Senin, 30 Januari 2017

Pemimpin jangan Hanya Pentingkan Diri Sendiri

Jombang, Muhammadiyah Asli. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, KH Musthofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan kepada para nasional untuk tidak mementingkan dirinya sendiri, melainkan sebaliknya, harus bisa memecahkan persoalan bangsa.

“Jadi pemimpin jangan hanya mementingkan diri sendiri saja, tetapi harus bisa memikirkan nasib bangsa ini,” kata Gus Mus dalam sambutannya pada acara tahlilan Tujuh Hari Wafatnya KH Yusuf Hasyim (Pak Ud) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Minggu (21/1) lalu.

Menurut salah seorang anggota Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami berbagai cobaan mulai dari bencana alam hingga beberapa peristiwa kecelakaan transportasi.

Pemimpin jangan Hanya Pentingkan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin jangan Hanya Pentingkan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin jangan Hanya Pentingkan Diri Sendiri

“Sayangnya ketika kita sedang dirundung cobaan seperti ini, sampai sekarang kita masih belum memiliki seorang pemimpin yang benar-benar bisa menyelesaikan persoalan ini. Para pemimpin masih memikirkan kepentingan dirinya sendiri,” ujar Gus Mus di depan sekitar tiga ribu massa yang menghadiri acara tersebut.

Oleh sebab itu, Gus Mus, meminta para pemimpin nasional harus bisa menauladani para pendahulu yang berjuang mempertaruhkan jiwa dan raga demi bangsa ini.

“Pendiri NU Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan Pak Ud (putranya) adalah orang yang sampai akhir hayatnya tidak pernah berhenti memikirkan bangsa. Orang-orang seperti inilah yang seharusnya kita tauladani bersama,” ujar budayawan dan penyair itu.

Muhammadiyah Asli

Ia mengungkapkan, Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari bersama beberapa ulama semasa hidupnya pernah mengikrarkan diri di depan Ka’bah sebelum pulang ke Tanah Air untuk berjuang membela bangsa dan negara dari cengkeraman penjajah.

Demikian juga dengan putranya, Pak Ud, yang semasa mudanya ikut terjun di medan pertempuran melawan penjajah Belanda. Disusul kemudian di era 1960-an, Pak Ud bersama dengan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang dipimpinnya turut serta dalam penumpas gerombolan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang hendak merongrong NKRI.

“Beliau ini sudah akrab dengan desingan peluru. Jarang sekali seorang pimpinan pondok pesantren ikut bertempur seperti Pak Ud,” ucap alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir itu.

Muhammadiyah Asli

Bahkan, meski dalam keadaan susah berjalan pun, Pak Ud, masih saja terlibat dalam berbagai aktifitas, termasuk menjadi “keynote speaker” dalam seminar tentang wacana kebangkitan komunis di Indonesia.

Saat itu, Pak Ud lah yang memelopori penolakan pembentukan Komite Kebenaran dan Rekonsiliasi Nasional yang beberapa nama calon anggotanya sudah diusulkan kepada presiden sebelum akhirnya dibatalkan.

Sementara, acara tujuh hari wafatnya sesepuh pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang itu selain dihadiri para santri dan ulama dari berbagai daerah, juga warga masyarakat sekitar yang ingin memberikan sumbangsih bacaan doa dan tahlil. (ant/miol/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Pemimpin jangan Hanya Pentingkan Diri Sendiri di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock