Sabtu, 11 November 2017

NU Mesir: Sarjana NU Jangan Kemarab Keminggris

Kairo, Muhammadiyah Asli. Demi menggugah kembali rasa nasionalisme warga NU, Lembaga Seni dan Kebudayaan Nahdlatul Ulama (LSBNU) PCINU Mesir bekerjasama dengan Tebuireng Center Kairo membedah film yang menceritakan perjuangan pendiri NU Hadrotus Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari, “Sang Kiai”.

NU Mesir: Sarjana NU Jangan Kemarab Keminggris (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Mesir: Sarjana NU Jangan Kemarab Keminggris (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Mesir: Sarjana NU Jangan Kemarab Keminggris

Acara yang diadakan pada Jum’at, 14 Maret di Aula sekretariat PCINU Mesir ini juga mengangkat diskusi tentang NU terkait kebangsaan dan pesantren. Pembicara kali ini menghadirkan Wakil Katib Syuriah PCINU Mesir, Ahmad Ginanjar Sya’ban (Kang Aceng).

Sekitar 20 orang kader NU Mesir mengikuti acara ini dengan seksama. Dimulai dengan pemutaran Film setelah shalat maghrib berjamaah yang dipimpin ketua PCINU, Khozin Dipo. Dilanjutkan dengan dialog terkait NU dan keindonesiaan.

Muhammadiyah Asli

Kang Aceng, dalam kesempatan ini menyinggung banyak hal terkait pesantren sebagai salah satu pilar utama dalam mengkader paham Ahlussunnah wal Jama’ah dan komponen penting dalam membina warga NU yang militan.

Muhammadiyah Asli

Kang Aceng mengatakan bahwa NU didirikan untuk menjadi salah satu representasi Islam yang menjadi ciri khas Indonesia. Guru-guru dan kiai NU banyak yang belajar di negeri Arab, namun tak lantas menjadikan Indonesia menjadi ‘’kemarab” (kearab-araban). Demikian juga diharapkan sarjana Barat tak menjadikan warga NU menjadi “keminggris” (kebarat-baratan).  

Karena menurutnya, salah satu ciri bangsa yang besar adalah bangga  terhadap kebudayaan dan tradisi yang kita miliki. Dan ini yang harus dimiliki oleh anak Indonesia sekarang ini, yang mudah sekali "meniru-niru" bangsa lain—bahkan sudah lupa terhadap sejarah bangsa sendiri.

Namun demikian, bukan berarti kita harus menafikan peradaban bangsa lain, akan tetapi perlu, guna memperkaya wawasan. Kang Aceng juga menekankan pentingnya pesantren membekali santrinya untuk menghadapi hal-hal yang waqi’iyyah atau kekinian.

Diskusi menjadi semakin menarik, berbagai wawasan kemudian dilontarkan peserta terkait NU dan kiprahnya untuk Indonesia. Sedikit menyinggung tentang kritik terhadap Film “Sang Kiai” juga disampaikan. Tepat pukul 22.15 waktu setempat, acara ditutup dengan makan bersama. (Mabda Dzikara/Abdullah Alawi)

        

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Internasional Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. NU Mesir: Sarjana NU Jangan Kemarab Keminggris di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock