Sabtu, 25 November 2017

Al-Maufud fî Tarjamah al-Maqshud, Morfologi Arab dalam Jawa Pegon (1959)

Ini adalah halaman sampul dan kata pengantar dari kitab al-Maufûd fî Tarjamah al-Maqshûd yang ditulis oleh KH Ahmad Mutohar bin Abdurrahman Mranggen (Demak, Jawa Tengah, w. 2005). Kitab ini adalah terjemah dan penjelasan (syarh) dalam bahasa Jawa beraksara Arab-Pegon atas teks nazham “al-Maqshûd fî ‘Ilm al-Sharf”.

Teks nazham “al-Maqshûd” sendiri terdiri dari 123 bait puisi dalam irama (bahr) “rajaz”. Teks ini menghimpun ringkasan teori ilmu morfologi Arab (ilmu sharaf), karya Syaikh Ahmad ibn ‘Abd al-Rahîm al-Thahthâwî (w. 1885), seorang juru tulis, sastrawan, sekaligus jurnalis asal Mesir.

Al-Maufud fî Tarjamah al-Maqshud, Morfologi Arab dalam Jawa Pegon (1959) (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Maufud fî Tarjamah al-Maqshud, Morfologi Arab dalam Jawa Pegon (1959) (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Maufud fî Tarjamah al-Maqshud, Morfologi Arab dalam Jawa Pegon (1959)

Ilmu sharaf merupakan salah satu cawangan utama dari ilmu linguistik Arab. Ilmu ini erat juga kaitannya dengan “ilmu nahwu” (sintaksis Arab). Ilmu sharaf mengkaji perubahan bentuk (derivasi/ tashrîf) satu kata ke bentuk yang lainnya, guna mendapatkan arti dan fungsi yang berbeda. Dalam rentang sejarah keilmuan bahasa Arab, terdapat banyak literatur ilmu morfologi Arab ini, mulai dari masa klasik hingga modern.

Nazham “al-Maqshûd” termasuk salah satu anggitan morfologi Arab di masa modern. Teks ini sangat populer, sehingga memiliki beberapa penjelasan dan komentar (syarh). Di antara syarh atas teks “al-Maqshûd” yang banyak dipedomani adalah “Hill al-Ma’qûd fî Syarh al-Maqshûd”, karangan linguis Arab asal Maroko yang sezaman dengan al-Thathâwî, yaitu Syaikh Muhammad ibn Ahmad ‘Allîsy al-Maghribî (w. 1882).

Muhammadiyah Asli

Di pesantren-pesantren tradisional di Nusantara (NU), keberadaan teks nazham “al-Maqshûd” tentu tidaklah asing. Teks ini banyak tersebar, dipelajari, dan dihafal oleh para pelajar di pesantren-pesantren tersebut.

Dalam tradisi intelektual pesantren di Nusantara, morfologi Arab (ilmu sharaf) harus dikuasai oleh para pemula sebagai syarat mutlak untuk bisa membaca dan memahami teks-teks berbahasa Arab. Pembelajaran morfologi biasanya bersamaan dengan pembelajaran ilmu Sintaksis Arab (ilmu nahwu).

Muhammadiyah Asli

Di pesantren-pesantren tersebut, teks “al-Maqshûd” dipelajari sebagai lanjutan dari teks “al-Amtsilah al-Tashrîfiyyah” dalam bidang morfologi, yang bersama-sama dipelajari bersama teks “Mutammimah”, yang merupakan lanjutan dari teks “al-Âjurûmiyyah” dalam bidang sintaksis.

Nah, nazham “al-Maqshûd” ini kemudian diterjemahkan dan disyarah dalam bahasa Jawa beraksara Arab Pegon oleh Kiai Ahmad Mutohar bin Abdurrahman, salah satu pengasuh Pesantren “Futuhiyyah” di kampung Mranggen, Demak (Jawa Tengah). Terjemahan dan syarah tersebut kemudian diberi nama “al-Maufûd fî Tarjamah al-Maqshûd”.

“Al-Maufûd” diselesaikan pada bulan Shafar tahun 1379 H (Agustus 1959 M), dan dicetak oleh Maktabah Karya Toha Putra Semarang. Saya menemukan edisi cetakan ini di perpustakaan pesantren Edi Mancoro, Salatiga, sekitar bulan Februari tahun 2016 silam.

Dalam kata pengantarnya, Kiai Mutohar Mranggen mengatakan bahwa teks “al-Maqshûd” adalah teks terbaik dalam bidang ilmu morfologi Arab yang dipelajari untuk kalangan pemula. Ia pun terdorong untuk menerjemahkan teks tersebut ke dalam bahasa kaumnya (Jawa Mriki) sekaligus memberikan sedikit penjelasan agar mudah difahami maksudnya.

Kiai Mutohar terhitung produktif menerjemahkan berbagai kitab dari bahasa Arab ke bahasa Jawa Pegon, menyusul jejak kakak beliau, yaitu Kiai Muslih bin Abdurrahman Mranggen yang juga produktif menerjemah. Umumnya kitab-kitab yang beliau terjemah adalah kitab-kitab yang menjadi acuan bahan ajar di pesantren-pesantren Nusantara.

Selain menerjemah nazham “al-Maqshûd”, beliau juga menerjemah nazham “al-‘Imrîthî”, “al-Wâfiyyah fî Tarjamah Alfiyyah (Ibn Mâlik)”, dan lain-lain. Nafa’anallahu ta’ala bihi wa bi ‘ulumihi fiddaraini. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Al-Maufud fî Tarjamah al-Maqshud, Morfologi Arab dalam Jawa Pegon (1959) di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock