Selasa, 19 Mei 2009

Buku "Meluruskan Dakwah MTA" Dicetak Ulang

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Buku bertajuk “Meluruskan Doktrin MTA; Kritik atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur’an di Solo” karya Nur Hidayat Muhammad mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang resah dengan model dakwah salah satu kelompok muslim itu. Buku yang diterbitkan Muara Progresif Surabaya itu kini dicetak ulang dengan kemasan lebih menarik.

Buku itu memuat sejumlah fakta penyelewengan ajaran dan praktik MTA ini pertama kali diterbitkan pada bulan Januari lalu. Pada buku ini dijlentrehkan keberadaan MTA, pemikiran, akidah, fikih dan tradisi yang dilakukan mereka.  Juga sejumlah bantahan atas beredarnya selebaran dari MTA yang tidak bertanggungjawab atas sejumlah amaliah warga NU.

Buku Meluruskan Dakwah MTA Dicetak Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Meluruskan Dakwah MTA Dicetak Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku "Meluruskan Dakwah MTA" Dicetak Ulang

“Ternyata buku ini mendapatkan apresiasi dan sambutan yang luar biasa dari pembaca,” tandas Direktur Penerbit Muara Progresif, Tirmidzi Munahwan kepada Muhammadiyah Asli, Kamis (18/7).

Muhammadiyah Asli

Apalagi promosi keberadaan buku ini juga memanfaatkan media sosial, webisite maupun resensi di sejumlah media cetak dan elektronik.  Belum lagi beberapa bedah buku dan diskusi terbatas yang menghadirkan sang penulis. “Semua menjadi media efektif dalam memperkenalkan buku ini,” tandas alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Dengan tingginya permintaan pembaca, maka buku tersebut akhirnya bisa cetak ulang. “Cetakan kedua terbit bulan Juni kemarin,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Peminat buku ini dari berbagai wilayah di tanah air. “Untuk kali ini permintaan cukup tinggi dari wilayah sekitar kota Solo,” terangnya.

Rupanya, warga dan fungsionaris NU di daerah tempat MTA tinggal  yakni Solo Jawa Tengah justru ingin kian penasaran dengan keberadaan MTA ini. “Dari yang awalnya acuh tak acuh, akhirnya berubah penasaran dan berkenan untuk memiliki buku ini,” kata Tirmidzi Munahwan.

Untuk cetakan kedua, buku ini mengalami perbaikan. “Ukuran buku sekarang menjadi 14,5  x  21 cm dengan 167 halaman,” katanya. Demikian juga ada perubahan desain pada cover, baik warna dan komposisinya. “Agar lebih menarik lah,” katanya sumringah.

Kelebihan lain dari cetakan kedua adalah dicantumkannya bantahan fatwa MTA yang menggugat amal warga NU. Demikian juga jawaban atas komentar pimpinan MTA, Ustadz Ahmad Sukino yang disiarkan lewat radio MTA FM serta media internet.

Di luar kepentingan promosi, Tirmidzi Munahwan mengharapkan akan banyak buku pencerahan dan pengokohan kepada amaliah warga NU yang semakin tersudut. Disamping lantaran tidak cukup banyak para kiai dan santri yang bisa menjangkau daerah terpencil. Padahal di wilayah tersebut kian banyak gugatan terhadap sejumlah amaliah warga.

“Perlu ada perhatian khusus dan dicarikan formula terbaik agar kemunculan kelompok seperti MTA dapat diminimalisir, atau dihilangkan sama sekali,” tandasnya. “Pada saat yang sama, fungsionaris dan warga NU harus terus diberikan pemahaman yang mendalam terhadap  amaliah yang selama ini dikerjakan dan menjadi tradisi,” pungkasnya.

Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar saat memberikan khutbah iftitah pada pembukaan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur beberapa waktu lalu mengingatkan para kiai dan aktifis untuk mewaspadai dengan seksama sejumlah kejadian terkait pendangkalan akidah.

Kiai Miftah menandaskan bahwa di sejumlah daerah, rongrongan terhadap akidah umat itu nyata terjadi. Dan secara spesifik, Kiai Miftah menyebut Majlis Tafsir Al-Qur’an atau MTA yang saat berdakwah kerap meresahkan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Buku "Meluruskan Dakwah MTA" Dicetak Ulang di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock