Senin, 17 Juli 2017

Wakil Rais Aam PBNU Sampaikan Khutbah Wukuf di Arafah

Arafah, Muhammadiyah Asli. Jutaan manusia berkumpul di Arafah untuk menghentikan sejenak aktivitasnya dalam rangka merenung dan bermunajat kepada Allah SWT. Dalam balutan pakaian yang sama, putih tak berjahit bagi kaum pria, semua tanggalkan identitas ke-aku-an untuk menghamba di hadapan Allah sebagai tamu-Nya.

"Di padang Arafah ini semua bangsa dan kelompok bergabung lebur menjadi satu kaum, umat. Semua keakuan telah mati di Miqat dan yang berkelanjutan adalah kita. Dan mereka semua secara serentak bermunajat menghadap sang Maha Kuasa Allah SWT. Akhirnya; satu adalah semua dan semua adalah satu. Setiap manusia adalah sama," demikian pesan yang disampaikan khatib pada wukuf di tenda misi haji Indonesia di Arafah, KH Miftahul Akhyar, Ahad (11/9).

Wakil Rais Aam PBNU Sampaikan Khutbah Wukuf di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais Aam PBNU Sampaikan Khutbah Wukuf di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais Aam PBNU Sampaikan Khutbah Wukuf di Arafah

Wakil Rais Am PBNU ini mengingatkan sifat manusia yang sering lupa terhadap persamaan di antara sesama mereka. Sebelumnya mereka bercerai-berai karena kekuatan, kekayaan, keluarga, tanah dan ras, kehidupan mereka hanyalah sekadar eksistensi.

"Pengalaman ini (haji/arafah) telah membuat mereka menemukan jati-diri mereka dalam kerangka mereka semua adalah sama. Pertahankan temuan-temuan ini sebagai oleh-oleh yang amat berharga untuk bangsa tercinta," tuturnya.

Muhammadiyah Asli

Menurut KH Akhyar, dalam prosesi haji, para jemaah harus berhenti/singgah di Padang Arafat, Masyaril Haram dan Mina. Bahwa jemaah harus singgah (wukuf) di Arafah, lanjut KH Akhyar, alasannya tidak sederhana.

"Haji adalah gerakan; dan perjalanan kita kembali kepada Allah SWT ada beberapa tahap (Arafah, Masyaril Haram dan Mina) yang kesemuanya harus kalian lalui. Yang lain, misalnya Thowaf adalah konsekwensi rukun/wajib dari akumulasi ketiganya. Apakah arti dari tahapan tersebut? Allah SWT telah menganugerahkan masing-masing nama nan mulia," jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Arafat berarti pengetahuan dan sains. Masyar berarti kesadaran dan pengertian. Mina berarti cinta dan keyakinan. Betapa anehnya (secara logika) ketika melakukan Haji, gerakan pertama bermula di Arafah. Berhenti (wukuf) di Arafah di mulai di siang hari tanggal 9 Dzulhijjah ketika matahari sedang terik-teriknya. Hikmahnya agar kalian memperoleh kesadaran, wawasan, pengetahuan di siang hari. Begitu matahari terbenam maka wukuf di Arafah itupun berakhir.

"Bersama-sama dengan matahari padang Arafah terbenam para hujjaj pun bergerak ke arah barat, mereka terus bergerak hingga sampai ke Masyaril Haram (Muzdalifah) atau negeri kesadaran. Di sini lalu mereka berhenti Sesudah tahap pengetahuan adalah tahap kesadaran. Kita tidak dapat memahami Agama kita seperti ini jika tahap-tahap kalau yang ada hanya Masyaril Haram (kesadaran) dan Mina (cinta)," papar Akhyar.

Dengan disinari terik mentari Arafah, kata Akhyar, biarkanlah insting-insting dan sifat-sifat manusia yang hakiki berkembang. Jangan hindari sinar mentari dan biarkan ego manusia hangus terbakar.

"Wahai manusia! Pada hari ini, hendaklah kalian menjadi sebuah pelita yang sedang mengisi bahan bakar guna menerangi hatimu dan hati umat manusia. Dalam waktu yang singkat kota Matahari ini menghilang ke arah barat. Kemanakah kita sekarang? Kita menuju ke Masyaril Haram. Maka apabila kalian bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah SWT di Masyaril Haram," tuturnya.

Menurut Akhyar, jika padang Arafah merupakan tahap pengalaman dan obyektivitas maka Masyair adalah tahap wawasan dan subyektivitas. Arafah adalah tahap pemikiran yang bersih dari penyelewengan dan penyakit. Masyair adalah tahap kesadaran yang penuh dengan tanggung jawab, kesucian, dan kesalehan. Masyaril Haram yang suci dan aman sebagaimana Masjidil Haram dan Bulan Haram (Muharram).

"Lalu kalian melanjutkan perjalanan ke Mina (cinta hakiki). Dengan sedemikian menakjubkan, inilah sebuah kesadaran yang lahir dari pengetahuan dan yang sarat dengan cinta. Intuisi tidak memerlukan cahaya pemikiran dan dapat memecahkan setiap masalah cinta hakiki dan hikmah. Hikmah adalah semacam pengetahuan atau wawasan tajam yang disampaikan kepada umat oleh para Nabi, bukan oleh para ilmuwan atau para Filosof. Ia adalah cahaya yang terang (nur). Inilah jenis pengetahuan yang memancar dalam diri Nabi Muhammad SAW. Allah akan menyalakan cahaya (nur) ini didalam diri orang-orang yang dikehendaki-Nya. Semoga para Hujjaj khusnya saudara kita tergolong orang-orang yang memperoleh Hikmah," kata Akhyar.

Pada hari ini, menurut Akhyar, setan kecewa berat lantaran derasnya rahmat Allah SWT dan dosa-dosa diampuni. Imam an Nawawi Rahimahullah di dalam syarah Muhazzab menjelaskan tentang kelebihan berzikir dan berdoa pada hari Arafah. Beliau menyebutkan bahwa, hendaklah memperbanyak doa, tahlil, talbiah, istighfar, membaca Al-Quran dan merendah diri kepada Allah.

Oleh karenanya, kesempatan dan peluang emas selama berada di Arafah ini jangan disia-siakan, lantaran inilah puncak ibadah dalam kehidupan seorang muslim. Air mata kesadaran yang mengalir saat ini, adalah penebus dosa bagi pemburu kasih dan ampunan-Nya. Bermunajatlah kepada Allah sepuas-puasnya disertai aliran airmata keinsafan dari pertaubatan yang tulus yang lahir dari hati yang telah kembali kepada fitrahnya. Mohonlah kebaikan dunia akhirat. Semua doa dan permohonan pasti maqbul.

"Apabila kita pulang ke Tanah Air kelak hendaklah kita mengambil pengalaman dari pada haji ini yaitu : semangat Fastabiqul Khairat dan bergairah dalam ibadah sebagai titik nol perubahan dalam kehidupan kita dengan mengoptimalkan segala perintah Allah dalam kesatuan iman, ibadat, pergaulan, dan bermuamalah vertikal maupun horisontal," jelasnya.

Perbuatan yang dilarang saat berihram

Dalam khutbahnya, Akhyar juga memaparkan larangan-larangan saat jemaah sudah mengenakan pakaian ihram. Larangan itu mulai dari tidak dibolehkannya menggunakan wewangian hingga memotong kuku.

Berikut selengkapnya:

1. Jangan menggunakan wewangian

2. Jangan sakiti binatang-binatang termasuk serangga

3. Jangan mencabut atau mematahkan pepohonan

4. Jangan berburu

5. Jangan bercumbu dan melakukan hubungan kelamin

6. Jangan berdandan

7. Jangan berlaku curang, bertengkar, mencaci-maki, atau bersikap sombong

8. Jangan jahit pakaian kalian

9. Jangan memotong rambut

10. Jangan memangkas kuku

11. Jangan menggunakan bedak atau minyak rambut

12. Jangan membuat darah tertumpah

13. Jangan nikah baik ijab maupun qabul, baik untuk diri sendiri atau orang lain atau mewakilkan

"Lantaran semua atau sebagian itu manakala masih kita lakukan berarti kalian masih mengingat, melirik dan mementingkan diri (syahwat) mu. Padahal semuanya telah kalian lepas di Miqat. Tentu masih ada larangan-larangan lainnya yang perlu kalian cermati. Agar kalian kembali ke-negeri kalian betul-betul telah menjadi manusia yang baru yang mampu mengaplikasikan pelajaran yang amat penting ini sebagai konsekuensi Haji yang Mabrur," ungkap Akhyar.

"Pertunjukan haji ini bermula di Miqat. Disinilah sang aktor (manusia) harus berganti pakaian. Mengapa demikian? Karena pakaian akan menutupi diri dan watak manusia. Pakaian melambangkan pola, prefensi, status dan perbedaan-perbedaan tertentu. Pakaian melahirkan batas palsu yang menyebabkan perpecahan diantara umat manusia. Dan hampir pasti perpecahan ini melahirkan diskriminasi. Selanjutnya dari perpecahan itu akan timbul konsep aku, bukan kami/kita. Aku dipergunakan dalam konteks-konteks seperti: rasku, kelasku, kelompokku, kedudukanku, keluargaku, nilai-nilaiku," pungkasnya.? (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, Internasional, RMI NU Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Wakil Rais Aam PBNU Sampaikan Khutbah Wukuf di Arafah di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock