Selasa, 20 Maret 2018

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Seniman Djoko Susilo di kantornya Gedung PBNU Lantai 3, Selasa, (26/4). Djoko menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kedatangannya adalah ingin mengajak NU untuk menyejahterakan kehidupan para pembatik tulis.

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

“Sementara pemerintah sibuk dengan promosi ke mana-mana, sukses, sukses. Tapi ada satu hal yang tidak pernah dilihat, terlewatkan, apa? Siapa yang kerja? Bagaimana mereka mendapatkan upah? Kehidupan mereka seperti apa?” jelas Djoko.

Menurutnya, meski batik tulis memiliki harga yang tinggi di pasaran, namun para pembatiknya mendapatkan upah yang teralu murah. “Tidak manusiawi. Sekarang uang 300 ribu perbulan dapat apa. Itu yang terjadi,” tegasnya dengan nada tinggi.?

Maka tidak heran, jelas Djoko, jika para pembatik tulis sekarang didominasi oleh generasi orang tua dan kualitasnya juga semakin menurun karena orangnya semakin berkurang dan regenerasinya tersendat.

Ia menyatakan bahwa untuk melestarikan batik tulis Nusantara hanya ada satu cara, yaitu memakmurkan para pembatik tulis tersebut. Baginya, pekerjaan membatik adalah pekerjaan yang manusiawi dan sudah seharusnya mendapatkan upah yang layak.?

Muhammadiyah Asli

“Pembatik mendapatkan upah sesuai dengan apa yang ia kerjakan. Tidak seperti sekarang,” ungkapnya. ? ?

Maka dari itu, ia berharap NU bisa membuat tim atau gerakan yang fokusnya adalah untuk mensejahterakan para pembatik tersebut. “Membuat sebuah gerakan yang semula pembatik adalah buruh yang dibayar dengan tidak manusiawi itu, menjadi sebuah wiraswastawan,” papar laki-laki yang menekuni dunia batik tulis ini.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, ia mengajak NU untuk membuat sebuah program atau wadah yang bisa mempertemukan antara para pembatik tersebut dengan para pembeli langsung.?

“Tentu gerakan ini sangat tidak disukai oleh para pengusaha. Dia pasti anti, tapi kita tidak peduli. Kita peduli pada batik Indonesia lestari,” ?

Selain itu, Djoko Susilo juga memberikan lukisan kepada Kiai Said. Ia menerangkan, lukisan yang bergambar Kiai Said tersebut ia selesaikan selama dua hari.?

Ia membubuhi lukisan tersebut dengan salah satu potongan ayat Al Quran, yaitu surat Ar Ruum ayat 22. Ia menilai bahwa ayat tersebut sangat cocok dan sesuai dengan karakteristik NU.

“Tuhan menciptakan manusia itu dengan beragam, warna kulit, bahasa, dan lainnya. Itu (sesuai dengan ciri dan karakter) NU,” tambahnya dengan?

Saat menerima lukisan tersebut, Kiai Said terlihat gembira. “Ya terima kasih, bagus sekali,” kata Kiai Said dengan senyum sumringah. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Nahdlatul Ulama, Aswaja Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Maret 2018

Melanjutkan Rekonsiliasi Alami

Oleh : Abdul Munim DZ

Dalam menghadapi eks-Tapol PKI ini terdapat dua kelompok, yaitu pertama kelompok yang menghendaki adanya rekonsiliasi politik yang didahului dengan pengadilan HAM. Kelompok ini terdiri dari kelompok pewaris PKI garis keras yang didukung beberapa aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kedua, kelompok yang menolak rekonsiliasi dalam bentuk apapun. Kelompok ini didukung oleh beberapa kelompok Islam garis keras, termasuk kalangan TNI garis keras, sehingga benturan dan ketegangan diantara kedua kelompok itu cukup keras, baik pada di tingkat sosial maupun di panggung media.

Mengatasi ketegangan dua kubu yang bersebarangan itu, NU menawarkan rekonsiliasi alami, yaitu rekonsiliasi yang dijalankan berdasarkan prinsip kemanusian, yang tanpa didahului dengan pengadilan. Ini yang disebut dengan rekonsiliasi alami atau rekonsiliasi kultural. Sebab hal itu telah berlangsung sejak tahun 1965 yakni sejak benturan antara NU dengan PKI selesai, langsung terjadi rekonsiliasi di tingkat masyarakat, sehingga kehidupan di masyarakat bawah kembali normal dan kembali harmoni pascaterjadinya tragedi.

Rekonsiliasi secara alami terjadi antara kelompok NU dan bekas PKI dan keluarganya terjadi justru sejak pemberontakan tahun 1965 itu usai. Di Bojonegoro Desa Kunci Dander, misalnya, ada seorang tokoh PKI bernama Karso Lamin punya anak bernama Giyono yang selama ini selamat dari pembantaian karena sekolah SMP di Kota Bojonegoro. Begitu pulang ke desa segera disergap oleh Pemuda Marhaen, dan berusaha membunuhnya, karena Gino anak tokoh PKI, tetapi niat itu dihalang-halangi oleh Pemuda Ansor. Maka diadakan debat di kantor kelurahan antara Pemuda Marhaen dengan Gerakan Pemuda Ansor. Perdebatan itu dimenangkan oleh Ansor, maka sejak itu Giyono serta adiknya Wagiman dilindungi oleh kiai NU dan mulai belajar mengaji di langgar. Selama belajar ngaji Giyono dilindungi, dijemput saat berangkat menjelang maghrib agar tidak diganggu atau dibunuh oleh siapapun, sebab pemuda ini anak seorang tokoh PKI yang diincar Pemuda Marhaen. Begitu pula setelah selesai mengaji malam hari diantar pulang ke rumah, dan rumah itu juga terus diawasi dari jauh agar tidak ada yang menggerebek, termasuk dari TNI. Akhirnya Gino selamat dan menjadi keluarga yang saleh, bahkan kemudian Gino masuk TNI AL. Kemudian adiknya yang lebih kecil Wagiman juga diselamatkan dari serangan massa dan sekarang menjadi polisi di Bogor. Mereka itu semua menjadi Muslim yang taat hingga saat ini.

Melanjutkan Rekonsiliasi Alami (Sumber Gambar : Nu Online)
Melanjutkan Rekonsiliasi Alami (Sumber Gambar : Nu Online)

Melanjutkan Rekonsiliasi Alami

Contoh lain terjadi di Desa Trisulo, Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri. Di desa ini, 100 persen penduduknya adalah PKI. Pasca peristiwa 65, hampir tidak ada orang yang berani datang ke desa ini. Selama 31 tahun pasca peristiwa 65, di desa tersebut tidak ada ormas. Karena kedekatan kultural dengan NU. ketika ada kematian maka yang membacakan tahlil mendoakan adalah orang-orang NU yang ada di sekitarnya. Demikian juga saat pernikahan, melahirkan anak dan sebagainya. Dengan cara ini, perlahan trauma sejarah warga desa tersebut bisa diobati. Sehingga pada tahun 1997 organisasi yang pertama kali berdiri di desa tersebut adalah NU dan Ansor.

Rekonsiliasi NU-PKI juga dilakukan oleh KH Abd. Rochim Sidik yang pernah menjadi Ketua NU dan MUI Blitar. Beliau dengan beberapa kiai NU lainnya mempelopori gerakan mengasuh anak-anak yatim yang bapaknya menjadi korban PKI 65. Melalui gerakan ini ratusan anak yatim PKI disekolahkan, dimasukkan ke pesantren dan dididik oleh para kiai dan warga. Dengan cara ini banyak anak-anak PKI yang sukses menjadi pegawai negeri, pengusaha, politisi dan sebagainya. Atas perlindungan para kiai ini anak-anak PKI bisa lolos dari tekanan Orde Baru yang sangat ketat dengan sistem litsusnya.

Muhammadiyah Asli

Bukti lain yang mencerminkan terjadinya rekonsiliasi sosial antara kiai dan warga NU dengan massa PKI terjadi di Pekalongan. Setelah peristiwa G-30-S/PKI itu para kiai di Pekalongan banyak mendirikan mushola di pintu-pintu masuk kampung/desa yang ada di sepanjang jalan Pekalongan-Banjarnegara yang menjadi basis PKI. Salah seorang yang melakukan tindakan tersebut adalah KH Anwar Amin (Ayah dari bapak Ashif Qalbihi, Bupati Pekalongan 2016-2021). Hal ini dilakukan dengan tujuan utama yaitu menjadi tempat ibadah kaum Muslim yang ada di desa tersebut dan sekaligus untuk melindungi orang-orang PKI yang ada di desa tersebut dari gerakan pembersihan yang dilakukan oleh aparat Orde Baru. Dengan adanya mushalla di desa tersebut, maka akan menghapus image sebagai desa yang menjadi basis PKI. Selain itu, dengan adanya mushalla-mushalla tersebut, warga masyarakat yang ikut dalam PKI juga bias menyembunyikan identitas mereka dengan menjadi muslim yang baik.

Selain mendirikan mushola di pintu masuk desa, beberapa kiai di Pekalongan juga melindungi orang-orang PKI di desa-desa dari ancaman massa. Selain itu dengan cara mengangkat mereka menjadi pegawai di koperasi NU atau lembaga lainnya. Seperti yang dilaikukan oleh KH Anwar Amin yang mengangkat salah seorang PKI menjadi juru tulis koperasi NU karena orang tersebut pandai mengetik. Selain itu, para kiai juga memberikan kesempatan pada anak-anak PKI untuk belajar di pesantren. Dengan kata lain pada saat itu para kiai NU membuka peluang seluas-luasnya kepada massa PKI untuk masuk dan berlindung ke dalam NU.

Muhammadiyah Asli

Ada dua alasan utama yang mendorong para kiai NU di Pekalongan ini bersikap melindungi rakyat yang menjadi simpatisan PKI. Pertama, karena para kiai melihat bahwa banyak rakyat yang tidak tahu apa-apa tentang PKI. Mereka masuk menjadi anggota PKI hanya karena ikut-ikutan. Terhadap orang-orang yang seperti ini, maka tidak layak mereka dipersekusi bahkan perlu dilindungi. Kedua, para kiai sadar bahwa konflik harus segera diakhiri karena hal itu akan merugikan semua pihak. Oleh karena itu para kiai segera memutus mata rantai konflik tersebut dengan secepat mungkin melakukan rekonsiliasi.

Sejak awal NU melakukan rekonsiliasi alami, karena di NU tidak mengenal adanya dosa warisan apalagi dosa lingkungan. Karena itu NU mengajak bangsa ini agar menerima mereka kembali ke masyarakat dan disantuni agar mereka tidak kembali ke habitanya sendiri yaitu PKI. Dengan adanya hukuman yang telah ditimpakan pada PKI baik dengan Mahmilub dan pembuangan serta pengasingan, dan setelah selesai masa hukumannya mereka dibebaskan, maka bagi NU persoalan 1965 telah selesai. Tidak boleh dibongkar lagi atas nama apapun, karena hal itu akan mengganggu kerukunan nasional. Termasuk menggangu ketenteraman warga eks-PKI yang telah memperoleh rehabilitasi dan perlindungan selama ini.

Rekonsiliasi politik yang didahului dengan pengadilan serta pembongkran kuburan harus ditolak, sebab cara yang ditawarkan lembaga internasional itu bermaksud menyalahkan pemerintah dan NU serta ormas Islam. Hal itu kalau diteruskan akan mengundang pertikaian. Oleh karena itu NU menolak cara itu. Sebaliknya sepakat untuk melanjutkan rekonsiliasi alami yang telah dirintis sejak tahun 1966 yang lalu, yang telah berhasil melakukan pemulihan mental, menciptakan kerukunan dan membangun persatuan yang memuaskan semua pihak, tanpa gejolak. Tradisi itu telah berjalan dengan baik dan lancar selama 50 tahun lebih, walau tanpa publikasi dan tanpa ada dana dari lembaga internasional, masyarakat telah memiliki mekanisme sendiri dalam melakukan rekonsiliasi, baik dalam menentukan cara mapun dalam memenuhi kebutuhan dana.

Sejak awal aktivis NU menyikapi PKI tidak secara gebyah uyah, karena ada beberapa katagori PKI. Ada kelompok PKI yang agresif dan mengancam, menculik dan membantai. Di beberapa tempat ada PKI yang hanya ikut-ikutan dan tidak melakukan kekerasan, terhadap mereka ini NU dan umat Islam tidak melakukan gangguan, bahkan selama masa pemberantasan PKI, mereka itu dilindungi. Dibuatkan masjid atau langgar serta dibimbing melaksanakan kegiatan sosial dan keagamaan. Bahkan kalau ada massa rakyat hendak menyerang mereka, pihak NU melindungi, sehingga mereka aman dalam lindungan NU, mereka itu kemudian kembali bermasyarakat sebagai warga biasa.

Selain itu banyak orang yang dulu tersangkut gerakan PKI tetapi setelah selesai masa hukumannya kembali menjadi manusia yang sangat soleh dan sangat peduli pada lingkungan, ringan menolong orang lain dengan berbagai program sosial dan kemanusiaan. Apalagi kalau selama ini mereka masuk PKI hanya ikut-ikutan tidak tahu apa itu PKI karena mereka dijebak, ditipu dan sebagainya. Mereka disantuni, diterima dengan baik kembali ke masyarakat, justru mereka itu sangat menyesali ketidaktahuannya sehingga mudah terseret dalam arus PKI yang menjanjikan berbagai kekayaan dan fasilitas, tetapi janji itu tidak pernah dipenuhi, karena cara memenuhinya dengan cara merampas dan merampok milik orang lain, akhirnya bukan kekayaan yang didapat, tetapi malah malapetaka yang didapat. Itu yang dikesankan sementara eks-Tapol. Mereka merasa bersalah dan merasa beruntung kesalahan mereka dimaafkan oleh masyarakat, bahkan mau menerima mereka, tanpa ada hukuman sosial, tanpa ada diskriminasi atau dianggap warga tiri di masyarakatnya. Untuk melindungi dan menyantuni mereka itu para ulama dan masyarakat Islam mengeluarkan tenaga, mengeluarkan dana sehingga mereka hidup tenteram dan sejahtera.

Sayangnya langkah itu dianggap sepi oleh kalangan aktivis HAM, dan pejuang demokrasi, justru mengekspos dan mengeksploitasi berbagai penderitaan eks-Tapol sebagai komoditi politik yang dijual ke luar negeri. Karena itu mereka melakukan kerjasama dengan komunitas hak asasi manusia internasional, mereka hendak menjalankan rekonsiliasi dengan caranya sendiri yang meminjam cara bangsa lain yang kebetulan tidak pas, sebiuah rekonsiliasi politik yang dihahului dengan pengadilan. Pelaku kejahatan diadili dulu dinyatakan bersalah lalu minta maaf dan direhabilisitasi serta diberi kompenasi baru saling memaafkan. Itu cara berpikir dan argumen mereka. Bangsa Indoenesia menolak rekonsliasi politik, sebab kasusnya berbeda di sini tidak ada tindakan sepihak baik yang dilakukan TNI maupun Banser NU. Mereka menyerang PKI karena PKI meneyerang mereka sehingga terjadi perang saudara. Dalam perang saudara tidak dikenal siapa pelaku dan siapa korban, karena keduanya menjadi pelaku dan keduanya menjadi korban. Kalau ini diadili maka harus menghadirkan saksi dari masing-masing korban.

Apalagi PKI adalah kelompok yang dalam menyerang NU dan TNI adalah dalam upaya menghancurkan ideologi dan bentuk negara, maka mereka tidak memiliki hak politik untuk membela diri dalam pengadilan. Selain itu pengadilan seperti ini juga akan memakan waktu dan akan semakin menambah ketegangan dan pertengkaran, justru dikhawatirkan apa yang sudah diperoleh PKI selama ini akan hilang kembali, ketika pengadilan menemukan kesalahan PKI. Karena itu, NU menolak rekonsiliasi cara itu, dan tetap mendrong untuk menjalankan rekonsiliasi alami sebagaimana yang telah terjadi. Memang rekonsiliasi seperti itu tidak mendatangkan simpati internasional, dan dengan sendirinya tidak akan mendatangkan dana internasional, sebab semuanya telah terjadi secara otentik, jauh dari formalitas, jauh dari publisitas, sehingga dunia internasional juga tidak memberikan bintang penghargaan dalam bentuk apapun, karena dalam rekonsiliasi ini tidak ada koordinator dan tidak ada tokoh dan tidak juga butuh juru bicara.

Oleh karena itu, menurut NU sumber malapataka dan kontroversi ini adalah pernyataan Komnasham 2012, yang menyebut bahwa langkah yang ditempuh pemerintah dan ormas dalam menyelematkan ideologi negara Pancasila pada tahun 1965 itu disebut sebagai pelanggaran HAM berat yang pelakunya baik militer dan para militer harus diadili. Istilah semena-mena yang digunakan Komnasham yakni pelanggaran Ham berat peristiwa 1965 itu harus dihapus. Kalau pernyataan itu tidak dicabut maka negara akan terus didesak dan diganggu untuk melaksanakan desakan Komnasham yang jelas-jelas melakukan kesalahan itu. Lagi pula bangsa ini sedang melakukan reintegrasi sosial, yang membutuhkan kekompakan. Kalau masih terus direcoki oleh urusan-urusan ribet yang penuh kontroversi seperti itu, negara dan masyarakat tidak bisa bekerja dan berjalan dengan baik, karena harus mengurusi hal-hal yang seharusnya tidak menjadi urusan. Bangsa ini harus mengurus dan menjalankan agenda yang lebih strategis dan lebih bermanfaat.

 

Penulis adalah Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Sumber: Abdul Munim, Dz., Menghadapi Manuver Neo-Komunis, Yayasan Prakarsa Kemandirian dan Ketahanan Bangsa, hal. 103

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Internasional, Budaya Muhammadiyah Asli

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Paciran, Muhammadiyah Asli. Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-89 yang diselenggarakan oleh Pengurus MWC NU Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur ? beserta Banomnya yang dikemas dalam even Harlah NU Manunggal VI Tahun 2012 berlangsung meriah.?

Kegiatan yang digelar selama sebulan penuh tersebut dimulai pada tanggal 24 Mei - 9 Juni 2012. Beberapa kegiatannya yaitu bahtsul masail, lomba hifdzut tahlil, ziarah makam auliya’ dan tokoh NU Paciran, lomba cerdas cermat Aswaja, seminar Aswaja, upacara Harlah NU, malam tasyakuran Harlah NU, pengobatan gratis, lomba dziba’iyah, jalan sehat, lomba da’i, pameran & bazar, dan pentas seni.

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Dalam bahtsul masail dibahas permasahalan rentenir dan koperasi, setelah didiskusikan maka fatwa mengenai kedua hal tersebut disosialisasikan kepada nahdliyin Paciran. Pada kegiatan ziarah makam auliya’ dan tokoh NU diikuti 20 rombongan mobil para pengurus NU dan Banomnya berziarah ke makam KH Nur Salim, KH Ashuri Syarqowi, Sunan Sendang, KH Baqir Adelan, Sunan Drajat, dan Maulana Ishaq. Acara ziarah diisi tahlilan dan doa bersama.?

Muhammadiyah Asli

Tanggal 6 Juni 2012 bertepatan 16 Rajab 1433 H yang merupakan hari lahir ke-89 NU digelar upacara di lapangan desa Tunggul yang diikuti ratusan peserta dari unsur Banom dan Pelajar NU se-Kecamatan Paciran.?

Muhammadiyah Asli

Dalam amanatnya H Khoirul Anwar, ketua tanfidziyah NU MWC Paciran menyampaikan bahwa NU suka akan kedamaian dan anti kekerasan. Hal itu seakan menjawab kasus penyerangan Kantor NU Ranting di Tulungagung oleh puluhan oknum pendekar silat sehingga melukai ? dua personel Banser NU setempat yang terjadi beberapa hari yang lalu.?

Meski sebelumnya sempat gerimis namun saat upacara digelar cuaca sangat terik sehingga beberapa peserta pelajar putri sempat dilarikan ke klinik karena pingsan. Upacara dipungkasi dengan atraksi apik group drumband remaja masjid R. Noer Rohmat Sendangduwur. Sehingga para undangan dan peserta upacara tidak beranjak dari lokasi kegiatan sampai pertunjukkan usai.?

Sementara itu, pada malam tasyakuran harlah KH Salim Azhar, Rais Syuriyah NU MWC Paciran bertutur tentang sejarah kelahiran NU versi penuturan guru dari tokoh yang juga Ketua MUI Kecamatan Paciran itu.?

Hadir dalam acara itu Camat Paciran dan Danramil Paciran ditengah undangan para Nahdliyin di Aula Kantor NU MWC Paciran yang baru. Acara ditutup dengan makan bersama nasi ambeng dalam nampan sehingga para pejabat muspika, Pengurus NU, dan para undangan terlihat guyup menikmati suguhan sederhana itu.

Dua hari pasca upacara, panitia menggelar jalan sehat yang diikuti sekitar tiga ribu Nahdliyin kecamatan Paciran dari unsur Banom dan Pelajar NU. Massa menyemut di halaman kantor NU setempat sebagai titik start dan finish di lapangan desa Tunggul dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer. Acara jalan sehat diakhiri dengan pengundian doorprize yang disponsori salah satu perusahaan provider telekomunikasi. Para peserta sangat antusias dan harap-harap cemas menunggu nomor undiannya beruntung. Hadiah utama berupa pesawat televisi akhirnya dimenangkan oleh salah seorang ibu Muslimat NU asal desa Banjaranyar.

Sebagai puncak acara diadakan malam pentas seni dan pembagian hadiah (9/6) bagi para pemenang lomba yang digelar sebelumnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Sejarah, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Maret 2018

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

Melbourne, Muhammadiyah Asli. Museum Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Surabaya akan segera memiliki katalog online. Dengan katalog yang bisa diakses secara terbuka ini, koleksi museum akan diketahui lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dari seluruh dunia.

“Dengan katalog online ini, warga NU bisa mengetahui koleksi apa yang sudah ada dan apa yang belum,” ujar Direktur Museum NU Achmad Muhibbin Zuhri. “Jika mereka memiliki dokumen kakek atau kiai tertentu yang menjadi tokoh NU di daerahnya, bisa segera dikirim secara online,” sambungnya.

Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

Sistem katalog online ini akan segera dirasakan manfaatnya berkat kerjasama dengan Fasnetgama Training Center. Bertempat di KJRI Melbourne, Selasa (17/12), berlangsung penandatanganan MoU antara Direktur Museum NU dan Direktur Fasnetgama.

Muhammadiyah Asli

“Fasnet memiliki software katalog online yang diperlukan oleh Museum NU,” ujar Direktur Fasnetgama Muhammad Nur Rizal. “Dengan software tersebut memungkinkan museum menjadi hub bagi seluruh perpustakaan pesantren yang dimiliki oleh NU. Kami sangat senang dan bangga dengan kerjasama ini,“

Lanjut kandidat Ph.D bidang IT di Monash University itu.

Muhammadiyah Asli

Achmad Muhibbin yang kebetulan sedang berkunjung ke Victoria dalam rangka tugas dari kampus UIN Sunan Ampel, sangat terkejut sekaligus berbahagia dengan terwujudnya MoU itu. “Sungguh ini merupakan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah, semoga menjadi berkah bagi semuanya,” ujarnya tanpa bisa menutupi rasa harunya.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Konjen Melbourne Irmawan Emir Wisnandar, Konsul Muda Pensosbud Vitrio Naldi, dan Ketua Tanfidziyah PCINU Australia dan New Zealand (ANZ) Mokhamad Nur.

“Saya menyambut baik kerjasama semacam ini,” kata Emir Wisnandar. “Sudah saatnya wajah Islam Indonesia yang moderat seperti yang ditampilkan oleh NU diketahui secara lebih luas. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar layanan online Museum NU ini segera dilengkapi dengan bahasa internasional.”

Dengan adanya katalog online ini, terbuka peluang bagi pelajar NU dari seluruh dunia untuk ikut melengkapi koleksi Museum. Sebagai pewaris keilmuan para ulama yang terus tersambung (sanad) dari mulai Nabi Muhammad hingga saat ini, NU perlu memiliki sejarah perkembangan Islam moderat yang komprehensif. “Saya kebetulan aktif dalam jejaring PCINU seluruh dunia, insyaallah akan saya kampanyekan ajakan ini begitu layanan online di museum sudah siap,” ujar Mokhamad Nur dengan penuh semangat.

Sementara Badrus Sholeh yang menjadi pendamping Achmad Muhibbin selama di Victoria menyatakan, “Sudah saatnya para santri mendapatkan alternatif lain di luar politik praktis, agar cakrawala berpikirnya semakin luas. Sistem online ini memungkinkan mereka mendapatkan horison pemikiran dari seluruh dunia. NU dan pesantren adalah citra Islam yang terbuka dan selalu mau belajar. Kita bukan kelompok yang statis, ekslusif dan jumud. Bantuan teknologi ini salah satu upaya kita mewujudkan wajah Islam yang rahmatan lil alamain.”

(Iip Yahya, kontributor Muhammadiyah Asli untuk Australia dan New Zealand/Anam).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Maret 2018

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan

Karawang, Muhammadiyah Asli

Dalam rangka penguatan ekonomi dan taraf hidup warga nahdliyyin Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Pengurus Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) setempat menggelar Sarasehan Pemberdayaan Ekonomi Umat Menuju Kesejahteraan.

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Muslimat NU dan NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) Karawang dan diselenggarakan di Kantor PCNU Karawang, Jalan Dewi Sartika No. 43 Karawang. Ahad (26/02)

Ketua HPN Karawang, H. Muhamad Hasyim? menjelaskan bahwa sejak menjabat sebagai ketua HPN Karawang, ia sudah berkeliling di wilayah Karawang dan menemukan tiga kebutuhan dasar sekaligus potensi bagi warga nahdliyyin.

Muhammadiyah Asli

"Tiga kebutuhan dasar ini mencakup kebutuhan pangan, kebutuhan jaringan distribusi pangan dan jasa, dan yang terakhir adalah kesehatan. Kita akan mencoba untuk menjadikannya sebagai potensi," tambahnya.

Sebagai solusi, kata dia, HPN Karawang melakukan beberapa terobosan, untuk kebutuhan pangan dengan meluncurkan program RPK (Rumah Pangan Kita) yang bekerja sama dengan Bulog. Dalam RPK ini warga NU ditawarkan menjadi distributor barang sembako.

Muhammadiyah Asli

"HPN juga menginisiasi tim ekonomi gabungan yang akan dijadikan sebagai solusi atas kebutuhan dasar yang kedua, tim ini terdiri dari lembaga ekonomi dari banom dan lembaga PCNU Karawang sehingga pergerakan ekonomi pengurus dan warga nahdliyyin lebih terakomodir dan terarah, Insya Allah beberapa bulan ke depan kita akan meluncurkan 7 Mikromart, mini market milik HPN"Paparnya

Hasyim menambahkan, solusi untuk kebutuhan kesehatan, HPN Karawang sedang berikhtiar mendirikan Klinik Kesehatan dan Rumah Sakit NU.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua PW Muslimat NU Jabar, Ella Giri Komara para pengurus banom dan lembaga yang ada di lingkungan PCNU Karawang. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Hikmah Muhammadiyah Asli

Jumat, 02 Maret 2018

Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pasca aksi penolakan penceramah Khalid Basalamah, oleh GP Ansor dan Banser Sidoarjo pada acara pengajian di masjid Shalahuddin, Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (4/3) kemarin, banyak bermunculan berita miring di media sosial terkait adanya aksi tersebut.

Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos

Menyikapi adanya berita yang tidak benar itu, Ketua GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin mengklarifikasi dan menjelaskan kronologi sebenarnya. Pasalnya, disengaja atau tidak, namun itulah gaya mereka dalam berdakwah, menyebarkan berita yang tidak sebenarnya, mendramatisir bahkan keluar dari konteks kejadian dengan tujuan menjelekkan kelompok lain dan mengambil simpati.

Rizza menegaskan, penolakan itu sebenarnya bukanlah acara pengajian atau majlis ilmunya. Namun, ceramah Khalid Basalamah yang dianggap memprovaksi dan rentan menimbulkan konflik itulah yang kemudian menjadi pokok persoalan. Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan, bahwa panitia tidak akan menghadirkan Khalid Basalamah.

"Yang kita tolak bukanlah majlis ilmunya, sebagai bukti ketika Basalamah turun, diganti Ustadz lain, kita tidak mempermasalahkan. Bukan perbedaan madzhabnya, tapi bagaimana menghargai perbedaan. Ansor dan NU sudah terbiasa berbeda faham dengan Muhammadiyah dan aliran lain yang seiman, bahkan dengan agama lain. Namun tidak ada provokasi dan tetap hidup dengan rukun dan damai," kata Rizza dalam releasenya kepada Muhammadiyah Asli, Ahad (5/3).

Rizza mengungkapkan, pada saat forum mediasi oleh Kapolresta antara MWCNU, Ansor, panitia dan pengurus masjid, Kapolresta meminta bukti rekaman atau contoh ceramah Khalid Basalamah yang dianggap memprovaksi dan rentan menimbulkan konflik?. Ansor sudah menyiapkan 3 video bagaimana Khalid Basalamah menelanjangi ajaran lain, menyalahkan aliran lain tanpa memahami duduk permasalah, mensyirikkan tampa perbandingan dalil.

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya, terjadi negoiasi dengan Kapolresta, panitia menyatakan bahwa yang ceramah bukan Khalid Basalamah melainkan CD rekaman. Inilah gaya mereka berbohong. Dan ketika mengetahui bahwa yang berceramah adalah asli Khalid Basalamah, maka Ansor merasa dibohongi. Namun, Ansor dan Banser tetap sabar. Dan tetap pada koridor negoisasi dan percaya pada pihak kepolisian.

Muhammadiyah Asli

"Namun apa yang terjadi? berita yang beredar di media kita melakukan pembubaran, bentrok bahkan merusak masjid, gereja dijaga namun kegiatan ilmu sesama Muslim dibubarkan dan banyak berita miring yang muncul. Masyallah, tidak ada satupun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor Banser NU," tegas Rizza.

Justru, lanjut Rizza, saat situasi sudah tenang dan selesai karena ada kesepakatan MoU bahwa panitia akan menghentikan ceramah Khalid Basalamah serta tidak akan menaikkan mimbar lagi, bahkan pengurus masjid tidak akan mengundangnya dikemudian hari. Tiba-tiba ada laporan bahwa Ketua PAC Ansor Tulangan, Zaini, dipukul jamaah pegajian. Dan pemukulnya sudah diamankan polisi.

"Saat di Mapolsek Gedangan, Zaini tidak melawan, justru Zaini memaafkannya, kerena Islam yang diajarkan para pendiri NU adalah Islam yang ramah. Atas nama Ukhuwah Islamiyah pelaku yang mengaku warga Kamal dimaafkan," tuturnya.

Selain melakukan penolakan terhadap penceramah Khalid Basalamah, PC GP Ansor Sidoarjo juga meminta untuk melakukan Tabayyun, berdialog dan berbagi ilmu dengan Khalid Basalamah, tujuannya adalah menjaga tradisi keilmuan sekaligus ingin menghilangkan kesalahfahaman.

Namun permintaan ditengah negoisasi itu tidak kesampaian, karena Ansor konsentrasi atas hasil kesepakatan (MoU) untuk mendinginkan suasana. Rizza berharap, ke depan cita-cita mempertemukan antara Khalid Basalamah dengan Kiai NU akan terselenggara. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah Muhammadiyah Asli

Selasa, 27 Februari 2018

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi

Jakarta, Muhammadiyah Asli . Jaringan Gusdurian Indonesia mengecam keras Polres Kota Yogyakarata yang menolak diselenggarakannya Diskusi "Melek Media: Menanggulangi  Konten Negatif Fundamentalisme Agama di Dunia Maya"  di arena Jagongan Media Rakyat di Jogja National Museum, Yogyakarta, yang sedianya digelar Jumat (24/10).

Penolakan tersebut tertuang dalam surat bernomor R/53/XI/2014/Intelkam yang mengungkapkan alasan karena adanya penolakan-penolakan oleh ormas Islam. Sebelumnya, beredar SMSyang mengatasnamakan Forum Umat Islam Yogyakarta yang mengajak untuk memprotes kegiatan tersebut.

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi

“Tindakan tersebut menunjukkan Polisi telah gagal menjalankan amanat Undang-Undang untuk melindungi hak berserikat, berkumpul, dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi Republik Indonesia,” kata Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Alissa Wahid dalam siaran pers.

Muhammadiyah Asli

Komunitas pecinta dan penerus perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini meminta pihak Kepolisian  untuk tidak takut dan tunduk kepada ancaman  siapapun dan dari kelompok manapun yang mengancam hak berkumpul dan berpendapat.

Gusdurian menuntut Kapolri dan Kapolda DIY untuk mencabut surat penolakan dari Polresta Yogyakarta yang dinilai mencederai hak tersebut. Sesuai amanat Undang-Undang, tugas kepolisan adalah melindungi, melayani, dan menegakkan hukum. “Tindakan Polresta Yogyakarta justru mengingkari amanat tersebut,” tutur putri sulung Gus Dur ini.

Muhammadiyah Asli

Menurut Alissa, pemerintahan Jokowi-JK mesti melakukan reformasi, termasuk revolusi mental, di dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

“Tindakan tegas yang telah ditunjukkan Polda Metro Jaya dalam menghadapi tekanan kelompok yang menggunakan kekerasan dan ancaman beberapa waktu lalu selayaknya menjadi model bagaimana segenap Kepolisian Republik Indonesia menjalankan tugas melindungi, melayani, dan menegakkan hukum sesuai amanat Undang-Undang,” katanya.

Jaringan Gusdurian menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut dan gentar menghadapi berbagai ancaman dari kelompok intoleran dan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan terhadap hak konstitusional setiap warga negara. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Warta, Ulama Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock