Senin, 12 Juni 2017

Shalat Dhuha

Shalat dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu dhuha. Yaitu waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang shalat Dzuhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul tujuh sampai pukul sebelas.? Shalat dhuha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat hari. Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi – pukul 5 sore) dibagi empat maka shalat dhuha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan. Sehingga setiap seperempat hari selalu ada shalat. Terhitung dari shubuh sebagai shalat pertama mengisi waktu paling dini. Kemudian shalat dhuha sebagai shalat kedua. Ketiga shalat dhuhur dan keempat shalat ashar. Jika demikian maka dalam satu hari keidupan kita tidak pernah kososng dari shalat.

Shalat dhuha memiliki beberapa fadhilah yang pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah saw. sebagaimana beliau berwasiat kepada Abu Hurairah, ia berkata

? عÙ? أبÙ? هرÙ? رة رضÙ? الله عÙ? Ù‡ Ø£Ù? Ù‡ قال : " أوصاÙ? Ù? خلÙ? Ù„Ù? بثلاثٍ : صÙ? امِ ثلاثةِ Ø£Ù? امٍ Ù…Ù? كل شهر ØŒ وركعتÙ? الضحى ØŒ وأÙ? أوتر قبل Ø£Ù? Ø£Ù? ام " ( رواه البخارÙ? ?

Rasulullah saw, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat dhuha (setiap hari), ketiga shalat witir sebelum tidur.

Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Dhuha

Diantara fadhilah yang lain adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala do’a. Sebagaimana hadits Abu Hurairoh?

عَÙ? Ù’ أَبِÙ? هُرَÙ? ْرَةَ ØŒ Ø£ÙŽÙ? Ù‘ الÙ? َّبِÙ? ÙŽÙ‘ صَلَّى اللَّهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلَّمَ ØŒ قَالَ : " Ù…ÙŽÙ? Ù’ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُÙ? ُوبُهُ ØŒ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? َتْ أَكْثَرَ مِÙ? Ù’ زَبَدِ الْبَحْرِ "

Muhammadiyah Asli

Barang siapa menjaga shalat dhuha, maka Allah akan mengampunin segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.

Dan yang tidak kalah penting adalah fadhilah yang langsung ditegaskan oleh Allah melalui Rasulullah saw dalam hadits Qudsi

? عÙ? أبÙ? الدرداء وأبÙ? ذرِّ ( رضÙ? الله عÙ? هما ) عÙ? رسول الله صلى الله علÙ? Ù‡ وسلم : عÙ? الله تبارك وتعالى Ø£Ù? Ù‡ قال : ابÙ? آدم ØŒ اركع Ù„Ù? أربع ركعاتٍ Ù…Ù? أول الÙ? هار أكفك آخره " ( رواه الترمذÙ? )

Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala “ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupimu di sisa harimu” ?

Shalat dhuha minimal dilaksanakan dua raka’at, dan yang baik adalah empat rekaat sedangkan sempunanya adalah enam raka’at, dan yang paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat.Shalat dhuha sebaiknya dilakukan dua rakaat untuk satu kali salam, walaupun boleh melangsungkannya dalam empat raka’at sekaligus. Untuk dua rakaat shalat dapat dimulai dengan niat أصلى سÙ? Ø© الضحى ركعتÙ? Ù? لله تعالى ? Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala. Aku niat shalat dua dua raka’at karena Allah.

Muhammadiyah Asli

Kemudian dilanjutkan dengan bacaan al-Fatihah dan disusul kemudian surat was-Syamsi wa dhuhaha untuk raka’at pertama dan qul ya ayyuhal kafirun ? untuk raka’at kedua. Demikianlah selanjutnya diulang dengan bacaan surat semampunya.Adapun bacaan do’a dalam shalat dhuha sangatlah beragam akan tetapi yang masyhur adalah

? اللَّهُمَّ Ø¥Ù? ÙŽÙ‘ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ Ø¥Ù? Ù’ كَاÙ? ÙŽ رِزْقِÙ? فِÙ? السَّمَاءِ فَأَÙ? ْزِلْهُ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? ÙŽ فِÙ? الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? ÙŽ مُعْسِرًا فَÙ? َسِّرْهُ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? ÙŽ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? ÙŽ بَعِÙ? دًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِÙ? ِÙ? مَا آتَÙ? ْت عِبَادَك الصَّالِحِÙ? Ù? ÙŽ. allahumma innad dhuhaa dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholichiin.?

(ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-mu, dan keindahan adalah keindahan-mu, dan kebagusan adalah kebagusan-mu, dan kemampuan adalah kemampuan-mu, dan kekuatan adalah kekuatan-mu, serta perlindungan adalah perlindungan-mu. ya allah apabila rizqiku berada dilangit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-mu, keindahan-mu, kebagusan-mu, kemampuan-mu, kekuatan-mu dan perlindungan-mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang sholeh).

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Syariah Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Shalat Dhuha di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock