Kamis, 12 Oktober 2017

Kiai As’ad Beri Waktu 3 Hari Jepang Pergi, Atau Dihancurkan

Jember, Muhammadiyah Asli - Perjuangan para kiai, termasuk Kiai As’ad Syamsul Arifin, dalam melawan penjajah, kerap kali diwarnai dengan kejadian yang aneh. Kejadian yang menurut akal sehat sulit diterima, tapi realitasnya memang terjadi. Itulah yang menjadi ending dari perjuangan Kiai As’ad menempuh perjalanan sejauh 45 kilometer untuk mengusir serdadu Jepang di bumi Garahan, Kecamatan Silo, Jember.

Semangat juang yang dimiliki Kiai As’ad dan rombongan untuk mengusir serdadu Jepang kian berlipat-lipat setelah berhasil memukul mundur begundal-begundal negeri matahari terbit saat terjadi pertempuran di sungai Kramat, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono.

Kiai As’ad Beri Waktu 3 Hari Jepang Pergi, Atau Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai As’ad Beri Waktu 3 Hari Jepang Pergi, Atau Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai As’ad Beri Waktu 3 Hari Jepang Pergi, Atau Dihancurkan

Dengan selalu memohon pertolongan Allah, Kiai As’ad dan rombongan melanjutkan perjalanan hingga sampai di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat. Di desa tersebut, Kiai As’ad berhenti sebentar di sebuah rumah warga untuk meminta tiga ikat padi (dengan batangnya). Tiga ikat padi tersebut dibawa oleh seseorang benama Pak Ma’ruf.

“Pak Ma’ruf ini saksi hidup, dan beliaulah yang membawa tiga ikat padi itu hingga sampai di Garahan,” tutur Ketua Panitia Bidang Perlengkapan sekaligus tim pencari fakta Napak Tilas Nasional 2016, Ustadz Fauzi kepada Muhammadiyah Asli di Jember, Selasa (13/9).

Muhammadiyah Asli

Kiai As’ad, Pak Ma’ruf dan rombongan pun menuju Garahan. Sampai di Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kiai As’ad behenti di sebuah masjid untuk melaksanakan shalat sunnah. Segala sesuatunya memang perlu dipersiapakan di situ, termasuk bermunajad kepada Allah. Sebab, markas Jepang sudah sangat dekat. Dan pertempuran diprediksi akan terjadi.

Dengan senjata seadanya plus keyakinan yang tinggi akan pertolongan Allah, mereka pun bergerak, memasuki Dusun Curah Damar, Desa Garahan, yang menjadi markas serdadu Jepang. Kiai As’ad memerintahkan agar pasukan resmi (tentara) tetap bersembunyi. Tidak keluar tapi tetap dalam kondisi siaga. Sedangkan Kiai As’ad dan para tentara Hizbulloh langsung menyatroni markas Jepang.

Muhammadiyah Asli

Saat itu, serdadu Jepang sudah ciut nyalinya. Tanpa buang waktu, Kiai As’ad langsung mengultimatum agar mereka segera angkat kaki, atau diserang habis. Serdadu Jepang mengulur waktu. Mereka bahkan meminta waktu 3 bulan lagi untuk meninggalkan markas, namun Kiai As’ad hanya memberi waktu tiga hari. Kiai As’ad tampaknya sadar bahwa waktu 3 bulan tersebut akan digunakan oleh Jepang untuk menyusun kekuatan dengan meminta bala bantuan dari luar Silo. Permintaan Jepang tersebut akhirnya turun menjadi 2 bulan, dan turun lagi menjadi 1 bulan, sebelum akhirnya setuju 3 hari.

Walaupun hanya 3 hari, tapi waktu tersebut sangat krusial. Sebab, segala kemungkinan bisa terjadi, apalagi Jepang terkenal licik. “Selama menunggu itulah, tiga ikat padi itu dilepas dan dilempar ke udara, dan jadilah tentara. Alhamdulillah di hari ketiga, Jepang benar-benar pergi,” lanjut Ustadz Fauzi.

Saat ini puing-puing dan bebatuan bekas bangunan markas Jepang tersebut, sebagian masih mengonggok di tengah kebun kopi yang menghijau. Itulah saksi bisu yang menandai kiprah Kiai As’ad dalam altar sejarah perjuangan bangsa Indonesia. (Aryudi A Razaq)



Baca juga: Kiai As’ad Baca Ratibul Haddad Sebelum Dicegat Serdadu Jepang


Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pahlawan, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Kiai As’ad Beri Waktu 3 Hari Jepang Pergi, Atau Dihancurkan di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock