dalang Sabet Alap-Alap" membawakan lakon Pemimpin Wicaksono (bijaksana). Lakon tersebut selaras dengan kehendak revolusi mental. Para pemimpin dan aparat negara akan jadi pelopor untuk menggerakkan revolusi mental, dimulai dari masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L). Sebagai pelopor gerakan revolusi mental, pemerintah lewat K/L harus melakukan tiga hal utama yaitu; bersinergi, membangun manajemen isu, dan terakhir penguatan kapasitas aparat negara.

Muhammadiyah Asli

Hadir dalam pagelaran tersebut pejabat Pemerintah Kabupaten Jember, jajaran PCNU, DPC Sarbumusi setempat dan kurang lebih 500 masyarakat.? (Gatot Arifianto/Alhafiz K)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Meme Islam, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Sarbumusi NU: Wayang Topang Harapan Revolusi Mental di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock