Kamis, 01 September 2016

Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai

Surabaya, Muhammadiyah Asli
Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Kacung Maridjan MA, berpendapat kunci konflik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ada di tangan para kiai atau ulama.

"Kuncinya terletak pada kiai, apakah para kiai itu membuka diri atau merasa menang sendiri," kata kandidat doktor di Australian National University (ANU) itu di Surabaya, Senin.

Menurut pengamat NU itu, jika para kiai membuka diri tentu akan mengembalikan penyelesaian persoalan kepada tradisi atau kultur NU yakni para kiai melakukan silaturrahmi antar kiai dari kedua pihak.

"Tapi, kalau merasa menang sendiri, maka para kiai dapat saja memakai alasan hukum saat pertama kali ada konflik dan setelah kalah secara hukum di pengadilan maka dapat mencari alasan moral, dan seterusnya," katanya.

Dosen Fisip Unair Surabaya itu menilai konflik di tubuh partai yang kelahirannya dibidani PBNU itu sebenarnya dipicu dari konflik elit partai di Jakarta, bukan konflik kiai.

Namun, katanya, para elit PKB telah menyeret para kiai berpengaruh untuk masuk ke dalam pusaran konflik dan hal itu tak disadari para kiai yang sebenarnya tak terlalu politis itu.

"Para kiai itu sebenarnya hanya dijadikan semacam ’cantolan’ yang dibawa-bawa para elit partai. Seharusnya, para kiai itu tak ikut-ikut, tapi justru menjadi ’jembatan’ antar elit yang konflik," katanya.

Ia menyatakan terseretnya sejumlah nama kiai berpengaruh ke dalam pusaran konflik politik itu bukan tanpa dampak, karena dampak yang akan terlihat adalah menurunnya kepercayaan masyarakat atau kredibilitas kiai.

"Sebagai panutan umat, para kiai seharusnya mempu menyelesaikan konflik secara cantik sesuai kultur NU yang suka bersilaturrahmi, meski nama dan kebesarannya yang jadi pertaruhan," katanya.

Oleh karena itu, sebelum ada putusan MA diharapkan agar para kiai dari kedua pihak menjalin silaturrahmi untuk membuat komitmen dan konsesi-konsesi atas keputusan MA.

"Tanpa peran kiai seperti itu, saya kira konflik di PKB tidak akan selesai, terbukti mereka yang sebelumnya berjanji akan menerima apa pun keputusan pengadilan ’kan nggak menerima, karena komitmen bersama dan konsensi belum dibuat," katanya.

Senada dengan itu, pengamat politik Unair Surabaya lainnya Muhammad Asfar MSi menilai kompetisi pemilihan presiden pada tahun lalu berpengaruh pada konflik PKB kali ini.

"Konflik itu bukan hanya konflik politik, tapi juga konflik hubungan personal, sebab ada kiai yang merasa tak dihargai dan tak dihormati. Artinya, ada kepentingan politik beberapa kiai, selain dukungan kepada Alwi," katanya.

Oleh karena itu, islah akan sangat susah jika MA belum membuat keputusan final. "Menurut saya, para kiai itu sangat mudah dikompromi, karena sebetulnya mereka tak pernah melakukan aksi," katanya.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock