Minggu, 03 Desember 2017

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur

Islamabad, Muhammadiyah Asli - Di sela-sela kunjungan Deputi I Hubungan Luar Negeri Badan Intelijen Negara (BIN) ke Pakistan dalam rangka menghadiri “Islamic Intelligence Services Conference (IISC), pada Selasa (28/3), KBRI Islamabad mengadakan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Wisma Duta KBRI Islamabad.

Tatap muka yang dihadiri oleh seluruh staf KBRI Islamabad dan mahasiswa Indonesia berlangsung hangat dan penuh keakraban. “Sudah menjadi tradisi di KBRI Islamabad untuk mempertemukan adik-adik mahasiswa dengan para tamu delegasi dari Indonesia,” ujar Dubes Iwan Suyudhie Amri.

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur

Delegasi BIN yang dipimpin Mayjen Chandra Warsenanto Sukotjo mengaku senang dapat berdialog langsung dengan para mahasiswa sekaligus dapat menyampaikan beberapa perkembangan terkini tanah air. “Bagi saya, Pakistan adalah negara yang sangat penting untuk terus dijalin hubungannya,” tutur Mayjen Chandra.

Kepada para hadirin juga disampaikan mengenai paradigma baru institusi BIN yang menurut Chandra tidak lagi seperti di zaman Orde Baru. “Tugas BIN hakikatnya adalah membantu Presiden atau pemerintah dalam mengambil keputusan yang pro rakyat,” imbuh Chandra.

Muhammadiyah Asli

Mayjen Chandra juga sempat menceritakan tentang pengalaman kunjungan kali pertamanya ke Pakistan pada tahun 2000 sebagai tim pengamanan khusus Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Muhammadiyah Asli

“Saat itu saya masih Mayor dan alhamdulillah punya pengalaman mendampingi Presiden Gus Dur lawatan ke-61 negara,” ujar Mayjen Chandra. Menurutnya banyak hal penting yang diajarkan Gus Dur kepadanya selama masa itu, khususnya terkait komitmen menjaga pluralisme, keutuhan NKRI, Islam moderat dan selera humor yang berkualitas.

Pembicaraan Mayjen Chandra yang juga sarat humor membuat seluruh staf KBRI dan mahasiswa yang hadir antusias mendengarkan sehingga memancing dialog interaktif. Firman Arifandi, mahasiswa yang baru lulus S2 menanyakan tentang peranan pemerintah dalam menciptakan suasana keharmonisan dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Mayjen Chandra menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara besar dan sepengetahuannya tidak semua negara dianugerahi keindahan dan keberuntungan sejarah yang menonjolkan kesatuan dalam keberagaman seperti Indonesia.

“Tidak semua pihak senang dengan kondisi seperti ini, maka selalu saja ada upaya untuk memunculkan masalah,” tutur Chandra.

Terkait dengan hal tersebut para mahasiswa khususnya yang mempelajari ilmu agama diharapkan turut memberikan sumbangsih menciptakan suasana keberagamaan yang kondusif dan membawa ajaran Islam Indonesia yang Rahmatan Lil-‘Alamin.

Dubes Iwan dalam catatan akhirnya juga menyampaikan pentingnya untuk tetap menjaga jati diri keindonesiaan WNI di mana pun berada. Para WNI yang mayoritas adalah mahasiswa di Pakistan telah menjadi contoh baik dalam mempelajari ilmu agama di Pakistan, namun sikap kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah airnya tidak luntur, pungkas Dubes Iwan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Warta, Nasional Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock